Share Info

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

22 November 2022

Duka Gempa di Cianjur hingga Puluhan Orang Hilang Nyawa

Gempa magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur Jawa Barat kemarin. Puluhan orang meninggal usai gempa kuat itu. 

Gempa terjadi pukul 13.21 WIB, Senin (21/11/2022). Gempa Cianjur, Jabar juga terasa kuat di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok hingga Tangerang Selatan (Tangsel). 

 Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gempa tersebut diduga akibat pergerakan Sesar Cimandiri. 

 "Diduga ini merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri jadi bergerak kembali," ujar Dwikorita. Dia menjelaskan, gempa itu berpusat di sekitar Sukabumi-Cianjur. Menurut penjelasan Dwikorita, gempa tersebut terjadi akibat patahan geser. 

 "Merupakan gempa yang diakibatkan patahan geser dengan magnitudo 5,6," ujarnya. 

  62 Warga Tewas 



BNPB mencatat gempa M 5,6 di Cianjur menelan puluhan korban jiwa. Per tengah malam tadi, data korban tewas usai guncangan gempa Cianjur belum berubah. 

 "Angka BNPB 62 jiwa meninggal dunia," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, kepada detikcom. 

Data korban tewas pascagempa Cianjur sempat simpang siur. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam jumpa persnya menyampaikan ada 162 orang meninggal.



BNPB meluruskan ada kesalahan pencatatan petugas di lapangan sehingga muncul angka 162 korban meninggal dunia di catatan BPBD Jawa Barat. Ini dipastikan Muhari setelah dia menggali informasi dari Pusat Pengedalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Barat.

Awalnya, petugas BPBD Provinsi menerima laporan lisan dari perangkat desa ke BPBD Cianjur. Laporan lisan itu menyebutkan terdapat kurang lebih 100 unit rumah hancur dan kurang lebih 100 orang meninggal dunia.

Angka 'kurang lebih 100 jiwa meninggal dunia' dinyatakan tidak diasesmen lebih lanjut. Maka muncullah angka 162 orang tewas akibat gempa Cianjur.

Per pukul 05.21 WIB, Selasa (22/11/2022) BNPB menyampaikan data korban tewas sebanyak 62 orang.

"Data tervalidasi di BNPB masih di angka 62. Kami sudah crosscheck surat tersebut, dari BPBD menyampaikan tambahan 100 korban MD belum bisa diverifikasi. Apabila ada perubahan data akan kami update lebih lanjut," demikian keterangan resmi humas BNPB.

[source : news.detik.com]


1 October 2018

Gerakan Sesar Mendatar, Ini Penyebab Gempa Besar Secara Ilmiah

Titik pusat gempa Donggala. (Twitter/ @BMKG)
Gempa besar baru saja terjadi di Palu dan Donggala yang disebabkan oleh sesar Palu Koro. Menurut BMKG, gempa sebesar 7,7 SR (Skala Richter) disebabkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip).

Laporan terbaru dari BNPB pada hari Minggu (30/09/2018) siang menyatakakan bahwa korban meninggal telah mencapai 832 orang.

Korban meninggal terdiri dari Palu sebanyak 821 orang sedangkan gempa dari Donggala 11 orang. Kebanyakan korban ditemukan meninggal karena tertimpa bangunan roboh dan diterjang tsunami.

Gempa yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018, jam 17.02 WIB di lokasi 0.18 LS dan 119.85 BT (26 kilometer dari Utara Donggala Sulawesi Tengah) merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi terbagi menjadi tiga yaitu gempa bumi dalam (kedalaman lebih dari 300 km), gempa bumi menengah (60-300 km), dan gempa bumi dangkal (kurang dari 60 km).

Gempa bumi dalam biasanya tidak terlalu bahaya dan gempa bumi menengah akan menimbukan kerusakan ringan.

Sementara gempa bumi dangkal (seperti gempa Palu) merupakan gempa bumi yang biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Ilmuwan yang tergabung dalam USGS menjelaskan dalam situs resminya bahwa kebanyakan gempa bumi terjadi karena pergerakan atau tumbukan antara lempengan bumi.

Berikut pembagian penyebab gempa besar karena pergerakan/tumbukan lempengan bumi:


1. Normal Fault (Sesar Normal)

Pergerakan Sesar Normal. (USGS)
Normal Fault terjadi apabila dua lempengan bergerak secara relatif antara satu dengan yang lain. Pergerakan yang ada menimbulkan patahan jatuh ke bawah. Biasanya gempa ini banyak terjadi di masa lalu dan menghasilkan sebuah tebing yang ada pada saat ini.

2. Reverse Fault (Sesar terbalik)

Pergerakan Sesar Terbalik. (USGS)
Peristiwa Reverse Fault merupakan kebalikan dari Normal Fault. Saat lempengan saling bergerak dan bertubrukan satu sama lain, lempengan dengan kekuatan tertinggi akan mendorong secara vertikal ke atas. Sama seperti sesar normal, sesar terbalik juga menghasilkan patahan.

3. Strike Slip Fault (Sesar mendatar)

Pergerakan Sesar Mendatar. (USGS)

Ketika dua peristiwa di atas menghasilkan patahan, gerakan Strike Slip Fault atau sesar mendatar tak menghasilkan patahan vertikal.

Lempengan akan bergerak secara mendatar dan berdampingan. Berbeda dengan gerakan sesar yang bergerak vertikal seperti di atas, sesar mendatar akan bergerak secara horisontal.

Lapisan batuan di bawah permukaan belum bergerak naik atau turun di kedua sisi sesar. Gempa palu merupakan jenis ini.

Gempa besar bermacam-macam kekuatannya. Gempa bumi yang disebabkan karena Normal Fault (sesar normal) umumnya lebih kecil dari 7 SR.

Untuk setiap peningkatan unit magnitudo, ada peningkatan sekitar 30 kali lipat energi yang dilepaskan.

Misal gempa bumi berkekuatan 6.0 SR melepaskan 30 kali lipat energi daripada gempa berkekuatan 5.0 SR. Sementara gempa 7.0 SR berkekuatan 900 (30x30) kali lipat dari gempa berkekuatan 5.0 SR.

Jika kamu pernah merasakan gempa 5.0 SR, bisa kamu bayangkan betapa kuatnya gempa Palu.

Sementara gempa 8,6 SR akan melepaskan jumlah yang sama dengan 10.000 bom atom Perang Dunia II.

[Source : www.hitekno.com]

24 September 2014

Mengaku Presiden Termiskin, Soekarno Royal Terhadap Istrinya

Keluarga Soekarno baru-baru ini menggugat penyerobot tanah milik presiden Indonesia pertama itu di daerah Puncak, Bogor. Sebelumnya saat Megawati Soekarnoputeri menjabat Wakil Presiden, Puri Bima Sakti di Batutulis atau dikenal juga Istana Batutulis yang sempat dirampas Sekretariat Negara dikembalikan kepada keluarga Soekarno atas instruksi Presiden Abdurrahman Wahid.

Soekarno ternyata punya banyak tanah dan properti. Padahal, Soekarno dalam biografinya, mengaku gajinya ketika itu hanya $200 per bulan.

Jumlah yang menurut dia tak cukup memenuhi kebutuhan keluarganya. “Adakah seorang kepala negara lain yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya?” kata Soekarno.

Namun itu bukan berarti kehidupan Soekarno morat-marit. Bahkan istri termuda Soekarno, Heldy Djafar, menceritakan sang proklamator itu royal dalam memanjakan dia.

Heldy menceritakannya dalam buku Heldy; Cinta Terakhir Bung Karno.

Berikut ini nukilannya:

Heldy Djafar masih ingat hadiah perhiasan yang pertama dibelikan Soekarno. Sepulangnya dari kunjungan ke Mesir, Soekarno membawakan satu set perhiasan bermata pirus yang ditempatkan di kotak berlapis beledu. “Indah sekali,” kata Heldy.

Soekarno bertemu Heldy pada 1964 ketika ia menjadi barisan Bhinneka Tunggal Ika, yakni deretan perempuan berbaju daerah. Ketika itu mereka menyambut Tim Piala Thomas yang membawa piala ke Istana.

Kepincut dengan gadis 18 tahun ini, setahun setelahnya Soekarno bertandang ke rumah Heldy. Selain mengajak makan ke luar, sang presiden juga memberinya kotak hadiah berisi jam tangan Rolex.

Berstatus kekasih Soekarno, Heldy dibelikan rumah di Jalan Cibatu yang sekarang dikenal dengan Jalan Djoko Soetono. Rumah seluas 600 meter persegi dengan empat kamar plus satu kamar khusus buat Bung Karno.

Selain rumah, Heldy juga mendapat mobil Holden Premier.  Ajudan Soekarno, Zaenal, membujuk Heldy agar mengganti mobil itu dengan versi yang lebih baru. Sesuai saran Zaenal, ia meminta dibelikan mobil Admiral.

“Dik, kau tidak pantas naik Admiral, sebaiknya Mercedes,” kata Soekarno. Esoknya sedan Mercedes-Benz 220S warna hitam sudah terparkir di rumah Jalan Cibatu.

