Share Info

Showing posts with label International. Show all posts
Showing posts with label International. Show all posts

28 May 2020

Benarkah Propaganda Amerika Mulai Adu Domba China dengan Islam?


Waspada, rupanya Amerika mulai memakai strategi adu domba untuk melemahkan dominasi China dalam ketegangan yang terjadi antara kedua negara akhir-akhir ini. Tak tanggung-tanggung Negeri Paman Sam kini membenturkan Negeri Tirai Bambu dengan Islam.

Lalu, isu Islam apa yang dipakai Amerika untuk politik adu domba itu?

Ya bisa saja disebut demikian ataupun tidak, Namun kenyataannya, Kongres Amerika baru saja menyetujui pemberian sanksi terhadap China atau penumpasan terhadap warga Muslim Uighur.

Seperti dikutip VIVA Militer dari Aljazeera, Kamis 28 Mei 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika telah menyetujui undang-undang yang menyerukan sanksi kepada pejabat China yang dianggap bertanggungjawab atas penindasan terhadap Muslim Uighur. Dan RUU itu akan dikirimkan ke Gedung Putih agar segera ditanda tangani Presiden Donald Trump untuk memveto atau menandatangani undang-undang.

Undang-Undang Hak Asasi Manusia Uighur disahkan melalui pemungutan suara 413-1 pada hari Rabu dan terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Mike Pomp memberi tahu Kongres bahwa pemerintah tidak lagi menganggap Hong Kong otonom dari Cina.

RUU itu menyerukan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab atas penindasan warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya di provinsi Xinjiang China, tempat PBB memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp.

Ini memilih sekretaris Partai Komunis di kawasan itu, Chen Quanguo, anggota Politbiro kuat China, yang bertanggung jawab atas "pelanggaran berat hak asasi manusia" terhadap mereka.

"Tindakan biadab Beijing yang menargetkan orang-orang Uighur adalah kemarahan terhadap hati nurani kolektif dunia," kata pembicara Nancy Pelosi, seorang Demokrat, kepada rumah itu dalam mendukung RUU itu.

Pesan itu bersifat bipartisan, dengan Michael McCaul, Republikan teratas di Komite Urusan Luar Negeri DPR, menuduh Cina "genosida budaya yang disponsori negara".

Beijing berupaya untuk "sepenuhnya menghapuskan seluruh budaya hanya karena tidak sesuai dengan apa yang oleh Partai Komunis Tiongkok dianggap sebagai 'Cina'," kata McCaul. "Kita tidak bisa duduk diam dan membiarkan ini berlanjut ... Keheningan kita akan terlibat, dan kelambanan kita akan menjadi peredaan kita."
'Tindakan yang berarti'

Dukungan yang hampir bulat di Kongres Senat mengesahkan RUU dengan persetujuan bulat -memberi tekanan pada Trump untuk menjatuhkan sanksi hak asasi manusia terhadap China.

Derita Tentara Wanita Korut Saat Menstruasi Sampai Digilir di Ranjang


Dunia tahu pasti bahwa Korea Utara (Korut) adalah salah negara yang kerap menunjukkan superior kekuatan militernya. Bukan cuma punya artilieri mengerikan, negara komunis ini juga punya Tentara Rakyat Korea yang terkenal setia kepada setiap pemimpin tertinggi (supreme leader).

Korut adalah salah satu negara yang menjalankan wajib militer di dunia. Sebuah fakta terungkap, pemerintah Korut ternyata tak cuma mewajibkan setiap laki-laki, tetapi juga perempuan.

Seorang wanita mantan anggota Tentara Pembebasan Rakyat Korea Utara, Lee So-yeon, menceritakan kisah hidupnya selama hampir 10 tahun mengabdi sebagai personel militer Korut. Hampir satu dekade, So-yeon tidur di ranjang susun dalam barak tentara.Selama itu, So-Yeon harus tidur beralaskan sekam padi dengan bau yang sangat tidak sedap.

"Kasur tempat kami tidur terbuat dari sekam padi. Jadi, semua bau badan merembes ke kasur. (Kasur) itu tidak terbuat dari kapas. Karena itu terbuat dari sekam padi, semua bau dari keringat dan bau lainnya ada di sana. Itu sangat tidak menyenangkan," ucap So-yeon.

Tak nyaman sudah pasti. Akan tetapi, derita So-Yeon semakin lengkap lantaran wanita yang saat ini berusia 41 tahun ini menyaksikan langsung bagaimana perliaku para personel militer pria mengintimidasi prajurit perempuan.

Setiap tentara wanita hanya boleh memiliki dan menggunakan satu pembalut saat masuk masa menstruasi. Jadi, setiap datang bulan para tentara wanita Korea Utara harus bangun malam hari untuk mencuci pembalut yang terbuat dari kapas secara sembunyi-sembunyi. Fakta ini diungkap juga oleh jurnalis wanita asal Prancis, Juliette Morillot.

"Sampai hari ini (tentara wanita Korut) menggunakan pembalut kapas putih tradisional. Mereka harus mencucinya setiap malam karena tidak terlihat oleh pria. Jadi, (para tentara) wanita bangun pagi (dini hari) dan mencucinya," kata Morillot.

So-yeon juga mengungkap fakta bahwa sejumlah tentara wanita jadi korban kekerasan seksual di barak tempat tidurnya. Miris, yang melakukan pemerkosaan justru komandan kompinya sendiri.

"Komandan kompi akan tinggal di kamar unit (barak tentara wanita) selama berjam-jam dan memperkosa tentara wanita di bawah komandonya. Ini akan terjadi berulang kali tanpa ada akhirnya," ucap Yo-seon melanjutkan.

Sayangnya, So-yeon menyangkal bahwa ia pernah jadi korban kekerasan seksual. Akan tetapi di sisi lain, Morillot menjelaskan biasanya para mantan tentara ini menyebut bahwa tak pernah menjadi korban, melainkan menyaksikan perilaku itu kepada orang lain.

"Sebagian besar tidak ada yang mau bersaksi. Jadi, para (tentara) pria seringkali tak mendapatkan hukuman," ucap Morillot.

Saat ini, So-yeon tinggal di Korea Selatan bersama keluarganya setelah melarikan diri dari Korut pada 2008 silam. Yo-seon sempat berenang menyebrangi sungai Tumen menuju China, sebelum akhirnya ia masuk ke Korsel.

25 July 2017

Sebar Berita Hoax, Admin WhatsApp Grup Bisa Dipenjara


Masalah berita hoax yang menyebar begitu cepat menjadi masalah hampir di semua negara, tak terkecuali di Malaysia. Bahkan negara ini mempunyai aturan ketat untuk menghentikan laju hoax.

Tak tanggung-tanggung, peraturan baru dibuat. Pemerintah Malaysia mengancam akan memasukan ke penjara kepada admin atau pengelola WhatsApp Grup jika membiarkan berita palsu beredar di layanan pesan instan itu.
Pilihan Redaksi

Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Johari Gilani mengayakan admin WhatsApp Grup bisa dibui berdasarkan undang-undang Komunikasi dan Multimedia tahun 1998, khususnya bila mengancam keamanan nasional.

“Jelas, jika admin terlibat secara langsung menyebarkan dan memberikan berita palsu di WhatsApp Grup, dia akan dihukum,” ujar Gilani, seperti dikutip dari The Stars.

Agar kejadian buruk tidak menimpa mereka, Ia mengimbau para admin sebagai penjaga pintu grup untuk menyaring berita maupun informasi yang akan disebarkan kepada para anggotanya. Berdasar aturan itu, sejumlah tindakan seperti menyebarkan berita palsu, memfitnah, penipuan, dan mengungkap informasi rahasia merupakan tindakan pidana.

“Pemerintah akan memanggil para admin untuk melakukan klarifikasi sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, seperti menangkap,” tambahnya.

Meski terlihat ‘kejam’, nyatanya Malaysia bukan satu-satunya yang menerapkan aturan tersebut. Di India, admin WhatsApp dan Facebook bisa dipenjara apabila tak bisa menghentikan berita hoax di grup yang dikelolanya.

[Source : www.cnnindonesia.com ]

26 February 2014

Koki Jepang Ungkap Masa Kecil Kim Jong Un

Kenji Fujimoto menuangkan minuman untuk pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat keduanya bertemu kembali pada 2012 lalu. Selama lebih dari satu dekadi Kenji menjadi juru masak keluarga pemimpin Korut itu, sekaligus menjadi pengasuh Kim Jong Un di masa kecilnya.
Sosok pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sejauh ini dianggap sebagai sosok yang misterius karena tak banyak diketahui soal kehidupan pribadi serta masa lalunya.

