Share Info

27 June 2013

Alasan Pembenaran Wanita Berselingkuh

Kaum pria dinilai paling sering berselingkuh dari pasangannya, entah itu istri atau kekasihnya. Dan sebaliknya, perempuan dinilai tidak terlalu sering mengkhianati pasangannya.
 
Ilustrasi

Namun, sebuah penelitian klinis menyebutkan, sebenarnya banyak juga perempuan yang berselingkuh dari pasangannya.

Dilansir Huffington Post, berikut sejumlah alasan mengapa perempuan memilih untuk berselingkuh.

Tak dihargai
Merasa tidak dihargai, diacuhkan atau tidak diindahkan. Seorang perempuan yang merasa dirinya seperti penjaga rumah, penyedia keuangan atau pengasuh anak, dibnding istri atau kekasih, lebih rentan mencari situasi baru di luar. Terutama pada sosok yang memberikan perhatian dan penghargaan pada dirinya, daripada fungsi yang selama ini dijalankannya.

Bosan
Merasa bosan atau merasa sendirian. Perempuan yang tinggal sendirian di rumah dalam waktu lama, bisa merasa hidup mereka tidak berarti. Ia akan mencari affair romantis untuk mengisi kekosongan dalam hidupnya. 

Mimpi
Merasa tidak sepenuhnya dicintai dan dihargai. Sejumlah perempuan memiliki harapan yang tidak realistis mengenai hal-hal yang harus dilakukan pasangan terhadap mereka, terutama sisi emosional. Sebaliknya, ketika pasangan gagal, perempuan ini merasa tindakannya benar saat mencari perhatian di tempat lain.

21 June 2013

Menengok Wisma Yasoo

Wisma Yaso
Bangunan yang terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 14 Jakarta, itu masih kokoh berdiri. Bangunan ini kini digunakan sebagai Museum Satria Mandala milik TNI. Mulai dari halaman depan hingga bagian belakang dan dalam gedung penuh berisi benda-benda berbau militer.

Masuk ke dalam ruang utama, dua bilah pintu dengan tinggi mencapai 2 meter dan lebar masing-masing sekitar 1,25 meter menyambut setiap orang. Tak sembarangan, pintu itu terbuat dari kayu jadi yang dipenuhi ukiran baik di bagian luar maupun dalam.

Usai melewati pintu utama, sebuah replika teks proklamasi yang memenuhi hampir dua pertiga dinding dengan tinggi sekitar 3 meter langsung menyambut mata. Namun demikian, tak banyak benda yang identik dengan Soekarno maupun Dewi terpampang di situ.

Jika dapat disebut komplek rumah, maka Wisma Yasoo terbagi menjadi beberapa gedung yang tersambung menjadi satu kesatuan. Komplek itu dapat disusuri searah jarum jam, mulai dari pintu utama, kita harus menghadap ke kiri, kemudian lanjut berjalan hingga ujung.

Sesampai di ujung gedung utama, orang diharuskan berbelok ke kanan dan menemukan ruangan yang luas dengan berbagai pajangan bintang jasa. Mungkin akan sedikit bingung jika berada di ruang itu, karena tidak ada akses sama sekali untuk berpindah ke ruangan lain.

Tetapi, jika teliti, di sana terdapat sebuah tangga yang menghubungkan ruang di bawah yang kini berfungsi sebagai ruang penyimpanan senjata. Saat di dalam pun, hanya ada satu akses, yakni sebuah pintu yang akan menghubungkan dengan halaman belakang gedung utama.

Pada halaman belakang itu, suasana nyaman sangat terasa. Di sana terdapat sebuah kolam ikan berukuran besar, yang dinaungi pohon-pohon rimbun. Tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu luang dengan bersantai.

Di luar gedung utama, terdapat sebuah gedung dua lantai yang kini berfungsi sebagai ruang diorama. Tetapi, kondisi lantai 1 gedung itu tidak dapat dijamah lantaran rusak akibat banjir besar sekitar tahun 2007 yang melanda Jakarta.

Hampir tak ada jejak Soekarno di sana. Padahal dulu, bangunan ini bernama Wisma Yasoo. Soekarno membangun wisma ini untuk sang istri kelima Naoko Nemoto, yang kemudian diberi nama Ratna Sari Dewi.

