Share Info

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

5 November 2014

Optimis, Senjata Menghadapi Kesulitan

Ilustrasi
Apa biasanya komentar kita, saat menghadapi deadlock dalam meeting, di mana beda pendapat tidak menemukan jalan tengah? Apa respon kita saat pertumbuhan bisnis tidak menggembirakan, sehingga perusahaan harus melakukan efisiensi biaya di sana-sini, termasuk memotong bonus atau fasilitas untuk karyawan? Apa yang kita pikirkan saat klien yang dulunya sangat loyal, kemudian berpaling menggunakan jasa kompetitor?

Kesemuanya ini sering membuat mood kita seolah diselimuti awan kelabu. Sering dengan mudah kita langsung merasa terpuruk, berkeluh-kesah, mencari-cari kesalahan. Situasi ini juga kerap membuat kita merasa mentok atau no way out, bukan?

Kadang, kita tidak bisa menyalahkan individu, bila memang menyaksikan situasi yang buruk. Tetapi, kita memang perlu mawas diri dan bertanya, apakah sikap pesimis, bahkan sinis, ini akan berguna? Bukankah pemikiran adalah awal dari tindakan kita? Begitu kita memulai sesuatu dengan sikap negatif maka kita tidak mempunyai kesempatan untuk memulai sesuatu yang baik.

Dalam bisnis, kejutan seperti mitra bisnis yang tiba-tiba berpaling dan ingkar janji, ketidakberuntungan ataupun keputusan yang salah dan menyebabkan kerugian bisa terjadi, atau malah kadang datang bertubi-tubi. Bayangkan, apa jadinya bila kita sudah kehilangan optimisme? Tidak adanya optimisme, tanpa disadari bisa menyebabkan ekonomi tergerogoti  karena tidak tumbuhnya bisnis baru secara proporsional.

Sikap pesimis juga menyebabkan kita tidak lagi antusias berinvestasi, bahkan mematikan niat untuk berburu orang-orang berbakat. Dan lucunya, dalam situasi seperti itu, banyak ide baru yang direspons secara getir, penuh kesinisan. Bukan saja orang menekankan sikap konservatif, atau “buy in” ide baru lemah, tetapi penolakan tersebut diwarnai agresi. Komentar: “Ah, basi!”, jadi lebih sering kita dengar, misalnya saat ada rekan kerja mengeluarkan ide yang terkesan "biasa-biasa" saja.

Jadi, bisa dikatakan bahwa musuh optimisme bukanlah sekadar pesimisme, tetapi juga kesinisan. Jadi dalam setiap ide atau situasi, yang muncul secara default di dalam persepsi kita adalah pandangan negatif, yang bahkan dibumbui dengan memori-memori lama tentang keburukan situasi. Bukankah ini bisa sangat menghambat kemajuan kita?

Seorang tokoh periklanan, Jay Chiat, sering mengatakan bahwa ketrampilan hidup yang perlu senantiasa dikembangkan adalah untuk menghadapi ancaman kekalahan. Beliau mengatakan  bahwa optimisme adalah satu-satunya senjata menghadapi kesulitan. Itu sebabnya, kita perlu berlatih mental secara rutin untuk melakukan berbagai hal sebaik-baiknya, walau dengan  sumberdaya terbatas.

Kita bisa melihat para entrepreneur sukses jarang terdengar mengkomplen hal-hal yang mereka tidak punya, tetapi justru menghargai apa yang mereka miliki dan apa hasil pemanfaatannya. Dengan begitu kita terbiasa berada di  situasi bawah tekanan, bukan mengeluh, merengek, tetapi siap untuk memunculkan “call for action”.

Disiplin berpikir sebagai dasar optimisme
Optimisme adalah keyakinan bahwa hampir semua masalah dapat diselesaikan dengan kerja keras dan mindset yang tepat. Meski terdengar sederhana, tapi kita tahu betul betapa ini tidak mudah, apalagi karena memang berita-berita buruk datang silih berganti dan lingkungan sekitar kita pun seringkali menyuburkan sikap pesimisme. Itu sebabnya, kita kerap kagum pada orang yang selalu bisa berpikir optimis, padahal kita tahu sendiri bahwa nasibnya tidak seberuntung orang lain.

Sebetulnya, tidak sedikit riset yang menunjukkan bahwa orang yang berpikir positif mempunyai derajat kesuksesan yang lebih tinggi di pekerjaan, sekolah, bahkan dalam hidupnya. Hasil penelitian pun mengatakan bahwa optimisme ini ditularkan. Orangtua yang optimis, biasanya membesarkan putra-putri yang optimis pula. Jadi, apa yang perlu dilakukan agar kita bisa senantiasa bersikap optimis?

Pertama-tama, kita perlu memperhatikan apakah perbendaharaan kata-kata kita lebih berisi kata-kata magic yang mempengaruhi positifnya pikiran kita, atau sebaliknya, perbendaharaan kata kita justru didominasi kata-kata yang “menjatuhkan”, seperti,”mana mungkin?”, "apa iya?”, atau “ salah siapa?”.

Kita bisa segera melihat bahwa kata-kata negatif yang ada di pikiran atau kita ucapkan, akan membawa pikiran kita ke dalam pembicaraan defensif atau tidak produktif. Andaikan saja kumpulan kata-kata kita selalu menantang kita untuk melanjutkan pemikiran kita, seperti mempertanyakan detail, memikirkan kemungkinan pelaksanaan tindakan, membayangkan berbagai kemungkinan untuk berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah, maka tanpa disadari mood kita akan terangkat dan kita pun akan terpengaruh dengan pikiran kita sendiri, terbawa kepada suasana pencarian solusi.

Optimisme sebetulnya juga perlu dibarengi dengan kegiatan berfikir eksploratif yang akhirnya memungkinkan kita untuk menembak jalan keluar yang lebih jitu.

Aturan 24x3
Kita tentu pernah melihat orang yang memotong pendapat orang lain dan seketika menilai ide orang buruk, padahal orang tersebut belum selesai menyampaikan pendapatnya. Tidakkah kita kadang berpikir bahwa komentar negatif itu terlalu dini? Pernahkah kita buang muka saat menemui seseorang yang tidak kita sukai, pada detik-detik pertama? Bukankah bila kita pikirkan lebih lanjut, kita sudah menyia-nyiakan kesempatan positif untuk membina hubungan atau paling tidak menerima informasi?

Berarti, hal yang perlu kita latih juga adalah menahan respon, untuk tidak segera mengomentari, menilai, memutuskan. Sebaliknya, kita perlu mengendapkan lebih dulu informasi yang kita terima untuk memberi waktu kita melihat sisi positif dari setiap situasi.

Seorang pakar mengemukakan kita “Rule 3x24”, untuk melatih kita berpikir dan bersikap optimis. Sebelum kita mengomentari situasi yang kita rasa buruk, maka kita perlu menunggu 24 detik sebelum memberi respon. Mengapa? Karena, bila tidak menunggu 24 detik, kita tidak sempat mencerna apa yang kita tangkap. Ini sebetulnya bukan hal istimewa, namun dasar dari ketrampilan mendengar.

Selanjutnya, kita perlu menggunakan 24 menit untuk memikirkan situasi atau ide tersebut, mengelaborasi dan meng-exercise-nya. Setelah kita olah, bila kita ingin menyampaikan kritik ataupun ketidaksetujuan, alangkah baiknya kita "inapkan" dulu sanggahan kita semalaman, sehingga kita bisa mematangkan ketidaksetujuan kita dalam 24 jam.

Rumus 3 x 24 yang sederhana ini, sebetulnya adalah salah satu cara untuk mengatur pikiran, agar tetap jernih dan obyektif. Kita perlu berlatih dan mendisiplinkan diri untuk bersikap seperti ini, apalagi di zaman komunikasi instan, melalui media sosial, yang sangat-sangat real time ini. Ini mungkin menyebabkan kita seolah-olah lamban, tetapi bukan konvensional dan sinis, tetapi justru obyektif.

10 October 2014

Meredam Rasa Jenuh, Wanita Pilih Selingkuh

Selingkuh karena Jenuh
Menurut sebuah studi yang dihelat oleh biro pernikahan di Inggris, Coffe and Company, ditemukan bahwa jumlah wanita berselingkuh semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Lebih kurang 3.000 responden wanita dilibatkan dalam studi ini. Hasilnya, 20 persen responden wanita mengaku pernah berselingkuh dan sedang berselingkuh. 

Seperti dikutip AskMen, studi tersebut diatas menguraikan sejumlah alasan yang melandasi wanita berselingkuh:

Meredam bosanTak dimungkiri bahwa menjalani rumahtangga dengan seseorang selama kurun waktu tertentu dapat menyebabkan rasa bosan dan jenuh. Untuk meningkatkan adrenalin dan semangat, sejumlah wanita memilih berselingkuh. Rasa khawatir ketahuan seolah sedang bermain petak umpet, meningkatkan adrenalin sehingga membuat dada berdebar-debar. Situasi yang demikian, untuk beberapa wanita menghadirkan warna dan percikan baru dalam keseharian mereka.
Balas dendam
Menurut ahli hubungan, Seth Meyers, Psy.D, psikolog asal Los Angeles dan pengarang dr Seth's Love Prescription, saat jatuh cinta secara natural membuat pria setia pada satu wanita. Namun, tak sedikit pria yang memutuskan menikah berdasarkan alasan-alasan yang jauh dari rasa cinta. Alhasil, komitmen pernikahan tak menggentarkan mereka untuk terus bertualang mencari peraduan cinta yang baru.


