Share Info

23 February 2015

Ternyata Pernikahan Bahagia Lebih Bersumber dari Suami

Ilustrasi
Seorang istri yang menyenangkan dan kesehatannya bagus, tidak berperan besar dalam keharmonisan rumah tangga. Kondisi suami lebih berperan dalam hal keharmonisan atau konflik rumah tangga.

Seorang suami yang tidak sering mengeluh dan punya kesehatan bagus cenderung menghasilkan kebersamaan berusia panjang, demikian penemuan sebuah studi yang Maret ini dimuat Journal of Marriage and Family.

Penelitian itu, dikutip dari parentsindonesia.com, menganalisis 953 pasangan, yang menikah dan yang hidup bersama, berusia 63-90 tahun. Peserta penelitian ini sedikitnya telah hidup bersama selama 39 tahun. Para peneliti menganalisis informasi seputar kesehatan pasangan dan karakteristik lain, seperti sikap positif, caranya bersosialisasi, dan tingkat pengendalian diri.

Peneliti juga memertimbangkan seberapa banyak pasangan mengkritik satu sama lain, banyak menuntut, dan menyinggung yang lain. "Jika kesehatan sang suami tidak baik, pasangannya lebih cenderung melaporkan adanya konflik yang tinggi," kata James Iveniuk, kepala peneliti dan kandidat doktor di University of Chicago. 

Jika suami sakit, sang istrilah yang biasanya diminta untuk merawat. Kondisi kesehatan dan sikap suami sering berdampak langsung kepada istri. Sebaliknya, jika istri yang sakit, suami mungkin meminta keluarga yang merawatnya. 

Begitu juga soal sikap positif. Sikap positif seorang istri tidak berpengaruh terhadap jumlah konflik seperti halnya sikap positif seorang suami. Jika seorang suami mudah stres dan bersikap negatif, sang istri cenderung menjadi lebih banyak mengeluhkan pernikahannya.


[Source : republika.co.id]

Sebelum Tewas Dihajar Sang Bapak, Bocah itu Bilang: Aku Sayang Ayah

Penyesalan tiada arti
Penyesalan tidak terhingga ditunjukkan Deni, warga Lowokdoro Gang III, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pria 31 tahun itu mengaku khilaf karena telah menghajar anaknya hingga meninggal dunia.

Deni tidak menggunakan tangan kosong saat menghajar Kasih Ramadani, 7, anak keduanya. Tapi, dia memakai bambu berdiameter 5 cm. Bahkan yang dipukuli adalah bagian kepala sang anak.
Saat itu, Kasih sedang berebut baju dengan sang kakak, Dina Marselina, 8.   
''Saya memang kerap memukul anak saya. Namun, yang kelewatan adalah yang kemarin (Sabtu, 21/2). Yang seperti ini baru yang pertama,'' kata Deni di depan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang.

Awalnya, Kasih bertengkar dengan Dina. Bocah-bocah itu berebut kaus pemberian adik Deni, Nuraini, 30, warga Dusun Buwek, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kota Malang, yang baru pulang dari Jogjakarta. Kasih diberi baju warna merah muda, sedangkan Dina warna biru. Namun, Dina ternyata menginginkan baju milik adiknya.

Ketika pulang kerja sebagai buruh tanam singkong, Deni mendapati dua anaknya terus bertengkar berebut kaos oleh-oleh. Lantaran capek dan dalam keadaan lapar, dia langsung marah hingga memukul Dina dan Kasih menggunakan bambu.

Deni pun makin kalap saat Kasih membuang bajunya. ''Langsung saya pukul berkali-kali. Sampai dia (Kasih) jatuh lemah, saya tetap memukulinya,'' jelasnya, lantas menangis.

Setelah melampiaskan emosinya, Deni memangku Kasih dan Dina. ''Hanya demi ini saja (kaus), kita bertengkar,'' kata Deni. Kemudian, dia meminta Kasih untuk membersihkan muka di kamar mandi. 
Setelah itu, Kasih datang ke pangkuan Deni dan meminta maaf. ''Ayah, Kasih minta maaf. Kasih juga minta maaf sama Kak Dina,'' ucap Deni yang menirukan perkataan Kasih.

Kemudian, Kasih meminta es krim. ''Yah, es krim. Kasih sayang sama Ayah,'' ungkap Deni. Setelah mengatakan keinginannya tersebut, Kasih tidak sadar diri dan mengembuskan napas terakhir.

[Source : jpnn.com]

11 February 2015

Pendiri Coca-Cola yang Malah Mati Miskin

Coca cola
Siapa yang menyangka bahwa penemu Coca Cola adalah seorang ahli farmasi. John Stith Pemberton seorang ahli farmasi tersebut, karena Pemberton sering membuat farmasi dan membuat beberapa obat-obatan yang manjur untuk masyarakat. Tapi karena ingin berbisnis, Pemberton akhirnya membuat minuman alkohol dengan campuran biji kola. Karena alkohol dilarang, Pemberton hanya membuat campuran biji kola dengan ramuan yang kini masih menjadi rahasia tersebut.
Itulah sedikit gambaran dari Pemberton yang menjadikan Coca-Cola menjadi minuman ringan nomor satu didunia. Bahkan Coca-Cola pernah menjadi brand paling berpengaruh pada tahun 2011. Sekarang simak kisah Pemberton dalan membaut Coca-Cola.