Namun, kini kisah-kisah masa kecil Kim Jong Un mulai terungkap, dan orang yang mengungkapkan kisah masa lalu Kim Jong Un itu adalah seorang pria yang pernah bekerja untuk rezim penguasa Korea Utara itu.

Kenji Fujimoto, dialah seorang pria Jepang yang pernah bekerja lebih dari satu dekade sebagai juru masak keluarga pemimpin Korea Utara itu dan sekaligus menjadi "pengasuh" Kim Jong Un.

"Di istana saya memiliki dua tugas. Untuk Kim Jong Il (ayah Kim Jong Un) saya adalah koki sushi utamanya. Bagi Kim Jong Un, saya adalah kawan bermainnya, hampir seperti pengasuh," kata Fujimoto seperti dikutip harian Daily Mail.

"Saya bisa katakan, saya adalah orang terdekat Kim Jong Un di masa kecilnya. Saya bahkan merasa dia adalah anak saya sendiri," tambah Fujimoto.

Sejak berusia enam tahun, Jong Un menghabiskan waktunya hampir setiap hari bersama Fujimoto. Memiliki begitu banyak keistimewaan sejak kecil, menurut ingatan Fujimoto, Jong Un sudah meminta belajar mengemudikan mobil, yaitu sebuah sedan Mercedes, saat baru berusia tujuh tahun.

"Mereka menempatkan sebuah kotak di kakinya untuk membantunya menginjak pedal dan seorang lainnya memberi petunjuk. Mobil pertamanya adalah sebuah Mercedes-Benz. Sekarang dia memiliki sekitar 10 buah Mercedes dan semuanya antipeluru," kenang Fujimoto.

Pada usia 14 tahun, Jong Un mulai mencoba merokok. Bahkan, Jong Un kerap mengetuk pintu kamar Fujimoto pada pukul 03.00 dini hari hanya untuk meminta rokok.

Tak hanya itu, Fujimoto mengatakan, Jong Un kecil sudah mulai minum minuman keras pada usia 14 tahun.

"Dia minum sangat banyak untuk ukuran remaja. Dia minum vodka terbaik Rusia. Tak jarang dia menghabiskan sendiri satu botol vodka," kata Fujimoto.

Seiring waktu berlalu, Kim Jong Un meneruskan gaya hidup mewahnya. Dia kerap menghabiskan waktu di dua kapal layar yang dibelikan ayahnya.

Sebuah kebiasaan awal yang bisa menjadi pembenar sebuah laporan belum lama ini yang mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara itu pada 2012 saja menghabiskan uang sebanyak 716 juta dollar AS atau sekitar Rp 8 triliun!

Pada akhir masa remajanya, Jong Un kerap berada di tengah-tengah "brigade pemuas nafsu" milik ayahnya. Mereka adalah sekelompok perempuan muda cantik yang dipaksa bernyanyi, menari telanjang, memijat, dan melakukan hubungan badan.

Meski demikian, Fujimoto melanjutkan, saat menginjak usia 18 tahun Kim Jong Un tak menunjukkan ketertarikan terhadap perempuan dan tak suka memiliki hubungan dengan perempuan.

Kondisi ini membuat sang ayah, Kim Jong Il, sempat mengira putranya itu memang tidak menyukai perempuan.

Fujimoto berspekulasi bahwa Jong Un sebenarnya membenci kegemaran ayahnya bermain perempuan dan kemungkinan itulah sebabnya Jong Un kemudian mengeksekusi pamannya sendiri, Jang Song Taek.

Pada masa kekuasaan Kim Jong Il, sang pamanlah yang bertanggung jawab memilih para gadis itu, bahkan sang paman pula yang melakukan tes keperawanan terhadap para gadis itu sebelum dipersembahkan untuk Kim Jong Il.

Fujimoto menambahkan, masih lekat dalam ingatannya bagaimana keluarga penguasa Korut itu mempertahankan gaya hidup mewah mereka, bahkan pada saat negeri mereka mengalami bencana kelaparan selama dua dekade.

"Keluarga ini bahkan memiliki kolam renang ukuran olimpiade, bioskop pribadi, dan ruang olahraga yang sangat luas. Ruang bermain anak-anak sangat luas dilengkapi mobil remote control dan meja biliar," tambah dia.

Pada 2001, Fujimoto "kabur" dari negeri itu dan kembali ke Jepang. Perbuatannya ini dianggap keluarga Kim sebagai sebuah pengkhianatan yang kemudian mencoba membunuh mantan koki ini.

Namun, setahun kemudian seorang pejabat Korea Utara muncul di kediaman Fujimoto dan mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara sudah memaafkannya dan memintanya kembali ke Pyongyang.

Meski sempat ragu untuk memenuhi undangan itu, Fujimoto kemudian datang dan hadir di istana kepresidenan Korea Utara.

"Saya sangat takut. Saya sudah mengkhianati Kim Jong Un dengan meninggalkan Korea Utara, jadi sangat mungkin dia akan membunuh saya," ujar Fujimoto.

Namun, hal yang dikhawatirkannya itu tidak terjadi. Kim Jong Un menyambut Fujimoto dengan senyum dan kemudian memeluknya.

"Lama tak bersua Tuan Fujimoto. Pengkhianatan Anda terhadap Korea Utara sudah lama dimaafkan," ujar Kim Jong Un.

Kim Jong Un, tambah Fujimoto, kemudian menyatakan terima kasihnya karena dia telah menemaninya semasa masih kecil. "Lalu dia menantang saya lomba minum," kenangnya.

Meski disambut sangat baik dan kesalahannya sudah dilupakan, Fujimoto mengatakan bahwa dia tak ingin kembali ke Korea Utara dan bekerja untuk Kim Jong Un.

"Bahkan jika Pemerintah Jepang memberi saya 100 juta yen agar saya kembali ke Korea Utara, tetapi saya tak akan kembali ke sana," kata dia.

Salah satu penyebab keengganan Fujimoto kembali ke negeri komunis itu adalah eksekusi Jang Song Taek pada Desember tahun lalu.

"Sangat mungkin Jong Un menarik kembali pengampunannya dan melenyapkan saya seperti saya tidak pernah ada sebelumnya," ujar Fujimoto.


[Source : Al Arabiya]

13 November 2013

Janda Pembunuh JFK Yakin Oswald Korban Konspirasi


Marina Oswald Porter (dulu dan sekarang)
Hidup Marina Oswald Porter yang dulu dikenal ceria berubah sejak 50 tahun yang lalu. Tepatnya setelah serentetan tembakan terdengar di Dallas Dealey Plaza dan John F. Kennedy roboh di pangkuan istrinya, di atas kendaraan terbuka.

Marina adalah janda Lee Harvey Oswald, mantan marinir yang disalahkan atas pembunuhan Presiden Amerika Serikat yang paling populer pada era modern itu. Pemberitaan tentangnya hanya muncul sekali pada 1977.

Segera setelah pembunuhan itu, ia yang saat itu ibu dari dua anak mengatakan kepada Komisi Warren, yang menyelidiki pembunuhan, bahwa sang suami yang saat itu berusia 24 tahun adalah pelaku tunggal.

Tapi, setelah membaca beberapa buku dan ribuan teori konspirasi tentang penembakan itu, dia--seperti kebanyakan warga AS--berubah pikiran. Dia sekarang percaya bahwa kebenaran pembunuhan Kennedy telah disembunyikan oleh sebuah skenario tingkat tertinggi di AS.

Teman dekat dan pembuat film dokumenter, Keya Morgan, menyatakan Marina percaya suami pertamanya adalah korban konspirasi yang dirancang CIA dan mafia. Nenek dari beberapa cucu ini yakin hingga kini ponselnya masih disadap oleh Secret Service.

Morgan mengatakan kepada Daily Mirror bahwa Marina telah menghabiskan setengah abad hidupnya dalam ketakutan. "Ulang tahun adalah pengingat tentang apa yang terjadi. Hidupnya sekarang seperti episode menakutkan dari Twilight Zone, di mana setiap hari dia dipaksa untuk menjawab pertanyaan yang sama tentang saat yang paling traumatis dalam hidupnya," katanya.

Ia mengatakan ketakutannya secara serius merusak kesehatannya, menyebabkan gangguan defisiensi imun dan stres. Ia juga menjadi pribadi yang tertutup.