Demi mendekati Heldy, Soekarno juga memanjakan keluarga kekasihnya itu. Kakak Heldy, Ruslan Djafar, mendapat sedan Mercedes-Benz 220 buatan 1964. Di kemudian hari, pada 1966, Soekarno mengurus mereka naik haji.

Selain di rumah Jalan Cibatu, Heldy juga sesekali menemui Soekarno di Wisma Negara yang berada di sisi barat Istana Merdeka. Jika keduanya bertemu atau Soekarno mengirim ajudannya, biasanya Heldy dimanjakan dengan rupa-rupa hadiah. Perhiasan, jam, minyak wangi, berlembar-lembar kain batik, dan bahan kebaya.

Jika pemberian itu dititip lewat ajudan, Soekarno biasanya menuliskan pesannya pada secarik kertas berkop presiden atau sekretariat negara. Jika hanya mengirim uang, ia menulis: “Heldy dear, a little money for the household. Soekarno.”

Kesempatan lain jika disertai hadiah, Soekarno menulis: “Dear Dik Heldy, I am sending you some dollars, Miss Dior, Diorissimo, Diorama,” dan ia menambah, “Of course, also my love. Mas Soekarno.”

Peristiwa G30S pada 30 September 1965 pun tak membuat Soekarno berhenti mencurahkan perhatian buat Heldy. Pada 3 Desember 1965, Soekarno menyuruh Heldy dan keluarganya berjalan-jalan ke Hong Kong dan Jepang. Tak lupa ia memberi uang saku buat plesir itu.

“Kau selama ini tegang menanti dan memikirkan aku, pergilah kau berlibur, tapi jangan lama-lama,” kata Soekarno seperti ditirukan Heldy. “Kalau dirimu senang, aku juga senang, bawalah kakak-kakakmu.”

Sepulang dari Jepang, rupanya ada pemberian besar menantinya. Sembari melihat-lihat foto wisata ke luar negeri itu, Soekarno menyanjung kecantikan Heldy.

“Dik, kau cinta terakhirku, tapi tolong jangan kau mainkan aku,” ujarnya. “Kau mau tidak kuangkat namamu?”

Soekarno mengatakan, ia akan memberikan tanah seluas 4000 meter persegi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Ia menyuruh Heldy membangun gedung Serikat Dagang Kalimantan yang nantinya jadi pusat penjualan dan kegiatan yang berhubungan dengan Kalimantan.

Gedung itu, kata Soekarno, buat simpanan di hari tua Heldy. Ia yakin sebelum jadi bangunannya pun sudah banyak yang akan menyewa ruangannya.

“Nanti aku yang meletakkan batu pertamanya,” kata Soekarno. “Kau menjadi direktris, baru kau di situ diekspos sebagai istriku.”

Pada 11 Juni 1966, Soekarno menikahi Heldy di Wisma Negara. Akad nikah itu disaksikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Agung Idham Chalid dan Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri, ayah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Lantas dari mana tanah yang dijanjikan Soekarno itu jika dia sering menyatakan tak punya banyak uang. Saudara Heldy, Erham, bercerita, Soekarno meminta Gubernur Jakarta Mayjen Soemarno Sosroatmodjo mencarikan lahan itu.

“Dalam waktu dua minggu sertifikat tanah itu keluar,” kata Erham. “Sayangnya pada 1966 tidak ada investor jadi, ya, sampai sekarang tidak terwujud Kalimantan Center itu.”

17 September 2014

Terlahir dengan Kepala Terbalik, Claudio Sukses Taklukkan Dunia

Claudio Vieira de Oliveira (37) terlahir dalam kondisi tak lazim yang membuat kepalanya dalam posisi terbalik.
Claudio Vieira de Oliveira terlahir dengan leher terlipat ke belakang. Alhasil, pria ini harus menjalani hidupnya dengan posisi kepala yang terbalik.

Namun, kondisi fisik yang bahkan membuat dokter yakin bahwa Claudio tak akan berumur panjang tidak membuat pria itu menyerah. Di tengah keterbatasannya, kini Claudio meraup sukses dalam kehidupannya.

Claudio (37) tak hanya terlahir dengan leher melipat ke arah punggung, kakinya juga tak sempurna. Demikian pula dengan kedua tangannya yang nyaris tak berfungsi.

Saat baru lahir, para dokter menyarankan ibunya agar berhenti memberinya makan karena para dokter yakin bahwa peluang Claudio untuk bertahan hidup sangat tipis.

Namun, kenyataannya, Claudio yang berasal dari Monte Santo, Brasil, itu tak hanya berumur panjang, tetapi bisa mengatasi segala kekurangannya. Bahkan dia menyelesaikan pendidikannya sebagai akuntan dan sukses menjadi seorang pembicara.

"Sejak kecil, saya selalu menyibukkan diri dengan berbagai hal. Saya tak suka bergantung pada orang lain," kata Claudio.

"Saya belajar menyalakan televisi, menjawab telepon, menyalakan radio, serta menggunakan internet dan komputer. Semua saya lakukan sendiri," tambah dia.

Bagaimana Claudio mengerjakan semua itu? Dia mengetik dengan menggunakan telepon yang digigit, mengoperasikan telepon dan mouse komputer menggunakan bibirnya, serta menggunakan sepatu khusus yang membuatnya bisa berjalan-jalan keliling kota.

Soal masa kecil Claudio, sang ibu Maria Jose memiliki banyak kenangan, termasuk prediksi dokter yang yakin bahwa putranya itu tak berumur panjang.

"Semua orang mengatakan bayi itu (Claudio) akan meninggal karena saat lahir dia kesulitan bernapas. Beberapa orang bahkan mengatakan Claudio tak usah diberi makan karena dia sudah sekarat," ujar Maria Jose.

Namun, Maria Jose tak mendengarkan ucapan orang-orang itu. Keteguhan Maria terbayar ketika kini Claudio menjalani hidup penuh kesuksesan.

"Kini yang saya rasakan adalah kebahagiaan. Claudio sama dengan orang lain, itulah cara saya membesarkannya di rumah ini," kata Maria.

"Kami tak pernah berusaha mengubah tubuhnya dan selalu menginginkan dia melakukan banyak hal normal seperti orang lain," lanjut dia.

Hidup sukses

Mirror Claudio Vieira de Oliveira saat menjadi pembicara di hadapan para mahasiswa Universitas Feira de Santana, Bahia, Brasil.


Dengan cara mendidik seperti itu, kata Maria, Claudio tumbuh dengan rasa percaya diri dan tak pernah malu dengan dirinya sendiri. "Saat berusia delapan tahun, Claudio yang awalnya selalu digendong ke mana-mana mulai berjalan dengan lututnya," kenang Maria.

Akibatnya, keluarga harus mengganti lantai rumah sehingga Claudio bisa berjalan di dalam rumah tanpa harus mencederai dirinya sendiri.

Semua tempat di rumah itu dibuat untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik Claudio. Tempat tidurnya, semua stop kontak, dan lampu dibuat lebih rendah sehingga dia bisa melakukan semuanya tanpa bantuan orang lain.

Dengan bentuk tubuhnya yang tak lazim ini, bahkan Claudio tak bisa menggunakan kursi roda. Namun, dia memohon kepada ibunya agar diizinkan bersekolah dan belajar dengan anak-anak lainnya.


Belakangan, para dokter mendiagnosis kondisi Claudio sebagai congenital arthrogryposis, suatu kondisi tubuh yang sangat langka. "Sepanjang hidup, saya mampu beradaptasi dengan kondisi tubuh saya. Saat ini saya tak memandang diri sebagai orang biasa. Saya manusia normal," ujar Claudio.

"Saya tak melihat dunia secara terbalik. Inilah yang selalu saya sampaikan saat saya berbicara di hadapan publik," tambah dia.

"Kini semakin mudah menghadapi publik. Saya sudah tak memiliki ketakutan dan saya bisa katakan, saya profesional, pembicara publik internasional, dan saya mendapat undangan untuk berbicara dari seluruh dunia," tambah Claudio bangga.




[Source : Mirror]

13 March 2014

Lamborghini Diangkut Polisi karena Parkir Sembarangan

Lamboghini Gallardo LP560-4 diderek paksa di Prancis


Dengan banderol harga selangit, mobil-mobil eksotis kerap kali dapat perlakuan istimewa. Tidak tertib saat berlalu lintas pun sering dianggap wajar, kemudian diabaikan. Celakanya, sang pemilik bisa jadi sangat sombong dan tidak acuh soal peraturan.

Namun, tidak demikian yang terjadi di Perancis. Kepolisian setempat tidak kenal kata "damai". Tindak tegas berlaku bagi siapa pun yang melanggar undang-undang.

Hal ini terlihat ketika polisi bersepeda motor memergoki Lamborghini Gallardo LP560-4 terparkir secara ilegal di Jalan Cote d’Azur, Cannes. Sang pemilik tidak bisa ditemui di lokasi. Oleh karenanya, tanpa pikir panjang, prosedur yang harus dilakukan selanjutnya adalah menderek supercar berkelir putih itu ke lokasi aman.

Proses pemindahan berlangsung alot. Kedua ban belakang Gallardo telah diamankan, tetapi bila ditarik paksa oleh truk derek dalam posisi nungging pasti akan membuat bemper depan bergesekan dengan aspal.
Petugas mencoba menerapkan solusi dengan menempatkan papan beroda di bawah kedua ban depan agar ada jarak yang aman antara badan mobil dan jalan. Siapa pun pemilik Gallardo ini, dia boleh sedikit lega. Pasalnya, penderekan bisa dilakukan tanpa kerusakan.

