Share Info

4 December 2010

Leadership Morality

“We havetwo kinds of morality side by side : one which we preach but do notpractice and another which we practice but seldom preach”.
BERTRAND RUSSELL

Sering dijumpaibahwa seorang pemimpin yang hanya piawai dibidang strategi dan taktik(manajemen), kepemimpinannya tidak mampu bertahan lama. Kenyataannya,menjadi seorang pemimpin, tidaklah semudah yang dibayangkan. Disampingketrampilan leadership yang memadai, juga harus dilengkapi dengan etikamoral. Jika tidak, “bisa” saja orang – orang yang dipimpin,hanya akan nunduk di depan dan nanduk dibelakang. Untuk itu, agar proseskepemimpinan bisa berlangsung langgeng, selain dimiliki ketrampilan(strategi dan taktik), etika moral juga harus dipenuhi, misalnya :

  1. CHARITY.
    Sebagai makhluk sosial, yang apapun derajat / status sosialnya, beramaladalah salah satu perbuatan mulia terdasar, yang sudah seharusnya dikembangkansecara universal. “The highest exercise of charity is charity towardsthe uncharitable." J. S. BUCKMINSTER

  2. MORALITY.
    Seorang pemimpin hendaknya menghindari (* Mengharamkan) segala bentukdari perbuatan – perbuatan tercela, misalnya : mabuk – mabukan,judi, zinah, korupsi, manipulasi, provokasi, intiminasi dan lain sebagainya.Dia harus mampu merawat, menjaga moralitasnya. Morality is the bestof all devices for leading mankind by the nose. FRIEDRICH NIETZSCHE

  3. SACRIFICE.
    Seorang pemimpin harus mampu berkorban waktu, materi dan perasaan. Janganegois atau mementingkan diri sendiri. Ingat, keberhasilan seorang pemimpinsangatlah ditentukan oleh kontribusi dari bawahan – bawahannya.”Leadership is practiced not so much in words as in attitude and inactions” HAROLD S. GENEEN

  4. HONESTYAND UNIVERSAL.
    Dalam berucap,bertindak dan berpikir, seorang pemimpin haruslah selalu berhati tulus,ikhlas dan universal, yang tanpa adanya niat – niat terselubung, misalnya: 4a.- Bantuan yang diberikan, dasarnya adalah murni dan tanpa adanyaniat – niat terselubung. 4b.- Apapun yang diperbuat atau diputuskan,dasarnya adalah universal. Sistim “punish dan reward”yang diterapkan adalah “benar– benar” tulus, ikhlas, universal dan adil, yang tanpa diboncengioleh sentimen pribadi, kepicikan pikiran atau kefanatikan. ”Makeyourself an honest man, and then you may be sure there is one less rascalin the world”. THOMAS CARLYLE
  5. HOSPITALITY.
    Seorang pemimpinharuslah selalu ramahtamah / etika sopan santun selalu diterapkan dalamkondisi atau keadaan apapun juga. Seyogianya, semakin tinggi jabatan/ posisi seseorang, hendaknya juga diiringi oleh semakin ramah dan santunsikapnya. Bagaikan padi, yang semakin berisi akan semakin menunduk.“Hospitality sitting with gladness”. HENRY WADSWORTH LONGFELLOW

  6. LOWPROFILE.
    Pimpinan yang“over acting”, sok / angkuh / norak, tidaklah mencerminkan keprofessionalismean.Tidak seorangpun, yang akan senang dan suka dipimpin oleh pemimpin yangbertipe demikian. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu berpenampilansederhana, rapi dan tidak norak. Tipe pemimpin “low profile”,pasti akan disenangi, dikagumi dan dihormati oleh bawahannya. “Keepa cool head and maintain a low profile. Never take the lead but aimto do something big” DENGXIAOPING

  7. LOVE.
    Seorang pemimpinhanya akan menggunakan kekuasaan / wewenang untuk menegakkan fungsinya,misalnya : a) Jika ada yang terbukti melanggar / merusak peraturan perusahaan,langsung diberikan sanksi yang mendidik. b) Jika bawahan memberikankontribusi yang konstruktif, diberi penghargaan. Dasar dari penerapansanksi dan pemberian penghargaan adalah murni dan tanpa adanya sentimenpribadi atau niat – niat lain. “Wise men appreciate all men,for they see the good in each and know how hard it is to make anythinggood”. BALTASAR GRACIÁN

  8. EMOTION.
    Memutuskanapapun jika dilandasi oleh emosional, efeknya pasti destruktif. Olehkarena itu, emosi seorang pemimpin haruslah terkontrol dengan baik.Jika lagi emosi, jangan sekali – kali mengeluarkan keputusan karenaefeknya selain merugikan diri sendiri tetapi juga orang – orang lain.”When dealing with people, remember you are not dealing with creaturesof logic, but creatures of emotion”. DALE CARNEGIE

  9. PATIENCE.
    Apapun yangakan terjadi / yang akan diperbuat / diputuskan, kesabaran adalah salahsatu sifat terbaik yang harus dimiliki. Melalui kesabaran, hal – halyang tidak diharapkan terjadi, akan bisa diminimalis. “Patienceand perseverance have a magical effect before which difficulties disappearand obstacles vanish”. JohnQuincy Adams

  10. POSITIVEATTITUDE.
    Seorang pemimpinharus mampu menilai siapapun seobjektif mungkin yang didasarkan olehapa yang dikontribusikan. Jika kontribusinya konstruktif maka harussegera diberi penghargaan dan begitu pula sebaliknya. “You reallycan change the world if you care enough”. MARIAN WRIGHT EDELMAN.
[by : Peter Lim]

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month