Oswald bertemu Marina Prusakova ketika tinggal di Minsk pada tahun 1961. Mantan Marinir AS ini membelot ke Uni Soviet dua tahun sebelumnya, tetapi kemudian berubah pikiran.

Enam minggu setelah bertemu Marina, mahasiswi fakultas farmasi berusia 19 tahun, keduanya memutuskan menikah. Tahun berikutnya, Oswald membawa istri barunya dan putri 4 bulan mereka kembali ke Amerika.

Pasangan ini menetap di Dallas, tetapi masih terus berjuang untuk menemukan tempat yang pas untuk melanjutkan hidup. Keduanya hidup terpisah ketika Presiden Kennedy ditembak mati pada 22 November 1963.

Malam sebelum pembunuhan, dia ingat suaminya pulang membawa senapan ke rumah dan memasukkannya ke dalam lemari di garasi. Keesokan harinya, ia melihat senapan itu tak ada lagi. 


[Source : tempo.co]

Kesaksian Dokter yang Pertama Menangani JFK


Robert McClelland masih ingat detik-detik menjelang kematian Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy, yang ditembak di Dallas pada 22 November 1963. Ia adalah salah satu dari dua dokter yang masih hidup yang berjuang untuk menyelamatkan suami Jackie Kennedy itu.

"Sangat mengerikan melihat Presiden Kennedy berbaring telentang di atas tandu dengan lampu ruang operasi bersinar di atas kepalanya yang berdarah," kenang Dr McClelland, sekarang 84 tahun. "Aku masih merasakan seolah-olah itu terjadi hari ini. Wajahnya keabu-abuan  matanya terbuka dan kepalanya berlumuran darah. Aku tidak punya waktu untuk memakai sarung tangan. Aku mengoperasinya dengan tangan telanjangku."

Ia tengah berada di suatu tempat saat mendengar JFK tertembak. Ia kemudian mengebut menuju Parkland Memorial Hospital di Dallas.

Dia ingat bagaimana  saat dia menerobos kerumunan polisi dipandu agen Secret Service dan staf rumah sakit. Di ruangan itu, ia melihat Jackie duduk di kursi di luar ruang operasi dan setelan wol Chanel-nya berlumuran darah.

Setelah masuk ruang operasi, ia bergabung dengan Dr Kenneth Salyer, seorang ahli bedah junior saat itu. Salyer kemudian menjadi salah satu spesialis terkemuka di dunia kraniofasial.

Dalam otobiografinya yang baru dirilis, 'A Life That Matters', Dr Salyer mengatakan prioritasnya adalah untuk mengembalikan fungsi pernapasan Presiden dengan memasukkan tabung ke tenggorokannya dan masuk ke paru-parunya. "Seluruh sisi kanan dari tengkorak Presiden Kennedy cedera parah," katanya mengingat. "Bagian sisi kanan otaknya telah hancur juga dan ada sebuah lubang menganga di tengkoraknya."

Karenanya, memasukkan tabung melalui hidung Presiden sangat tidak mungkin. "Jadi kami terfokus hanya pada luka tembak kecil di leher Presiden," katanya.

Dengan memperbesar ukuran luka, mereka akhirnya mampu memasukkan pipa napas ke dalam paru-paru JFK. "Meskipun tidak satupun dari kami berbicara tentang hal itu, tapi kami masing-masing paham, apapun yang mungkin kami lakukan untuk membantu Presiden akan sia-sia," katanya.
Cedera, katanya, benar-benar fatal. Namun meski otaknya telah hancur, jantungnya masih berdetak. "Pasien kami terluka parah, tapi dia juga Presiden Amerika Serikat dan kami wajib untuk mencoba setiap prosedur heroik untuk menyelamatkannya," katanya.

Tepat pukul 13.00, setelah setiap monitor terpasang ke tubuh Presiden menunjukkan grafik datar, Dr Kemp Clark, kepala bagian bedah saraf, mengumumkan dengan suara tercekat, "Tuan-tuan, Presiden Kennedy telah meninggal."

John Fitzgerald Kennedy lahir di Brookline, Massachusetts, 29 Mei 1917, adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-35. Pada 1960, ia dipilih menjadi Presiden Amerika Serikat dan termuda kedua setelah Theodore Roosevelt untuk jabatan presiden. Kennedy menjadi presiden setelah dilantik pada 20 Januari 1961. Jabatan kepresidennya terhenti setelah terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada 1963.

Ia tewas oleh terjangan peluru saat melakukan kunjungan ke Dallas pada 22 November 1963. Kennedy roboh saat mobil terbuka yang membawanya melintas di kerumunan orang yang menyambut kunjungannya. Pada 25 November 1963, jenasahnya dimakamkan di Arlington, Washington. Sebanyak 800 ribu orang ikut berkabung di jalanan Washington saat iring-iringan jenazahnya melintas menuju pemakaman.

[Source : mailonline]

6 May 2013

Perempuan Terseksi Sejagat versi FHM

Mila Kunis, Rihanna, Helen Flanagan dinobatkan sebagai Wanita Terseksi Sejagat oleh FHM
Ashton Kutcher boleh jadi pria yang beruntung. Ya itu lantaran ia memiliki kekasih yang dianggap sempurna. Tak cuma kematangan mental, Mila Kunis (29) juga dianugerahi penampilan fisik yang indah dilihat.

Saat ini, sosoknya pun menjelma sebagai salah satu perempuan yang paling diinginkan di Hollywood.

Majalah pria dewasa FHM mempertegas hal tersebut dengan menasbihkannya sebagai Perempuan Terseksi Sejagat dalam deretan 100 perempuan seksi saat ini.

"Mila Kunis telah memiliki tahun yang fenomenal," ujar editor FHM 100 Sexiest, Dan Jude.

Di dunia karier, namanya tengah melambung. "Ia mengawalinya dengan film komedi yang laris manis (Ted) dan menjadi bintang yang paling diincar Hollywood,"  ujarnya.

Kesuksesannya pun sebanding lurus dengan kecantikannya. "Dia memiliki kecantikan alami dan punya selera humor. Ia juga tak risi mengolok-olok dirinya sendiri. Semua orang juga tahu kalau dia kekasih yang sempurna. Ia masih akan berkilau di tahun mendatang," bebernya.

Sementara itu, di posisi kedua perempuan terseksi ada Rihanna, diikuti Helen Flanagan, Michelle Keegan dan Kelly Brook.

[Source : nydailynews.com]

17 December 2012

Kisah Selir Bayaran Adik Sultan Brunei

Jillian Lauren
Pekerjaan utama mereka: bercinta dengan keluarga kerajaan. Jillian Lauren, satu dari sekian selir pangeran Jefri Bolkiah, adik dari Sulan Brunei Hassanal Bolkiah, bercerita lewat bukunya "Some Girls: My Life in a Harem". Di antara para candik juga terdapat perempuan Indonesia. Situs koran Belgia De Standard mewawancarai Jillian Lauren. Awalnya ia cuma tahu akan pergi ke Singapura untuk menghibur para pebisnis kaya. Sebagai penari telanjang di klub striptis di Amerika Serikat, permintaan-permintaan seperti ini biasa.

Ke Brunei
Namun saat masuk dalam pesawat ia diinformasikan pergi ke Brunei. "Kelihatannya mereka tak terbuka karena ini terkait dengan keluarga kerajaan," ujar Jillian. Brunei sepanjang Jillian tahu adalah sebuah kerajaan Islam di Kalimantan, yang sangat kaya berkat minyak. Setelah tiba, ia tak dibawa ke Sultan, melainkan ke adiknya, Jefri, yang saat itu berusia 30an tahun. Walau, tentu saja, kadang ia juga dipinjamkan untuk melayani sang sultan.



http://anehdidunia.com

   
40 perempuan
Tetapi yang mengagetkan ada sekitar 40 perempuan bekerja sebagai gundik. "Saya merupakan gadis Amerika pertama. Sebelumnya sudah ada selir dari Thailand, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Saya tak banyak berkomunikasi dengan mereka karena masalah hambatan bahasa. Lagipula kami tak mungkin membicarakan bagaimana atau mengapa jadi candik di kesultanan Brunei." Jillian Lauren sulit mengetahui apakah para perempuan muda itu secara sukarela menjadi selir. "Saya tidak tahu apakah mereka diculik atau dipingit. Kelihatannya mereka malah bersyukur. Itu terlihat dari kehidupan mengenaskan yang mereka tinggalkan. Namun tidak soal keputusan mereka jadi obyek sex sultan. Di sana ada beberapa perempuan di bawah umur. Bukan asal Amerika tapi Asia. Anda dapat merenungkan sejauh mana seorang berusia 15 tahun bisa mengerti persetujuan pekerjaan seperti itu."
 