Berikut ini video aksi tegas polisi Perancis tersebut :

)

6 August 2013

Surat Komandan Taliban Pakistan untuk Malala

Adnan Rhaseed dan Melala Wousafzai
Malala Yousafzai adalah seorang gadis Pakistan yang menentang Taliban dalam memperjuangkan Islam di Pakistan. Malala dilaporkan mengalami luka akibat tembakan di kepala pada Oktober tahun lalu di barat laut Lembah Swat Pakistan.

Penembakan itu tiba-tiba menjadi sorotan dunia dan Malala diterbangkan ke Inggris untuk menjalani pengobatan. Merasa takut kembali ke Pakistan, ia kemudian menetap di Birmingham.

Pada ulang tahunnya yang ke-16, pekan lalu, yang tiba-tiba  dijadikan sebagai Hari Malala, gadis Pakistan itu dikabarkan menyampaikan pidato di PBB di New York. Dalam pidatonya, Malala memutarbalikan fakta dan menyembunyikan kebenaran, serta melemparkan fitnah seakan Taliban menembaknya lantaran ia memperjuangkan pendidikan.


Malala berpidato dalam pertemuan PBB
Malala berpidato dalam pertemuan PBB

Untuk menasehati Malala yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam, Komandan Taliban Pakistan Adnan Rasheed menulis surat kepada Malala untuk mengungkap segala kebenaran yang ia sembunyikan. Berikut adalah surat dari Komandan Adnan Rasheed untuk Malala yang diperoleh dari Channel 4.




DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
Kedamaian semoga selalu meyertai mereka yang mengikuti petunjuk-Nya

Nona Malala Yousafzai,
Saya menulis surat kepadamu dalam kapasitas pribadi saya. Ini mungkin bukan pendapat atau kebijakan Tehreek-e-Taliban Pakistan atau faksi atau kelompok jihad lainnya.

Saya mendengar tentangmu melalui layanan BBC Urdu untuk pertama kalinya, ketika saya masih di penjara Bannu. Pada waktu itu saya ingin menulis surat kepadamu, untuk menasehatimu agar menahan diri dari kegiatan-kegiatan anti-Taliban yang engkau terlibat didalamnya. Tetapi saya tidak bisa menemukan alamatmu dan saya berpikir bagaimana untuk menghubungimu dengan nama asli atau pseudo, semua emosi saya merupakan persaudaraan untukmu karena kita dari suku Yousafzai yang sama.

Sementara di penjara dan saya harus berada dalam persembunyian. Ketika kau diserang, itu mengejutkan bagi saya. Saya berharap itu tidak pernah terjadi dan saya berharap telah menasehatimu sebelumnya.
Taliban menyerangmu, apakah secara Islam itu benar atau salah, atau kau memang pantas dibunuh atau tidak, saya tidak akan membahas argumen ini sekarang, mari kita serahkan ini kepada Allah Yang Maha Kuasa, Dia adalah hakim yang terbaik.

Di sini saya ingin menasehatimu meski saya terlambat, saya berharap saya sudah menasehatimu pada masa penahanan saya dan sehingga kejadian ini tidak pernah terjadi.

Pertama-tama harap diingat bahwa Taliban tidak pernah menyerangmu karena kau pergi ke sekolah atau karena kau pecinta pendidikan. Juga harap diingat bahwa Taliban atau Mujahidin tidak menentang pendidikan bagi setiap laki-laki atau wanita ataupun anak-anak perempuan. Taliban percaya bahwa kau dengan sengaja menulis untuk menentang mereka dan menjalankan kampanye terselubung untuk memfitnah upaya mereka dalam mendirikan sistem Islam di Swat dan tulisan-tulisanmu provokatif.

Kau telah mengatakan dalam pidatomu kemarin bahwa pena lebih tajam daripada pedang, sehingga bisa dikatakan mereka menyerangmu karena ‘pedang’mu bukan karena buku-buku atau sekolahmu.

Ada ribuan gadis yang pergi ke sekolah dan perguruan tinggi sebelum dan sesudah perlawanan Taliban di Swat, bisakah kau menjelaskan mengapa hanya kau yang masuk dalam daftar mereka???

Sekarang saya akan menjelaskan kepadamu poin kedua. Mengapa Taliban meledakkan sekolah? Jawaban atas pertanyaan ini bukan hanya Taliban di KPK [Khyber Pukhtunkhwa] atau FATA [wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan] yang meledakkan sekolah tapi Tentara Pakistan dan Frontier Constabulary [korps perbatasan] juga terlibat dalam masalah ini. Alasan untuk tindakan ini adalah mereka biasa menyalahgunakan sekolah sebagai tempat persembunyian dan kamp-kamp transit yang berada di bawah kontrol Tentara Pakistan ataupun Taliban.

Pada tahun 2004 saya berada di Swat, saya meneliti tentang penyebab kegagalan revolusi pertama yang dilakukan oleh Sufi Muhammad. Saya datang untuk mengetahui bahwa FC ditempatkan di sekolah-sekolah Swat di Tehsil Matta dan FC menggunakan sekolah-sekolah sebagai kamp transit mereka dan bersembunyi di sana. Sekarang katakan siapa yang berbuat salah???

Puluhan sekolah dan perguruan tinggi yang digunakan oleh Tentara Pakistan dan FC sebagai barak mereka di FATA, kau dapat membuktikannya dengan mudah jika kau mau. Maka, saat sesuatu dianggap perlu dilakukan untuk kebaikan, ini adalah kebijakan Taliban.

Meledakkan sekolah-sekolah ketika sekolah-sekolah itu bukan merupakan tempat strategis musuh, bukanlah tindakan Taliban. Beberapa oknum pemerintah daerah mungkin terlibat untuk mengekstrak dana lebih dan lebih atas nama sekolah untuk mengisi rekening bank mereka.

Sekarang saya akan membahas poin utama yaitu PENDIDIKAN. Ini begitu mencengangkan mendengar bahwa kau berteriak-teriak untuk pendidikan. Kau dan PBB sedang berpura-pura bahwa kau ditembak karena pendidikan, padahal bukan ini alasannya, bersikap jujurlah, bukan pendidikan melainkan propagandamu lah masalahnya dan apa yang kau lakukan saat ini. Kau menggunakan lidahmu untuk mempengaruhi orang lain dan kau harus tahu bahwa jika pena lebih tajam dari pedang maka lidah lebih tajam lagi dan luka terkena pedang dapat diobati tapi luka karena lidah tidak pernah bisa terobati dan dalam perang, lidah lebih membunuh daripada senjata apapun.

Saya ingin berbagi denganmu bahwa penduduk anak benua India dahulu berpendidikan tinggi dan hampir setiap warga negaranya mampu membaca atau menulis sebelum invasi Inggris. Warga lokal dahulu mengajar para perwira Inggris bahasa Arab, Hindi, Urdu dan Persia. Hampir setiap masjid juga digunakan sebagai sekolah dan kaisar Muslim dahulu menghabiskan sejumlah besar uang untuk pendidikan. Muslim India kaya di bidang pertanian, sutra, dan goni dan dari industri tekstil sampai pembuatan kapal. Tidak ada kemiskinan, tidak ada krisis dan tidak ada bentrokan peradaban atau agama. Karena sistem pendidikan didasarkan pada pemikiran mulia dan kurikulum mulia.

Saya ingin mengajakmu melihat kutipan yang ditulis oleh Sir T.B Macaulay kepada parlemen Inggris pada tanggal 2 Februari 1835 mengenai jenis sistem pendidikan yang diperlukan penduduk anak benua India untuk mengganti sistem pendidikan Islam.

Dia menyatakan, “Kita saat ini harus melakukan yang terbaik untuk membentuk sebuah kelas yang mungkin menyambung antara kita dan jutaan orang yang kita kuasai, – sebuah kelas berdarah dan berwarna kulit orang-orang India, tetapi berkiblat pada Inggris dalam pemikiran, dalam pendapat, dalam moral dan dalam kecerdasan “.

Itu dan ini juga adalah rencana dan misi dari sistem pendidikan yang kau siap mati untuknya, di mana PBB membawamu ke kantor mereka untuk menghasilkan lebih dan lebih banyak orang berdarah Asia tetapi berkiblat pada Inggris dalam pemikiran. Untuk menghasilkan lebih dan lebih banyak orang Afrika yang berkiblat pada Inggris dalam hal berpendapat. Untuk menghasilkan lebih dan lebih banyak orang non-Inggris yang berkiblat pada Inggris dalam hal moral. Inilah yang disebut pendidikan yang dibuat oleh Obama, sang pembunuh massal, dia teladanmu bukan?

Mengapa mereka ingin membuat semua manusia \berkiblat pada Inggris? Karena orang Inggris adalah pendukung setia dan budak Yahudi. Apakah kau tahu Sir Syed Ahmed Khan, pendiri dan simbol pendidikan Inggris di India, adalah Freemason?