"Ini dulu rumahnya Soekarno waktu masih jadi presiden," ujar salah satu karyawan Museum, Dedi Kurniadi (35) saat berbincang dengan merdeka.com di sela aktivitasnya merawat rumput di Wisma Yasoo, Rabu (19/6).

Wisma Yasoo memang dibangun oleh Soekarno untuk beristirahat melepas lelas usai menjalankan tugas sebagai kepala negara. Di rumah itu, Soekarno memadu kasih dengan Dewi, hingga istrinya itu mengandung seorang anak yang dikenal dengan nama Kartika Sari Dewi.

Namun, bayangan kesenangan yang dulu diidamkan Soekarno akhirnya hilang seketika, saat rezim pemerintahan dipegang oleh Soeharto.Situasi semakin buruk sehingga Soekarno akhirnya meminta Dewi melahirkan ke luar negeri. Dia takut terjadi apa-apa pada keluarganya.
Wisma itu pun akhirnya kosong. Soeharto memanfaatkannya untuk menahan Soekarno di tempat itu. Mengasingkannya dari dunia luar. Alat sadap dipasang hampir di setiap sudut Wisma. Penjaga menempel Soekarno dengan ketat.

Soekarno juga tidak ditempatkan di gedung utama. Dia harus mendekam di sebuah ruangan pengap di berukuran 10x15 meter. Gedung itu diberi nama Makita Loka, yang kini berfungsi sebagai ruang Kepala Museum.

"Ditahannya di ruang Kepala Museum. Di sana ada kamar mandinya," kata Dedi.

Ruang itu hanya bisa diakses melalui halaman belakang komplek rumah. Tidak ada jendela maupun saluran udara di ruangan itu. Hanya terdapat satu pintu sebagai jalur akses keluar masuk ruangan.

Di ruang inilah Soekarno menjalani hidup sebagai tahanan politik tanpa proses peradilan. Rezim Soeharto pun tidak memberikan celah bagi Soekarno untuk sekedar mendapat informasi perkembangan ibu kota bahkan Indonesia.

Kondisi itu membuat Soekarno tertekan dan semakin melemahkan kesehatannya yang mengidap komplikasi penyakit salah satunya ginjal. Penyakit itu kian parah sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Tetapi, langkah itu tidak memberikan hasil hingga akhirnya Soekarno menghembuskan nafas terakhir pada Minggu, 21 Juni 1970.

Jenazah Soekarno sempat disemayamkan di Wisma Yasoo sebelum dimakamkan. Saat tiba di rumah itu, setelah jenazah dimuliasara, banyak orang datang untuk melepas kepergian Soekarno untuk terakhir kalinya.

Hanya ada satu kata yang mampu mewakili kisah Soekarno, 'ironis'. Soekarno membangun rumah itu untuk bersenang-senang, tetapi dia justru mendapat kisah tragis.

Catatan medis hari-hari terakhir Soekarno

Ir. Soekarno
Soekarno mengembuskan napas terakhirnya tepat pukul 07.07 WIB, Minggu 21 Juni 1970 setelah menderita komplikasi penyakit yang cukup parah. Hari-hari terakhir Soekarno dihabiskannya dalam kesendirian, diasingkan oleh bangsanya sendiri.

Setelah Soeharto dilantik menjadi presiden pada bulan Maret 1967, Soekarno menetap di paviliun Istana Bogor ditemani istri keempatnya, Hartini. Setiap hari, Hartini dengan sabar dan penuh kasih sayang melayani Soekarno selama sepekan penuh. Kondisi Soekarno saat itu masih cukup sehat, dan dia seringkali mengunjungi anak-anak dari istrinya Fatmawati yang masih tinggal di Istana Negara. Ketika sore menjelang, Soekarno kembali ke Bogor. Sementara Fatmawati sudah mengungsi ke rumah di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

Status Soekarno saat itu sudah ditetapkan sebagai tahanan politik oleh Soeharto terkait peristiwa G30 S/PKI. Karena khawatir dengan Soekarno yang masih 'berkeliaran', Soeharto kemudian memperketat pengawasan. Belakangan Soekarno tidak dibebaskan masuk wilayah Jakarta dan harus mendapat izin dari Pangdam Siliwangi dan Pangdam Jaya untuk melintas.

