Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

January 31, 2012

Hormon Seksual Pria Salah Satu Penyebab Perang

January 31, 2012
Perang dan aksi kerusuhan antar suporter sepakbola lebih banyak melibatkan kaum pria. Tidak heran, sebab menurut penelitian hormon seks pria turut berperan dalam setiap perilaku agresif yang melatarbelakangi berbagi tindak kekerasan.

Meski tidak disebutkan jenis hormon yang dimaksud, namun perbedaan komposisi hormonal membuat pria secara alamiah lebih terprogram untuk melakukan kekerasan. Kecenderungan untuk menyerang akan lebih besar ketika seorang pria berada dalam satu kelompok.

Dalam tataran naluri kejantanan, teori evolusi mengaitkan kecenderungan ini dengan kebutuhan untuk memperoleh pasangan dalam rangka memenuhi kebutuhan reproduksi. Namun pada tataran yang lebih tinggi, kecenderungan ini berlaku juga untuk mempertahankan teritori atau wilayah kekuasaan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Philosophical Transactions of the Royal Society B ini menyebutkan, perilaku agresif ini membuat pria cenderung lebih galak ketika menghadapi orang lain di luar kelompoknya. Perempuan juga punya sikap agresif, tetapi cenderung lebih bersifat individual.

Para peneliti mengungkap, perilaku semacam ini juga teramati pada simpanse jantan. Baik kaum pria maupun simpanse jantan sama-sama memiliki keterikatan yang lebih kuat terhadap identitas kelompok, sehingga menjadi lebih agresif saat bersama-sama menghadapi ancaman dari luar kelompok.

“Sebuah solusi untuk konflik, yang merupakan masalah paling umum di masyarakat, hingga kini masih sulit ditemukan. Salah satu alasannya adalah tidak mudah mengubah pola pikir yang sudah berevolusi ribuan tahun lamanya,” kata Prof Mark van Vugt yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip dari Telegraph.

Salah satu hormon yang digolongkan sebagai hormon seks pria adalah testosteron, yang fungsinya antara lain memunculkan tanda-tanda seksual sekunder di masa pubertas. hormon ini memicu tumbuhnya rambut-rambut halus di kemaluan, serta perubahan suara pada remaja pria menjadi lebih berat.

Meski disebut sebagai hormon seks pria, hormon ini sebenarnya juga diproduksi oleh wanita. Namun demikian, kadar testosteron yang diproduksi wanita lebih sedikit dan kurang dominan dibandingkan dengan hormon seks wanita seperti progesteron dan esterogen.

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

ClixSense

Follow me on twitter

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

 

Recent Posts

There was an error in this gadget

Hostgator