Kau mengatakan seorang guru, sebuah pena dan sebuah buku bisa mengubah dunia, ya saya setuju, tetapi guru yang mana, pena yang mana, dan buku yang mana? Hal inilah yang harus ditentukan, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam mengatakan saya [Rasulullah] diutus sebagai seorang guru, dan buku yang Dia kirim untuk diajarkan adalah Al-Qur’an. Jadi seorang guru yang mulia dan saleh dengan kurikulum kenabian lah yang dapat mengubah dunia, bukan dengan kurikulum setan atau sekuler.

Kau telah memberikan contoh bahwa suatu kali seorang wartawan bertanya kepada seorang pelajar dengan pertanyaan mengapa seorang Talib takut dengan pendidikan sekuler ini, ia menjawab karena seorang Talib tidak tahu apa yang ada dalam buku ini. Maka hal yang sama saya katakan kepadamu dan, melalui dirimu, kepada seluruh dunia bahwa, mengapa mereka takut dengan kitab Allah? Karena mereka tidak tahu apa yang ada di dalamnya.

Taliban ingin menerapkan apa yang ada di dalam kitab ALLAH dan PBB ingin menerapkan apa yang mereka miliki dalam buku-buku buatan manusia. Kami ingin menghubungkan dunia dengan Pencipta mereka melalui Kitab Allah dan PBB ingin memperbudak dunia untuk beberapa makhluk yang jahat.

Kau telah bicara tentang keadilan dan kesetaraan dari panggung dan institusi yang tidak adil. Tempat di mana kau berdiri menyerukan keadilan dan kesetaraan itu, di sana semua bangsa tidaklah setara, hanya lima negara jahat yang memiliki kekuatan veto dan sisa dari [lima negara itu] tidak berdaya. Puluhan kali ketika seluruh dunia menentang Israel, hanya satu veto AS sudah cukup untuk menyumpal tenggorokan keadilan.

Tempat di mana kau berbicara kepada dunia sedang menuju tatanan dunia baru, saya ingin tahu apa yang salah tatanan dunia lama? Mereka ingin membangun pendidikan global, ekonomi global, tentara global, perdagangan global, pemerintahan global dan akhirnya agama global. Saya ingin tahu apakah ada ruang untuk bimbingan kenabian dalam semua rencana global di atas? Apakah ada ruang untuk syariat Islam atau hukum Islam yang menyebut PBB tidak manusiawi dan biadab?

Kau [juga] telah berbicara tentang serangan terhadap tim polio, lantas bisakah kau menjelaskan mengapa sekretaris luar negeri Amerika Henry Kissinger, yang seorang Yahudi, mengatakan pada tahun 1973 untuk mengurangi 80% populasi dunia ketiga. Mengapa program sterilisasi [KB] dan eugenika [upaya memperbaiki ras manusia dengan membuang orang berpenyakit, cacat, lemah, dan bodoh] dijalankan di berbagai negara dalam satu cara atau cara lainnya di bawah payung PBB. Lebih dari 1 juta wanita Muslim telah disterilkan [dimandulkan] secara paksa di Uzbekistan tanpa persetujuan mereka.

Bertrand Russel menulis dalam bukunya mengenai dampak sains terhadap masyarakat, “diet, suntikan dan perintah penggabungan [program-program tersebut], dari usia yang sangat dini, untuk menghasilkan semacam karakter dan semacam keyakinan bahwa pihak berwenang mempertimbangkan kritik yang diperlukan dan setiap kritik serius akan menjadi tidak mungkin secara psikologis.” Inilah sebabnya mengapa kami memiliki reservasi pada apa yang disebut sebagai program vaksinasi polio.

Kau mengatakan bahwa hari Malala bukanlah harimu, tetapi itu adalah hari setiap orang yang telah mengangkat suara untuk hak-hak mereka, maka saya bertanya kepadamu mengapa hari seperti hari [Malala] itu tidak dideklarasikan untuk aktivis HAM AS, Rachel Corrie? Karena buldoser [yang melindas tubuhnya adalah buldoser] Israel? Mengapa hari seperti hari [Malala] itu tidak dideklarasikan untuk [Dr] Affia Siddique [yang ditangkap pada 17 Juli 2008]? Karena pelakunya adalah Amerika?
Mengapa hari tersebut tidak dideklarasikan untuk Faizan dan Faheem? Karena pembunuhnya adalah Raymond Davis?

Mengapa hari tersebut tidak dideklarasikan untuk 16 perempuan Afghan dan anak-anaknya yang tidak bersalah yang ditembak mati oleh seorang Amerika Robert Belas? Karena dia bukan seorang Talib? Saya bertanya kepadamu dan jujurlah menjawabnya, jika kau ditembak [bukan oleh Taliban] tetapi oleh serangan pesawat tak berawak Amerika, akankah dunia mendengar tentangmu? Akankah kau disebut sebagai ‘anak bangsa’?

Akankah media meributkan tentang dirimu? Akankah Jenderal Kiyani datang mengunjungimu dan akankah media dunia terus-menerus melaporkan tentang dirimu? Apakah kau akan dipanggil untuk [berpidato di] PBB? Apakah Hari Malala akan dideklarasikan?

Lebih dari 300 wanita dan anak-anak yang tak berdosa gugur dalam serangan drone [AS], tapi siapa yang peduli? Karena penyerangnya berpendidikan tinggi, anti-kekerasan, [karena mereka] orang-orang Amerika yang damai?

Saya berharap, kasih yang kau pelajari dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam harus dipelajari oleh Tentara Pakistan, sehingga mereka bisa berhenti menumpahkan darah Muslim di FATA dan Baluchistan. 

Saya berharap, kasih yang kau pelajari dari Nabi Isa [yang mereka klaim sebagai Yesus] harus dipelajari oleh Amerika Serikat dan NATO, sehingga mereka berhenti menumpahkan darah Muslim yang tak berdosa di seluruh dunia dan saya berharap hal yang sama untuk para pengikut Buddha untuk menghentikan pembunuhan Muslim tak bersenjata yang tak bersalah di Myanmar dan Sri Lanka dan saya berharap hal yang sama untuk tentara India yang mengikuti ajaran Gandhi dan menghentikan pembantaian di Kashmir.
Dan ya, para pengikut Bacha Khan, ANP memiliki contoh anti-kekerasan dalam rezim lima tahun mereka di Provinsi KPK, misalnya Swat, di mana tidak satu tembakan pun ditembakkan dan kami menyaksikan pengikut Bacha Khan menerapkan filosofi anti-kekerasan dalam jiwa yang benar, dengan dukungan jet, tank-tank dan helikopter tempur.

Pada akhirnya saya menasehatimu untuk pulang kembali ke rumah, mengadopsi budaya Islam dan pasthun, bergabung dengan madrasah Islam putri di dekat kampung halamanmu, belajar dan pelajari kitab Allah, gunakanlah penamu untuk Islam dan membela penderitaan umat Muslim dan ungkaplah konspirasi elit kecil yang ingin memperbudak seluruh umat manusia untuk agenda jahat mereka atas nama tatanan dunia baru.

Segala Puji bagi Allah Pencipta Semesta Alam.
 15 Juli 2013

Pidato Anak 16 Tahun yang Menggegerkan PBB

Malal Yousafzai
PBB menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Malala Day. Ini menjadi penghargaan bagi Malala Yousafzai, remaja 16 tahun kelahiran Pakistan, 12 Juli 1997. Malala adalah anak perempuan yang ditembak Taliban karena tetap sekolah meski dilarang.

Apa yang diungkapkan Malala dalam pidatonya di hadapan Sekjen PBB Ban Ki-moon pada 12 Juli 2013? “Saya tidak tahu harus dari mana memulai pidato ini. Saya tidak tahu apa yang orang harapkan dari pidato saya, tetapi yang pertama-tama saya ucapkan adalah terima kasih kepada Tuhan yang telah membuat kita sama dan terima kasih pada semua orang yang telah berdoa untuk pemulihan saya dan kehidupan baru saya,” katanya. Setelah itu ia berterima kasih pada sejumlah pihak termasuk pada Sekjen PBB.

“Teman-teman, pada 9 Oktober 2012, Taliban menembak saya di bagian kiri kepala depan saya. Mereka menembak teman-teman saya juga. Mereka mengira bahwa peluru bisa membungkam kami, tetapi mereka gagal. Dan dari keheningan datanglah ribuan suara. Para teroris mengira mereka akan mengubah tujuan saya dan menghentikan ambisi saya. Tapi tidak ada yang berubah dalam hidup saya kecuali ini: kelemahan, ketakutan dan keputusasaan yang mati. Kekuatan, kekuasaan, dan keberanian telah lahir. Saya Malala yang sama. Ambisi saya adalah sama. Harapan saya adalah sama. Dan impian saya adalah sama. Saudara-saudara, saya tidak melawan siapa pun. Tidak juga untuk berbicara balas dendam pribadi saya terhadap Taliban atau kelompok teroris lainnya. Saya berada di sini untuk berbicara mengenai hak pendidikan bagi setiap anak. Saya ingin pendidikan bagi putra dan putri Taliban dan semua teroris dan ekstremis. Saya bahkan tidak membenci Talib yang menembak saya. Bahkan jika ada pistol di tangan saya dan dia sedang berdiri di depan saya, saya tidak akan menembaknya. Ini adalah belas kasih yang saya pelajari dari Nabi Muhammad, nabi penuh belas kasihan, Yesus Kristus, dan Buddha. Saya mewarisi warisan perubahan dari Martin Luther King, Nelson Mandela, dan Mohammed Ali Jinnah,” paparnya.