Sangkar emas  
Saat masih bekerja sebagai candik pangeran Jefri Bolkiah, perempuan yang sekarang tinggal di kota Los Angeles ini harus menyerahkan paspornya. Meski begitu ia tetap bisa jalan-jalan, yah, dengan pengawasan pengawal yang bawa tas penuh uang untuk Jillian belanja. Tidak ada batas pengeluaran untuk belanja. Situasi yang ia alami boleh dibilang mirip sangkar emas. Ini bukan sekedar peribahasa, di istana banyak perabotan emas, dinding emas, bahkan karpet ada yang dari emas. "Saya memang jarang lihat kota Brunei, karena tidak boleh keluar istana. Kami hidup di dunia mewah yang dikelilingi tembok. Ada kolam renang, lapangan tenis, pusat kebugaran, bioskop, arena bowling. Istana layaknya taman main pangeran dan kami bagian dari itu."


Pukul halus pantat  
Tidak hanya itu. Setiap malam di istana, seperti ada pesta besar-besaran, penuh sampanye, kaviar dan semua makanan mewah lain. Musik memenuhi ruangan dan para penari menari sampai pagi. Semua selir ikut berpesta, sampai orang terpercaya sang pangeran mengambil satu atau lebih dari para candik. Ia lalu membawa pilihan tersebut ke kamar di mana Jillian harus menunggu hingga namanya dipanggil oleh pangeran. "Setelah melakukan hubungan sex ia biasanya memukul halus pantat sang selir. Itu artinya tugas dia sudah selesai. Pangeran sendiri masih punya setidaknya tiga perempuan yang antri. Jadi saya duga, setelah saya keluar, sang pangeran masih akan terus. Saya pernah mendengar bahwa pangeran Jefri pernah meminta hubungan sex bertiga dengan perempuan lain. Dengan saya ia hanya melakukan secara normal. Paling jauh ia pernah menendang pantat saya." Jillian Lauran pernah bertemu dengan istri pangeran saat dilangsungkan pertandingan polo. Nampaknya ia tidak keberatan dengan pola hidup sang suami. Sekalipun perempuan asal AS tersebut jadi pasangan bermain terfavorit kedua di antara para selir. Ia pernah bercinta setiap hari dengan pangeran, dan pernah juga cuma satu kali per pekan. Semua dilakukan tanpa kondom. Jillian juga mengakui sempat jatuh cinta dengan sang pangeran. Ia sadar cintanya tak akan terbalas.

Ratusan Ribu Dollar  
Selama enam bulan menjadi selir pangeran Jefri Bolkiah, Jillian mendapat bayaran sampai 300 ribu Dollar AS. Ini murni, karena semua pengeluaran lain sudah dibayar. Angka tersebut luar biasa pada tahun 1990an. "Saya sangat boros. Yah gimana. Seorang berumur 18 tahun dengan uang ratusan ribu dollar. Dengan uang itu saya kembali kuliah, membeli mobil, pindah ke Kalifornia."
 
Tak Menyesal  
Ia sekarang tak lagi kontak dengan pangeran. Apalagi setelah menulis buku "Some Girls: My Life in a Harem". Buku ini dilarang di Brunei Darussalam. Jillian Lauren butuh waktu lama untuk bisa menulis kisah tersebut. Bekerja sebagai pelayan sex di kesultanan bukan cerita sembarang. Perempuan yang dulu berprofesi sebagai penari striptis menyatakan semua kisahnya otentik. Ia tak pernah menyesal dengan apa yang pernah ia geluti. "Saya sedih melihat diri saya dulu. Tidak punya harga diri dan sangat tak menghormati diri sendiri. Sekalipun begitu saya sama sekali tak menyesal mengalami ini semua."

[Source : http://www.anehdidunia.com]

April Mop, Sejarah Kelam Islam Di Eropa

April Mop atau dalam bahasa Inggrisnya April Fool’s Day. Apa sih April Fool’s Day itu? Pada hari itu (1 April) setiap orang diperbolehkan untuk berbohong atau membuat lelocon konyol tanpa rasa bersalah atau tidak boleh disalahkan. Hari ini ditandai dengan bercanda, tipu menipu kepada keluarga, teman, sahabat, musuh dan tetangga dengan tujuan mempermalukan mereka.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu setuju dengan April mop ini, kerena melegalisasi sesuatu perbuatan yang tidak terpuji. Setiap orang pasti hari ini tidak begitu saja mempercai berita yang diterimanya. Misalnya berita musibah yang menimpa teman atau sahabat, kita pasti mengira ini April Mop. Iya kalau April Mop, kalau beneran bagaimana? Tentu kita akan sangat menyesal mengabaikan berita duka itu. Lagi pula dalam kaca mata agama yang aku anut yaitu islam, April Mop merupakan hari yang kelam dalam sejarah peradaban islam di Eropa.

April Mop dalam pandangan islam.

April Mop atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi sebuah negara yang makmur. Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya. Selama itu pula kaum non muslim yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yaitu dengan melemahkan iman mereka melalui pemikiran dan budaya lebral.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan non muslim. Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara non muslim mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah mereka. Dengan lantang tentara non muslim itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Orang orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal- kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol. Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan non muslim, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara non muslim menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara non muslim juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Ribuan umat Islam itu tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan para tentara non muslim telah mengepung mereka dengan pedang terhunus. Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara non muslim segera menyerbu umat Islam Spanyol. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu tewas sebagai syuhada.

Tragedi itu bertepatan dengan tanggal 1 April.Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia barat sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Sebab itulah, April Mop dirayakan dengan melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Sebab itu, sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut ikutan merayakan tradisi ini.Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan ribuan saudara saudaranya di Granada, Spanyol 5 abad silam yang lalu.


[Source : http://blackfiles.mywapblog.com]

8 December 2012

Nenek-nenek PSK Belanda di Distrik Red Light

 Di sebuah gang yang sibuk di distrik red light di Amsterdam, terlihat kerumunan orang yang saling sikut-sikutan untuk bisa berfoto bersama dua nenek paling terkenal di Amsterdam: nenek kembar Louise dan Martine Fokkens, dua pekerja seks komersial tertua di ibu kota Belanda tersebut.

Martine (kiri) dan Louise Fokkens, usia 70, berjalan-jalan di Amsterdam.Sama-sama mengenakan jaket kulit merah dan boot merah, jins merah, serta topi rajut merah, dan syal Stars and Stripes di sekitar leher mereka, dua nenek Fokken ini terlihat mencolok saat berjalan di sepanjang gang yang penuh dengan jendela bingkai merah, tempat perempuan-perempuan setengah telanjang memamerkan tubuh mereka untuk memikat pelanggan.

Penduduk lokal, tua dan muda, antri untuk sekadar mengobrol, sementara para turis yang lalu-lalang hanya melihat kebingungan.

"Lihat, itu ada 'ouwe hoeren' (bahasa Belanda untuk pelacur tua)," Koen Booij, 19, berseru sebelum mendekati Martine dan memberikan kartu pos bertandatangan yang mengiklankan buku terbaru kedua saudari kembar tersebut tentang sisi kotor Amsterdam, tempat Fokkens bersaudara bekerja sebagai PSDK selama setengah abad terakhir.

 
Martine Fokkens berpose.Sejak awal 1960an, Louise, lalu Martine, sudah bekerja di kawasan "Wallen", salah satu area lampu merah paling terkenal di dunia.

Kini diperkirakan ada 5000-8000 pekerja seks aktif di Amsterdam -- tapi hanya sebagian yang melakukan bisnis mereka dari balik 370 jendela bingkai merah di kawasan tersebut, menurut catatan resmi balai kota.

Saudari kembar berusia 70 tahun tersebut mulai terkenal tahun lalu, ketika sebuah film dokumenter berjudul "Ouwehoeren" dan kemudian diterjemahkan menjadi "Meet the Fokkens" yang menceritakan kehidupan mereka diputar di International Documentary Film Festival di Amsterdam.

Saking suksesnya, tahun ini pun festival kembali memutar dokumenter tersebut.

Dua buku -- satu sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan bahasa lain -- tentang kehidupan dua saudara ini di balik tirai merah pun terbit.