Seorang ahli farmasi

Pemberton yang lahir pada tahun 1831 di Georgia, Amerika Serikat merupakan lulusan dari Universitas Philadelphia dan mendapatkan gelar kedokteran di bidang farmasi. Setelah itu hari-hari Pemberton diisi dengan meracik obat-obatan. Selain bekerja sebagai ahli farmasi, dia pernah menjadi tentara karena di Amerika Serikat pada saat itu terjadi perang saudara. Pemberton sempat berpindah tempat, sebelum akhirnya menetap di Georgia kembali.

Hikmah luka perang

Ternyata, Pemberton luka dalam perang. Bahkan, dia harus menderita karena mengalami pendarahan di perut yang cukup hebat. Setelah kembali ke Georgia, Pemberton harus menggantungkan hidupnya dengan pain killer, yaitu morfin. Dasar tukang farmasi, Pemberton tidak mau terus-terusan mengkomsumsi morfin yang berharga mahal. Dia akhirnya membuat ‘pain killer’ sendiri yaitu yang dibuatnya dari kokain dan biji kola. Minuman bikinannya tersebut dinamakan French Wine Cola. Jadi, kalau Pemberton tidak terkena luka dalam perang, mungkin Coca-Cola tidak pernah ada.

Mulai menjual cola

Karena semakin merebaknya kokain, Amerika Serikat mengharamkan kokain. Akhirnya Pemberton menghilangkan unsur kokain dan bereksperimen lain. Menurut sejarah dari Coca-cola sendiri, Pemberton secara tidak sengaja mencampurkan sirup bersoda kedalam larutan biji kola tersebut. Ternyata rasa yang dihasilkan lebih enak dan dia mulai berpikir untuk menjual produknya dibandingkan menjadi obat.
Bersama partnernya waktu itu adalah Frank Mason Robinson menjual secara masal. Mereka berdua meracik manual dengan biji kola, gula, asam sitrat dan sirup soda. Mereka berusaha menjual keliling Georgia, bahkan mereka harus menjual secara gratis, tetepi penjualannya tidak meningkat. Setelah satu tahun, Pemberton berpikir bahwa dia tidak ahli dalam menjual barang, tetapi produknya harus bisa dinikmati oleh masyarakat diseluruh dunia.
Pendiri Coca Cola yang Malah Mati Miskin best people berita bisnis  studentpreneur

Menjual resep

Jika Pemberton mengetahui Coca-Cola sudah sebesar sekarang mungkin dia tidak akan melakukan ini. Ya, Pemberton menjual resepnya kepada seorang pedagang kaya raya bernama Asa Candler seharga 2.300 dolar. Yang dilakukan Candler pertama kali adalah, memberikan kemasan.
Coca-Cola dijual pertama kali disebuah kedai dengan tulisan besar bertuliskan ‘Coca-Cola’ yang menarik pengunjung. Hanya dalam beberapa jam, minuman tersebut habis. Pada tahun 1892, akhirnya Candler membuat perusahaan Coca-Cola Company sampai sekarang. Lalu bagaimana nasib Pemberton, dia meninggal pada tahun 1888, dengan keadaan miskin dan ketagihan morfin.
Keputusan Pemberton untuk menjual resep Coca-Cola memang sangat bersiko. Tetapi Pemberton ingin resepnya terus dapat digunakan hingga masa mendatang. Karena sudah sangat bangkrut dan membutuhkan uang, Pemberton pun menjualnya.

10 February 2015

Perempuan Sering Orgasme Palsu, Bagaimana Cara Membedakannya?


Ilustrasi
Meski orgasme adalah puncak kenikmatan saat berhubungan seksual, nyatanya tidak semua perempuan beruntung bisa merasakannya. Namun, karena tak ingin melihat pasangannya kecewa di atas ranjang, tak jarang perempuan hanya berpura-pura orgasme atau dikenal dengan istilah orgasme palsu.

Tapi tidak semua laki-laki bisa membedakan orgasme sungguhan dan orgasme palsu. Kondisi ini bisa menyakitkan bagi perempuan, terlebih karena penyebab sulitnya orgasme salah satunya karena kurangnya cairan lubrikasi.

“Fake orgasm sebenarnya bisa dibedakan dari lubrikasi cairan vagina. Bila diraba mulut vaginanya akan terasa berlimpah lendir vaginanya,” ujar Andri Wanananda, dokter yang tergabung dalam Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), saat berbincang dengan CNN Indonesia di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Andri, orgasme palsu juga bisa dikenali dari mimik wajah dan tingkah laku. Pada perempuan yang mengalami orgasme sungguhan, normalnya terjadi reaksi spontan seperti tubuh yang menegang saat menghampiri fase orgasme.

