Share Info

2 December 2010

Nilai Kesadaran

Dikisahkan, seorang direktur eksekutif di sebuah perusahaan multinasional berkisah tentang perjalanan kariernya. Saat masih muda, aku bangga pada diriku sendiri yang pintar, lulus sekolah dengan angka yang memuaskan dan bersikap angkuh pada orang-orang yang tidak sepandai aku. Aku dulu egois sekali, mengejar karier secepat mungkin tanpa mempertimbangkan perasaan orang-orang yang aku dahului. Yang penting cepat sampai ke tujuan tanpa pernah menyadari bahwa kepandaian dan caraku memenangkan perdebatan di meja rapat ternyata menyakiti teman-teman dan seniorku sendiri. Yang penting dewan direksi senang dan puas dengan hasil kerjaku, maka karierku pasti akan meningkat dengan pesat begitu pula dengan gaji dan fasilitas yang bakal ku terima. Yang lainnya aku tidak peduli. Sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak merasa perlu bersosialisasi, menyebabkan aku dijauhi teman dan ketika sadar, tiba-tiba aku sendirian!

Saat kelelahan karena pekerjaan yang menumpuk, tidak ada satu orang teman pun yang menyapaku apalagi membantu. Ketika sakit, tidak ada yang menanyakan keadaanku apalagi menjenguk. Hidupku begitu kering dan kesepian. Hanya ada satu orang yang menyapaku dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya, yaitu si Udin, cleaning service merangkap office boy di kantorku. Sosok pemuda kampung yang ramah dan siap membantu.

Sapanya yang khas setiap bertemu, "Selamat pagi, siang, atau sore, Pak." "Mau tambah minum apa?" atau "Apa yang bisa saya Bantu, Pak?" Meskipun pekerjaannya berat, menyiapkan segala properti untuk semua orang di kantor, dia selalu ringan tangan menolong orang lain yang bukan menjadi tugasnya sehingga dia sangat disukai oleh semua orang. Bahkan saat tidak masuk kerja karena sakit, beberapa orang kantor menyempatkan menengok dan mengumpulkan uang membantu Udin.

Diam-diam aku iri kepada udin dan marah kepada diriku sendiri. Iri kepada Udin? Yang cuma cleaning service? Sungguh keterlaluan! Kenyataan itu serasa menamparku dengan keras. Selama berhari-hari aku merenung dan meneliti kembali tujuan hidupku. Apakah aku bahagia dengan perolehan yang telah aku capai selama ini? Apakah ini tujuan hidup yang aku inginkan? Dan banyak lagi pertanyaan yang menggantung di benak ini. Sejak itu, aku sadar dan segera membuat rencana untuk berusaha merubah diri menjadi lebih baik seperti yang aku inginkan. Menjadi pribadi yang lebih menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain. Perubahan demi perubahan positif pun terjadi. Sungguh luar biasa. Kesadaranku muncul karena seorang Udin!


Sobat yang budiman,

Pepatah bijak mengatakan "Setiap orang bisa menjadi guru bagi orang lain" dan yang sering saya sharingkan, "Sebuah prestasi tanpa dilandasi oleh kepribadian dan pikiran yang positif maka akan rapuh dan mudah runtuh" adalah sangat tepat untuk menggambarkan kisah tadi.

Apalah artinya pintar jika hanya menyakiti orang lain, bahkan teman sendiri? Karena sesungguhnya, pintar adalah berkah dari yang Kuasa. Tetapi mampu mengelola kepintaran sehingga bermanfaat dan membahagiakan bagi diri sendiri dan orang lain itu baru lah kebijaksanaan.

