Share Info

25 April 2011

Mensikapi Kegagalan

Kegagalan adalah hal yang dihindari. Hal ini adalah kecenderungan kebanyakan orang lakukan akan kegagalan. Apakah seperti itu sikap kita akan kegagalan?

Salah satu alasan kenapa kita menghindari kegagalan adalah perasaan yang terkandung didalamnya. Kekecewaan, kekesalan, kehilangan harapan, tidak semangat, kesedihan, rasa malu akan kesalahan dan sejenisnya.

Kita sebagai manusia tidak menyukai semua perasaan itu.

Penulis Dare to Fail, Billi P.S. Lim, menganalogikan dengan sel dalam tubuh kita. Sel memiliki umur tertentu, ketika tiba waktunya, sel sel yang ada akan mati dan akhirnya diganti dengan sel yang baru. Bila ada sel dalam tubuh kita terus berkembang, ini akan menyebabkan penyakit KANKER.

Matinya sel menyebabkan tubuh tetap sehat.

Sama seperti cuaca, apakah hari panas itu lebih baik daripada hari hujan? bila kita selalu panas, bisa menyebabkan penyakit kulit dan kekeringan, bila hujan terus menerus, timbul penyakit lain lagi dan kebanjiran.

Hujan dan panas adalah kombinasi sempurna pendukung kehidupan.

Terdapat suatu maksud tertentu dibalik setiap kejadian, baik itu terlihat baik atau buruk untuk kita. Kalau kita hanya berpikir sebatas perasaan kita saja, bahwa rasanya gagal itu tidak enak, menyebalkan hingga kita tidak mau bertindak apa apa... ini seperti kita tidak menyukai sel tubuh kita mati dan tidak suka kalau hujan turun.

Bayangkan hidup kita kalau sel tubuh tidak ada yang mati dan hari selalu turun hujan. saya pernah melihat orang kena penyakit kanker dan juga pernah mengalami kebanjiran. (anda yang tidak kebanjiran juga kena dampak ekonomi macet karena jakarta banjir!!)

Bukan hujannya yang kita keluhkan, bagaimana kita tetap beraktifitas walau hari tengah hujan. Bukan kegagalan yang kita hindarkan, tapi bagaimana kita tetap maju lalui kegagalan yang terjadi pada diri kita.

Seringkali kita baru merasakan nikmatnya kegagalan setelah kita paham apa maknanya dan menjadi lebih baik karena menerapkan pelajaran tersebut. Tentu saja gagal itu sama sekali pahit, tapi baru bisa nikmat SETELAH kita mensikapi kegagalan itu dengan sikap terbaik.

Jangan berhenti, karena rasanya pahit. Bila kita membiarkan kegagalan itu terus ada dalam pikiran kita, rasanya justru jauh lebih pahit dari pada makan pare.

Kegagalan adalah signal untuk terus maju.

Jadi, bila kita mengalami kegagalan .... cobalah bersabar,tahan rasa pahit pahit getir itu, teruslah berjalan ditengah kekecewaan, ambilah pelajarannya yang bisa diambil, tariklah nafas dan mulailah melangkah lagi. Bila kita menjadi lebih baik karena pelajaran itu, barulah terasa nikmat kegagalan yang kita terima.

Kalau anda mengalami kegagalan dan tergoda untuk berhenti mensikapinya ... cobalah mengingat orang yang terkena penyakit kanker, saat kebanjiran sembari makan pare !!

Lebih enak jalan terus kan?

[Source : kepribadian-malwa]

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month