Keadaan berubah drastis, saat Soeharto memerintahkan seluruh anak Soekarno keluar dari Istana Negara. Saat itu, sekitar awal Agustus 1967, Guntur, Megawati, Rachmawati, Fatmawati, dan Guruh diberi waktu 2x24 jam untuk pindah. Mereka kemudian mengungsi ke sebuah rumah kontrakan yang tak jauh dari rumah ibunya di Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan.

Soekarno pun mendapat perlakuan yang sama. Pada bulan Desember 1967, dia diminta keluar dari paviliun Istana Bogor. Bersama Hartini kemudian Soekarno pindah ke sebuah rumah di kawasan Batutulis Bogor.

Saat Soekarno tidak lagi menjadi presiden, tim dokter kepresidenan yang diketuai Prof Siwabessy dengan anggota dr Soeharto, dr Tang Sin Hin, dan Kapten CPM dr Soerojo yang paham rekam medis Soekarno dibubarkan pada Juli 1967. Sejak itulah, penanganan penyakit Soekarno jauh dari memadai.

Seperti dikutip dari buku 'Hari-hari Terakhir Sukarno' yang ditulis Peter Kasenda, penyakit utama Soekarno hingga dia menutup mata adalah hipertensi atau darah tinggi yang dipengaruhi ginjalnya yang sudah tidak berfungsi maksimal. Ginjal kiri Soekarno sudah tidak berfungsi sama sekali, sedangkan fungsi ginjal kanan tinggal 25 persen.

Selain itu, ada penyempitan pembuluh darah jantung, pembesaran otot jantung, dan gejala gagal jantung. Komplikasi penyakit inilah yang menyebabkan tubuh Soekarno terus membengkak. Namun Soekarno menolak upaya transplantasi ginjal. Soekarno pun kerap mengeluhkan dadanya yang sakit jika batuk-batuk. Saat di-rontgen, ditemukan tulang rusuk yang retak. Demikian juga paru-paru Soekarno yang mengalami bronchi basah disertai keluhan sesak napas. Belum lagi bibit katarak di matanya yang membuat penglihatannya berkurang.

Dengan kondisi yang cukup parah itu, Soekarno tidak mendapat penanganan yang tepat. Ditambah kawasan Bogor yang hawanya terlalu dingin, membuat penderitaannya bertambah parah, terutama penyakit rematiknya. Apalagi, satu-satunya dokter yang merawat Soekarno saat itu, dokter Soerojo bukanlah dokter spesialis. Sang dokter seringkali enggan datang saat Soekarno membutuhkan pertolongan dan obat-obatan. Tak pernah ada langkah konkret dari Presiden Soeharto untuk memenuhi permintaan alat kesehatan seperti alat cuci darah yang sangat dibutuhkan.

Di awal tahun 1968, penyakit Soekarno bertambah. Giginya mengalami ngilu yang luar biasa saat minum air dingin dan sering berdarah. Namun upaya untuk berobat ke Jakarta ditolak oleh Pangdam Jaya dan Soekarno hanya diizinkan berobat di Bogor saja. Penyakit itu ditambah lagi dengan radang sendi di bagian tangan dan pinggulnya. Secara psikis, Soekarno mengalami depresi berat, sulit tidur dan pelupa.

Kondisi yang terus memburuk itulah yang membuat Hartini sedih. Atas permintaan Soekarno, Hartini mengirimkan surat kepada Presiden Soeharto. Hartini memohon agar suaminya diizinkan pindah ke Jakarta agar mendapat perawatan yang lebih layak dan menghindari udara Bogor yang dingin. Surat itu dilampirkan keterangan medis Soekarno berikut rekomendasi dari menteri kesehatan dan tim dokter kepresidenan.

Berbulan-bulan surat itu tidak mendapat tanggapan. Hingga akhirnya, Hartini berupaya kembali mengirimkan surat yang kedua kali. Namun kali ini, Hartini meminta Rachmawati untuk mengantarkan surat itu langsung kepada Presiden Soeharto di Jalan Cendana.

