Share Info

22 April 2026

Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Senilai Rp5,5 Miliar

Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar

Ruben Onsu diduga menjadi korban penipuan proyek pengadaan mukena. Minola Sebayang, kuasa hukum sang presenter mengatakan, peristiwa itu bermula ketika kliennya berkenalan dengan Philipus Suprihatin.

Pria yang dikenal Ruben dari salah satu teman itu kemudian menjembatinya untuk bekerjasama dengan PT Venteny Fortuna Indo dalam memproduksi mukena skala besar. Kerjasama bernilai Rp5,5 miliar itu berjalan dengan skema bagi hasil 60:40. 

“Ruben Onsu tertarik karena menilai ini momen tepat untuk investasi karena ada momennya. Lebaran,” ujar Minola kepada awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada 21 April 2026.

Ketika bisnis mulai berjalan, Philipus tercatat beberapa kali ‘menagih’ uang kepada Ruben untuk berbagai keperluan produksi, dari uang muka pembayaran pabrik hingga biaya operasional. 

Namun setelah menyerahkan uang yang diminta Philipus, Ruben Onsu mulai curiga karena jadwal produksi terus molor hingga akhirnya Lebaran berlalu. Mukena tidak kunjung diproduksi dan produk tidak pernah sampai di tangan Ruben.

"Ruben sudah mentransfer ke rekening PT Venteny Fortuna Indo, namun perusahaan itu tidak pernah mencairkan uang itu. Uang yang ditransfer Ruben ternyata tidak pernah dialokasikan untuk produksi mukena di pabrik," tegas Minola Sebayang. 

Setelah menyadari ada yang tidak beres, ayah tiga anak itu pun meminta pertanggungjawaban Philipus Suprihatin. Sayangnya, pria itu seperti menghilang dan tak bisa dihubungi.

Atas apa yang terjadi, Ruben Onsu masih membuka peluang agar Philipus Suprihatin menyelesaikan masalah mereka secara kekeluargaan. Namun jika pria itu tak punya itikad baik, maka Ruben akan membuat laporan polisi. 

“Kami tunggu beberapa hari ke depan. Jika memang yang bersangkutan tidak punya itikad baik dalam menyelesaikan masalah yang dibuatnya maka kami akan bawa ke ranah hukum,” ungkap Minola Sebayang.

https://celebrity.okezone.com


22 November 2022

Duka Gempa di Cianjur hingga Puluhan Orang Hilang Nyawa

Gempa magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur Jawa Barat kemarin. Puluhan orang meninggal usai gempa kuat itu. 

Gempa terjadi pukul 13.21 WIB, Senin (21/11/2022). Gempa Cianjur, Jabar juga terasa kuat di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok hingga Tangerang Selatan (Tangsel). 

 Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gempa tersebut diduga akibat pergerakan Sesar Cimandiri. 

 "Diduga ini merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri jadi bergerak kembali," ujar Dwikorita. Dia menjelaskan, gempa itu berpusat di sekitar Sukabumi-Cianjur. Menurut penjelasan Dwikorita, gempa tersebut terjadi akibat patahan geser. 

 "Merupakan gempa yang diakibatkan patahan geser dengan magnitudo 5,6," ujarnya. 

  62 Warga Tewas 



BNPB mencatat gempa M 5,6 di Cianjur menelan puluhan korban jiwa. Per tengah malam tadi, data korban tewas usai guncangan gempa Cianjur belum berubah. 

 "Angka BNPB 62 jiwa meninggal dunia," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, kepada detikcom. 

Data korban tewas pascagempa Cianjur sempat simpang siur. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam jumpa persnya menyampaikan ada 162 orang meninggal.



BNPB meluruskan ada kesalahan pencatatan petugas di lapangan sehingga muncul angka 162 korban meninggal dunia di catatan BPBD Jawa Barat. Ini dipastikan Muhari setelah dia menggali informasi dari Pusat Pengedalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Barat.

Awalnya, petugas BPBD Provinsi menerima laporan lisan dari perangkat desa ke BPBD Cianjur. Laporan lisan itu menyebutkan terdapat kurang lebih 100 unit rumah hancur dan kurang lebih 100 orang meninggal dunia.