 
Sepatu boot yang dipakai Martine Fokkens saat bekerja.Mereka kini menjadi selebritas setelah mendapat slot reguler di acara bincang-bincang tengah malam tentang seks dan obat-obatan di televisi Belanda, Oktober lalu.

Buku kedua mereka, "Ouwehoeren op reis" (Pelacur Tua Berperjalanan) baru saja diluncurkan. Penerbit Bertram en De Leeuw mengatakan pada AFP bahwa buku tersebut sudah terjual 70 ribu kopi di Belanda, membuatnya masuk ke daftar buku laku.

Saudari Fokkens -- keduanya sudah beberapa kali menjadi buyut -- mengaku sudah melihat semuanya: di kota di mana PSK sudah menjajakan tubuh mereka bagi pelaut yang bertandang dan pencari kesenangan sejak abad ke-15, tak ada yang mengejutkan buat mereka.

"Dari ayah-ayah yang membawa anak laki-laki mereka untuk mendapat 'pengalaman pertama' sampai mereka yang mencari aktivitas kinky, ada banyak macamnya," kata Martine pada AFP, duduk di tempat tidur di balik jendelanya di Oude Nieuwstraat, gang kecil yang penuh dengan lampu neon merah begitu matahari terbenam.



"Kami sudah tidur dengan sangat banyak pria, sampai kamu tak akan bisa menghitungnya," kata Louise, sambil melihat ke arah saudarinya dan tertawa: "Kami bersenang-senang dengan mereka."

Dua tahun lalu, Louise akhirnya gantung sepatu boot stillettonya karena arthritis -- "Saya tak bisa lagi melakukan posisi-posisi seks itu," kata dia, sementara Martine masih bekerja sekali atau dua kali seminggu, termasuk Minggu, spesialisasinya adalah soft-core bondage untuk pria-pria tua.

Pada Oktober awal, kedua saudari kembar ini menjadi fitur reguler di acara bincang-bincang berjudul "Spuiten en Slikken" (Keluarkan dan Telan) sebagai sepasang pemberi nasihat untuk pertanyaan-pertanyaan seputar seks.

"Saya menonton mereka di TV. Menurut saya mereka hebat," kata Booij pada AFP saat menunggu berfoto. "Mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh orangtua kita."

"Mereka adalah ahlinya," kata Jeanine, 20, pelajar di University of Amsterdam yang menolak memberi nama belakangnya, sambil meminta reporter AFP untuk mengambil fotonya bersama kedua saudari ini menggunakan ponsel.

"Mereka bilang ke para pria untuk memperlakukan perempuan dengan baik," ujar dia.

Fokkens bersaudara tampak terkejut mereka punya banyak penggemar, tapi kata-kata mereka akan cinta dan hubungan terdengar jujur -- berasal dari pengalaman bertahun-tahun.

Meski terlihat riang dan digambarkan di media seperti sepasang bibi eksentrik yang bekerja di industri seks, ada kisah mereka akan penyiksaan dan kekerasan.

"Kami tak punya uang. Suami saya minta saya bekerja 'hanya untuk dua tahun'," kata Louise, mukanya tampak keras saat mengingat kejadian itu. "Saya tak tahu pekerjaan apa yang ia maksudkan. Sekarang sudah 50 tahun kemudian."

"Awalnya sangat sulit. Saya harus 'mematikan' pikiran saya. Lama-lama, kondisinya membaik," ujar dia.

Kekerasan dan eksploitasi mendorong saudari kembar ini untuk mendirikan serikat kerja pekerja seks pertama di kawasan tersebut.

Ketika ditanya apakah mereka menyesali hidup mereka, kedua saudari tersebut menggelengkan kepala, "Kami tak menyesali apapun, kecuali bahwa distrik red light kini berubah."

"Saat ini tak ada lagi kode kehormatan, yang disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya," kata Louise dengan wajah jijik.

"Sekarang perempuan-perempuan itu tak pakai baju. Mereka menjual dan memakai narkoba. Semuanya tentang kriminalitas dan uang. PSK yang baik tak akan memakai obat-obatan," ujar dia.

"Dulu, sesama pekerja saling merawat satu sama lain. Kini tak ada lagi. Tak ada lagi kemanusiaan di distrik red light," ujar dia.

[Source : AFPnews]

6 December 2012

Aceng Fikri, Indonesia Official, Divorce Via Text Message To Teen Wife After 4 Days, Protests Follow

Hundreds of Indonesians rallied Tuesday to demand a district chief's resignation after revelations of his text message divorce to a teenage girl four days after their marriage sparked public outrage.

Aceng Fikri

Aceng Fikri, chief of Garut District in West Java province, took 17-year-old Fani Oktora as his second wife in July. But Fikri, 40, quickly divorced her via a short text message, alleging Oktora was not a virgin when they married as he had expected. He said he spent about $26,000 on the wedding.

Students and rights activists in Garut spit and trampled on pictures of Fikri on Tuesday before burning them outside the local council building.

It was the second consecutive day of protests against Fikri, whose case came into the spotlight last week after a picture of the couple was posted on the Internet. On Monday, dozens of people rallied in front of his house and the council building.

Late Tuesday, the local council issued a recommendation for Fikri's dismissal, but the process will have to wait for a verdict by the Supreme Court.

Also on Tuesday, Oktora, accompanied by her lawyers, filed a complaint with police in the capital, Jakarta, accusing Fikri of domestic violence by holding her captive after the wedding and fraudulence for declaring that he was a widower.

A lawyer representing Fikri said they would file a complaint of defamation against Oktora, whom he said had signed an agreement saying she would not complain about the marriage.

President Susilo Bambang Yudhoyono reportedly discussed the case with West Java Governor Ahmad Heryawan on Tuesday during a visit to the province.

Some Muslims believe in an Islamic ritual allowing men to end a marriage by telling their wives they divorce them. However, divorce by text message is uncommon in moderate Indonesia.

[Source : huffingtonpost.com]

12 November 2012

Siapakah Perempuan "Selingkuhan" Direktur CIA?

David Petraeus dan Paula Broadwell
Sekitar empat tahun lalu, Paula Broadwell memulai disertasi doktoralnya tentang keterampilan kepemimpinan inovatif Jenderal David Petraeus. Jenderal Petraeus mencatat sukses besar di Afganistan. Ia kemudian ditunjuk Presiden Barack Obama menjadi Direktur CIA (Badan Pusat Intelijen AS).

Beberapa dari wawancara Broadwell dengan Petraeus untuk disertasi itu dilakukan melalui e-mail. Wawancara yang lain dilakukan saat Broadwell sesekali bertemu jenderal bintang empat itu secara fisik, termasuk sekali dengan Petraeus dan timnya di sepanjang Potomac River di Washington.

Broadwell kemudian memutuskan untuk mengubah hasil risetnya itu menjadi sebuah buku. Ia pun terbang ke Afganistan setelah Petraeus pada Juni 2010 ditunjuk untuk menggantikan Jenderal Stanley McChrystal sebagai komandan tentara AS di negara itu.

"Kami sudah punya hubungan sebelum saya pergi ke sana sejauh urusan disertasi ini. (Pergi ke sana) itu hanya membuat hubungan tersebut (berkembang) ke level lain," kata Broadwell kepada Brooke Baldwin dari CNN pada Februari.

Hubungan antara Petraeus dan penulis biografinya menjadi subyek spekulasi sejak Petraeus mengaku punya hubungan di luar nikah dan mengundurkan diri sebagai direktur CIA pada Jumat (9/11). Perselingkuhan terungkap dalam sebuah investigasi FBI terhadap sebuah laporan bahwa Broadwell mengirimkan sejumlah e-mail ancaman ke seorang perempuan lain yang dekat dengan Petraeus, kata seorang pejabat AS, Sabtu.

Pejabat itu mengatakan, dalam pemeriksaan, sejumlah komunikasi lainnya, yang memperlihatkan adanya perselingkuhan antara Petraeus dan Broadwell, yang telah menikah dan punya dua anak, muncul ke permukaan. Pejabat itu tidak mengidentifikasi perempuan yang membuat laporan awal itu dan tidak tahu sifat hubungannya dengan Petraeus. Namun, sejumlah laporan terbaru menyebutkan, perempuan pelapor itu adalah Jill Kelley (37 tahun) dari Tampa, Florida. Ia merupakan petugas penghubung sosial yang bekerja tanpa bayaran untuk markas militer di Washington dan punya hubungan persahabatan jangka panjang dengan Petraeus.