"Mula-mula aku diterima Ibu Tien di lantai bawah. Kemudian langsung diajak naik ke atas dan ditemui oleh Pak Harto. Aku menyampaikan maaf dan menyerahkan surat Bapak serta sekaligus menceritakan bagaimana keadaan Bapak yang sesungguhnya. Hanya satu yang kumohon ketika itu, agar Bapak diizinkan kembali ke Jakarta. Entahlah kekuatan apa yang mendorongku untuk memberanikan diri berjumpa dengan Bapak Soeharto. Betapa aku merasa plong. Pak Harto berjanji akan berusaha mengatur kepindahan Bapak," tulis Rachmawati dalam buku 'Bapakku-Ibuku'.

Setelah itu, Soekarno akhirnya dipindahkan ke Wisma Yaso (kini Museum Satria Mandala) di Jl Gatot Subroto pada sekitar Februari tahun 1969. Di Wisma Yaso, kondisi Soekarno tidak semakin membaik. Ketika tubuhnya yang semakin renta digerogoti penyakit, Soekarno secara terus menerus diinterogasi oleh perwira Kopkamtib untuk mengorek keterlibatannya dalam Gerakan 30 September. Soekarno malah balik memarahi petugas yang memeriksanya ketika ditanya apakah dia terpedaya oleh PKI.

"Berkali-kali saya tanyai Bung Karno soal hubungannya dengan Aidit dan tokoh-tokoh PKI lainnya. Bung Karno selalu marah besar kalau dia dianggap telah diperalat PKI atau dia berada di belakang rencana kup yang gagal itu. Bung Karno selalu berkata bahwa sesungguhnya ia ingin menyatukan berbagai perbedaan di bawah panji nasionalisme-agama-komunis."
Demikian pengakuan Mayjen Kartoyo, salah satu perwira dari Polisi Militer yang menginterogasi Soekarno. Interogasi terhadap Soekarno baru berakhir di awal tahun 1970 ketika Soekarno mengeluhkan hal itu kepada ketua tim dokter kepresidenan Mahar Mardjono.

Selama di Wisma Yaso, Soekarno pernah diizinkan untuk menghadiri pernikahan putrinya Rachmawati yang disunting seorang dokter bernama Martomo Pariatman Marzuki atau yang sering dipanggil Tommy. Soekarno juga pernah diizinkan berkunjung ke Bogor untuk menemui Hartini.

Selama di Wisma Yaso dari tahun 1969 sampai mengembuskan napas terakhir tahun 1970, sejumlah perawat yang secara bergantian merawat Soekarno sempat membuat catatan medis bulanan. Di tahun terakhir hidupnya, tensi darah Soekarno selalu tinggi. Paling rendah 170/90 dan puncaknya mencapai 360/200 saat Soekarno meninggal di RS Pusat Angkatan Darat.

Setiap sarapan, Soekarno selalu menenggak sejumlah obat wajib seperti duvalidan (pencegah kontradiksi ginjal), methadone (pengurang rasa sakit), hingga valium (obat tidur). Kondisinya terus melemah hingga tidak dapat bangkit dari tempat tidur, mandi dan buang air dilakukan di tempat tidur.

Jika memperhatikan catatan medis yang dibuat para perawat, terungkap jika perawatan yang diberikan terhadap Soekarno tidak maksimal. Perawatan di hari-hari terakhir Soekarno diserahkan sepenuhnya kepada dr Soerojo, yang jelas-jelas bukan dokter spesialis, melainkan dokter hewan! Demikian pula dengan jenis obat yang diberikan tidak tepat sasaran. Selain beberapa jenis obat rutin itu, Soekarno hanya diberi suntikan vitamin B1 dan B12.

Salah satu obat yang memberikan dampak buruk adalah valium yang membuat Soekarno tidurnya tidak terkontrol, tapi setelah bangun badannya terasa lemah dan kepalanya pusing. Akibatnya, kondisi tubuhnya makin buruk dan perawat hanya memberikan obat pengurang rasa sakit, novalgin.

Saat kondisinya semakin parah, Soekarno tetap menolak dibawa ke RSPAD, sampai akhirnya dengan sedikit paksaan dan bujukan dari Hartini membuat Soekarno luluh. Menjalani perawatan selama beberapa hari di RSPAD, Soekarno mengembuskan napas terakhir. Sang Proklamator, Bapak Bangsa, dan Pemimpin Besar Revolusi meninggal dalam kondisi menyedihkan.