Mari mengevaluasi diri sendiri, untuk selalu menghargai berkah yang diberikan Tuhan kepada kita.

by : Andrie Wongso

Kilas Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

5 September 1945
Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat bergabung dengan Republik Indonesia. Sri Paduka Paku Alam VIII melakukan hal sama. Berawal dari situ, dua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan itu bersatu kembali setelah berpisah lebih dari 100 tahun.
Keraton Yogyakarta

5 Januari 1946
Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia.

Istana Presiden di Yogyakarta

Tahun 1965
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pemerintahan Daerah berlaku dan menandai Yogyakarta menjadi provinsi. Undang-undang ini juga mengisyaratkan penghapusan status istimewa bagi Yogyakarta dan Nanggroe Aceh Darussalam kelak kemudian hari.

Tahun 1974
Lahir Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah. Aturan ini menyebutkan, Yogyakarta adalah provinsi yang dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur.

Tahun 1988
Gubernur Sultan Hamengku Buwono IX wafat. Dia adalah raja sekaligus Gubernur Yogyakarta terlama, yakni 1940-1988. Presiden Soeharto menunjuk Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam VIII sebagai penjabat gubernur.

Tahun 1998
Sri Paduka Paku Alam VIII wafat. Sultan Hamengku Buwono X ditetapkan sebagai gubernur periode 1998-2003.

Tahun 2003
Masa jabatan Sultan Hamengku Buwono X berakhir. DPRD Provinsi menginginkan pemilihan gubernur. Tapi mayoritas rakyat menghendaki Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur. Keduanya pun diangkat dengan masa jabatan 2003-2008.

Tahun 2004
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengisyaratkan keistimewaan akan diatur secara khusus, seperti di Aceh, DKI Jakarta, dan Papua.

7 April 2007
Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tak bersedia lagi menjabat gubernur setelah masa jabatannya selesai pada 2008. Janji ini diulangi pada Pisowanan Agung di depan 40 ribu rakyat Yogyakarta, 18 April 2007.

25 Maret 2008
Sekitar 10 ribu orang menolak Rancangan Undang-Undang Keistimewaan, yang dianggap bertentangan dengan aspirasi masyarakat.

23 April 2008
DPRD Provinsi membentuk Panitia Khusus Akselerasi Keistimewaan Yogyakarta. Panitia juga sepakat mengangkat kembali Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur 2008-2013.

Agustus 2008
Rancangan Undang-Undang Keistimewaan DIY diserahkan oleh pemerintah kepada DPR. Hingga sekarang, penggodokan belum selesai.

Oktober 2008
Jabatan Sultan Hamengku Buwono X berakhir. Presiden memanggil Sultan untuk menjadi penanggung jawab sementara selama 3 tahun atau sampai RUU Keistimewaan Yogya.


Alun-alun Selatan di Sore hari

Masjid Gede

Benteng Vredeburg dari pintu masuk

[source : tempointeraktif]

Mengapa Pria Lajang Menikahi Single Mom?

Tak sedikit pria lajang yang jatuh cinta dengan orangtua tunggal atau single mother. Saat hubungan cinta semakin serius, bahkan menuju jenjang pernikahan, pria cenderung akan mempertimbangkan kembali perasaannya. Kedewasaan lah yang kemudian meyakinkan pria untuk membangun rumah tangga dengan single mom.

Saat pria memutuskan untuk memilih single mom sebagai pasangan, di sinilah ia belajar mendewasakan dirinya untuk menjadi pria yang lebih matang. Pasalnya, pria juga perlu menerima keadaan bahwa kekasihnya tak lagi sendiri namun juga membawa si buah hati, yang bukan keturunannya.

David Wygant, Dating & Relationship Coach, mengatakan pria yang menikahi single mom cenderung membuka dirinya untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa melebihi usianya. Karena pria akan belajar pengalaman baru dari hubungannya dengan perempuan yang juga adalah seorang ibu. Pria lajang juga akan lebih matang karena lebih banyak belajar dari anak yang menjadi bagian penting dari kehidupan kekasihnya.