Perlakuan suami yang demikianlah membuat wanita marah dan menyimpan rasa dendam. Seperti yang diungkapkan oleh Bonnie Weil, Ph.D., penulis Adultery: The Forgivable Sin bahwa berselingkuh merupakan cara untuk menyamakan kedudukan.

Ingin merasa cantik dan berartiSeiring berjalannya waktu, kehidupan rumah tangga pasangan suami istri tak ayal bergulir tawar dan berakhir menjadi sebuah rutinitas belaka. Dalam kondisi ini, tak jarang suami yang sering lupa memuji kecantikan sang istri, bahkan upaya memasak sehari penuh, tak meninggalkan kesan istimewa pada suami.

Kondisi seperti ini yang kemudian membuat istri merasa terabaikan oleh suaminya, sehingga ia pun menjadi rapuh secara emosional dan dengan mudah berlari mencari pria baru dengan berselingkuh.



[Source : AskMen]

19 August 2014

50% Pelaku Perceraian Menyesali Keputusan Mereka


Keputusan untuk bercerai selalu sulit diambil dan bagi banyak orang ada banyak alasan untuk mengakhiri sebuah pernikahan.

Tapi, berdasarkan sebuah penelitian, 50 persen pelaku perceraian menyesal telah mengakhiri pernikahan mereka. Studi ini menunjukkan, 54 persen pelaku perceraian merenungkan kembali apakah mereka telah membuat keputusan yang tepat dengan banyak di antara mereka yang masih merindukan atau mencintai mantan pasangannya.

Bagi sebagian lainnya, penyesalan tersebut sangat besar sehingga 42 persen dari mereka berpikir untuk mencoba rujuk kembali yang sebagian besar di antaranya benar-benar mengupayakan hal tersebut dan 21 persen dari jumlah itu masih hidup bersama hingga sekarang.

Hampir separuh dari mereka mengaku lebih bahagia atau lebih kuat dalam hubungan mereka dibandingkan saat sebelum bercerai.

Juru bicara dari penelitian yang melibatkan 2.000 pria dan wanita di Inggris yang telah bercerai atau pisah ranjang setelah bersama setelah lebih dari lima tahun, mengungkapkan: »Bercerai adalah langkah besar dalam setiap hubungan, dan terkadang, kata-kata 'saya ingin bercerai’ bisa terlontar di tengah pertengkaran yang sengit.

»Tapi, begitu kita tenang dan benar-benar memikirkannya, banyak yang menyadari bahwa bercerai adalah hal terakhir yang mereka inginkan, tapi kemudian kita merasa terlalu terlambat untuk mencabut kembali ucapan itu.”

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa satu dari lima pelaku perceraian mengaku langsung menyesal sesaat seusai terjadi perceraian itu sementara 19 persen lainnya baru menyesal sepekan kemudian.
Tapi, bagi sebagian lainnya butuh waktu yang lebih lama, setahun atau lebih, untuk menyadari bahwa sebenarnya mereka tak ingin berpisah dengan pasangan mereka.

Menariknya, sebanyak 56 persen pelaku perceraian mengakui bahwa perceraian telah membuat mereka lebih menghargai pernikahan mereka sementara 46 persen mengatakan perceraian telah membuat mereka lebih menghargai pasangan mereka daripada sebelumnya.

10 Alasan Utama Menyesali Perceraian

1.         Merindukan mantan pasangan.
2.         Merasa seperti orang yang gagal.
3.         Masih mencintai mantan pasangan.
4.         Menyadari sikap mereka yang tak masuk akal.
5.         Merasa kesepian.
6.         Menyadari »rumput tetangga tak selalu lebih hijau.”
7.         Mantan pasangan menemui pasangan yang baru.
8.         Menyadari mereka tak lebih baik saat hidup sendiri.
9.         Merusak hubungan mereka dengan anak-anak mereka.
10.       Kehidupan anak-anak mereka terkena dampaknya.

10 July 2014

Studi: Pria Lebih Mudah Berkonflik Dibanding Perempuan

Konflik yang kerap terjadi di jalan, di kantor, atau bahkan di lapangan pertandingan olahraga, ternyata bisa dipicu oleh faktor kehadiran kaum laki-laki. Menurut penelitian, pria sudah memiliki insting untuk agresif terhadap siapa pun yang mereka anggap sebagai 'orang luar'.

Dalam kehidupan awal manusia di Bumi, konflik dan kekerasan antarlelaki bisa meningkatkan status dan lebih mudah mendapat pasangan. Namun, sejalan dengan perkembangan manusia dan teknologi, bentuk kekerasan dan konflik ini bisa berubah menjadi perang dalam skala besar.

Sebaliknya, kaum perempuan dianggap lebih 'lembut dan bersahabat'. Sifat ini dikembangkan kaum Hawa dengan tujuan bisa meredakan konflik dengan cara damai agar bisa melindungi anak-anaknya.

Kesimpulan ini ditarik dalam sebuah studi dalam Philosophical Transactions of the Royal Society B. Studi ini merupakan paparan bukti evolusi hipotesa 'pejuang laki-laki'.

Studi ini juga menjelaskan mengapa lelaki lebih bisa dalam menjalin ikatan kelompok dan akan memiliki hubungan kuat dengan anggota di dalamnya. Terutama jika saat itu mereka tengah bersaing dengan kelompok lain.

Evolusi hubungan lelaki dengan rekan sesama anggota kelompok dan dengan 'pihak luar' menjadi penyebab perang antara negara atau pun kerajaan di masa lalu. Sedangkan di masa modern, pertikaian ini bisa terlihat dalam perang antar kelompok suporter olahraga.

"Solusi konflik yang sudah menjadi masalah umum dalam masyarakat sekarang ini tetap sulit dipahami. Salah satu alasannya karena kita sulit mengubah pola pikir yang sudah berevolusi selama ribuan tahun," kata Prof Mark van Vugt sebagai pemimpin studi ini.

3 December 2013

Hindari 10 Kata Ini Saat Bertengkar

Hindari kata-kata kasar saat bertengkar
Pertengkaran seringkali tak bisa terhindarkan dalam hubungan. Karena tingkat emosional yang tinggi, beragam kata-kata kasar bisa terlontar begitu saja dari mulut Anda. Sekalipun sedang marah, Anda tidak boleh kehilangan kontrol diri. Jagalah ucapan Anda karena kata-kata kasar ini pasti akan menyakitkan hati orang yang Anda sayangi. Karena ketika sudah terucap, kalimat ini tak bisa Anda tarik lagi.

Patti Stanger, ahli percintaan, pemilik biro jodoh premium “Millionaire’s Club”, dan bintang reality show “Millionaire Matchmaker” mengungkapkan, ada 10 kalimat yang harus dihindari saat Anda sedang marah atau adu mulut dengan pasangan. Meredam kalimat-kalimat ini akan membantu menyelamatkan hubungan Anda.

1. Sumpah serapah

Hindari mengucapkan kata-kata makian, atau kutukan saat bertengkar dengan si dia. Cobalah untuk membalik kondisi, Anda pasti tak mau ada orang yang memaki atau mengutuk Anda kan? Selain itu, Anda pasti akan marah jika ada orang lain memaki-maki orang yang Anda cintai ini kan? Nah, karena itu jangan lakukan hal yang sama padanya untuk alasan apapun.

2. Julukan yang kasar

Sama seperti sumpah serapah, hindari memberinya nama julukan yang kasar. Misalnya, "si bego" dan “si matre” dan lain-lain. Ingatlah, Anda beradu mulut dengan orang ini karena Anda mencintainya dan akan selalu mencintainya. Tidak sepantasnya jika hanya karena satu-dua kesalahan yang dilakukannya Anda lantas memberinya label yang bernada merendahkan.

3. "Kamu selalu..." atau "Kamu tidak pernah..."

Sudah pulang kerja larut malam, rumah berantakan, si kecil belum makan, lalu si dia malah meminta Anda membuatkan teh manis dan mi rebus. Kesal pastinya. Tapi daripada marah, mengapa tak membicarakan masalah ini baik-baik dengannya? "Jangan langsung naik darah karena ia sering malas dan tidak pernah membantu Anda sama sekali di rumah. Kalau memang ia selalu bersikap buruk dan tidak pernah membantu, Anda seharusnya tidak berhubungan dengannya, dan saya yakin bukan itu inti permasalahannya," ungkap Patti.

4. Sedikit-sedikit minta putus
"Saya tahu bahwa pertengkaran hebat dapat mengakibatkan putus cinta atau perceraian, dan itu wajar saja. Tapi Anda tidak boleh mengambil keputusan itu ketika bertengkar," tambahnya. Perpisahan, baik perceraian atau putus cinta, adalah langkah besar dalam suatu hubungan yang akan mengubah drastis hidup Anda dan pasangan. Anda harus tenang dan rasional ketika mengambil keputusan ini. Karena sekali Anda mengatakannya, Anda tak bisa mengembalikan kata-kata tersebut.

