Share Info

26 November 2011

Jururawat Rindu Injeksi

Sebagai jururawat muda nan cantik, ditinggal mati suami 2 tahun lalu sungguh kesepian. Maka ketika seorang pemuda siap memberikan “injeksi” pengobat rindu, langsung saja Ny. Siti Maryati, 27 (bukan nama sebenarnya), bertekuk lutut dan berbuka paha. Padahal, baru beberapa kali menikmati asyiknya hubungan terlarang, sudah digerebek warga.

Siapapun takkan siap menjadi janda di kala usia perkawinan masih sangat muda. Tapi jika garis Allah Swt memang demikian, ummat tak bisa berkelit. Maka tak mengherankan, baru menikah 2-3 tahun, mendadak bercerai akibat kematian suami. Jadilah wanita itu menyandang predikat janda. Dalam kondisi itu, dia bukan saja kehilangan cinta suami, tapi juga kehilangan pula sumber penghidupan yang selama ini sangat diandalkan.

Siti Maryati, termasuk wanita bernasib malang itu. Sudah dua tahun ini dia menyandang status janda, akibat ditinggal mati muda suami. Untungnya, dia punya ijazah keperawatan, sehingga meski masih tenaga honorer bisa dipekerjakan di Puskesmas. Sesuai namanya, dia membantu pekerjaan dokter, termasuk menyuntik pasien.

Soal nafkah sehari-hari Siti Maryati memang tak menjadi masalah. Yang menjadi persolan, adalah nafkah di bawah perut. Biasanya seminggu minimal dipasok 2 kali, kini hampir 2 tahun ngaplo (bengong). Bagaimana solusinya? Sungguh ironis memang, tiap hari dia menginjeksi pasien, tapi dia sendiri sudah lama tak pernah “diinjeksi”. Andaikan ayam, pasti sudah kelabakan ke sana kemari, terbang ke meja, pindah lagi ke almari. Petok, petok, petok…….

Siti Maryati sangat sadar akan kelebihan pisiknya. Maka ketika dia kenal dengan Heru, 25 (bukan nama sebenarnya), dia mengarahkan agar pemuda itu mau mengisi hari-hari sepinya. Sekali waktu anak muda itu bercerita bahwa pernah naik pesawat Citilink milik Garuda dari Surabaya ke Jakarta. Dengan cepat jururawat kesepian itu menukas. “Enakan naik Siti Maryati….,” bisiknya sambil mencubit Heru.

Haaa? Sebagai anak muda yang belum berpengalaman, ditawari soal begituan, tentu saja ingin menjajal, apa lagi Siti Maryati ini juga cukup cantik. Maka sejak itu Heru sering main ke rumah si janda hingga larut malam. Seperti tawaran tuan rumah, Heru memang diminta memuaskan libidonya yang selama ini terhambat. Dan benar kata Siti Maryati, naik Citilink tak ada apa-apanya dibanding yang beginian.

Entah berapa kali Heru melayani kebutuhan biologis si janda, lama-lama tercium warga. Penduduk tentu saja tak mau kampungnya dijadikan arena mesum, sehingga pasangan dimabuk asmara itu digerebek. Keduanya lalu disidangkan di balai desa. Keputusannya, daripada menjadi ajang zina berkelanjuytan, keduanya harus menikah. “Saya memang mencintai Siti, maka tak keberatan. Tapi saya mau ijin orangtua dulu,” kata Heru.

Yaah, minta dilamarkan dan dibayari maharnya, kan?

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month