FBI mewawancarai Petraeus dalam melaksanakan penyelidikannya terkait ancaman tersebut, kata pejabat itu, yang menekankan bahwa direktur CIA tersebut tidak pernah menjadi sasaran penyelidikan. Pejabat itu tidak tahu apakah Broadwell juga diwawancarai.

Sejauh ini belum ada komentar dari Broadwell terkait skandal tersebut.

Perempuan itu pindah bersama suaminya, Scott, ke Charlotte, North Carolina, sekitar tiga tahun lalu, lapor Charlotte Observer.

Broadwell, yang masuk Akademi Militer AS dan bertugas di Angkatan Darat Cadangan setelah bertugas aktif, dengan seketika menjadi tamu acara berita TV setelah bukunya, All In: The Education of General David Petraeus, diterbitkan awal tahun ini. Dalam sejumlah penampilannya di CNN, Broadwell—yang punya latar belakang di bidang intelijen dan kontraterorisme—ditanya soal kebijakan AS di Afganistan, perang sipil di Suriah, dan penggunaan teknologi nuklir Iran. Dia menjabat sebagai seorang research associate di Pusat Kepemimpinan Publik Universitas Harvard.

Broadwell mengatakan kepada Baldwin dari CNN bahwa dia diikutsertakan (embedded) dengan staf dan tentara Petraeus di lapangan, serta berbagi penderitaan dan risiko dengan mereka. Broadwell menghabiskan beberapa bulan di Afganistan untuk mewawancarai Petraeus dan orang-orang lainnya untuk bukunya, yang ia tulis bersama Vernon Loeb.

Pada Januari, Broadwell mengatakan kepada Jon Stewart dari "The Daily Show" bahwa Petraeus merupakan pribadi yang ulet, punya kemauan untuk menang, dan ingin membuat perbedaan. "Dia suka melayani. Dia suka berada di arena," katanya.

Minggu lalu, Broadwell memublikasikan sebuah daftar berisi 12 aturan hidup Petraeus di Daily Beast.

"Kita semua akan membuat kesalahan," demikian salah satu aturan. "Kuncinya adalah mengenali dan mengakui itu; belajar dari kesalahan itu, tidak terpaku, terus melaju; dan menghindar untuk berbuat kesalahan yang sama."

Broadwell bertemu Petraeus pada musim semi tahun 2006 ketika jenderal itu berbicara di Harvard. Saat itu Broadwel mahasiswa pascasarjana di sana, seperti ia tulis dalam kata pengantar buku All In.

Ia mengatakan kepada jenderal itu tentang maksud penelitiannya, dan Petraeus menyetuji bahwa dia bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang mempelajari masalah sama.

[Source : CNN]

5 November 2012

Tzipi Livni, Eks Menlu Israel Doyan ML dengan Pejabat Arab

Tziporah Malkah "Tzipi" Livni
Elite pemerintahan di Tel Aviv dan Washington DC, Amerika Serikat pasti mengenal nama Tzipi Livni. Ya, mantan menteri luar negeri Israel ini membuat heboh publik Israel, karena mengaku berulangkali berhubungan seks dengan tokoh Arab demi mengeruk informasi rahasia.

Pengakuan Livni yang dilansir kali pertama oleh majalah Times Inggris ini sontak membuat pejabat di Tel Aviv, meradang. Bagaimana tidak. Livni dulu adalah seorang agen dinas rahasia terkenal, Mossad, yang kerap berkeliling di sejumlah negara Arab, untuk menggali informasi dan rahasia penting.

Sebagai wanita, Livni tahu betul kelemahan lelaki, yakni kebutuhan seks. Saat muda, Livni kerap memperoleh informasi sangat penting sambil merelakan tubuhnya dinikmati para pejabat-pejabat Arab.
“Ketika masih aktif di dinas intelijen dan mata-mata Israel (Mossad), demi memperoleh informasi dari sejumlah tokoh Arab, saya bersedia berhubungan badan dengan mereka,” aku Livni dilansir Al Alam, Senin (05/11/2012).

“Perbuatan itu saya lakukan untuk merusak citra sebagian tokoh Arab tersebut, sekaligus mengorek informasi penting dan politis dari mereka,” tegasnya.

Ia mengaku tidak menolak untuk berhubungan badan dengan orang lain karena itu dilakukan untuk memperoleh informasi yang menguntungkan Israel.

Anehnya, Livni sangat bangga bisa melakukan itu. Bagi Livni, ia melakukan upaya mencoreng nama baik dan menciptakan kasus amoral bagi sejumlah tokoh penting.

“Jika untuk kepentingan Israel, saya siap melakukannya lagi,” pungkasnya.

Tzipi Livni bersama Presiden Amerika Serikat, Barack Obama



13 September 2012

Siapa di Balik Film Anti-Islam?

Sebuah mobil hangus dibakar massa yang melakukan unjuk rasa di kantor Konsulat AS di Benghazi, Libya, Rabu (12/9/2012).

Siapa berada di balik sebuah film anti-Islam yang kini mengguncang Timur Tengah masih menjadi misteri. Film tersebut telah memicu protes mematikan di Libya, di tengah klaim yang bertentangan tentang keterlibatan Yahudi atau oknum dari komunitas Koptik.

Sutradara film itu, yang menyebut dirinya Sam Bacile, Selasa (11/9/2012), mengatakan, ia seorang Amerika-Israel dan mendapat dukungan dana Yahudi. Ia kini bersembunyi setelah muncul protes di Mesir dan Libya terhadap film berbiaya murahnya itu yang berjudul Innocence of Muslims.

Duta Besar AS untuk Libya Chris Stevens dan tiga warga Amerika lainnya tewas di Benghazi, Libya, Selasa, dalam sebuah aksi protes terhadap film itu, tepat pada peringatan 11 tahun serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.

Namun, keraguan tentang identitas Bacile berkembang. Pasalnya, berdasarkan laporan media AS, Bacile merujuk ke seorang Koptik California yang dihukum karena terlibat kejahatan keuangan. Ia tinggal di luar Los Angeles.

Teka-teki terkait orang-orang di belakang film itu semakin rumit. Para pemain dan kru film telah menyuarakan kemarahan karena merasa telah dieksploitasi. Setidaknya seorang dari mereka telah mengatakan bahwa bagian-bagian dialog yang bersifat menyerang Islam telah mengalami sulih suara. Kata-kata itu bukan kata-kata mereka sebagaimana ketika film itu disyuting.

Steve Klein, seorang konsultan film itu, membantah bahwa Pemerintah Israel terlibat dalam pembuatan film tersebut. Ia mengatakan, Bacile, yang ia tahu merupakan nama samaran, merasa terganggu setelah mendengar kematian duta besar AS untuk Libya. "Dia sangat marah bahwa duta besar itu terbunuh," katanya kepada AFP.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Wall Street Journal yang diterbitkan Selasa, Bacile terang-terangan menyerang Islam yang disebutnya. Dalam wawancara itu, ia mengatakan, dirinya telah mengumpulkan 5 juta dollar AS dari 100 donor Yahudi untuk membuat film itu. Ia mengaku telah memakai jasa sekitar 60 aktor dan 45 kru untuk membuat film berdurasi dua jam tersebut selama tiga bulan pada tahun lalu di California.

Film tersebut sempat diputar di salah satu bioskop di Hollywood sekitar tiga bulan yang lalu. Setelah itu, film tersebut tenggelam tanpa jejak, sampai sebuah versi sulih suara dalam bahasa Arab dirilis minggu lalu dan rekamannya disiarkan stasiun televisi Mesir. Versi itulah yang kemudian memicu protes.

Namun, para pemain dan kru menyatakan kemarahan, Rabu, demikian lapor CNN, yang mengutip pernyataan bersama mereka yang mengatakan, "Seluruh pemain dan kru sangat marah dan merasa dikadali produser." "Kami 100 persen tidak berada di belakang film itu dan telah dibohongi terkait niat dan tujuannya ... Kami sangat terkejut dengan penulisan ulang yang sangat berbeda dari script (awal) dan kebohongan yang telah diberitahu kepada semua yang terlibat."

Aktris Cindy Lee Garcia, yang memerankan perempuan yang anak gadisnya diserahkan kepada Muhammad untuk dinikahi, mengatakan, dia tidak tahu bahwa film itu merupakan propaganda anti-Muslim. Ia menambahkan, dialog dalam film itu telah disulih ulang setelah syuting.