5. Anda benci teman-temannya
Pertengkaran yang terjadi antara Anda dan pasangan adalah masalah pribadi Anda berdua. Ketika sumber masalah terletak pada kehidupan pribadi Anda, jangan mengambinghitamkan teman-temannya. Ini jelas bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan bagaimana Anda tidak menyukai teman-temannya. Perkataan Anda tentang mereka akan membuat kehidupan sosial Anda jauh lebih rumit.

6. Anda benci keluarganya
Jangan sekalipun Anda mengungkapkan rasa tidak suka Anda pada keluarganya saat sedang bertengkar. Mungkin saja orangtuanya atau mertua Anda menjengkelkan, tapi saat sedang marah bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan kekesalan Anda. Persoalan keluarga adalah hal rumit dan sensitif, salah bicara satu kata saja tentang orang-orang yang dicintainya, bisa-bisa malah membuat ia tak lagi cinta pada Anda.

7.  Membenarkan ucapan mantannya
Tak salah kok jika Anda mengenal baik mantan pacarnya dan bertanya tentang sifat-sifatnya. Yang salah adalah ketika Anda membenarkan ucapan mantan kekasihnya tentang sifat buruknya. Sebaiknya, jangan memihak mantannya untuk hal-hal yang sensitif. Semua hal yang diucapkan dalam sebuah pertengkaran adalah hal sensitif. Ia dan mantannya putus karena sebuah alasan, dan Anda tentu tidak ingin segera berstatus "mantan" karena hal bodoh yang Anda katakan.

8. Mencibir passion dan mimpinya
Ingatlah untuk fokus pada topik pertengkaran, dan tidak saling menyerang. Jika Anda bertengkar karena masalah keuangan, jangan mengungkit-ungkit karya fotografi atau lukisannya yang tidak bernilai seni, band-nya yang tidak punya depan, mimpinya untuk berbisnis Anda anggap sebagai hal bodoh, atau passion-nya yang lain. Fokuslah pada permasalahan yang sebenarnya, dan carilah solusinya untuk mengatasi hal ini.

9. Berharap tidak pernah bertemu dengannya
Pertengkaran bisa menjadi semakin panas dan emosional, tapi tak perlu bereaksi berlebihan. Misalnya mengungkapkan bahwa Anda menyesal pernah mengenalnya, dan berharap tidak pernah bertemu dengannya. Kata-kata ini sangat menyakitkan bagi siapa pun yang mendengarnya. Ingatlah bahwa selama ini Anda memiliki waktu-waktu bahagia bersama. Dan jika Anda tak pernah bertemu dengannya, mungkinkah Anda bisa mengalami saat-saat bahagia tersebut? Mengatakan kepadanya bahwa hubungan Anda sia-sia malah membuatnya merasa jauh lebih sedih, kesal, dan memperburuk kondisi hubungan Anda.

10.  Anda berharap dia mati
Patti mengungkapkan bahwa kata-kata ini adalah kata yang paling buruk dan berlebihan dalam sebuah hubungan. "Tidak peduli betapa marahnya Anda padanya, saya tahu, Anda tidak berharap dia mati. Setelah Anda mengatakan sesuatu sekeji itu, wajar saja jika ia merespon dengan perkataan keji lainnya," jelasnya. Anda pasti tidak ingin ia mengatakan hal yang sama kejinya, apalagi jika hal itu terucap dari orang yang Anda pikir selama ini mencintai Anda. Ujung-ujungnya, kata-kata keji ini hanya akan membuat Anda berdua merasa tersakiti satu sama lain.


[Source : Sony Entertaiment Television]

13 September 2013

Menebak Perasaan Seseorang dari Tulisan Tangannya

Mungkin Anda sering menebak-nebak perasaan pasangan karena takut mau bertanya. Melalui tulisan tangan, Anda bisa menebak apa yang sedang dirasakan seseorang saat itu. Bagaimana caranya? Seperti yang dikutip dari buku 'Kaya dengan GraphoSelling' karya Yosandy LS, hal ini bisa diketahui dengan memintanya menulis. Untuk itu, sediakan kertas polos dan pulpen standar. Ingat, harus pulpen standar, hindari memakai boxy atau faster. Kemudian minta orang tersebut menulis hingga setengah halaman. Jika sudah, bacalah perasaannya dengan tahap-tahap berikut ini.

1. Ketebalan Tulisan Tidak Teratur
Coba perhatikan ketebalan tulisannya teratur atau tidak, apakah dia menulis ditekan atau sedikit mengambang? Atau bahkan tidak teratur, ada tulisan yang tebal tapi sebagian menipis. Jika ketebalan tulisan tidak teratur berarti penulisnya sedang mencemaskan sesuatu. Semakin gelisah perasaan penulisnya, tebal-tipisnya tulisan semakin terlihat. Umumnya, penulis sedang merasa gelisah, tegang, stres, atau kemungkinan terpengaruh obat-obatan atau minuman beralkohol.

2. Tulisan Sangat Tipis
Jika penulis menggoreskan pulpen tanpa ditekan sehingga tidak merasakan efek pulpen di bagian belakang kertas saat diraba berarti ia sedang dalam keadaan sakit atau lemah. Ia sedang merasa lesu, lelah, atau tidak bersemangat. Jika memang terbiasa seperti itu menandakan bahwa sang penulis memiliki mempunyai sifat penakut, tidak bisa sendirian, serta penurut.

3. Tulisan Tidak Terlalu Tipis
Bila seseorang menulis dengan pulpen tanpa ditekan, tidak merasakan efek pulpen di bagian belakang kertas saat diraba, tapi tulisannya masih terlihat tebal tandanya sang penulis kurang bergairah menggapai tujuan, entah masalah pekerjaan atau lainnya. Umumnya, seseorang dengan yang cara menulis seperti ini memiliki pemikiran cerdas dan kreatif. Sayangnya, ia tidak bisa beradaptasi saat harus ada di tengah-tengah penulis yang memiliki tulisan tebal.

4. Tulisan Tebal
Jika seseorang menulis dengan menekan pulpennya tapi tidak terlalu 'jeplak' di bagian belakang kertas itu tandanya ia sedang bersemangat. Ia memiliki semangat kuat untuk mengerjakan suatu hal. Jika tulisannya selalu tebal seperti ini berarti ia memiliki sifat tegas, gigih, ambisius, egois, mau berjuang, dan tingkat libidonya tinggi.

5. Tulisan Sangat Tebal
Berbeda bila tulisannya sangat tebal dan tercetak jelas di balik kertasnya. Jika ia menulis dengan pulpen terlalu ditekan berarti ia sedang dalam keadaan stres dan cemas. Anda perlu bertanya dengan hati-hati atau menjaga jarak jika orang tersebut menulisnya sangat ditekan bahkan hingga merobek kertasnya. Tekanan seperti ini menunjukkan bahwa ada masalah serta ketidakjujuran dari penulisnya.

21 June 2013

Jangan katakan 7 hal ini pada teman yang jomblo!

Tutup Telinga sambil tutp mata
Lain kali, jika Anda ingin mengomentari atau memberi nasihat pada teman Anda yang masih jomblo, jangan terburu-buru. Perhatikan ucapan Anda sehingga teman yang masih jomblo tidak tersinggung. Jangan sampai Anda mengatakan atau menanyakan beberapa hal di bawah ini:

1. "Kenapa kamu belum nikah?"
Pertanyaan ini bisa jadi membuat para jomblo kesal. Jawaban mereka kemungkinan adalah "Itu bukan urusanmu." Pertanyaan semacam ini terlihat kasar karena berasumsi bahwa teman Anda tak bahagia dengan status jomblonya, dan mereka akan lebih bahagia jika menikah. Padahal sebenarnya bisa jadi mereka sangat menikmati kesendirian mereka. Jadi sebaiknya hindari pertanyaan seputar menikah dan sejenisnya.

2. "Apa kamu pernah mencoba kencan online?"
Pertanyaan ini membuat teman Anda terlihat putus asa. Banyak orang yang menyarankan hal ini pada teman mereka seolah-olah ini adalah hal baru. Ini membuat para jomblo terlihat tak punya kesempatan mendapatkan pasangan di dunia nyata hingga dia harus mencarinya di dunia maya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan keberhasilan untuk menemukan pasangan di dunia maya dan nyata tak jauh berbeda.

3. "Jangan terlalu pilih-pilih."
Komentar semacam ini terasa seperti tamparan bagi para jomblo. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sebagai teman tak mempercayai pilihannya. Dia memiliki hak untuk memilih orang seperti apa yang akan dijadikan pasangan atau membuatnya tertarik. Akan lebih baik jika Anda bertanya pasangan seperti apa yang diinginkannya daripada mengajari kriteria seperti apa yang harusnya dia inginkan.

4. "Kau akan menemukan pria impian kalau kau tidak mencarinya."
Ini komentar yang tidak menyenangkan. Di satu sisi ini menunjukkan bahwa teman Anda sedang mati-matian mencari pasangan padahal bisa saja dia sedang bersantai dan tidak memikirkan tentang mencari pasangan. Di sisi lain, jika teman Anda benar-benar sedang mencari pasangan, maka komentar semacam ini akan mematahkan semangatnya. Seolah-olah Anda mengatakan bahwa dia harus duduk manis, menunggu jodohnya datang dengan sendirinya.