Jangan katakan 7 hal ini pada teman yang jomblo!

Tutup Telinga sambil tutp mata
Lain kali, jika Anda ingin mengomentari atau memberi nasihat pada teman Anda yang masih jomblo, jangan terburu-buru. Perhatikan ucapan Anda sehingga teman yang masih jomblo tidak tersinggung. Jangan sampai Anda mengatakan atau menanyakan beberapa hal di bawah ini:

1. "Kenapa kamu belum nikah?"
Pertanyaan ini bisa jadi membuat para jomblo kesal. Jawaban mereka kemungkinan adalah "Itu bukan urusanmu." Pertanyaan semacam ini terlihat kasar karena berasumsi bahwa teman Anda tak bahagia dengan status jomblonya, dan mereka akan lebih bahagia jika menikah. Padahal sebenarnya bisa jadi mereka sangat menikmati kesendirian mereka. Jadi sebaiknya hindari pertanyaan seputar menikah dan sejenisnya.

2. "Apa kamu pernah mencoba kencan online?"
Pertanyaan ini membuat teman Anda terlihat putus asa. Banyak orang yang menyarankan hal ini pada teman mereka seolah-olah ini adalah hal baru. Ini membuat para jomblo terlihat tak punya kesempatan mendapatkan pasangan di dunia nyata hingga dia harus mencarinya di dunia maya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan keberhasilan untuk menemukan pasangan di dunia maya dan nyata tak jauh berbeda.

3. "Jangan terlalu pilih-pilih."
Komentar semacam ini terasa seperti tamparan bagi para jomblo. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sebagai teman tak mempercayai pilihannya. Dia memiliki hak untuk memilih orang seperti apa yang akan dijadikan pasangan atau membuatnya tertarik. Akan lebih baik jika Anda bertanya pasangan seperti apa yang diinginkannya daripada mengajari kriteria seperti apa yang harusnya dia inginkan.

4. "Kau akan menemukan pria impian kalau kau tidak mencarinya."
Ini komentar yang tidak menyenangkan. Di satu sisi ini menunjukkan bahwa teman Anda sedang mati-matian mencari pasangan padahal bisa saja dia sedang bersantai dan tidak memikirkan tentang mencari pasangan. Di sisi lain, jika teman Anda benar-benar sedang mencari pasangan, maka komentar semacam ini akan mematahkan semangatnya. Seolah-olah Anda mengatakan bahwa dia harus duduk manis, menunggu jodohnya datang dengan sendirinya.

5. "Apa yang terjadi pada hubungan dengan mantanmu?"
Pertanyaan ini mungkin yang paling menyakitkan bagi teman Anda. Apapun penyebabnya, perpisahan dengan pasangan atau putus adalah hal yang bisa menyebabkannya sedih, bahkan jika dia yang menyebabkan putusnya hubungan mereka. Untuk itu, lebih baik tak menggali-gali ke masa lalu dengan menanyakan mantannya atau hubungan-hubungan di masa lalunya.

6. "Kau harus memakai baju ini, lebih banyak keluar, menata rambut seperti ini/itu, memakai lebih banyak make up, dsb."
Sekali lagi, mungkin ini dikatakan untuk memberi saran bagi para jomblo yang menjadi teman Anda. Namun saran seperti ini bisa menyinggung mereka. Seolah-olah mereka jomblo karena mereka melakukan sesuatu dengan salah atau kurang dalam banyak hal. Banyak orang jomblo yang tak merasa melakukan hal yang salah, dan kebanyakan dari mereka benar. Jadi, jangan sok tahu dengan memberikan berbagai macam saran hanya karena Anda sudah berpasangan.

7. "Mungkin kau memang lebih baik menjomblo."
Anda tidak bisa meramal masa depan teman Anda, dan Anda juga tak tahu apa yang diinginkan teman Anda. Bukan berarti karena mereka mandiri kemudian mereka tak mau berpasangan. Mereka mungkin tak membutuhkan banyak bantuan karena terlalu mandiri, namun mereka bisa jadi berkeinginan untuk berpasangan. Jangan mengatakan hal ini kecuali teman Anda sendiri yang berpikir bahwa mereka lebih suka tetap menjomblo atau tak ingin berpasangan.