Bagaimanapun, pria lajang yang terlanjur jatuh cinta dengan single mom memerlukan penyesuaian. Sejumlah hal yang dipertimbangkan pria lajang untuk menikahi orangtua tunggal di antaranya:

Penyesuaian dengan peran ayah
Menjalani peran ayah dari anak yang tidak berhubungan darah tak mudah bagi pria lajang. Namun jika ia tetap bertahan dengan Anda sebagai single mom, artinya ia sepenuhnya memilih Anda sebagai calon pasangan hidup. Hanya saja, pria butuh menyesuaikan diri dengan keadaan yang sama sekali tak terpikirkan sebelumnya. Menjadi ayah tiri dari anak Anda.

Menyiapkan dirinya
Bagaimanapun pria lajang yang ingin menikahi single mom perlu meyakini keputusannya. Kesiapan mental menjadi bagian penting dari tahapan hubungannya. Meski ia belum juga melamar Anda, meskipun hubungan sudah berlangsung lama, bisa jadi ia sedang memupuk kesiapan dirinya.

Mencari kesamaan tujuan
Pria lajang membutuhkan waktu untuk mengenali Anda lebih dekat. Ia perlu memastikan seperti apa hubungan yang akan dijalaninya nanti bersama Anda. Kehadiran anak Anda adalah sumber pertimbangan utamanya. Bukan lantas ia tak menerima keberadaan anak Anda, namun ia hanya perlu merasa yakin, bahwa dirinya bisa menjalani peran sebagai ayah dan suami dari perempuan yang dicintainya.

Waktu untuk kontemplasi
Bahkan dengan semua persiapan yang dilakukannya, pria lajang masih membutuhkan waktu untuk kontemplasi, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah dengan single mom. Pada masa inilah pria akan memastikan dirinya, apakah siap atau tidak menjalani kehidupan baru yang jauh lebih menantang dengan single mom. Hasil kontemplasinya bisa saja mengakhiri hubungan, karena pada akhirnya ia merasa tak cukup siap dan kuat untuk menerima kondisi bahwa perempuan yang dicintainya adalah seorang ibu. Penyebabnya bukan hanya karena kehadiran anak, tetapi juga ketidaksiapannya dengan peran pasangannya sebagai ibu yang akan menyita banyak waktu daripada kehidupan personalnya.

"Sebenarnya yang dicari single mom adalah sosok pria yang bisa mendampinginya, bukan mencari pengganti peran ayah. Single mom mampu mengemban peran ayah dan ibu. Yang dibutuhkan single mom ketika mencari pasangan adalah sepenuhnya untuk menjadi teman hidupnya," papar Wygant.

Memang dibutuhkan keberanian ekstra serta kematangan berpikir dari pria untuk menikahi single mom. Karakter inilah yang perlu dilihat dari pasangan Anda, jika kondisi saat ini, Anda adalah single mom yang sedang berkencan dengan pria lajang.

[source : askmen]

Trik untuk Hubungan yang Harmonis

Dibutuhkan upaya dan usaha dari kedua pihak agar hubungan bisa berjalan dengan baik, lancar, dan harmonis. Berikut adalah 3 trik untuk menjaga agar hubungan pernikahan berjalan dengan baik menurut ilmu sains yang dituliskan oleh Tara Parker-Pope, pengarang buku For Better.

Rayakan waktu-waktu yang indah
Riset mengindikasikan, bagaimana cara pasangan menerima berita bagus sama pentingnya dengan bagaimana mereka menerima berita buruk, konflik, dan ketidakbahagiaan. Bagaimana Anda bereaksi dari keberhasilan pasangan Anda? Apakah Anda hanya memberikan senyuman tanda dukungan? Atau Anda membuatkan makan malam romantis untuk merayakan? Apa reaksi pasangan yang ingin Anda terima ketika Anda mendapatkan promosi atau keberhasilan sesuatu? Rayakanlah waktu-waktu yang membahagiakan.