“Filosofi tanpa kekerasan ini saya pelajari dari Gandhi, Bacha Khan dan Ibu Teresa. Dan belajar memaafkan dari ayah saya dan ibu saya. Ini apa yang jiwa saya katakan pada saya: damailah dan cinta setiap orang. Kita menyadari pentingnya cahaya ketika kita melihat kegelapan. Kita menyadari pentingnya suara ketika kita dibungkam. Dengan cara yang sama, ketika kami berada di Swat, bagian utara Pakistan, kami menyadari pentingnya pena dan buku ketika kami melihat senjata. Orang bijak berkata, ‘Pena lebih tajam dari pedang.’ Memang benar. Para ekstremis takut pada buku dan pena. Kekuatan pendidikan menakutkan mereka. Mereka takut perempuan. Kekuatan suara perempuan menakutkan mereka. Inilah sebabnya mengapa mereka membunuh 14 siswa bersalah dalam serangan terbaru di Quetta. Dan itulah mengapa mereka membunuh guru perempuan. Itulah mengapa mereka ledakkan sekolah setiap hari karena mereka takut perubahan dan kesetaraan yang akan kami bawa ke masyarakat kami. Dan saya ingat bahwa ada seorang anak laki-laki di sekolah kami yang ditanya wartawan kenapa Taliban melawan pendidikan? Dia menjawab sangat sederhana dengan menunjuk bukunya, ia mengatakan, ‘Thalib tidak tahu apa yang tertulis dalam buku ini.’”

“Hari ini saya fokus pada hak-hak perempuan dan pendidikan anak perempuan karena mereka paling menderita. Ada suatu masa ketika para aktivis perempuan meminta laki-laki untuk membela hak-hak mereka. Tapi kali ini kita akan melakukannya sendiri. Saya tidak mengatakan kaum laki-laki agar menjauhi membicarakan hak-hak perempuan, tapi saya fokus pada perempuan untuk mandiri dan berjuang untuk diri mereka sendiri.”

“Saudara-saudara, kita tidak boleh lupa bahwa jutaan orang menderita karena kemiskinan, ketidakadilan dan kebodohan. Kita tidak boleh lupa bahwa jutaan anak berhenti sekolah. Kita tidak boleh lupa bahwa saudara-saudara kita sedang menunggu masa depan yang cerah dan damai. Jadi mari kita lakukan perjuangan melawan buta huruf, kemiskinan, dan terorisme. Mari kita ambil buku dan pena, karena mereka inilah senjata yang paling ampuh. Satu anak, satu guru, satu buku dan satu pena bisa mengubah dunia. Pendidikan adalah satu-satunya solusi. Pendidikan yang pertama. Terima kasih.”

Pidato itu mendunia dan mendapat apresiasi yang luar biasa. Bukan diucapkan seorang ahli, profesor, atau tokoh besar dunia. Pidato itu dikemukakan oleh seorang remaja perempuan berusia 16 yang hampir terbunuh karena menentang pelarangan sekolah bagi anak perempuan. Itulah Malala Yousafzai.



[Source : the guardian]

3 May 2013

Sejarah Bajak Laut di Asia Tenggara




Dalam historiografi tradisional Asia Tenggara, perompak atau bajak laut, pekerja seks, tukang rickshaw dan kelompok orang kecil lain seolah dikelompokkan sebagai underclass dan dipresentasikan sebagai the people without history. Padahal, mereka justru merupakan elemen penting yang mempengaruhi perubahan lanskap budaya dan sejarah Asia Tenggara.

Temuan brilian itu antara lain terungkap lewat buku baru yang menggunakan pendekatan etnografi kesejarahan untuk menganalisa masa lalu Asia Tenggara. Orang yang tak diperhitungkan itu, menurut penulis, termasuk pula petani kecil, kuli perkotaan, perompak/orang gipsi laut.

Terinspirasikan pendahulunya, Prof John Smail, yang menganjurkan penulisan sejarah otonom dengan perspektif paralel (hal 4), penulisnya mencoba menuliskan sejarah Asia Tenggara berdampingan dengan ingar-bingarnya sejarah imperialisme Barat, lewat pemanfaatan sebanyak mungkin sumber dan data sejarah lokal yang terabaikan selama ini.

Pendekatan kesejarahan seperti itu jelas menghasilkan rekonstruksi sejarah alternatif atas beberapa kelompok masyarakat di wilayah ini, yakni sejarah dari mereka yang selama ini termarginalkan.

Usaha penulis jelas telah menambah deretan sejarawan lain yang mencoba (dan berhasil) dalam menghidupkan kembali suara-suara kelompok yang terpinggirkan untuk muncul bergema kuat dalam historiografi sejarah. Dengan menggunakan temuan arkeologi, tradisi oral, dan materi visual demi mengayakan sumber tertulis, Jean Taylor, dalam Indonesia: Peoples and Histories (2003), misalnya, berhasil merekonstruksikan sejarah Indonesia yang lebih plural, mengangkat komunitas kecil dan topik-topik yang dianggap sepele untuk memperlihatkan kontribusi kuat mereka dalam proses-proses penciptaan Indonesia modern.

Tidak berbeda dengan Taylor, Ruth Balint dalam Troubled Waters: Borders, Boundaries, Possession in the Timor Sea (2005) juga berhasil mengangkat dinamika peradaban yang hidup, berkembang dan menghilang di area perairan selatan Indonesia, yakni wilayah antara Laut Timor dan pesisir utara Australia. Kisah nelayan Timor dan masyarakat asli Aborigin di sana dapat mencuat berkat penolakan Balint atas penggunaan konsep partisi geografi modern abad ke-20 sebagai pembatas Asia Tenggara dengan Benua Australia.

Seperti Balint, dalam buku ini Warren melakukan pendekatan yang kurang lebih sama: mengadopsi konsep kewilayahan Asia Tenggara yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan sejarawan sosial sebelumnya. Penggunaan bahan arsip secara ekstensif memang telah menolong sekali dalam penyusunan kisah sejarah naratifnya.

Namun, penelitian antropologisnya yang didukung seluas-luasnya oleh sumber tradisi lisan, foto, maupun lukisan telah membuktikan bahwa pembagian geografis dan rekonstruksi sejarah Barat selama ini tidak selamanya mampu memperlihatkan sejarah masyarakat-masyarakat khas di kawasan ini yang sesungguhnya.

Banyak hal baru
Topik-topik yang dibahas Warren dalam buku ini memang nyaris tak pernah tersentuh sejarawan sebelumnya. Memunculkan kisah perbudakan yang terjadi terhadap suku Bajau (orang laut) dalam konteks Kesultanan Sulu dan kisah industri prostitusi dan penarik rickshaw yang miskin dan kelaparan dalam sejarah kolonial Singapura telah menampilkan jajaran medley topik-topik di kawasan ini, yang mengacu pada teori bahwa sejarah sosial dan budaya kawasan tersebut sebenarnya memang berproses evolutif dari bawah ke atas.

Selain saling berkaitan erat secara ekonomi dan politik, proses- proses yang terjadi pada komunitas tersebut telah menyumbangkan wajah Asia Tenggara modern yang dikenal sekarang. Mereka memainkan peran formatif mentransformasikan wilayah ini di aspek ekonomi, sosial dan budaya, yakni akar kuat sejarah komunitas-komunitas di Asia Tenggara.

Bila kita memahami konsep kewilayahan Asia Tenggara dalam perspektif seperti itu, kekecewaan yang muncul karena tidak ditemukannya esai khusus tentang Indonesia (sebagaimana kesan awal) terhadap buku ini menjadi pupus dan tidak berdasar. Artinya, dinamika sejarah kelompok- kelompok masyarakat yang diungkap sesungguhnya sudah mencakupi Indonesia, meskipun secara politis mereka kini terpartisi atas wilayah Asia Tenggara modern dalam konteks negara modern Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Menampilkan 16 esai sejarah yang pernah muncul dalam pelbagai jurnal ilmiah, buku ini dapat dibagi atas tiga tema besar penelitian sejarah Asia Tenggara. Tema pertama merupakan riset mengenai sejarah muncul dan berkembangnya dunia maritim pada paruh akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, di zona wilayah perairan dalam di bawah pengawasan kuat Kesultanan Sulu.

Warren berhasil menunjukkan bahwa kontrol dan penguasaan kekuasaan tersebut telah mentahbiskan Kesultanan Sulu sebagai jantung globalisasi perdagangan dunia terpenting masa itu. Berkat aktivitas perdagangan komoditas hasil laut, merajalelanya aktivitas perompak laut yang berhubungan kuat dengan praktik perbudakan (penjualan dan eksploitasi manusia) dalam satu konteks berproses, berevolusi dan mengkristal untuk meninggalkan suatu budaya tersendiri, yang kini pengaruhnya membentang jauh hingga ke Selat Malaka di sebelah Barat.