Itulah beberapa kata yang tak seharusnya diucapkan pada teman Anda yang sedang menjomblo. Orang yang jomblo belum tentu membutuhkan saran Anda, jadi jangan sok tahu untuk memberikan nasihat, kecuali mereka memang memintanya dari Anda.

[Source : shine.com]

20 June 2013

Wicca, Agama Tertua di Dunia Beraliran Sihir

Agama Wicca mungkin menjadi spiritual, agama tertua didunia saat ini yang juga dianut agama lain sekaligus menggunakan sihir.

Dan sebenarnya daratan Inggris sudah sejak zaman batu menggunakan spritualis, sihir, dan masih digunakan hingga saat ini. Anda tahu,.. bahwa sapu, tongkat sihir, dan peralatan lain yang digambarkan dalam novel ataupun film Harry Potter adalah wujud asli daratan Inggris yang menganut sihir agama Wicca. Berikut merupakan analisa tentang peradaban & religi Wicca, seperti Isaac Bonewits dan Margot Adler (Drawing Down The Moon: Witches, Druids, Goddess-Worshippers, and Other Pagans in America Today-Penguin Books).


Sejarah Agama Wicca

Wicca adalah agama yang bisa dikatakan sebagai kepercayaan pertama manusia yang hidup dibumi. Dr.Margaret Murry telah menelusuri asal usul sihir dari zaman Paleolitik, sekitar 25.000 tahun yang lalu. Manusia pada zaman itu bergantung terhadap hewan dan tumbuhan di sekitar mereka, kemudian animisme dikembangkan menjadi sebuah agama pertama. Animisme menganggap fenomena alam roh sebagai suatu kepercayaan yang erat didalamnya. Dewa dan Dewi, atau roh yang mengendalikan lautan, pegunungan, dan hewan yang diburu.

Wicca, merupakan aliran spiritual asal Inggris yang mengakui bahwa kedua unsur feminin dan maskulin terkait dengan Dewa-Dewi. Aliran ini mempercayai bahwa alam adalah tempat suci yang harus dilindungi.

Wicca tidak memiliki ideologi tetap dalam keyakinan yang bervariasi, namun pada umumnya bahwa penganut Wicca mendapatkan hubungan dengan roh-roh alam melalui perayaan yang tertera dalam kalender Wicca. Tidak ada larangan universal mengenai makanan, seks, penguburan, dalam peraturan Wicca.


Penganut Wicca bisa menjadi seorang Kristen, Yahudi, Muslim, Buddha, Tao, Druid, atau agama (dan spritual) apapun. Karena tidak ada larangan dalam agama Wicca tentang hal tersebut. "Kristen Wicca" mungkin menghadapi skeptisisme terbesar, namun mengingat sejarah dan realitas yang sedang berlangsung diduga mengalami penganiayaan (The Burning Times).

Wicca memiliki respek sangat dalam terhadap alam dan pengetahuan tertentu dimana kita tidak memiliki hak untuk mengeksploitasi keuntungan sendiri. Ajaran Wicca sangat prihatin dengan konservasi dan ekologi seperti dalam semua agama yang ada di masa Neo-Pagan. Agama Wicca mempercayai bahwa roh adalah esensi, yang setiap objek menghubungkannya dengan alam. Mitologi agama Wicca tertentu menyatakan bahwa Wicca sudah ada sejak zaman batu, inspirasi dan tradisi mereka berasal langsung dari para Dewa.

Sihir Dalam Tradisi Agama Wicca


Agama Wicca mempunyai seni tersendiri, diantaranya perhiasan yang memiliki pemahaman mendalam tentang kekuatan tanaman (khususnya pengaruh wewangian mereka). Penganut agama Wicca banyak menggunakan kristal untuk kecantikan alami dan untuk kekuatan spiritual. Perhiasan termasuk anting, liontin dan kalung, seringkali mengandung batu mulia dengan makna tertentu dalam simbol agama Wicca. Sementara kristal melambangkan kekuasaan kepada pemakainya.

Pada tahun 1951, Inggris membatalkan undang-undang Sihir. Pria bernama Gerald Gardner merupakan orang pertama kali muncul di mata publik dengan deskripsi 'penyihir modern' yang berlatih. Dia mengawali munculnya Tradisi Gardnerian Wicca, kemudian disusul Tradisi Alexandria, dan sejumlah tradisi Wicca lain yang saat ini berjumlah ratusan.

