Share Info

16 January 2020

Efek Malas Bercinta bagi Kesehatan, Padahal Punya Pasangan

Rutin berhubungan seksual dengan pasangan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Bagi kamu yang rutin bercinta, setidaknya seminggu sekali dipercaya dapat memperpanjang usia lho.
Ilustrasi : Bercinta

Tapi bagaimana jika kamu tidak melakukan hubungan seks yang teratur atau tidak melakukannya sama sekali? Beberapa efek kesehatan mungkin ditimbulkan karena kamu malas bercinta. Berikut beberapa faktanya, dirangkum dari The Health:

1. Akan ada penurunan libido
Beberapa orang mungkin akan mengalami kehilangan gairah bercintanya. kehilangan gairah bercinta juga ikut menyebabkan penurunan kadar libido di tubuh.

"Untuk beberapa orang yang menahan diri dari seks , mereka mulai merasa lamban dengan vitalitas dan kurang gairah untuk bercinta," kata Sari Cooper, LCSW, terapis seks bersertifikat.

2. Kamu mungkin merasa lebih sedih
Saat kamu mulai berhenti berhubungan seks dengan pasangan, suasana hatimu mungkin saja menjadi lebih sedih. Hal ini kerena seks adalah bagian fisik juga bagian mental. Ketika orang berhubungan seks, mereka bisanya melakukan kontak fisik dan ini adalah cara terbaik manusia untuk menghibur satu sama lain.

Menurut Cooper, hubungan seksual memberi pasangan lebih banyak sentuhan dan dapat mengatur suasana hatinya melalui pelepasan hormon oksitosin. Meski ada keterkaitan antara aktivitas seks dan mental, ini bukan hubungan sebab akibat.

"Jika kamu adalah orang yang sehat dan kamu berhenti berhubungan seks, kamu tidak akan menjadi depresi karenanya," kata Lauren Streicher, MD, penulis Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever Ever.

3. Pelumasan berkurang
Bagi wanita yang lebih tua, vagina juga bisa mengalami kesulitan dilumasi saat berhubungan seks. Ini berarti jika kamu dan pasangan jarang berhubungan seks, kemungkinan melakukannya kembali akan sulit dilumasi. Hal ini mungkin akibat bertambahnya usia membuat berkrangnya hormon estrogen.


[source : https://health.detik.com]

Kenapa Anak Perempuan Lebih Dekat dengan Ayahnya

Ilustrasi anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya
Tanpa disadari, biasanya seorang anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya. Bukan berarti tidak cinta dengan ibu, hanya saja porsi pada ayah lebih besar karena beberapa hal.

Apa saja? Ini dia alasan-alasan yang membuat anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya:

1. Sosok Superhero
Bagi seorang perempuan, sang ayah adalah pahlawan. Kepada ayahlah biasanya seorang anak perempuan meminta perlindungan. Secara fisik pun, ayah dapat lebih diandalkan daripada ibu saat menghadapi permasalahan yang mengandalkan fisik.

2. Tidak mengekang
Seorang ayah kebanyakan bersikap easy going. Sifat ayah yang memberikan kebebasan pada anaknya serta tak banyak aturan membuat anak perempuan dekat dengan ayahnya. Padahal, anak perempuan tak sadar bahwa seorang ayah juga memiliki kepedulian yang tinggi. Terlebih ketika si anak perempuan telah memiliki kekasih.

3. Lebih lembut pada anak perempuan
Berkebalikan dengan sifat seorang ayah yang keras pada anak lelaki, pada anak perempuan justru sikapnya lebih lembut. Hal ini dikarenakan anggapan bahwa anak perempuan harus dilindungi dan tak boleh dikasari. Sedangkan seorang ibu justru menuntut anak perempuan mesti bisa memasak, mengurus rumah, dan hal lainnya. Hal inilah yang membuat anak perempuan jadi lebih dekat pada sang ayah.

4. Lebih mengandalkan logika ketimbang emosi
Perbedaan mendasar antara pria dan wanita adalah pria lebih mengutamakan logika dalam mengambil keputusan. Hal ini membuat anak perempuan memiliki opsi lain saat mencari jalan keluar akan masalah yang ia hadapi.

5. Mengajarkan mandiri
Kedudukan seorang ayah sebagai kepala keluarga membuat ia biasa bekerja keras. Secara tidak langsung, hal inilah yang membuat seorang anak perempuan kagum pada ayahnya dan menjadikannya lebih dekat pada sang ayah. Kerja keras dan kemandirian tersebut secara tidak langsung akan dirasakan oleh sang anak ketika ia dewasa.

6.Bisa jadi teman curhat yang asyik
Saat membahas masalah percintaan, seorang ayah akan memberikan pandangannya dari sudut pandang seorang pria. Hal ini berbeda dari ibu yang lebih mengutamakan bagaimana seharusnya perempuan bersikap.

Source :[kaskus.co.id]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month