“Keluar suara mengerang atau memekik, disusul dengan gerakan tangan yang mendekap erat-erat, kadang bisa sampai menggigit bahu pria,” ujar Andri.

Bila sang lelaki jeli, ada lagi satu tanda yang membuat perempuan tidak bisa berbohong soal orgasme, yaitu vagina spasm.

“Jika orgasme, wanita mengalami vagina spasm, di mana penis akan merasakan tekanan dengan ritmik seperti diremas dan dilepaskan beberapa kali," kata Zoya Amirin, psikolog seksual dan pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, seperti dilansir dari laman detikHealth.

Mencapai orgasme memang bukan perkara mudah bagi perempuan. Bagi mereka, suasana hati, kenyamanan dan rasa kedekatan memainkan peran yang jauh lebih besar dibandingkan rangsangan fisik pada zona erotis untuk mencapai orgasme. Sebaliknya, bagi laki-laki, sentuhan dan rangsangan fisik adalah yang terpenting.

Itu juga terbukti dari hasil scan otak yang dilakukan oleh para peneliti. Hasil scan otak perempuan dan laki-laki saat  orgasme menunjukkan perbedaan yang nyata dalam cara masing-masing mencapai kenikmatan seksual, seperti dilansir dari laman Medindia.

Scan otak laki-laki dan perempuan selama aktivitas seksual digambarkan mengurangi aktivitas di amigdala, yaitu bagian otak yang mengontrol ketakutan dan kecemasan. Pada laki-laki, peningkatan aktivitas otak saat berhubungan seks paling banyak terjadi pada korteks somatosensory sekunder, menyiratkan nilai tinggi yang melekat pada sensasi fisik. Sebaliknya, scan otak pada perempuan hanya menunjukkan sedikit peningkatan pada aktivitas korteks somatosensory primer.

Enam Alasan Kenapa Laki-Laki Memalsukan Orgasme

Ilustasi
Apakah Anda berpikir perempuan satu-satunya yang sering menggertak di atas tempat tidur? Jika Anda berpikir seperti itu, sebaiknya pikir kembali. Satu dari empat laki-laki mengaku bahwa mereka telah memalsukan orgasme setidaknya satu kali dalam kehidupan seksual mereka. 

Penelitian sebelumnya mengatakan, perempuan lebih sering melakukan orgasme palsu daripada laki-laki. Rupanya, orgasme palsu tidak terbatas dilakukan oleh perempuan saja, laki-laki juga melakukannya. Bagi laki-laki dan perempuan, berpura-pura mengalami orgasme tampaknya dianggap sebagai pemecahan masalah dalam berhubungan seksual.

Laki-laki yang memalsukan orgasme melaporkan bahwa mereka menggunakan kombinasi mengerang, vokalisasi, dan perubahan gerakan fisik. Mungkin ada beberapa alasan mengapa laki-laki melakukan tindakan tersebut. Lantas, mengapa laki-laki melakukan orgasme palsu?

Jika titik klimaks laki-laki adalah semu, alasan berikut bisa jadi penyebabnya:

1. Agar segera bergegas

Rata-rata, data menunjukkan bahwa laki-laki cenderung memakan waktu sekitar tujuh menit dari penetrasi ke klimaks dalam berhubungan seksual. Jika seorang laki-laki merasa dia terlalu lama menuju klimaks, dia dapat memutuskan untuk lebih baik baik memalsukan orgasme dan mendapat tindakan seksual dengan itu.

2. Untuk menyembunyikan ejakulasi dini

Beberapa laki-laki bepura-pura mengalami orgasme sebagai kedok untuk ejakulasi dini, kata ahli urologi Craig Niederberger dari Universitas Illinois di Chicago.

3. Untuk melindungi harga dirinya

Bagi lelaki yang kehilangan ereksi saat berhubungan seksual atau merasa mereka tidak dapat mengalami orgasme, barangkali lebih mudah untuk memalsukan orgasme daripada bertanya mengapa orgasme tidak terjadi.

4. Untuk menyenangkan pasangannya

Seorang lelaki berpura-pura mengalami orgasme mungkin karena khawatir pasangannya tidak nyaman dengan lamanya hubungan seksual. Mungkin juga dia khawatir bahwa pasangannya akan merasa sakit hati jika mereka menghentikan aktivitas seksual sebelum orgasme terjadi.

5. Untuk mematuhi aturan

Beberapa pasangan memiliki ide tertentu tentang bagaimana hubungan seksual selesai. Para peneliti berteori bahwa beberapa laki-laki tak bisa memikirkan cara lain menyudahi aktivitas seksual selain dengan orgasme. Akhirnya, mereka pun berpura-pura mengalami orgasme, jika itu tidak terjadi secara alami.

6. Agar cepat selesai

Kadang-kadang, lelaki berhubungan seksual demi pasangannya, meskipun mereka merasa tidak benar-benar ingin melakukannya. Mereka akhirnya berpura-pura orgasme untuk menyelesaikan situasi tersebut.

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month