5. "Apa yang terjadi pada hubungan dengan mantanmu?"
Pertanyaan ini mungkin yang paling menyakitkan bagi teman Anda. Apapun penyebabnya, perpisahan dengan pasangan atau putus adalah hal yang bisa menyebabkannya sedih, bahkan jika dia yang menyebabkan putusnya hubungan mereka. Untuk itu, lebih baik tak menggali-gali ke masa lalu dengan menanyakan mantannya atau hubungan-hubungan di masa lalunya.

6. "Kau harus memakai baju ini, lebih banyak keluar, menata rambut seperti ini/itu, memakai lebih banyak make up, dsb."
Sekali lagi, mungkin ini dikatakan untuk memberi saran bagi para jomblo yang menjadi teman Anda. Namun saran seperti ini bisa menyinggung mereka. Seolah-olah mereka jomblo karena mereka melakukan sesuatu dengan salah atau kurang dalam banyak hal. Banyak orang jomblo yang tak merasa melakukan hal yang salah, dan kebanyakan dari mereka benar. Jadi, jangan sok tahu dengan memberikan berbagai macam saran hanya karena Anda sudah berpasangan.

7. "Mungkin kau memang lebih baik menjomblo."
Anda tidak bisa meramal masa depan teman Anda, dan Anda juga tak tahu apa yang diinginkan teman Anda. Bukan berarti karena mereka mandiri kemudian mereka tak mau berpasangan. Mereka mungkin tak membutuhkan banyak bantuan karena terlalu mandiri, namun mereka bisa jadi berkeinginan untuk berpasangan. Jangan mengatakan hal ini kecuali teman Anda sendiri yang berpikir bahwa mereka lebih suka tetap menjomblo atau tak ingin berpasangan.

Itulah beberapa kata yang tak seharusnya diucapkan pada teman Anda yang sedang menjomblo. Orang yang jomblo belum tentu membutuhkan saran Anda, jadi jangan sok tahu untuk memberikan nasihat, kecuali mereka memang memintanya dari Anda.

[Source : shine.com]

30 April 2013

Mitos Unik Seputar Kepala Botak

Ilustrasi
Mengungkap Mitos Unik Seputar Kepala Botak Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, hampir dua dari setiap tiga orang mengalami kebotakan ketika memasuki usia 60. Mereka yang mengalami rambut rontok di area tertentu itu mayoritas laki-laki.

Di luar negeri, para penderita kebotakan bisa menghabiskan jutaan rupiah per tahun demi mengembalikan kepercayaan diri. Mereka menempuh berbagai perawatan mulai tradisional hingga pada teknologi modern.

Kondisi itu menunjukkan bahwa masalah kebotakan menciptakan krisis percaya diri, terutama bagi mereka yang peduli penampilan. Kondisi semakin buruk saat dihadapkan pada sejumlah mitos, seperti dikutip dari Health US News:

1. Rambut rontok warisan genetis dari ibu

Mitos itu tidak sepenuhnya benar. Gen kebotakan yang utama adalah pada kromosom X yang didapatkan pria dari ibu mereka. Namun, faktor lain juga ikut berperan. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang memiliki ayak botak lebih mungkin berisiko mengalami kebotakan.

2. Botak pertanda tua

Meski umumnya menyerang di usia tua, namun masalah rambut rontok ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan, mereka yang masih berada di rentang usia 20-30 tahun. Bagi anak muda, ini menjadi masalah yang benar-benar memperburuk kepercayaan diri. Kebotakan di usia muda menjadi masalah psikologis, bukan penanda fisik yang menua.

3. Penutup kepala mempercepat kebotakan

Tutup kepala tidak membuat rambut rontok. Namun, jaga kebersihan topi Anda dan pastikan ruang udara agar rambut masih bisa bernapas. Topi yang kotor dan jenis penutup kepala yang pengap dapat menyebabkan infeksi kulit kepala yang pada gilirannya dapat mempercepat rambut rontok.

4. Depresi dan stres picu kerontokan

Pernyataan tersebut belum sepenuhnya benar. Menurut Dermatologis, Gary Hitzig, stres fisik dan emosional tidak pernah meyebabkan kehilangan rambut. Jika rambut memang rontok, ia akan tumbuh kembali.

5. Cegah kerontokan berhenti memakai gel

Tidak perlu panik, jika Anda sering menggunakan gel rambut atau hairspray. Produk tersebut tidak dapat membuat kepala Anda botak. Begitu pula dengan penggunaan sampo, keramas terlalu sering, dan ketombe. Itu semua tidak berpengaruh terhadap kerontokan rambut.

6. Paparan matahari mempercepat kepala botak

Mitos itu tidak benar. Berjemur matahari juga tidak perpengaruh terhadap kerontokan rambut.

7. Suplai karbohidrat membuat rambut rontok

Seorang dematolog asal Klinik Cleveland, Wilwa Bergfeld, mengatakan karbohidrat dan daging merah memberikan nutrisi yang bermanfaat untuk kulit kepala. Penelitian Bergfeld yang terakhir menunjukkan bahwa kekurangan zat besi terkait erat dengan rambut rontok. Pengobatan dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dapat mengembalikan pertumbuhan.

[Source : http://anehcuy.blogspot.com]

17 April 2013

5 Ucapan yang Melukai Harga Diri Pria

Ilustrasi
Tanpa disadari, pria sebenarnya memiliki hati dan perasaan yang sensitif. Dan pria ternyata sangat mudah terpengaruh dengan apa yang dikatakan perempuan tentang dirinya, terutama dari orang yang dicintainya.

Inilah yang tak diketahui kaum perempuan, yang mengira bahwa pria adalah sosok yang kuat dan tak mudah tersinggung. Hal ini membuat perempuan tak sensitif dalam menjaga ucapan kepada pria. Sekalipun terlihat kuat, tapi pria juga bisa terluka harga dirinya karena perkataan Anda. Ingin tahu apa yang membuat mereka terluka akibat ucapan Anda?

1. Membandingkannya dengan kekayaan pria lain
Sifat manusia berbeda satu sama lain, maka tak adil jika Anda selalu membandingkan sifat si dia dengan pria lainnya. Terutama yang menyangkut masalah keuangan. "Akan sangat mengerikan bagi pria ketika Anda mulai mengungkapkan betapa beruntungnya sahabat Anda karena suaminya baru membelikan sebuah mobil mewah, atau sahabat Anda dan suaminya berlibur ke luar negeri. Masalah ini sangat melukai kelelakian pria," jelas pakar hubungan, Sujeiry Gonzalez.

2. Bahasa tubuh negatif
Bahasa tubuh adalah sebuah cara berkomunikasi yang lain. Hal-hal sekecil apa pun dari bahasa tubuh bisa menyakiti mereka jika Anda tak berhati-hati. Dr Carole Lieberman, psikiater dan penulis buku Bad Girls:Why Men Love Them & How Good Girls Can Learn Their Secret, mengungkapkan bahwa bahasa tubuh perempuan yang negatif bisa menjadi serangan mematikan terhadap mereka secara pribadi.

"Bahasa tubuh yang terlihat negatif ini misalnya, ketika Anda terlihat bosan saat bersama mereka, memutar bola mata saat mendengar ceritanya, menghindari kontak matanya, atau saat Anda tidak memberikan effort yang sama besarnya dengan yang mereka lakukan untuk Anda. Para pria bisa menangkap hal itu, dan merasa gagal untuk menyenangkan Anda. Bahasa tubuh Anda akan menghancurkan kepercayaan dirinya," ungkapnya.

3. Menggunakan "tapi"

Ini salah satu kata sederhana yang bisa menjadi kalimat pembunuh yang diucapkan seorang perempuan. Kok bisa sih kata ini memiliki dampak yang begitu kuat untuk seorang pria? "Kata ini akan membuat pria merasa apa yang pernah ia lakukan ini tidak cukup baik untuk Anda," jelas Gonzalez.

Coba perhatikan lagi, berapa kali Anda pernah mengungkapkan kata ini pada si dia. Misalnya, "Baju yang kamu beli untuk aku bagus kok, tapi...", "Sepatunya bagus juga, tapi...". Daripada mengucapkan "tapi", bukankah lebih baik mengucapkan "terima kasih" kepadanya?

4. Mengungkit-ungkit kegagalannya
Tidak ada orang yang lepas dari kegagalan, demikian juga Anda dan pasangan. Anda pasti tak mau kalau kegagalan Anda selalu diungkit-ungkit dan dianggap tidak mampu memperbaikinya di lain hari. Ketika pria melakukan sebuah kesalahan, tanpa Anda sadari mungkin Anda memberinya cap buruk dan tidak lagi percaya kepadanya untuk melakukan hal itu.

Misalnya ketika ia gagal memperbaiki mobil Anda yang mogok di tengah jalan sampai berjam-jam lamanya. Karena kesal harus menunggu lama, secara tak sadar ada memori yang tertanam dalam otak Anda bahwa ia tidak mampu melakukan hal tersebut. Akibatnya, ketika kejadian ini terulang lagi, Anda tidak percaya lagi pada kemampuannya untuk memperbaiki kembali dan memilih untuk langsung memanggil montir."Anda mungkin berpikir bahwa Anda sedang mendukung dan membantunya agar ia tak perlu bersusah payah untuk memperbaikinya. Tetapi percayalah, perbuatan ini justru melukai sisi maskulinnya. Karena pada dasarnya, pria ingin menjadi semua yang Anda butuhkan," kata psikolog dr Ramani Durvasula.