Banyak yang mengatakan bahwa agama Wicca sudah lama dianut dalam tradisi keluarga, diwariskan dalam desa dan nenek. Aidan Kelly berpendapat bahwa Wicca modern sebagian besar disatukan oleh Gerald Gardner, Margaret Murray, Charles Leland dan sumber lainnya, dengan revisi undang-undang yang signifikan oleh Doreen Valiente dimulai pada tahun 1939.

Beberapa peralatan ritual pemujaan umum disetiap tradisi agama Wicca diantaranya Athame (pisau ritual) dan Piala (gelas ritual). Wicca lain mungkin menggunakan beberapa tradisi seperti bel, sapu, lilin, kuali, kabel, drum, dupa, perhiasan, piring khusus, pentakel, cambuk, patung, pedang, tongkat, dan tongkat sihir. Peralatan, penggunaan dan pembuatan memiliki arti yang berbeda diantara tradisi dan individu. Biasanya ritual agama Wicca akan melibatkan semacam penciptaan ruang suci (berbentuk lingkaran), doa dari kekuatan Dewa, berbagi tarian, nyanyian, makanan atau anggur dan ucapan syukur dalam penutupan upacara. Upacara ritual diadakan Wicca "Sabbats" atau "Esbats" untuk menandai transisi kehidupan seperti kelahiran seorang anak, pernikahan, penyembuhan, dan kematian.

Agama Wicca, Tertua Saat Ini

Wicca adalah tradisi asli bangsa Inggris, Skotlandia, Irlandia, dan Wales, berkembang jauh sebelum sebelum 500 SM yang menandai awal zaman besi. Situs suci periode ini diantaranya Avebury/Silbury dan Stonehenge, yang merupakan peninggalan penting agama Wicca dalam legenda kuno Inggris (salah satunya Mabignogian). Wicca sudah menjadi agama yang diakui wilayah Inggris selama hampir 1000 tahun hingga tahun 1951.

Agama Wicca merupakan agama Neo-Pagan berdasarkan tradisi Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Wales (masa pra-Kristen). Asal-usulnya dapat ditelusuri lebih jauh dalam masyarakat Paleolitik yang menyembah Dewa Pemburu dan Dewi Kesuburan. Sebuah lukisan ditemukan dalam gua di Perancis yang diperkirakan berumur 30.000 tahun, menggambarkan seorang pria dengan kepala rusa jantan, dan seorang wanita dengan perut hamil. Mereka berdiri dalam lingkaran dengan sebelas manusia. Dengan bukti tersebut, agama Wicca mungkin merupakan agama tertua di dunia.

Perburuan Penyihir, Upaya Pemusnahan Aliran Agama Wicca

Beberapa penganut agama Wicca menyebut diri mereka "Penyihir" memanfaatkan sebagai tanda solidaritas dengan para korban Pembakaran (Burning Times). Meskipun banyak Wicca hari ini mungkin melemparkan mantra dan santet, ini tidak dianggap sebagai bagian integral dari Wicca oleh semua Wicca. Hampir semua agama Wicca memiliki upacara atau praktek psikologis untuk lebih membiasakan diri dengan pencipta, mendorong wawasan dan rasa keberhasilan. Sebagian mungkin mencoba melemparkan 'mantra cinta' atau 'kutukan' lainnya.

"The Burning Times" merupakan istilah yang digunakan dalam modern Neo-Pagan merujuk pada penyihir besar Eropa yang diburu dari awal periode modern, bertepatan dengan waktu reformasi dan dilihat oleh banyak orang sebagai langkah penting dalam menghancurkan Kristen dalam agama Pagan, atau sebuah gerakan bawah tanah. Beberapa penulis mengklaim sebanyak sepuluh juta orang tewas dalam perburuan penyihir, sementara penelitian terakhir menyebutkan jumlah kematian yang didokumentasikan antara 20 ribu hingga 100 ribuan, lebih dari 80 persen adalah wanita.

Berapapun jumlah korban 'pemburuan penyihir' dipandang sebagai martir oleh banyak Wicca hingga hari ini. Wicca bukanlah agama tradisional beraliran sihir, dan semua sihir belum tentu bagian dari agama Wicca.

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month