"Itu mestinya sebuah film berdasarkan apa yang terjadi 2.000 tahun yang lalu," kata Garcia pada situs gosip Gawker. "Tidak ada apa-apa tentang Muhammad atau Muslim atau apa pun."

Menurut kantor berita AFP, dalam penggalan berdurasi 14 menit dari film itu yang tersedia secara online, over-dubbing dalam dialog memang terdengar jelas, bahkan bagi penonton kebanyakan. Sejumlah kata-kata kasar dimasukkan di tengah-tengah kalimat.

Sejumlah laporan online yang dikutip blog New York Times menduga Morris Sadek, seorang Koptik kelahiran Mesir, dan sekutunya Terry Jones, seorang Florida yang sebelumnya terkenal dengan rencana aksi pembakaran Al Quran, telah bekerja sama dalam mempromosikan film itu. Namun, Rabu malam, sebuah laporan yang dikutip media AS mengidentifikasi Nakoula Basseley Nakoula yang mengatakan bahwa dialah yang mengelola perusahaan yang memproduksi film tersebut. Ia juga menyatakan, ia seorang Koptik.

Namun, pria 55 tahun itu, yang dijatuhi hukuman 21 bulan penjara atas tuduhan penipuan terhadap bank pemerintah federal pada 2010, membantah bahwa ia merupakan Sam Bacile. Walau berdasarkan penelusuran terhadap sebuah ponsel yang digunakan untuk wawancara dengan sejumlah media pada hari Selasa, ponsel yang digunakan itu berposisi di alamatnya.

Sementara Klein mengatakan, ia tidak tahu kebangsaan pembuat film itu. Namun, ia membantah Pemerintah Israel ada hubungannya dengan proyek tersebut. "Saya tahu ada beberapa rumor di luar sana bahwa Israel melakukannya. Bukan. Israel tidak terlibat ... Ini orang-orang swasta, (mereka pakai) uang pribadi."

Klein memperingatkan, sutradara film itu bisa mengalami nasib serupa seperti yang dialami pembuat film Belanda, Theo Van Gogh, yang dibunuh tahun 2004 setelah memicu protes dengan sebuah film anti-Islam. "Dia bisa terbunuh, itu benar-benar mudah," kata Klein.

[Source : kompas.com]

27 February 2012

Poll: who should be the next World Bank president?

The US has monopolised the Bank presidency since 1944, but leadership selection at the International Financial Institutions is becoming increasingly contested. There have been repeated promises by the Bank to open up the process and select candidates based on merit, in a fair and transparent way. As developing countries become increasingly confident and assertive this could be the year that sees the emergence of a real challenge against the US hold over the position.

But who would the credible candidates be? Below are nine heavy-weight possible candidates from developing countries. Who do you think would be the best for the job?

Who should be the next World Bank president?

  • Sri Mulyani Indrawati (86%, 11,631 Votes)
  • Kemal DerviÅŸ (8%, 1,118 Votes)
  • Michelle Bachelet (2%, 254 Votes)
  • Other - if you think there are other better candidates for the job, please suggest names in the comments section below (1%, 146 Votes)
  • Jairam Ramesh (1%, 115 Votes)
  • Luiz Inácio “Lula” da Silva (1%, 112 Votes)
  • Ngozi Okonjo-Iweala (1%, 88 Votes)
  • Marina Silva (0%, 45 Votes)
  • Trevor Manuel (0%, 36 Votes)
  • Luisa Diogo (0%, 16 Votes)

Total Voters: 13,563

Luisa Diogo

Luisa Diogo became the first female president of Mozambique in 2004. After rising through the finance ministry in the 1980s she became National Budget Director and in 1994 joined the FRELIMO government as Deputy Minister of Finance. Diogo has a Masters degree in financial economics and worked for the World Bank in Mozambique at the beginning of the 1990s. Diogo is a member of the Council of Women World Leaders and has campaigned for women’s empowerment and free sexual health services throughout Africa.


Michelle Bachelet

In 2002 Bachelet became the first female defence minister of Chile and in 2006 she was elected as the first female president of Chile. In her election campaign she pledged to continue Chile’s free-market policies, whilst increasing social benefits to reduce inequalities between rich and poor. As a student in the 1970s under Pinochet, Bachelet campaigned for democracy until she was exiled to Germany. A qualified pediatrician, Bachelet worked for the Ministry of Health when democracy was restored and rose to become Minister for Health. In the post she sparked controversy by allowing free distribution of the morning-after pill for victims of sexual abuse. In 2010 she was appointed head of UN Women.


Ngozi Okonjo-Iweala

Okonjo was recently reappointed Minister of Finance for the Federal Republic of Nigeria. Between 2007 and 2011, Okonjo-Iweala was a Managing Director at the World Bank and was touted as a possible candidate for president of the World Bank to replace Paul Wolfowitz in 2007. She previously held roles as a finance minister and a foreign minister in the Nigerian government, the first woman to hold either of these roles. In 2005 Okonjo-Iweala led negotiations with the Paris Club bilateral donors, securing a US $18 billion debt write-off for Nigeria to alleviate Nigeria’s debt-servicing difficulties.


Marina Silva

Marina Silva, a native Amazonian and former Senator served as Brazilian Environment Minister from 2003 until 2008. A staunch advocate of environmental protection and sustainable development, during her tenure she was widely praised for pushing an innovative and integrated environmental policy and overseeing a reduction in deforestation in the Amazon. In 2007 the United Nations Environmental Program named her one of the Champions of the Earth. In 2009 she left the Workers Party and joined the Green Party to run as a presidential candidate in 2010. Contrary to expectations she gained 19.4% of the popular vote.


Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati is an Indonesian economist and currently serves as one of three Managing Directors of the World Bank Group. She has extensive experience in international financial institutions having served as an executive director on the board of the IMF from 2002-2004, representing 12 South East Asian economies. From 2005 to 2010 she served as Indonesian Finance Minister where she was regarded as tough reformer. She initiated wide-scale actions to tackle corruption and attract foreign direct investment, and in 2007 oversaw a growth rate of 6.6%, the highest Indonesian growth rate since 1997. During her tenure foreign reserves vastly increased and public debt reduced. She is widely credited with steering Indonesia through the global financial crisis, with the economy reaching high rates of growth in a period of economic turmoil and widespread recession.


Trevor Manuel

Trevor Manuel currently serves as South African Minister in charge of the highly influential National Planning Commission. A long serving member of the ruling African National Congress (ANC) party, Manuel was a high profile anti-Apartheid figure and was frequently detained by security forces. Chosen by Nelson Mandela to be Minister of Trade and Industry in the first South African democratically government in 1994, he became Minister of Finance in 1996, a post he held until 2009. During his tenure he is widely credited with overseeing a shift to steady economic growth and a large increase in public spending on housing, health and education. Widely respected in international policy circles he has received numerous awards and recognition for his achievements. He has also chaired influential international committees that have recommended reform of the international financial system.


Luiz Inácio “Lula” da Silva

Lula was president of Brazil from 2002 until 2010 and is widely regarded as one of the most popular and respected politicians in recent Latin American history. He was a founding member of the Workers Party in Brazil, which followed a long career in the union movement, including prominent activism against the Brazilian military dictatorship in the 1970s. Under Lula’s presidency Brazil became the world’s fifth largest economy on the back of strong economic growth, state investment in infrastructure and key industries, and a conservative monetary policy. Large-scale social programmes were central to Lula’s popularity, and have been credited with bringing as many as 20 million out of acute poverty. Lula has also been praised for his important foreign policy role in the rise of BRIC countries internationally, and strong leadership in Latin America.


Jairam Ramesh

Ramesh was recently appointed Minister of Rural Development of India. He was previously Minister of State at the Ministry of Environment and Forests, participating as chief negotiator at the 2009 Climate Change Conference in Copenhagen. In the 1990s he was an influential advisor to the Finance Minister in India’s economic reforms. Economist and influential politician of the centre-left Congress Party, Ramesh studied economics at the Massachusetts Institute of Technology in the late seventies and is a founding member of the Indian School of Business as well as member of the International Council of the New York-based Asia Society.