5. Anda tak membutuhkannya

Amber Neal, seorang matchmaker, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan hubungan adalah jika kedua belah pihak merasa saling membutuhkan dan dibutuhkan. Maka ketika Anda mengungkapkan tak lagi membutuhkannya, pria merasa tak berguna lagi sehingga mereka merasa tak perlu mempertahankan hubungannya.
"Pria sudah terprogram untuk menjadi seseorang yang dibutuhkan perempuan. Saat Anda berkata tak lagi membutuhkannya, maka dia akan bertanya-tanya untuk apa dia ada di sana. Jangan salahkan pria ketika tiba-tiba mereka keluar dari kehidupan Anda karena menganggap Anda tak lagi membutuhkannya," katanya.

[Source : shine]

13 April 2013

Agar Tidak Lagi Terobsesi Untuk Menghubungi Mantan Kekasih

Ketika baru putus, hasrat untuk menghubungi mantan kekasih begitu besar. Perasaan tersebut mungkin dialami oleh sebagian besar wanita yang baru saja putus.

Banyak yang berhasil menahan hasrat untuk menelepon, namun ada juga yang memilih untuk menghubungi mantan untuk 'menyenangkan' perasaan. Kenyataannya, menghubungi mantan kekasih justru membuat perasaan jadi tidak menentu.

Banyak manfaat yang didapat bila tidak terobsesi menghubungi mantan. Anda jadi lebih mudah move on, fokus pada penyembuhan patah hati, bisa dekat dengan pria baru tanpa ada perasaan tidak enak pada mantan karena masih sering berkomunikasi dan yang lebih penting kepercayaan diri Anda bisa kembali lebih cepat. Untuk itu, agar tidak lagi terobsesi menghubungi mantan kekasih, ini dia tipsnya dari Wiki How.

1. Hapus Nomor Teleponnya
Menghapus nomor telepon mantan dapat sedikit membantu Anda untuk tidak meneleponnya. Meskipun mungkin Anda hafal dengan nomornya, tapi setidaknya Anda akan berpikir kembali ketika akan menekan satu persatu nomor teleponnya.

2. Ingat Kejadian yang Menyakitkan
Ingat kembali kejadian menyakitkan ketika Anda ingin meneleponnya. Ini akan membuat Anda berpikir dua kali untuk menghubunginya. Ingatkan diri sendiri juga bahwa bila Anda meneleponnya, maka Anda akan semakin galau.

3. Matikan Telepon
Biasanya pada malam hari perasaan galau meningkat dua kali lipat. Sehingga, keinginan menelepon mantan akan sangat besar. Untuk itu matikan telepon dan jauhilah dari jangkauan Anda. Untuk mengganti aktivitas yang biasanya teleponan dengan mantan pada malam hari adalah dengan membaca buku atau menulis blog.

4. Olahraga
Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh, olahraga teratur juga akan menyehatkan pikiran dengan melepaskan endorfin --hormon yang dapat menciptakan perasaan bahagia dari otak. Daripada mengurung diri di kamar sambil menggalaukan mantan dan berkinginan untuk meneleponnya, sebaiknya lakukan treadmill atau mengikuti kelas yoga.

5. Sibukkan Diri
Sibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Berkumpul dengan teman sampai melakukan hobi bisa menjadi kegiatan untuk mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan kekasih. Ketika sibuk, tentu Anda tidak akan berkeinginan untuk menelepon mantan kan?

28 February 2013

Melepaskan Rasa Bersalah

Perempuan selalu dikelilingi oleh berbagai tekanan. Tekanan akibat begitu banyaknya peran yang harus dimainkan, mulai dari peran sebagai ibu, istri, teman baik, hingga sebagai wanita karier. Normal sebenarnya jika kadang kala kita tak bisa berkonsentrasi penuh terhadap semua peran itu. Tapi kebanyakan perempuan akan langsung menyalahkan dirinya saat satu kesalahan kecil terjadi.

Dalam dunia psikologi, menurut James J. Messina, PhD, psikolog yang sudah 35 tahun menangani konsultasi untuk masalah pribadi dan keluarga, perasaan bersalah adalah emosi negatif yang pada titik tertentu dibutuhkan untuk hadir. Tapi dengan catatan, emosi negatif ini membantu kita untuk introspeksi diri. Cara sederhana untuk mengubah emosi negatif menjadi momen mematangkan karakter diri adalah dengan melepaskan rasa itu pergi. Ingin tahu caranya, coba lakukan hal-hal berikut:

Akui bahwa setiap orang punya keterbatasan. Ini adalah salah satu ciri manusia, di samping memiliki kelebihan, kita pasti punya keterbatasan. Baik dari sesuatu yang terukur seperti uang dan waktu, maupun yang tak terukur seperti kesabaran. Sangat penting untuk bisa menerima keterbatasan yang ada di dalam diri kita. Penerimaan ini akan membuat kita mengerti bahwa tidak semuanya bisa kita lakukan sendiri. Jadi berhentilah memaksakan diri sendiri dan jangan malu untuk minta tolong.

Jangan lupa untuk memberikan kebahagiaan pada diri kita. Berapa di antara kita yang tetap memikirkan pekerjaan di kantor ketika akhir pekan? Atau ketika mencoba untuk istirahat, yang melayang-layang di kepala justru selusin pekerjaan yang seharusnya dilakukan. Sudahlah. Bagaimana pun juga kita tetap butuh istirahat. Jangan bebani kebebasan ini dengan target-target yang justru akan lebih baik dikerjakan setelah kita beristirahat. Dari sinilah akan lahir rasa bersalah yang tak masuk akal. Cobalah untuk memaknai setiap momen menyenangkan yang bisa kita berikan pada diri sendiri.

Sesekali mendahulukan kepentingan pribadi bukanlah dosa. Saat kita tengah memerlukan semangat, tak salah untuk menolak curhatan teman yang baru putus cinta. Terlebih jika masalah yang kita hadapi cukup pelik hingga butuh waktu untuk menyendiri. Jangan menjadi merasa bersalah ketika cerita putus cinta itu tidak bisa kita dengar sekarang. Karena bagaimana kita bisa memberikan semangat pada teman jika diri kita sendiri butuh pertolongan.

12 February 2013

Penyebab Orang Skeptis Pada Valentine: Trauma & Ingin Tutupi Luka Hati

Hari Valentine akan segera tiba. Tidak sedikit orang baik pria maupun wanita yang skeptis dan memilih menolak dengan tegas perayaan tersebut.

Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan ada beberapa sebab kenapa orang jadi skeptis pada perayaan cinta ini. Pertama bisa saja karena ada pengalaman hidup orang tersebut yang mematahkan semangatnya untuk berbagi kasih sayang.

"Jomblo mungkin karena lama nggak dapat-dapat pacar," ujar Ratih mencontohkan saat berbincang dengan wolipop di kantornya Personal Growth, Perkatoran Aries Niaga, Jl. Taman Aries Blok A1, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (11/2/2013).

Pengalaman cinta tidak menyenangkan hingga menyebabkan trauma juga bisa membuat seseorang membangun sikap antisipasi pada kemungkinan memiliki pasangan. "Sikap skeptis ini untuk melindungi luka hatinya dia. Bagaimana dia melindungi dirinya dari target karena mungkin nanti teman-temannya bermesra-mesraan sementara dia nggak," jelas Ratih.

Hal ketiga yang menyebabkan seseorang menolak perayaan Valentine adalah karena orang tersebut ingin terlihat berbeda. "Karena tren orang berpasang-pasangan saat Valentine, dia mau lain. This is my signature," tutur psikolog yang juga direktur Personal Growth itu.

Sementara itu menurut psikolog Anna Surti Ariani, untuk mereka yang menolak merayakan Valentine, tetap perlu menunjukkan cintanya pada orang terkasih. Untuk berbagi kasih sayang ini memang tidak harus di Hari Valentine.

"Kalau memang mencintai ya tunjukkan saja, yang penting sebenarnya maknanya bukan perayaannya," ujar psikolog yang akrab disapa Nina itu.

[Source : wolipop.com]

6 February 2013

20 Persen Mimpi Kita tentang Pasangan

Apa yang menjadi obyek mimpi Anda? Mungkin Anda tak pernah mengingatnya, namun mayoritas mimpi kita adalah tentang pasangan dan situasi buruk dalam pekerjaan. Persentase keduanya sama, yaitu 20 persen, demikian menurut sebuah studi dari Jerman yang diterbitkan di jurnal Dreaming.

Ada penjelasan ilmiah mengenai kecenderungan ini.

"Alam bawah sadar kita akan memproduksi mimpi apa pun yang dirasa sesuai pada waktu tersebut. Jika ada sesuatu yang perlu kita ketahui atau pahami, kita akan memimpikannya," ungkap Cindy Nodland, PhD, terapis mimpi dari Denver, Colorado, AS.

Biasanya, pasangan memang memainkan peran yang cukup besar dalam mimpi. Tetapi hal ini bukan disebabkan sehari-hari kita menghabiskan begitu banyak waktu dengan pasangan. Menurut Nodland, mimpi kita sering menggambarkan masalah yang belum terpecahkan, dan perasaan-perasaan kita. Dua hal itulah yang kerap terjadi ketika berkaitan dengan hubungan dengan pasangan. Dan, memahami makna mimpi tentang pasangan akan membantu hubungan Anda menjadi lebih sehat.