Seirama dalam hubungan seksual
Dalam sebuah studi di Hawaii, para peneliti menanyakan pada para partisipan bagaimana mereka berharap pasangannya bertingkah saat sedang melakukan hubungan intim. Baik pria dan wanita sama-sama ingin pasangannya lebih terbuka dan mengungkapkan apa keinginannya. Namun, masing-masing responden juga mengakui bahwa dirinya terlalu mawas diri atau kurang percaya diri jika harus mengungkapkan kemauannya. Solusi: tuliskan 5 hal yang Anda inginkan dari pasangan selama melakukan hubungan intim. Upayakan untuk tidak berfokus pada tindakan spesifik atau posisi tertentu. Targetnya adalah untuk mengetahui perubahan umum yang bisa memberikan kepuasan bagi masing-masing. Kemudian bandingkan jawaban Anda dengan milik pasangan.

Ubah kritik menjadi komplain
Studi mengenai pernikahan mengatakan, bahwa perbedaan utama antara pertengkaran rumah tangga yang berarti dan yang tidak berarti sama sekali adalah awal mula pertengkarannya. Apakah dimulai dengan komplain atau kritikan. Contoh, "Aku berharap kita berhubungan intim lebih sering" ini adalah bentuk komplain. Bandingkan dengan kata-kata, "Kamu enggak pernah mau berhubungan seks lagi. Kamu kenapa, sih?" (kritikan dan tudingan). Perbedaan antara komplain dan kritikan memang amat tipis, namun kuncinya adalah untuk berfokus pada efek yang mengesalkan dari si pasangan agar berubah menjadi lebih baik untuk kedua pihak ketimbang mencoba "menyerang" si dia.

[source : oprah]

10 Penangkal Perceraian Ala Komedian

Sungkan rasanya berbicara perceraian. Namun konflik pada pasangan menikah, apalagi bagi mereka yang masih muda, seringkali mengarah pada kata atau sekadar keinginan bercerai. Simak cara cerdas dan juga humoris dari pasangan komedian Jason Jones dan Samantha Bee yang telah menikah 10 tahun.

1. Jika berhasil berkompromi soal isu kebersihan, artinya Anda selamat dari sumber konflik lain. Jika standar higienitas Anda dan pasangan berbeda (kebanyakan pasangan sepertinya mengalami ini), tandanya Anda harus selalu siap berkompromi. Anda tak bisa memaksa pasangan mengikuti standar kebersihan atau higienitas Anda. Karenanya persoalan sederhana seperti pasangan yang selalu melempar kaos kaki sembarangan, atau tidak menyimpan pakaian bekas pakai di keranjang pakaian kotor, bisa menjadi sumber konflik berkepanjangan. Jika Anda dan pasangan bisa mengatasi masalah ini, selamat. Karena Anda pun akan terselamatkan dari konflik yang bersumber dari topik keuangan, politik, agama, bahkan uang.

2. Jika pasangan membuat Anda jengkel, bayangkan saja ia sebagai anak kecil yang menggemaskan. Agak sulit sepertinya menerapkan ini dan mungkin konyol bagi sebagian orang. Tetapi cara ini bisa membuat perspektif lain yang lebih menyegarkan saat Anda sedang kesal. Jika pasangan melakukan pekerjaan yang tak terselesaikan dan tentunya membuat Anda jengkel karenanya, cobalah lihat ia sebagai anak kecil berusia lima tahun. Jika Anda menyaksikan anak berusia lima tahun memberantakkan mainannya dan berbuat semau hati, Anda cenderung menahan diri untuk tidak marah, kan?

Butuh kesabaran dan kemurahan hati memang untuk menjalankan cara ini. Bolehlah dicoba dan bandingkan hasilnya dengan cara lain seperti marah, emosi, atau berteriak menunjukkan kejengkelan Anda kepada pasangan yang bertingkah seperti bocah.

3. Jangan pernah berkelahi di depan umum. Anda tentu tak ingin dicap sebagai biang kerok atau perusak suasana, bukan? Bayangkan seperti apa rasanya jika Anda menyaksikan pasangan berkelahi di depan umum. Selain tak enak dipandang mata, emosi negatif yang dikeluarkannya juga bisa memengaruhi mood Anda. Jaga diri dan pasangan dari perilaku ini.