Dalam buku ini, sejarah orang- orang yang selama ini termarginalkan dalam karya-karya lain, bukan saja berhasil diangkat ke tempat utama dalam panggung sejarah, tetapi juga sekaligus memperlihatkan proses-proses panjang perjalanan yang kompleks dan menjadi cikal bakal terbentuknya perdagangan antar- Asia di era modern. Kisah para perompak laut di perairan itu, kelompok orang dan gipsi laut abad ke-18 hingga ke-19, ditampilkan penulisnya sebagai cara penjelasan untuk melihat sejarah Asia Tenggara dalam hubungannya dengan aspek-aspek politis yang lebih luas.

Topik kedua dalam buku ini berpendar seputar masa lalu atau sejarah sosial Singapura kolonial. Dipusatkan pada kisah kaum penarik rickshaw yang bermigrasi dari selatan China, nuansa sejarah masa lalu Singapura pun kian tersingkap. Pelbagai kisah kehidupan pekerja seks pendatang yang sebelumnya tak pernah diungkap sejarawan lain diangkat penulisnya tidak saja secara solo, tetapi sekaligus terkombinasi secara paralel dengan kisah penarik rickshaw. Hasilnya, rekonstruksi sejarah menarik dari orang-orang kecil yang begitu kaya nuansa karena menonjolkan tema penderitaan, kemiskinan, ketidakberdayaan, dan eksploitasi yang jarang ditulis dalam kronik sejarah.

Tema ketiga, yakni kumpulan tulisan yang memfokuskan pada hubungan erat antara kejahatan transnasional, yang meliputi pembajakan di laut dan human trafficking (perdagangan manusia) setelah dibukanya China awal abad ke-21 di wilayah Asia Tenggara, merupakan pembahasan paling relevan terutama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pelik kontemporer kawasan itu.

Pendekatan multidisipliner
Publikasi terbaru Sally Cameron dan Edward Newman, Trafficking in Humans; Social, Cultural and Political Dimensions (2008), memperlihatkan bahwa di negara-negara berkembang fenomena perdagangan manusia dan kejahatan terorganisasi cukup mendominasi fenomena penyebab krisis global dunia di abad ke-21 ini.

Buku itu lebih jauh juga mengungkap bahwa aktivitas kejahatan terorganisir dan pola migrasi global yang juga menjangkiti kawasan Asia Tenggara masih begitu sulit ditangani. Salah satu penyebabnya adalah kegagalan penemuan strategi ampuh penanganan karena kurangnya pengetahuan kita atas fenomena itu.

Proses globalisasi dalam konteks perompak di wilayah maritim Asia Tenggara, di mana masalah perdagangan manusia itu masuk di dalamnya, adalah fokus dari pembahasan penting di akhir buku ini (hal 309-331). Analisa tajam penulis menyediakan jawaban atas pertanyaan seputar dinamika akar masalah tersebut.

Dengan mengaitkan fenomena itu dengan aktivitas beberapa abad lalu, termasuk dalam kejahatan maritim dan perdagangan manusia, disimpulkan bahwa fenomena perompak laut dan kejahatan maritim era modern di perairan Asia Tenggara bukanlah fenomena baru. Pada intinya, ia menyediakan suatu imajinasi bahwa sejarah yang terjadi pada era 1968-2000 di Indonesia, Thailand, maupun Filipina memiliki korelasi kuat dengan dampak booming ekonomi di Asia Tenggara yang terjadi hampir tiga abad lalu, yaitu era 1768-1800.

Jelaslah, karya ini menjadi satu dari beberapa karya baru yang telah membuka kemungkinan- kemungkinan bagi penulisan sejarah komunitas-komunitas di Asia Tenggara dilakukan lewat pendekatan multidisipliner yang kaya detail, imajinatif, dan mendalam.

Mereka yang tengah melakukan studi Asia Tenggara, utamanya pemerhati aspek-aspek maritim, perlu mempertimbangkan buku ini secara sungguh-sungguh. Betapa cerita mengenai komunitas-komunitas kecil di Asia Tenggara yang diangkat Warren telah makin membukakan cakrawala baru demi terkuaknya pemahaman baru yang lebih kritis dalam studi kawasan ini.

28 March 2013

Misteri "Bukit Seks" di Sulawesi Selatan

Panorama alam ‘Bukit Seks’ mulai dipromosikan ke masyarakat internasional seiring dengan penetapan Tana Toraja sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) tahun 70-an di Provinsi Sulawesi Selatan.

Bukit tersebut berada di km 16 dari Kota Enrekang, ibukota Kabupaten Enrekang, atau berada sekitar 240 km di arah utara Kota Makassar. Keunikan bukit ini karena bentuknya yang menyerupai bentuk V (kelamin wanita) yang besarannya sekitar 60 juta kali dari bentuk sesungguhnya.

Sekalipun berada di wilayah Kabupaten Enrekang, namun bukit ini menjadi bagian tak terpisahkan dari paket wisata perjalanan darat dari Kota Makassar ke Kabupaten Tana Toraja. Soalnya, bukit tersebut membentang di sisi kanan jalan negara yang menuju Kabupaten Tana Toraja.

Dalam catatan lama budayawan Enrekang, Bompeng Rilangi, bukit ini awalnya disebut Buttu Polloq Pejjog (Bhs. Enrekang), berarti Gunung Pantat Kerempeng. Namun kemudian, karena bentuknya yang menyerupai V, orang-orang mengganti namanya dengan sebutan Buttu Kabobong (Bhs. Enrekang) berarti Bukit V, yang populer sampai sekarang.

Menariknya, belukar alam yang tumbuh bagai melukis kelengkapan belahan gunung menyerupai bentuk V tersebut, tidak pernah berubah dari masa ke masa. ‘’Sekalipun rumput-rumput yang tumbuh di sekitar Buttu Kabobong itu terbakar, dalam beberapa waktu kemudian akan tumbuh kembali seperti biasa,’’ jelas Ancong, warga Mandatte, sekitar bukit tersebut.

Dahulu, menurut catatan Bombeng Rilangi, Buttu Kabobong sering dijadikan sebagai tempat musyawarah masyarakat yang berdiam di gunung-gunung sekitarnya. Sekitar bukit di ketinggian sekitar kl.700 m dpl tersebut, sampai sekarang masih terdapat perkampungan penduduk yang merupakan wilayah pemu****n yang sudah ada sejak masa purba.

Seorang pelancong, Prof. Reflexiologi dari China, George Is kepada independen.co menyatakan kagum dengan panorama alam pegunungan Buttu Kabobong dan sekitarnya. ‘’Saya sudah berkeliling menikmati berbagai obyek wisata alam pegunungan terkenal di berbagai belahan dunia, tapi alamnya tidak seindah dan sesejuk di sekitar Buttu Kabobong,’’ katanya.

Buttu Kabobong, memang, merupakan salah satu dari beratus bentuk unik bukit yang terdapat di kaki Gunung Latimojong (lebih 3.000 dpl), merupakan salah satu gunung tertinggi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Hanya saja kawasan panorama alam pengungan yang menawan sekitar Buttu Kabobong yang juga sering disebut-sebut sebagai Erotic Mountain tersebut dari sejak dahulu tak mengalami banyak perkembangan sebagai suatu obyek wisata.

Dalam cerita rakyat di Desa Bambapuang Kecamatan Anggeraja, disebut-sebut pada masa purba Gunung Bambapuang yang terletak sekitar 2 km dari Buttu Kabobong dahulu puncaknya menohok ke langit. Tapi kemudian gunung itu patah dan menimbulkan bencana, setelah terjadi perkawinan incest alias sedarah di sekitar lokasi tersebut.

Berahdapan dengan Buttu Kabobong terdapat juga sebuah bukit yang membentang dengan bentuk menyerupai bentuk P (kelamin lelaki) dalam ukuran yang cukup besar. Itulah sebabnya, kawasan sekitar Buttu Kabobong ada yang mengistilahkan sebagai kawasan ‘Bukit Seks’ (sex mountain).

Kawasan wisata Buttu Kabobong dan sekitarnya hingga kini masih tetap menjadi jalur lintas yang hanya dilewati wisatawan yang pergi pulang ke obyek wisata Tana Toraja. Di tempat sekitar lokasi bukit tersebut sampai sekarang hanya ada sebuah tempat penginapan yaitu Villa Bambapuang. Lokasi di sekitar bukit unik tersebut masih lebih banyak dikembangkan seadanya oleh warga sekitar dengan membuat lapak-lapak persinggahan, sekaligus membuka warung makan-minum serta penjualan kuliner.

16 August 2012

Kekerasan = Sindrom Mayoritas?

Ismail Hasani dari Setara Institute menyebut ada 3 hal yang saling berkaitan yang menjadikan intoleransi kian marak. Pertama, karena paham radikal itu memang ada. “Dari dulu sudah eksis, misalnya DI/TII atau Negara Islam Indonesia,” katanya. Paham ini kian menguat karena didukung 2 faktor lain, yaitu konstitusi yang ‘bolong’ dan tidak adanya penegakan hukum atas tindak pidana bagi mereka yang melakukan kekerasan. 