Agar Anda lebih memahami mimpi-mimpi Anda, Nodland menyarankan untuk membuat jurnal mimpi. Letakkan jurnal ini di samping tempat tidur supaya Anda mudah melakukannya. Catat siapa "pemain" dalam mimpi Anda, situasinya, acara, hingga perasaan Anda dalam mimpi tersebut.

"Bagian paling penting adalah perasaan yang Anda miliki dalam mimpi tersebut," tambahnya. "Apakah Anda sedih? Takut? Cemburu? Perasaan tersebut seringkali memberikan Anda petunjuk terbesar mengenai pesan dari mimpi itu sendiri."

Namun, tim peneliti menyatakan bahwa masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengungkap alasan Anda memimpikan pasangan. Mereka juga perlu memelajari faktor-faktor yang mungkin memengaruhi kesinambungan antara mimpi dan realita sebenarnya. Untuk itu, peneliti perlu menghubungkan frekuensi mimpi tentang pasangan dengan frekuensi keintiman atau pertengkaran Anda dan pasangan dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, kalau 20 persen dari mimpi adalah mengenai pasangan, dan 20 persennya lagi mengenai situasi buruk di tempat kerja, lalu apa obyek lain dari mimpi kita (berdasarkan penelitian ini)?

    5 persen tentang jatuh dari langit ke bumi, seringkali setelah melompat terlalu tinggi
    5 persen tentang selebriti yang memberikan tips-tips mengurus rumah
    10 persen tentang gigi tanggal
    2 persen tentang kehamilan mendadak
    1 persen tentang melahirkan bayi yang merupakan versi kecil dari aktor Benicio del Toro
    7 persen tentang ice cream sundae
    10 persen tentang kembali ke sekolah
    10 persen tentang kembali kuliah
    10 persen tentang nasihat penting dari kerabat yang sudah meninggal, dan tidak Anda ingat ketika Anda bangun.

4 February 2013

Melupakan Seseorang

Melupakan seseorang yang kita cintai memang tidak mudah. Apalagi jika banyak kenangan indah bersamanya. Bahkan emosi kita bisa tidak stabil saat mengingatnya sehingga dapat terjadi stress atau depresi yang berkepanjangan. Untuk menghindari hal itu,beberapa tips melupakan seseorang:
 
Berdo'a
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah berdoa. Dengan berdoa kita dapat mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan melupakan semua kesedihan yang di alami. Ingat dibalik kejadian buruk pasti ada hikmahnya.

Sibukkan diri
Sibukkan diri anda dengan kegiatan –kegiatan positif. Seperti belanja, berolahraga, bermain musik dan lain-lain.

Sahabat
Berkumpulah bersama sahabat. Sahabat bisa menjadi teman yang baik saat kejadian buruk menimpa anda. Berusahalah bercerita apa yang kita rasakan itu akan membuat kesedihan menjadi berkurang. Sahabat yang baik akan berusaha menghibur kita dikala sedih.

Kenangan
Buanglah kenangan – kenangan yang berhubungan dengan dia. Seperti foto atau benda-benda lainnya.

Suasana baru
Refresing merupakan salah satu cara untuk melupakan seseorang. Pergilah ke tempat rekreasi bersama teman – teman anda. Nikmati kesendirian Anda untuk sementara. Anda mungkin akan merasakannya lebih menyenangkan
Biarkan kenangan itu  berlalu seiring berjalannya waktu.

[Source : http://tipspedia.net]

15 January 2013

Pria Lebih Suka Memendam Masalah di Kala Patah Hati

Pria sama sedihnya seperti wanita ketika patah hati. Bedanya, pria lebih mampu untuk mengontrol diri di depan orang lain sehingga tampak lebih tenang meski hati bergejolak. Pria tidak serta merta mencari teman karibnya atau orang lain untuk menyampaikan curhatnya. Mereka lebih suka memendam luka hati agar tidak sampai bocor ke telinga orang lain.

Namun, efeknya justru kadang kurang baik. Terlalu menyimpan rapat rahasia pribadi yang menyesakkan pikiran, bisa membuat perasaan sedih berlangsung lebih lama. Hal ini juga akan mempengaruhi kejiwaan dan tindakan. Studi yang dilakukan Wake Forest University di North Carolina menemukan, ketika pria patah hati terpaksa menahan pedih di hatinya maka akan berpengaruh dalam hidupnya. Biasanya akan terjadi pelampiasan-pelampiasan yang mungkin cukup merugikan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicGdBS_vBw9dm9xuSl5tXJkzHkTQo-GNHwgrF8frur-aP3e2BiY01iLPcg-tf6U6chDO8JHFzmXJeEJl6Uup0pEiDJK97mlAgHmvba3DCS0hUL_t5eC9foq7bFf2HNtCqbYvq8dYj86Vg/s1600/Puisi-Patah-Hati.jpg
 

Misalnya, pria menjadi tidak nafsu makan, minum alkohol, mudah tersinggung, dan sebagainya. Itu semua menjadi konsekuensi saat dirinya tidak mampu mengontrol emosi yang terkekang.  Sehingga, muncul anggapan bahwa pria tidak akan menangisi kisah cintanya yang gagal. Padahal, sebenarnya hatinya tetap remuk redam menangisi kisah cinta yang kandas.
“Pria lebih rentan terhadap patah hati, karena ego dan harga diri mereka sering dipertanyakan ketika hubungannya tidak berhasil,” kata Seema Hingorrany, ahli hubungan, seperti dikutip Times of India.
Biasanya pria yang gagal dengan kisah cintanya akan sejenak mengambil jarak dari wanita. Dia tidak lantas mencari pengganti kekasihnya sampai hatinya merasa siap untuk memiliki hubungan kembali. Bahkan, semua itu mungkin akan dihadapi cukup lama karena banyak beban yang dipendam sendiri. Dia tetap dalam kondisi memiliki hati kalah dan kehilangan, sekali pun wajahnya menunjukkan ekspresi bahagia. Tapi, ini tidak berlaku bagi pria playboy.

“Pria sangat kalkulatif ketika mereka berada dalam suatu hubungan,” kata Rajan Bhonsle, ahli hubungan,.

10 January 2013

Cara untuk Menghidupkan Kembali Persahabatan

Ketika kita sedang sangat sibuk, beberapa persahabatan akan terabaikan. Tapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menghidupkan kembali sebuah hubungan.

"Meskipun sudah lama berlalu, ada baiknya menjaga teman-teman yang telah membantu Anda dalam masalah dan teman curhat yang mendengarkan keluhan Anda," ujar Vicki Field, pelatih di Chapel Hill, NC.

Tetapi keinginan saja tidak cukup. Anda harus menemukan cara untuk menyambung persahabatan kembali, hal itu bisa saja menjadi sangat sulit setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa kontak. Berikut adalah langkah pertama terbaik untuk membuat untuk mendapatkan teman Anda kembali di dalam hidup Anda.

1. Menulis pesan di Facebook

Berhubungan via media elektronik adalah salah satu cara termudah untuk kembali berhubungan, ujar Field. Tapi apa yang Anda katakan pertama kali? Mulailah dengan bercerita tentang seberapa sibuk Anda dan kemudian menambahkan rincian tentang apa yang telah Anda lakukan.

Berbagi info tentang kehidupan Anda dapat mendorong teman Anda untuk membalas dengan keterbukaan yang sama. Setelah Anda terhubung kembali, buatlah rencana untuk bertemu secara pribadi. “Anda tidak dapat menggantikan hubungan yang nyata dengan Facebook atau media sosial apa pun," ujar Field.

2. Kembali terhubung dengan kegiatan favorit Anda
Sebuah aktivitas yang Anda kerjakan bersama-sama bisa menggerakkan sebuah persahabatan yang pernah terhenti, ujar Celestine Chua, pendiri blog Personal Excellence.

"Karena  hal itu bisa membuat Anda bersama-sama di masa lalu, seharusnya hal itu bisa mengingatkan kembali kenangan positif dan membawa Anda menjadi dekat lagi," jelasnya. Mulailah dengan mengirim email ke teman Anda dengan daftar kegiatan favorit bersama dan menyarankan melakukan salah satunya.

3. Kirim kartu yang ditulis tangan

Sebuah catatan di kotak pos bisa menjadi kejutan untuk teman yang belum Anda ajak berbicara dalam beberapa waktu. Dan tidak perlu menunggu sampai liburan untuk mengirimkannya, sebuah kartu dapat memulai hubungan Anda kapan saja, ujar Shari Goldsmith, pelatih kehidupan wanita  dan terapis kesehatan mental di Cincinnati.

Ingatlah, "jangan terlalu menuntut," ujarnya memperingatkan. "Wanita selalu sibuk dan tidak ingin merasa persahabatan datang dengan niat tersembunyi." Jadi hindari menyebutkan masa lalu atau tanggal spesifik untuk bertemu. Sebaliknya, tinggalkan pesan terbuka, katakan Anda bersedia untuk makan siang atau minuman dalam beberapa pekan ke depan, ujarnya. Dan ingatkan dia tentang cara terbaik untuk menghubungi Anda.

4. Mengatur tanggal untuk menelepon

Mendengar suara seorang teman dapat menjadi cara yang bagus untuk berhubungan kembali. Tetapi dengan jadwal sibuk, Anda mungkin harus menunggu lama sampai bisa berbicara. Itulah sebabnya cara terbaik adalah untuk menjadwalkan chat.