Angka 'kurang lebih 100 jiwa meninggal dunia' dinyatakan tidak diasesmen lebih lanjut. Maka muncullah angka 162 orang tewas akibat gempa Cianjur.

Per pukul 05.21 WIB, Selasa (22/11/2022) BNPB menyampaikan data korban tewas sebanyak 62 orang.

"Data tervalidasi di BNPB masih di angka 62. Kami sudah crosscheck surat tersebut, dari BPBD menyampaikan tambahan 100 korban MD belum bisa diverifikasi. Apabila ada perubahan data akan kami update lebih lanjut," demikian keterangan resmi humas BNPB.

[source : news.detik.com]


10 November 2021

Contoh Proposal Peternakan Kambing

Cotoh Proposal Rajungan

30 November 2020

Klik Link eform.bri.co.id/bpum untuk Cek Penerima Dana BLT UMKM Rp2,4 Juta, Segera Cairkan di Bank

 

Klik Link eform.bri.co.id/bpum 

Akses eform.bri.co.id/bpum untuk pastikan pencairan dana BLT UMKM Rp2,4 Juta supaya bisa langsung dicairkan di bank.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, pemerintah akan terus melakukan dan memberikan stimulus bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk dorong daya beli masyarakat.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara terus memberikan stimulus bagi para pelaku usaha kecil, menengah dan besar untuk terus bergerak maju di tengah Covid-19, salah satunya adalah BLT UMKM Rp2,4 Juta.

Pemerintah sendiri memang berencana melanjutkan bantuan BLT UMKM Rp2,4 Juta pada tahun 2021 mendatang.

Mengenai realisasi anggaran, presiden menilai sudah berjalan dengan baik. Misalnya, anggaran yang dialokasikan untuk bantuan modal, pelaku usaha sudah terserap 79 persen.

Sementara bantuan bagi para pekerja yang terdampak pandemi dengan berupa subsidi gaji, juga sudah tersalurkan dengan baik dan penyerapannya mencapai 82 persen.

Pencairan dana BLT UMKM Rp2,4 Juta sendiri dilakukan secara bertahap, maka dari itu ada baiknya Anda mengecek mengenai status pencairan dana lewat E-form BRI pada link eform.bri.co.id/bpum

Adapun cara mudah untuk cek BLT UMKM BPUM via eform.bri.co.id/bpum hanya pakai NIK dan KTP adalah sebagai berikut.

  1. Buka situs web https://eform.bri.co.id/bpum.
  2. Setelah itu isi nomor KTP yang sudah terdaftar.
  3. Lalu isi kode verifikasi yang sudah dicantumkan.
  4. Ketika sudah diisi, klik Proses Inquiry.
  5. Jika sudah masuk, pelaku UMKM akan menerima pemberitahuan apakah sudah mendapatkan bantuan atau tidak.
  6. Ketika sudah diberitahukan mendapatkan BLT, maka segera datangi Bank BRI terdekat untuk mencairkan uang BLT.

Jika nomor NIK dan KTP Anda terdaftar dalam eform.bri.co.id/bpum, maka Anda dapat mencairkan dana BLT UMKM Rp2,4 Juta ke bank.

Untuk mencairkan dana bantuan, ketika mendatangi bank BRI harus membawa beberapa dokumen seperti, Buku tabungan, Kartu ATM, KTP, Surat Pernyataan mendapatkan bantuan, dan notifikasi atau SMS dari BRI mengenai pemberitahuan bahwa Anda termasuk penerima bantuan BLT UMKM Rp 2,4 juta.

Namun, tidak semua pelaku UMKM memiliki buku tabungan/kartu ATM maupun rekening Bank.

Meski begitu jangan khawatir, karena meskipun Anda tidak memiliki ATM/Rekening Bank dapat tetap bisa mencairkan dana BLT UMKM Rp 2,4 juta sebab Anda akan dibuatkan rekening di bank.

[Source : https://fixindonesia.pikiran-rakyat.com/]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month