“Kita memang harus katakan bahwa kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap kelompok lain itu adalah tindak pidana. Bukan lagi dakwah atau menjaga nama baik agama,” kata Ismail. Celakanya, dalam berbagai kasus kekerasan, hanya beberapa saja negara bertindak tegas dengan menjatuhkan vonis (ringan). Misalnya, kasus kekerasan terhadap Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monas, yang pelakunya dihukum 1,5 tahun. Atau penusukan jemaat HKBP Ciketing, Bekasi, yang pelakunya hanya dihukum 3 bulan.

Sementara, kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah bebas. Demikian juga kasus GKI Yasmin, Bogor, pemerintah seperti tidak punya nyali untuk menyelesaikannya. “Negara seperti tidak punya kebijakan alternatif untuk menyelesaikan hal ini. Bahkan bisa dibilang, negara unwilling dan unable untuk menyelesaikannya,” imbuh Ismail.

Faktor ketiga adalah memang ada sejumlah produk hukum yang nyata-nyata diskriminatif dan dijadikan alat legitimasi. Kelompok-kelompok yang merusak masjid Ahmadiyah, membubarkan kongres Kong Hu Cu atau menyegel gereja, misalnya. Mereka merasa sah-sah saja karena mereka merasa berpartisipasi dalam penegakan hukum. “Mereka memakai Pasal 28J (2) dalam UUD 1945 (yang diamandemen). Pasal ini memang membuka ruang dominasi kelompok mayoritas. Kelompok mayoritas seolah-olah bisa menentukan aspirasi,” kata Ismail.

Alissa Wahid, psikolog keluarga dan anak, menambahkan, dalam kelompok mayoritas, secara otomatis muncul peluang untuk menindas. Apalagi bila kita menggunakan prinsip kuantitas dalam pengambilan keputusan, maka jebakan atas nama mayoritas menjadi besar. “Saya jadi ingat ucapan Gus Dur, ‘Walaupun mayoritas, kalau salah, ya, tetap salah.’  Menurut saya, pijakan kita seharusnya adalah nilai kehidupan yang kita sepakati bersama, bukan sekadar jumlah suara. Dan dalam hal Indonesia, nilai kehidupan itu adalah Pancasila,” imbuhnya.

Kalau bicara mayoritas, dan di sini mengarah pada umat Islam, itu karena kebetulan mayoritas di Indonesia memang umat Islam. Padahal, yang ‘bermasalah’ bukan agamanya. “Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW menyusun Piagam Madinah, kesepakatan hidup bersama berbagai suku dan agama saat itu. Itu justru menjadi teladan bagaimana menjadi pihak yang berkuasa bisa menjadi saluran rahmat untuk yang berbeda,” terang Alissa.

Ismail menyetujui, bahwa ‘kesewenang-wenangan’ mayoritas ini tidak identik dengan agama tertentu. Menurut Ismail, ada satu kawasan di Indonesia Timur yang mayoritasnya nonmuslim, maka mendirikan masjid pun harus ‘tunduk’ pada aturan setempat, yaitu tidak boleh ada suara dari pengeras suara yang terlalu keras.

Namun, Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Institute, punya pengalaman menarik soal relasi mayoritas minoritas di Flores dan Kupang. “Masyarakat di sana tidak menganggap perbedaan agama itu sebagai persoalan. Bahkan, sekolah Muhammadiyah mayoritas muridnya beragama Kristen. Sejak tahun ‘70-an, pihak sekolah itu menyediakan guru agama untuk murid-muridnya,” jelas Fajar. Menurut Fajar, apa yang terjadi di sana bisa menjadi cerminan bersama.
[Source : femina]

29 May 2012

Sang Pemenang yang dinyatakan Tidak Menang

Kalau kita yakin akan jadi juara, sebaiknya mendaftarlah secara sah. Kalau tidak, bisa menyesal seperti yang dialami Scott Downard, 25 tahun.

Cowtown Marathon ke-34 itu berlangsung pada Minggu, 26 Februari 2012 di Will Rogers Memorial Center, Fort Worth, Texas, Amerika Serikat. Seperti sebelumnya pesertanya membludak hingga mencapai 9000-an peserta.

Menurut cerita, kebanyakan dari peserta yang berpartisipasi tidak benar-benar ingin juara. Mereka ikut untuk sekadar bergembira-ria. Panitia sendiri menyadari betapa tingginya peminat yang ingin berpartisipasi. Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan dan memudahkan persiapannya, satu bulan sebelum pelaksanaan tiba, pendaftaran sudah ditutup.

Namun ada saja cara orang berpartisipasi. Hal ini juga karena tak semua orang yang sudah mendaftar bisa ikut. Tanda peserta itu lalu diberikan pada kerabat atau pihak lain. Bahkan ada yang menjualnya dengan harga di bawah biaya pendaftaran yang sebenarnya. "Ini legal, menurut saya, asal Anda tidak jadi juara," kata seorang peserta.

Sepertinya Downard menyadari risiko itu. Ia menerima atribut maraton itu dari seorang temannya yang tak jadi ikut. Namun bedanyanya ia benar-benar jadi juara dengan waktu 2 jam 31 menit 40 detik. Sayangnya, panitia tak mengakuinya sebagai juara karena menggunakan nama temannya saat berlomba. Panitia pun menyerahkan gelar juara pada runner up yang terlambat enam menit dari Downard.

Menurut panitia, Downard menyadari masalah ini dan menerima keputusan panitia kalau dia tak dinyatakan sebagai pemenang. "Tahun depan saya akan datang lagi," kata Downard.

Ternyata ini bukan kejadian pertama. Tahun 2003 hal yang mirip dialami Augustine Hernandez. Saat itu Hernandez masuk finish lebih dulu dari peserta lain. Namun karena ia menggunakan nama orang lain, gelar juaranya harus diserahkan pada pemenang kedua yang terlambat 16 menit darinya. Ada-ada saja.

8 March 2012

Wanita ini memperlihatkan Tatto di Dadanya

Konferensi Tatto Internasional ke -19 kembali di gelar di Frankfurt Jerman, acara ini diikuti oleh berbagai Negara di dunia. Seluruh seniman berkumpul di tempat ini untuk memperagakan teknik teknik terbaru baik dalam desain dan kreasi warna selama kegiatan berlangsung.

Tato adalah tanda yang dibuat dengan memasukkan tinta tak terhapuskan ke dalam lapisan dermis kulit untuk mengubah pigmen untuk alasan dekoratif atau lainnya. Tato pada manusia adalah jenis modifikasi tubuh dekoratif, sedangkan tato pada hewan yang paling sering digunakan untuk identifikasi.
Tato telah dipraktekkan selama berabad-abad di seluruh dunia. Ainu, penduduk asli Jepang, secara tradisional memakai tato wajah. satu Hari ini dapat menemukan Berber dari Tamazgha (Afrika Utara), M?ori di Selandia Baru, orang-orang Arab di Timur Turki dan Atayal Taiwan dengan tato wajah.

Tato telah beredar luas di kalangan orang Polinesia dan di antara kelompok-kelompok suku tertentu di Taiwan, Filipina, Kalimantan, Kepulauan Mentawai, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Mesoamerika, Eropa, Jepang, Kamboja, Selandia Baru dan Mikronesia. Walaupun beberapa kalangan tertentu merasa tabu tapi tato ini , terus menjadi seni yang populer di berbagai belahan dunia.

17 February 2012

5 Negara Paling Berbahaya Bagi Wanita

Dimanakah tempat hidup paling membahayakan bagi wanita? Sebuah studi internasional terbaru menyebutkan, ada lima negara yang masuk kategori paling buruk bagi kesejahteraan kaum hawa.

Afganistan, Kongo, Pakistan, India, dan Somalia adalah lima tempat hidup yang paling merugikan wanita. Di Afghanistan, 87 persen populasi wanita buta huruf.

Di negara ini pula, secara rata-rata, satu dari 11 wanita meninggal saat melahirkan. Selain itu, sekitar 80 persen anak-anak perempuan di negara ini masih menikah secara paksa.

Negara Afrika, Kongo, menempati posisi kedua sebagai negara dengan rekor kekerasan seksual paling tinggi. Di negara ini, 400 ribu wanita harus menghadapi kekerasan seksual setiap tahun. Dan, di negara yang sama pembunuhan atas dasar membela kehormatan merupakan penyebab kematian 100 ribu wanita tiap tahun.

Pakistan menempati posisi ketiga dalam daftar negara paling berbahaya bagi wanita. Di negara ini wanita tidak boleh sekolah. Waita juga harus menaati aturan negara, seperti wajib pakai pakaian sesuai ketentuan negara. Serta fasilitas kesehatan yang minim.

Meski India memiliki pertumbuhan ekonomi pesat, tingkat prostitusi dan perdagangan manusia terutama wanita sangat tinggi. Diperkirakan, sekitar 50 juta anak perempuan hilang di India selama setahun terakhir.

Somalia menunjukkan tren peningkatan dalam korban pemerkosaan tiap tahun. Hal lainnya, tidak ada perawatan yang cukup baik bagi wanita hamil di lembaga medis sehingga mengancam kesehatan wanita.