Tinggalkan pesan suara dengan menyebutkan waktu luang Anda, ujar Shasta Nelson, pendiri GirlFriendCircles.com, situs persahabatan wanita. "Mungkin aneh untuk meneleponnya tanpa alasan, tapi orang-orang pasti mengerti," ujarnya. Setelah bisa menelepon teman Anda, pastikan untuk mengatur waktu dan tanggal untuk telepon lain atau pertemuan, ujarnya.

5. Lakukan sesuatu yang baik dan tak terduga

Mengirimkan hadiah buatan tangan atau kue favoritnya, mempersiapkan kejutan kecil, bisa memiliki efek besar dalam menghidupkan kembali persahabatan, terutama dengan seseorang yang Anda pernah anggap sebagai sahabat baik.

"Ini akan membuka hati teman Anda untuk Anda, yang akan melanjutkan persahabatan," ujar Chua. Hanya saja, jangan berlebihan. Kirimlah sesuatu yang tidak terlalu mahal.

6. Gelar pesta makan malam
Ada kemungkinan lebih dari satu teman Anda yang datang, sehingga mengundang sejumlah orang bisa memulai kembali beberapa persahabatan sekaligus, ujar Nelson. Biarkan teman-teman Anda tahu betapa mereka berarti bagi Anda dengan "makan malam ucapan terima kasih," ujarnya menyarankan. Pertimbangkan untuk mengundang orang yang saling mengenal satu sama lain, seperti beberapa mantan rekan kerja.

7. Undang dia menghadiri acara bersama-sama

Memiliki tiket tambahan untuk konser, pesta atau membaca buku? Membawa teman Anda untuk sebuah pertemuan bisa lebih santai dan tidak menakutkan seperti pertemuan satu lawan satu. "Hal itu akan mengurangi tekanan dan memungkinkan Anda berdua bersantai di lingkungan yang berkelompok," jelas Chua.

Daripada melompat ke diskusi serius mengapa Anda berpisah, Anda akan bersosialisasi dengan orang lain atau menikmati beberapa hiburan, yang dapat membuat reuni Anda tidak terlalu canggung.

8. Coba pengalaman baru

Menciptakan kenangan menyenangkan bersama-sama adalah cara yang pasti untuk menghidupkan kembali persahabatan, ujar Chua. Kirim email ke teman Anda untuk bertemu dan sarankan daftar kegiatan untuk saling mendekatkan.

Beberapa ide seperti: bermain paintball, panjat tebing, mengambil pelajaran tari dan pergi trekking, ujar Chua. "Itu adalah cara yang bagus untuk belajar hal-hal baru tentang teman Anda dan menemukan kesamaan baru untuk lebih akrab."

Tujuh Tanda Playboy Sejati

Kami bertanya kepada Chiara Atik, pakar kencan di HowAboutWe.com dan pengarang “Modern Dating: a Field Guide” tentang tanda-tanda seorang playboy. Ini dia jawabannya:

1. Jauh di mata, jauh di hati
Jika seorang pria tulus menyukai Anda, dia membuat rencana-rencana konkret dan menindaklanjutinya. Seorang playboy hanya tertarik kepada Anda saat Anda berada di dekatnya secara fisik.

2. Anda tidak pernah bertemu teman-temannya
Tanda peringatan: Jika dia memiliki banyak teman wanita, dia tidak akan mengenalkan Anda ke teman-teman dekatnya. Sebab kalau hal itu dilakukan, mungkin saja salah satu temannya membocorkan bahwa Anda bukan satu-satunya wanita.

3. Dia marah Anda tiba-tiba menelepon
Jika Anda menelepon dia tanpa memberitahu lebih dulu dan dia marah, berhati-hatilah. Itu mungkin saja karena dia sedang bersama wanita lain dan tidak mengetahui bagaimana menjelaskan telepon Anda kepada wanita lain tersebut.

4. Dia tidak bisa berhenti mengirim SMS saat bersama Anda
Playboy biasanya pintar membuat Anda merasa mendapat perhatian penuh. Namun, jika dia lebih fokus kepada teleponnya, itu mungkin tanda ada wanita lain.

5. Dia menerima telepon di ruangan lain
Jika dia mengatakan, “Hei, maaf, aku harus mengangkat ini,” itu bukan masalah besar. Namun, pria yang selalu keluar untuk menerima telepon atau mengecek teleponnya dan mengabaikan panggilan, itu merupakan tanda penting.

6.  Dia sering keluar bersama “seorang teman”
Kadang dia akan mengatakan, “Aku pernah ke restoran ini bersama temanku,” tapi Anda tahu itu adalah sebuah restoran romantis dengan harga mahal. Jelas, ada yang tidak beres dengan hal itu.   

7.  Anda merasa ada yang aneh
Sering kali wanita mengetahui ketika ada sesuatu yang mengkhawatirkan, tapi kita cenderung berpikir positif tentang pria. Ikuti insting Anda. Jika dia mencurigakan, berarti dia mungkin memang mencurigakan.

[Source : yahoo.news]

8 January 2013

Tipe Sahabat Pria Layak Jadi Pacar

Di antara sekian banyak sahabat pria Anda, tujuh tipe ini layak dipertimbangkan menjadi kekasih.

1. Si pemuji.
Si dia tidak memberi Anda bunga mawar atau melontarkan rayuan gombal. Tapi sahabat yang satu ini selalu tahu caranya untuk membuat hati berbunga-bunga dengan pujiannya. Dia takkan ragu memuji penampilan Anda dan selalu menjadi orang yang membesarkan hati ketika Anda sedih atau patah hati.

2. Si serba tahu.
Pintar, wawasannya luas, tak ketinggalan zaman. Ngobrol dengan sahabat yang satu ini seperti tak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Ada saja topik seru yang bisa bikin Anda antusias menyimak baik-baik update terbaru darinya. Mulai ngobrol musik hingga politik ia bisa tetap asyik. Anda bisa lupa waktu jika mengobrol bersamanya.

3. Si humoris.
Tak cuma perkataannya, tingkahnya pun kadang bergitu ajaib dan bikin Anda tertawa lebar. Bersama sahabat yang satu ini semuanya serba santai dan happy. Si dia selalu bisa diandalkan ketika Anda sedang mengalami hari buruk, bosan, sedih, dan butuh dihibur. Biasanya dia juga punya selera humor yang tinggi, kreatif, dan selalu berpikir out of the box. Menghabiskan waktu bersamanya membuat Anda selalu ceria.

4. Si petualang.
Jika sedang bersamanya, semua terasa berwarna dan berkesan. Jiwa petualang yang tinggi selalu membuat Anda tertantang untuk keluar dari zona nyaman. Bisa saja tiba-tiba dia mengajak Anda outbond, atau mencari buku tua di pasar loak.

Selalu ada keseruan dan kejutan yang membuka mata Anda untuk mengeksploraso bakat yang dimiliki. Pokoknya, untuk urusan bersenang-senang dan mencari pengalaman baru, dia akan menjadi teman mengasyikkan. Di jamin, hubungan Anda tak akan terasa monoton dan membosankan, karena dia selalu mempunyai sejuta idea untuk dilakukan bersama.

5. Si pintar jago gadget.
Gadget tiba-tiba hang? Sebelum panik datang, Anda selalu tahu apa yang harus dilakukan yaitu menghubungi si sahabat. Pria tipe ini bagaikan kamus teknologi berjalan yang selalu menjadi orang pertama yang Anda ingat ketika sedang kesulitan dengan hal-hal berbau teknologi. Selain pintar ia juga mudah berteman, Tak heran kalau dia aktif di jejaring sosial. Saat sedang bosan, ia juga bisa menjadi teman chatting yang seru, karena banyak update informasi terbaru darinya.

6. Si tulus.
Tersinggung ketika mendapat kritik? Tetapi tidak bila datangnya dari sahabat yang satu ini. Dia selalu jujur mengutarakan tentang diri Anda baik positif atau negatif, benar atau salah, tanpa membuat Anda merasa dihakimi. Dia selalu menginginkan yang terbaik untuk Anda, dan tulus mendukung ketika bimbang, atau mengalami kegagalan. Dia paling mengerti dan berteman secara tulus tanpa maksud tersembuyi. Dia juga bukan tipe sahabat yang egois, posesif, dan bisa menerima Anda apa adanya.

7. Si spontan yang santai.

Gayanya sangat santai, termasuk pola pikirnya. Sahabat yang satu ini tak suka hal-hal rumit. Walau tak banyak  berkata-kata ia bisa membuktikan dengan tindakan. Misalnya, jika Anda sakit, ia takkan bermanis-manis dengan mengatakan "Cepat sembuh ya". Tapi ia akan menunjukkan dengan aksi nyata, langsung datang ke rumah, membawakan sup hangat, bubur, atau lainnya. Sikapnya cenderung spontan, macho dan sigap melindungi Anda. Dia juga bukan tipe pencemburu jadi sangat nyaman bersama dengannya.


[Source : majalah chic]


4 January 2013

"Bullying" Akibatkan Perubahan Gen

Ilustrasi - Bullying
"Bullying" atau penganiayaan yang biasanya dilakukan oleh anak sekolah kepada temannya bukan hanya mengakibatkan luka fisik, tetapi juga terjadinya perubahan gen. Sebuah studi membuktikan adanya perubahan gen ini pada anak kembar identik yang salah satunya menjadi korban "bullying" di sekolahnya, sedangkan yang lainnya tidak.

