Share Info

21 April 2011

Seks Bukan Hanya Sebuah Kewajiban (bag.1)

Jika Anda berpikir bahwa seks adalah sebuah kewajiban, maka seks yang ada lakukan bersama pasangan Anda akan menjadi sebuah ritual yang membosankan, mengapa? Karena seks yang Anda lakukan tanpa didasari oleh sebuah keinginan.

Jika seks sudah menjadi kewajiban, Anda akan merasa berdosa jika Anda tak melayani keinginan suami atau istri dan hal itu pasti akan membebani Anda berdua, dan jika sudah terbebani oleh hal-hal demikian, maka seks yang Anda lakukan akan terasa hambar

Anda mungkin penasaran, mengapa banyak pasangan melakukan perselingkuhan, mencari kepuasan seks bersama orang lain mereka melakukan tersebut karena adanya tuntutan akan kebutuhan. Bisa jadi, mereka tidak atau kurang mendapatkan kepuasan dengan pasangan mereka.

Efek dari keadaan yang demikian sudah pasti akan menuju pada keretakan rumah tangga, bahkan tidak menutup kemungkinan akan berlanjut pada perceraian. Sesungguhnya keadaan ini masih bisa diperbaiki dengan mengembalikan suasana kemesraan seperti saat Anda menjalin tali kemesraan.

Kembalikan romantisme.
Jangan mengukur romantisme dari apa yang diberikan pasangan Anda; bunga, pujian, rayuan, puisi…Tidak. Romantisme dalam rumah tangga Anda dapat dikembalikan dengan cara mengungkapkan apa yang Anda inginkan atau Anda pikirkan secara langsung. Misalnya, Anda bisa membuat suasana rumah atau kamar Anda menjadi lebih romantis.

Pasang lilin-lilin dengan aroma terapi, tuliskan sebuah surat cinta sederhana, letakkan bunga-bunga segar di jambangan, dsb. Ingat, jangan sampai kesibukan Anda mengurus rumah tangga memudarkan romantisme di antara Anda berdua.

[Source : perempuan.com]

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month