Share Info

23 February 2011

Nyaman Diskusi Tentang Seks dengan Anak


Bisa dipahami bahwa hambatan terbesar yang seringkali ditemui di orangtua bila mereka harus memberikan pendidikan seks kepada anaknya adalah perasaan canggung dan ketidaknyamanan. Hal ini merupakan hal yang wajar, mengingat orangtua saat ini dulunya tidak mendapat pembelajaran yang sama dari orangtuanya dan tidak memiliki contoh tentang bagaimana melakukannya dengan benar. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua yang dapat membantu Anda merasa nyaman bila berbicara tentang seks kepada anak-anak Anda.
1. Kenali seksualitas diri Anda sendiri
Pengalaman saya dalam memberikan pendidikan seks mengenai alat kontrasepsi kepada sekelompok wanita yang sudah menikah, memberikan pembelajaran bahwa ternyata meski sudah menikah dan berpengalaman, masih banyak di antara mereka yang tidak mengenali seksualitasnya sendiri, misalnya saja dalam hal mengenali bentuk dan warna alat kelaminnya sendiri. Kebanyakan dari mereka beralasan bahwa mereka tidak nyaman untuk mengenali diri sendiri. Langkah pertama kepada para orangtua, temukan kenyamanan terlebih dahulu dalam seksualitas Anda, bukan hanya sekedar dalam hal hubungan seksual ya! Dekatkan diri Anda dengan topik seksualitas agar Anda tidak merasa asing dengan topik tersebut.
2. Lakukan pembagian tugas dengan pasangan
Anak perempuan umumnya lebih nyaman berbicara tentang dirinya kepada ibu, dan anak laki-laki lebih nyaman berbicara kepada ayah. Oleh karena itu, lakukan pembagian tugas dengan pasangan tentang siapa yang akan berbicara kepada siapa, dan tentang apa saja. Buat kesepakatan terlebih dahulu tentang hal apa saja yang ingin dibicarakan dan bagaimana cara menyampaikannya. Anda sebagai orangtua, adalah orang yang paling mengenal anak Anda. Temukan cara dan gaya penyampaiannya yang nyaman bagi Anda dan juga si anak.
3. Role play
Secara teori sudah disiapkan? Coba latihan ke pasangan! Bayangkan Anda sedang berbicara dengan anak Anda. Kenali, emosi apa yang muncul saat Anda membayangkan hal tersebut. Malu? Canggung? Panik? Takut? Dalam kegiatan latihan ini, cari tahu pula tentang teknik apa yang akan Anda gunakan demi mengatasi emosi-emosi tersebut agar pembicaraan tentang seks bersama anak bisa kembali nyaman.
4. Cari waktu dan tempat yang nyaman
Mungkin tidak Anda membicarakan topik yang sensitif seperti ini saat sedang pergi makan bersama di sebuah restoran yang ramai? Sepertinya kurang tepat ya. Tidak ada patokan spesifik tentang waktu yang kapan yang nyaman, atau tempat seperti apa yang nyaman. Yang terpenting, buatlah kondisi menjadi situasi dimana Anda dan anak bisa saling mendengar, perhatiannya tidak teralihkan, dan mendorong terjadinya diskusi.

by :
Nadya Pramesrani,
seorang perempuan berusia 24 tahun yang saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Profesi di Fakultas Psikologi UI, berharap bisa lulus dalam waktu sebulan lagi. Sebelumnya, perempuan ini juga lulus sebagai Sarjana Psikologi dari universitas yang sama pada tahun 2007. Dalam psikologi, Nadya ini tertarik dalam bidang seksualitas dan perilaku seksual manusia. Sebelumnya, ia aktif dalam kegiatan Sex Education kepada kelompok remaja yang akan kembali dilanjutkan setelah berhasil lulus pendidikannya.

[source : dailypsychology]

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month