Perubahan gen ini dipicu oleh regulasi "mood", demikian menurut para peneliti. "Karena mereka adalah kembar identik yang tinggal dalam kondisi lingkungan rumah yang sama, perubahan gen ini bukan disebabkan oleh faktor keturunan ataupun lingkungan rumah," ujar seorang peneliti Isabelle Ouellet-Morin.

"Hasil penelitian kami ini menunjukkan bahwa menjadi korban bullying adalah sebab dari perubahan ini," tambahnya.

Para peneliti dari Université de Montréal mengatakan, perubahan ekspresi gen dapat membuat anak yang menjadi korban "bullying" menjadi lebih cenderung untuk mengalami gangguan mental ketika mereka tumbuh dewasa. Ouellet-Morin dan timnya meneliti pada 28 pasangan anak kembar indentik yang lahir sejak tahun 1994 hingga 1995 dalam riset bertajuk British Environmental Risk (E-Risk) Longitudinal Twin Study.

Anak kembar ini salah seorangnya menjadi korban "bullying", sementara lainnya tidak. Kemudian para peneliti menganalisa metilasi DNA SERT dari anak-anak itu. SERT adalah gen yang bertanggung jawab dalam regulasi serotonin. Sedangkan serotonin adalah neurotransmitter yang melibatkan regulasi "mood" dan depresi.

Studi yang dimuat dalam jurnal Psychological Medicine ini mengungkapkan, anak yang menjadi korban "bullying" teman-teman di sekolahnya memiliki gen metilasi DNA SERT lebih tinggi pada usia 10 tahun, daripada saudaranya yang tidak menjadi korban. Selain itu, anak dengan gen metilasi DNA SERT yang lebih tinggi lebih cenderung memiliki masalah dalam interaksi sosial dan tingkah laku yang lebih agresif.

[Source : Medicall Daily]

19 December 2012

Mengusir Prilaku yang Menjengkelkan Orang Lain

Semua orang memiliki kebiasaan buruk. Dan sebagian besar dari mereka mengalami kesulitan untuk menghentikannya. Bahkan tak sedikit yang melakukannya tanpa menyadarinya. Artinya, kebiasaan tersebut sudah menjadi gerakan refleks buat mereka.

Ilustrasi

Itulah sebabnya langkah pertama untuk mengusir kebiasaan buruk adalah mengakui bahwa Anda melakukan hal yang tidak baik. Akui pula tingkah polah Anda bisa membuat orang sekitar jengkel. Berikut adalah strategi melenyapkannya.

1. Menggigiti kuku 
 James Claiborn, PhD, penulis The Habit Change Workbook: How to Break Bad Habits and Form Good Ones, menyarankan untuk selalu mengindentifikasikan setiap kejadian sebelum Anda mulai menggigit kuku. Jika Anda mulai menarik tangan ke arah mulut, segera kepalkan tangan Anda selama beberapa menit. Nah, jika Anda membuat membuat kemajuan mengubah perilaku ini, manjakan diri Anda manikur.

2. Membunyikan buku-buku jari
Kadang tidak hanya meretakkan buku-buku jari, bisa saja tulang leher, atau gigi-gigi Anda. Meskipun Anda mungkin menyukai sensasinya, tapi hormatilah orang-orang yang ngilu mendengarnya.  Dr. Claiborn merekomendasikan untuk mengandalkan "perilaku bersaing". Seperti meninju telapak tangan yang lain. Catat setiap kemajuan yang Anda lakukan dengan mengganti kebiasaan yang lain. Bila Anda kambuh, ingat-ingat kembali alasan Anda melakukannya. Dengan mengetahui alasan Anda melakukannya, akan membantu Anda untuk fokus menghentikan kebiasaan tersebut saat terjebak dalam kondisi yang membuat Anda ingin membunyikan buku-buku jari.

3. Membuat bunyi-bunyian dari permen karet
Sekali lagi, Anda mungkin sangat menikmati suara - suara tersebut, tapi hal tersebut bisa mengjengkelkan orang yang mendengarnya. Solusi dari kebiasaan ini adalah dengan menghindari permen karet. Jangan pernah menyentuhnya lagi. Sebab jika ada permen karet dalam mulut Anda, akan sulit untuk menahan godaan tersebut. Jika Anda merasakan kehilangan sebuah kegiatan menyenangkan tanpa permen karet, mulailah bernapas dalam-dalam dan latihan relaksasi. Di sisi lain, jika alasan Anda mengunyah permen karet untuk menyegarkan napas, ganti saja dengan pemen mint.
 
4. Tidur tanpa membersihkan wajah
Sering kelelahan hingga langsung tertidur pulas, dan kerap melewatkan ritual membersihkan wajah? Solusinya adalah cleansing wipes. “Taruh saja tissue pembersih wajah disamping tempat tidur, sehingga setidaknya Anda bisa menghapus make-up sebelum terlelap,” saran Yael Varnado, MD, yang menjawab pertanyaan kesehatan di AskDoctorV.com. Atau membuat ritual sebelum yang menenangkan. Seperti saat tiba dari rumah putar musik yang menenangkan dan mulailah menggunakan produk wajah, pembersih dan pelembab favorit Anda. Perlu motivasi lebih untuk menghapus riasan di malam hari? Tidur dengan itu di dapat menyebabkan jerawat dan keriput, karena kulit mengering  di sekitar mata Anda.


5. Suka menginterupsi
Anda mungkin hanya  ingin berbagi pikiran, tetapi jika orang lain sedang berbicara, Anda harus diam mendengarkan. Tidak sopan memotong pembicaraan orang, Anda akan terdengar seperti pribadi yang kasar. "Fokus saja pada mendengarkan," kata Dr Varnado. Semakin tajam Anda mendengar seseorang, semakin sedikit Anda akan merasakan dorongan untuk menyelak. "Jika pembicara melakukan jeda untuk mengambil napas atau mengumpulkan pikirannya, jangan menggunakannya sebagai jendela untuk berbicara," tambahnya. Sebaliknya, bernapas dalam-dalam, hitung sampai sepuluh di kepala Anda dan renungkan yang dikatakan pembicara.

6. Berisik saat makan
Anda menyadari suka membuat suara saat makan, tapi tidak yakin kenapa melakukannya. Coba saja rekam sendiri untuk mengetahui jenis suara atau keributan yang Anda timbulkan saat makan. Apakah suara- suara sendawa kecil, berdehem, atau membuat suara mengisap dengan lidah Anda. Menemukan suara tertentu membantu Anda fokus pada solusi. Dengan begitu Anda dapat mengontrolnya. Misalnya dengan mengunyah lebih lambat, mengunyah dengan potongan kecil atau fokus menjaga mulut Anda tertutup saat makan.

7. Sering terlambat
Menaklukkan kebiasaan ini memerlukan motivasi yang kuat. Begitu pendapat  Ken Lindner, penulis Your Killer Emotions. Ini membutuhkan komitmen yang kuat dari dalam diri Anda. Tanyakan kepada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut: apakah Anda menghargai waktu orang lain? Atau apakah Anda ingin dianggap sebagai orang yang bijaksana dan profesional? Ketika Anda memutuskan untuk mengubah, mulailah dengan memvisualisasikan kedatangan Anda pada menit 5-10 lebih awal dari jam kerja. Atau cobalah menuliskan janji datang 15 menit sebelum waktu yang dijadwalkan.

8. Mengintip telepon orang
Jika di sebelah Anda sedang BBM-an, apakah Anda mempunyai refleks untuk mengintip dan ikut membaca. Stop! Tindakan tersebut melanggar privasi mereka! Bayangkan bagaimana Anda akan bereaksi terhadap seseorang yang mengintip chatting pribadi Anda di mobile. Rasa malu kemungkinan besar akan mendorong Anda  menghentikan perilaku ini. Jika itu tidak cukup, mulailah mendaftar ke situs yang membantu merubah kebiasaan buruk seperti HabitForge.com, yang mengirimkan email setiap hari untuk menngecek kemajuan Anda.

9. Berbicara keras di telepon genggam
Pertimbangkan hal yang mungkin terjadi jika percakapan Anda bocor ke orang yang salah. Skenario buruk lain pembicaraan Anda tiba-tiba diposting di Facebook atau Twitter. Apakah Anda akan kehilangan klien besar atau hubungan intim? Ketika Anda berada di tempat umum, Anda tidak tahu siapa yang mungkin mendengarkan atau mengatur arah potongan-potongan percakapan Anda. Ingatkan diri Anda untuk selalu menerima telepon di ruang lebih pribadi agak menjauh dan jaga suara Anda.

10. Mudah gelisah
Bila Anda termasuk orang yang suka menggerak-gerakan kaki, tangan atau berjalan mondar-mandir saat gelisah, hal ini juga sering menimbulkan ketidaknyamanan orang sekitar. “Mudah cemas dan gelisah dapat dinilai sebagai tanda kelemahan,” kata Lindner. Untuk mengatasinya cukup mudah,  jika Anda berdiri, bayangkan saja tubuh tangan atau kaki Anda kaku tak bisa bergerak. Jika Anda duduk di meja, letakkan tangan Anda di lutut di bawah meja atau melipatnya di atas permukaan. Lalu berkonsentrasi untuk tidak memindahkan atau menggerakan tubuh.

[Source : womanday]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month