Kemal DerviÅŸ

DerviÅŸ held various positions at the World Bank for 22 years, including Director for the Central Europe Department, Vice-President of the World Bank for the Middle East and North Africa Region, and Vice-President for Poverty Reduction and Economic Management. After his period at the Bank he was appointed Turkish Finance Minister and is considered to be the architect of Turkish successful economic recovery after the 2001 crisis. His international reputation allowed him to be the third highest ranking official at the UN, when he was elected in 2005 as UNDP Administrator. Last year he was widely touted as a leading contender for the IMF Managing Director position, but quickly ruled himself out of the election process. He is currently Vice President and Director of the Global Economy and Development program at the Brookings Institution.

[Source : worldbankpresident.org]

20 February 2012

Monica Lewinsky back in spotlight with PBS' two-part 'Clinton'


Monica Lewinsky has attempted to keep a low-profile after her role in President Bill Clinton's impeachment scandal made her name the butt of many late-night jokes. But she's likely to become a topic of discussion again when PBS airs its much anticipated two-part, four-hour documentary on the former president, titled "Clinton."


The documentary, which premieres on PBS as part of its "American Experience" series on Monday, will shed new light on Clinton's Oval Office affair with his 23-year-old intern through interviews with some of Clinton's closest advisors, some of whom are speaking publicly about the affair for the first time.

Among the former White House staffers appearing on camera are Secretary of Labor Robert Reich and Clinton's former reelection campaign manager, Dick Morris.

In the doc, Morris reveals, "When the Lewinsky scandal broke the President paged me and I returned the call. And he said, 'Ever since I got here to the White House I've had to shut my body down, sexually I mean, but I screwed up with this girl. I didn't do what they said I did, but I may have done so much that I can't prove my innocence.' "

Though she plays a huge role in the story of Bill Clinton's presidency, Lewinsky herself was not interviewed for the documentary. Producer Barak Goodman said at a Television Critics Assn. panel in January of the decision, “We felt it would tilt [the documentary] toward sensationalism.”

After the scandal, Lewinsky went through a period of alternately embracing and avoiding her celebrity. She attended the Oscars with Sir Ian McKellan, became a spokeswoman for Jenny Craig, hosted a reality show called "Mr. Personality," was a correspondent for a British news program and sold a line of handbags.

In 2005, she left the U.S. and moved to London, attending the London School of Economics and graduating with a masters in social psychology in 2006. Though she has given interviews on the subject of the Clinton affair, most notably in an HBO special titled "Monica in Black and White," she has kept an extremely low profile in recent years.

'Clinton' is the latest in a series of in-depth documentaries PBS has produced over the years focusing on the careers of U.S. presidents. For those who can't wait, PBS has made the first part of the documentary available on its website.

[Source : mcall.com]

14 February 2012

Couples face off to break 46-hour kissing record

Visit msnbc.com for breaking news, world news, and news about the economy


Lips locked at all times — including for bathroom breaks and meals — is the less than romantic challenge facing Thai couples trying for the kiss to blow away all kisses at a Valentine's Day marathon.

Seven couples have brought their lips together in the Thai beach resort of Pattaya, some 62 miles southeast of Bangkok, hoping to break the world record for longest continuous kiss, which currently stands at nearly two days.

The marathon kicked off on Sunday and will go through Valentine's Day, with prizes and glory for the pair that manages to hold out longer than 46 hours, 24 minutes and nine seconds.

That record was set in 2011 by Lakkana Tiranarat, 31, and her husband, both back this year for another go.

"We'll try to do better than last year but maybe just for a little longer. We'll see how tough the other competitors are but we'll do our best," Lakkana said.

Each couple has a space of 1 yard to prove their affection for each other.

Food and drink must be taken through a straw. Teeth brushing would also risk breaking the locked lips and result in disqualification.

The toilet is off-limits for the first three hours of the contest. After that, lips still together, they must be accompanied by a referee for any later bathroom break.

A Thai couple kisses during a competition for the "World's Longest Continous Kiss" in the Thai beach resort of Pattaya, some 62 miles southeast of Bangkok.

Suggesting the contest has more to do with ordeal than romance, the organizers noted that the number of contestants has fallen by half from last year's marathon.

"The world record last year of 46 hours, 24 minutes and nine seconds is very difficult to beat. Contestants have to be patient to prove their love," said Somporn Naksuethrong, general manager of Ripley's World Pattaya.

The record-breaking couple stands to gain a diamond ring worth $3,333 and a hotel gift voucher for 200,000 baht — as well as, presumably, very sore lips.

[Source : http://today.msnbc.msn.com]

31 January 2012

Negara yang membantu Rakyatnya dengan BBM murah

Harga minyak naik turun, namun bagi negara dalam daftar ini harga BBM tetap sama untuk konsumsi domestik. Harga rendah karena mereka mempunyai cadangan yang cukup besar. Meskipun demikian tidak semua adalah negara kaya.jika di Indonesia pemerintah akan menaikkan harga BBM dengan alasan pengurangan subsidi dan lain - lain, maka inilah daftar 10 negara dunia yang membant rakyatnya dengan BBM mura:

10. United Arab Emirates

BBM: $ 0.37/liter atau Rp.4.300,-/L.
United Arab Emirates adalah sebuah negara yang menarik untuk menjadi tempat tinggal. Selain memiliki salah satu harga BBM termurah di dunia mereka juga negara terkaya nomor 4 di dunia.

9. Bahrain

BBM: $ 0.27/litre atau Rp.3.159,-/L.
Negara pulau kecil ini memiliki luas wilayah hanya 266 mil² (665 km²). Jika Anda memutuskan untuk berkendara di sekitar pulau Anda harus tahu bahwa perjalanan ini hanya sekitar 100 mil (161 km). Jadi mengapa tidak memberikan masyarakat BBM dengan harga murah? Berapa banyak BBM yang mereka perlu? Tidak ada tujuan yang berjarak jauh di pulau ini.

8. Qatar

BBM: $ 0.22/litre atau Rp.2.575,-/L
Negara terkaya kedua didunia, wajar saja untuk menjual minyak yang mahal ke luar dan bukan ke dalam negri.

7. Kuwait

BBM: $ 0.21 / liter atau Rp.2.457,-/L
Ini hampir sama seperti di Qatar! Kuwait adalah negara nomor 5 terkaya di dunia, jadi sangat masuk akal bahwa harga BBM di Kuwait sedikit lebih murah daripada di Qatar!

6. Libya

BBM: $ 0.14/Litre atau Rp.1.636,-
Libya mempunyai cadangan minyak terbesar di Afrika dan nomor 9 di dunia.

5. Arab Saudi

BBM: $ 0.12/litre atau Rp.1.404,-/L
Ketika Raja Arab Saudi Abdullah melakukan kunjungan ke luar negeri biasanya ia pergi dengan 6 pesawat - 1 untuk dirinya dan anak-anaknya dan 5 untuk teman-teman dekatnya. Setiap orang mengetahui bahwa pesawat mengkonsumsi banyak bahan bakar! Seandainya mereka menurunkan harga sedikit lagi mungkin mereka akan mampu untuk membawa pesawat pribadi ke-7 Boeing 747.

4. Iran

BBM: $ 0.11/liter atau Rp.1.287,-/L
Dengan tingkat produksi seperti sekarang diperkirakan Iran akan kehabisan minyak dalam 74 tahun. Mungkin mereka mencoba untuk menghabiskan lebih cepat dengan memberi harga sangat murah.

3. Nigeria

BBM: $ 0.10/litre atau Rp.1.170,-
Nigeria memiliki cadangan minyak 10 terbesar di dunia. Mereka juga memiliki sekitar 150 juta orang dan sejarah kekerasan. Pemerintah tidak ingin membuat rakyat marah dengan harga BBM yang tinggi.

2. Turkmenistan
BBM: $ 0.08/liter atau Rp.936,-/L
Turkmenistan adalah negara yang paling dingin dalam daftar ini. Hingga Desember 2006 dipimpin oleh presiden seumur hidup Saparmurat_Niyazov. Beberapa hal yang telah dilakukan:

* Secara resmi memberi nama bulan (12 bulan) dengan nama anggota keluarganya
* Memenagkan "pemilu demokratis" dengan 99,9% suara!
* Tutup semua perpustakaan - "Orang Turkmenistan tidak membaca buku"

1. Venezuela

BBM: $ 0,05 / liter atau Rp.585,-/L
Venezuela dipimpin oleh Presiden Hugo Chávez - cukup terkenal untuk orang-orang yang mengikuti politik internasional. Seorang sosialist. Ia melakukan hampir apapun yang ia pikir membantu rakyatnya untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Tentunya dengan harga BBM yang murah, akan lebih mudah rakyat memilih dia kembali pada pemilu.

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month