Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

February 10, 2015

Perempuan Sering Orgasme Palsu, Bagaimana Cara Membedakannya?

February 10, 2015

Ilustrasi
Meski orgasme adalah puncak kenikmatan saat berhubungan seksual, nyatanya tidak semua perempuan beruntung bisa merasakannya. Namun, karena tak ingin melihat pasangannya kecewa di atas ranjang, tak jarang perempuan hanya berpura-pura orgasme atau dikenal dengan istilah orgasme palsu.

Tapi tidak semua laki-laki bisa membedakan orgasme sungguhan dan orgasme palsu. Kondisi ini bisa menyakitkan bagi perempuan, terlebih karena penyebab sulitnya orgasme salah satunya karena kurangnya cairan lubrikasi.

“Fake orgasm sebenarnya bisa dibedakan dari lubrikasi cairan vagina. Bila diraba mulut vaginanya akan terasa berlimpah lendir vaginanya,” ujar Andri Wanananda, dokter yang tergabung dalam Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), saat berbincang dengan CNN Indonesia di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Andri, orgasme palsu juga bisa dikenali dari mimik wajah dan tingkah laku. Pada perempuan yang mengalami orgasme sungguhan, normalnya terjadi reaksi spontan seperti tubuh yang menegang saat menghampiri fase orgasme.

“Keluar suara mengerang atau memekik, disusul dengan gerakan tangan yang mendekap erat-erat, kadang bisa sampai menggigit bahu pria,” ujar Andri.

Bila sang lelaki jeli, ada lagi satu tanda yang membuat perempuan tidak bisa berbohong soal orgasme, yaitu vagina spasm.

“Jika orgasme, wanita mengalami vagina spasm, di mana penis akan merasakan tekanan dengan ritmik seperti diremas dan dilepaskan beberapa kali," kata Zoya Amirin, psikolog seksual dan pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, seperti dilansir dari laman detikHealth.

Mencapai orgasme memang bukan perkara mudah bagi perempuan. Bagi mereka, suasana hati, kenyamanan dan rasa kedekatan memainkan peran yang jauh lebih besar dibandingkan rangsangan fisik pada zona erotis untuk mencapai orgasme. Sebaliknya, bagi laki-laki, sentuhan dan rangsangan fisik adalah yang terpenting.

Itu juga terbukti dari hasil scan otak yang dilakukan oleh para peneliti. Hasil scan otak perempuan dan laki-laki saat  orgasme menunjukkan perbedaan yang nyata dalam cara masing-masing mencapai kenikmatan seksual, seperti dilansir dari laman Medindia.

Scan otak laki-laki dan perempuan selama aktivitas seksual digambarkan mengurangi aktivitas di amigdala, yaitu bagian otak yang mengontrol ketakutan dan kecemasan. Pada laki-laki, peningkatan aktivitas otak saat berhubungan seks paling banyak terjadi pada korteks somatosensory sekunder, menyiratkan nilai tinggi yang melekat pada sensasi fisik. Sebaliknya, scan otak pada perempuan hanya menunjukkan sedikit peningkatan pada aktivitas korteks somatosensory primer.

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

ClixSense

Follow me on twitter

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

 

Recent Posts

There was an error in this gadget

Hostgator