[Source : http://aliefqu.wordpress.com]

15 February 2012

Tragedi Jembatan Ambruk Terbesar di Dunia

Mendengar berita runtuhnya Jembatan terpanjang di Kalimantan, Jembatan Kutai Kartanegara, yang berdiri di atas Sungai Mahakam, yang menghubungkan Tenggarong dengan Tenggarong seberang beberapa hari kemarin ternyata bukan satu-satunya didunia. Ada 11 yang kami rangkum disini peristiwa mengerikan runtuhnya jembatan jembatan besar dunia sepanjang sejarah.
11 tragedi mengerikan jembatan runtuh sepanjang sejarah:

1. Ashtabula River Railroad


Juga disebut Horor Ashtabula, adalah bencana kereta api terburuk dalam sejarah Amerika ketika terjadi di Ohio timur laut jauh pada 29 Desember 1876 pada 07:28 Sebagai Express Pasifik dibajak melalui salju dan menyeberangi jembatan di atas Ashtabula Sungai, sekitar 100 meter dari stasiun kereta api di Ashtabula, Ohio, para penumpang mendengar bunyi berderak mengerikan.

Hanya dalam hitungan detik, jembatan patah terjun 70 meter ke dalam jurang berair. Lokomotif 1 berhasil menyeberang jembatan, sedangkan lokomotif kedua dan 11 railcars termasuk didalamnya dua mobil express, dua mobil box, satu mobil asap, dua mobil penumpang dan tiga gerbong tukang rem mobil yang tidur dan jatuh ke dalam jurang di bawahnya, kemudian menimbulkan api yang mengamuk . Dari 159 penumpang dan awak pesawat malam itu, 64 orang terluka dan 92 tewas seketika atau meninggal kemudian.Dari luka yang diderita dalam kecelakaan itu (48 dari mereka yang tewas itu tidak dikenali karena terbakar.)

2.Jembatan Tay, Skotlandia


Tay Bridge dibangun pada abad ke-19 oleh insinyur kereta api Thomas Bouch, yang menerima gelar knighthood setelah selesai jembatan. Ini menghubungkan dua kota kecil di Skotlandia. Ulysses S. Grant sebenarnya berkomentar bahwa itu adalah "sebuah jembatan besar untuk sebuah kota kecil."

sekitar 07:15 malam terjadi badai tanggal 28 Desember 1879, navigasi bentang utama Jembatan Tay runtuh ke Firth of Tay di Dundee, dengan membawa kereta,6 gerbong dan 75 jiwa . Penyidik ​​cepat menentukan bahwa kolom besi cor silinder mendukung 13 bentang jembatan, masing-masing dengan panjang 245 kaki , mempunyai kualitas yang buruk.

3. Jembatan Silver , Sungai Ohio


Silver Bridge adalah jembatan gantung rantai eyebar dibangun pada tahun 1928 dan diberi nama silver karena warna cat dari jembatan itu. Jembatan menghubungkan Point Pleasant, West Virginia dan Kanauga, Ohio (dekat Gallipolis, Ohio) di atas Sungai Ohio. Pada tanggal 15 Desember 1967, Jembatan Perak ambruk pada saat jam sibuk lalu lintas , mengakibatkan kematian 46 orang. Investigasi dari reruntuhan menunjukan bahwa penyebab runtuhnya karena cacat kecil, dari satu mata rantai bar di suspensi. Peristiwa aneh telah menjadi tanda di daerah tersebut selama beberapa bulan sebelum keruntuhan, termasuk penampakan dari "Mothman," menyebabkan populernya buku Mothman 1975 oleh John A. Keel. Tahun 2002 yang diklaim "berdasarkan kisah nyata" , juga telah dibuatkan versi filemnya dengan judul yang sama

4. Jembatan Sunshine Skyway


Dua jalur jembatan selesai pada tahun 1954. Rentang selatan (yang dibangun pada tahun 1969) telah dihancurkan pada 9 Mei 1980, ketika kapal barang Venture KTT SS bertabrakan dengan kolom penyangga selama badai.Tabrakan itu menyebabkan enam mobil dan bus Greyhound jatuh sedalam 150 meter, menewaskan 35 orang.

Seorang pria selamat ,Wesley MacIntire, saat musim gugur ketika truk pickup-nya mendarat di geladak Venture KTT sebelum jatuh ke teluk. Dia menggugat perusahaan pemilik kapal, dan menetapkan tuntutan sebesar $ 175.000 pada tahun 1984. Dia selalu menyesal menjadi satu-satunya yang bertahan hidup,dia meninggal pada tahun 1989. Hari ini, Sunshine Skyway Bridge, Florida's Tampa Bay merupakan jembatan terpanjang di dunia dengan rentang kabel tetap utama dengan panjang 29.040 meter

5.Jembatan Schoharie Creek ,NY


Schoharie Creek di New York mengalir dari kaki Indian Head di Pegunungan Catskill ke Sungai Mohawk. Pada pagi 5 April 1987, setelah 30 tahun dua bentang dari New York State jalan raya untuk lalu lintas cepat jembatan di atas Sungai Schoharie runtuh. Lima kendaraan jatuh ke sungai banjir, menewaskan sepuluh penumpang.

6. Jembatan Sungai Hatchie , Covington, Tenn

Musim dingin dari 1988-89 adalah satu sangat basah, dengan Sungai Hatchie mengalir pada tingkat banjir dari November 1988 hingga April 1989. Pada tanggal 1 April 1989, sebuah bagian 85-ft (26 m) dari (jembatan asli) jalur utara runtuh setelah dua bents tumpukan gagal dan menjatuhkan tiga jembatan bentang lebih dari 20 ft (6,1 m) ke sungai. Empat mobil dan sebuah trailer traktor jatuh ke dalam kesenjangan dan semua delapan penumpang kendaraan meninggal.


7. Queen Isabella Causeway, Texas


Pada pagi hari tanggal 15 Mei 2001, empat tongkang muatan menabrak salah satu dari kolom mendukung Ratu Isabella Causeway itu. Tiga 80-kaki bagian jembatan jatuh ke dalam air, meninggalkan celah besar di jalan. Bagian runtuh itu persis di samping titik tertinggi dari jalan lintas, sehingga sulit bagi pengemudi mendekati untuk melihat. Delapan orang tewas saat mobil mereka jatuh 85 kaki ke dalam air. Lima kendaraan keluar dari air bersama tiga korban. Keruntuhan memiliki dampak ekonomi yang signifikan pada wilayah sejak Causeway adalah satu-satunya jalan yang menghubungkan pulau ke daratan.

8.Bridge over I-40 di timur Oklahoma


Bagian 500-kaki jembatan ambruk pada Mei 2002 pukul 7:30 ketika tongkang di utara sungai itu menghantam sebuah tiang. Kendaraan penumpang setidaknya ada sembilan dan traktor-trailer jatuh 60 meter ke Sungai Arkansas di bawahnya.
Tujuh orang tewas dalam tragedi yang mengerikan itu. Seorang pengemudi truk yang traktor-trailernya terjun ke sungai itu mengatakan dia melakukan sesuatu yang tidak biasa yang mungkin menyelamatkan hidupnya. Rodney Tidwell berkata, "Aku punya sabuk pengaman ini untuk pertama kalinya."

9. Jembatan Arroyo Pasajero , California
Pada malam 10 Maret, 1995 soggy selatan California dekat Coalinga, jembatan kembar Carrier Interstate 5 Pasajero Arroyo runtuh, menewaskan tujuh orang. Arroyo yang berpasir, dan biasanya kering, itu tidak kuat menahan banjir yang deras, yang menggerus sekitar fondasi jembatan yang menjadi penyebab keruntuhan jembatan ini.


10. Jembatan Minneapolis


Sebanyak 50 kendaraan yang terjebak dalam reruntuhan keruntuhan jembatan antarnegara. Lima orang dikonfirmasi tewas (diperkirakan akan meningkat), dan pejabat mengatakan sedikitnya 62 orang terluka ketika Interstate 35W jembatan di atas Sungai Mississippi runtuh selama hari Rabu malam jam-jam sibuk di Minneapolis. Dua puluh sampai 30 orang hilang.

11.Jembatan Koror-Babeldaob


Jembatan Koror-Babeldaob (KB Bridge) adalah jembatan sepanjang 790 kaki yang menghubungkan dua pulau. Dibangun dengan menggunakan metode kantilever pada akhir tahun 1970. Konstruksi sosial telah menawarkan untuk membangun jembatan pada setengah biaya dari perusahaan yang terbukti kompetitif.
Daya tahan jembatan masih dipertanyakan dan warga mengambil langkah keselamatan sendiri seperti mengemudi perlahan di atasnya atau menjaga jendela terbuka sehingga memberikan pintu darurat jika ada kasus keruntuhan.Setelah 18 tahun jembatan runtuh tiba-tiba dan serempak pada tanggal 26 September 1996 dan mematikan suplai air tawar dan listrik antara pulau. Selain itu, keruntuhan menewaskan dua orang dan melukai 4 lagi.


12. Jembatan Tacoma Narrows ,


Runtuh pada tanggal 7 November 1940. Tidak ada korban meninggal dalam runtuhnya jembatan tsb, akan tetapi menarik perhatian luas pada saat itu. Kegagalan jembatan terjadi ketika mode memutar yang sebelumnya pernah diketahui terjadi dari angin ringan pada 40mph.
Penghancuran jembatan Spektakuler sering digunakan sebagai sebuah obyek pelajaran untuk mempertimbangkan baik atau tidaknya aerodinamis dan efek resonansi dalam rekayasa struktural dan sipil.


Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month