4. Saling mendengarkan kebutuhan pasangan dan bukan mau menang sendiri. Anda dan pasangan tak bisa memenangkan semua pendapat atau pikiran sendiri. Ada kalanya Anda harus didengarkan, sekaligus mendengarkan. Jangan memaksakan pasangan mengikuti kemauan Anda, menyesuaikan diri dengan semua keinginan Anda. Bagaimanapun pasangan adalah individu yang memiliki hak atas dirinya. Cobalah untuk selalu berusaha saling mendengarkan kebutuhan pasangan, bukan bersikap egois.

5. Jangan pernah menunda. Upayakan untuk tidak menunda hal positif yang bisa dilakukan bersama pasangan, apapun itu bentuknya. Singkirkan BlackBerry, dan nikmati waktu bersama untuk sekadar menonton atau mengomentari acara televisi yang tak bermutu. Jangan rusak waktu berharga dengan terus-menerus mengeluhkan pintu garasi yang rusak, perabot rumah yang semakin menua, atau apapun yang menganggu pikiran Anda. Sempatkan makan malam bersama. Berpegangan tangan lah lebih sering. Sesekali menonton film kesukaan bersama. Bukankah masa-masa bahagia seperti ini yang akan selalu teringat sampai kapanpun?

6. Ajak pasangan atau sekadar tunjukkan keinginan Anda untuk bercinta. Jika setiap pasangan saling memulai mengajak hubungan seks, bukankah perasaan dihargai dan diinginkan akan timbul kemudian? Jika pun untuk alasan tertentu Anda dan pasangan tak bisa melakukan hubungan seks, beritahu pasangan bahwa Anda sedang memikirkannya sedang bercinta dengan Anda. Berikan janji, bahwa nanti, jika waktunya tepat Anda akan segera mewujudkan pikiran nakal tersebut. Kirimkan juga pesan singkat nakal yang memancing gairah pasangan, atau setidaknya memancing senyuman saat membacanya.

7. Beri kesempatan menikmati "me time". Kadang pasangan butuh waktu menyendiri dengan "bersembunyi" di kamar mandi selama 45 menit, misalnya. Biarkan saja. Mungkin ada sikap Anda yang menjengkelkan dan ia ingin menjauh dari Anda sementara waktu. Toh, ia akan kembali kepada Anda setelah merasa dirinya lebih tenang.

8. Jika bertengkar, menjauhlah sementara dan lawan emosi negatif yang muncul. Pertengkaran pastinya akan muncul dalam pernikahan. Jika ini terjadi usahakan untuk tidak terjebak dalam perang mulut. Lebih baik Anda atau pasangan menjauh, cari udara segar dan kembali dengan energi lebih positif.

9. Sisakan 10 persen dari waktu Anda bersama pasangan untuk diri sendiri. Ijinkan pasangan Anda selalu hadir 90 persen dalam rutinitas Anda. Namun simpan sisa waktu 10 persen untuk diri sendiri, baik Anda dan pasangan. Anda tak perlu melihat suami mencukur kumis atau jenggotnya. Lebih menyenangkan jika sudah melihatnya plontos, dan itu memberikan kejutan kecil yang memberi bumbu dalam hubungan.

10. Berikan hadiah yang membuatnya berbinar, bukan berpikir keras. Hadiah seharusnya bisa menyenangkan hati pasangan dan merasa diperhatikan karenanya. Membelikan istri perangkat masak yang canggih namun membuatnya bingung cara menggunakannya, tidak bisa dihitung sebagai hadiah. Bukankah kebutuhan rumah tangga adalah kebutuhan bersama yang harus dipenuhi pasutri? Memberikan pasangan voucher belanja dan membuatnya bebas menggunakan semau hati untuk dirinya adalah hadiah kejutan yang bernilai murni hadiah. Bukan barang yang sengaja dihadiahkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan Anda atau pasangan. Berikan hadiah yang menjadi representasi cinta dan perhatian Anda kepada pasangan.

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month