Share Info

22 February 2012

Arti Tangisan Pria

Menangis adalah hal wajar sebagai pelampiasan emosi. Dari tangisan, Anda juga bisa melihat kepribadian seseorang atau hal lain yang sedang dialaminya.

Dibandingkan wanita, pria memang cenderung jarang menangis. Jika memang Anda menemukan pasangan atau teman pria sedang menangis, cobalah untuk memperhatikannya, dan ketahui empat arti tangisan pria berikut, seperti dilansir dari Shine.

1. Saat menutupi tangisan
Pandangan budaya mengungkapkan kalau pria tidak boleh menangis. Hal ini membuat banyak pria menutupi emosinya, bahkan ketika sedang merasa bahagia.

“Ekspresi perasaan yang ingin ditunjukkan pria dan dianggap lebih diterima justru kemarahan dan gairah seksual,” kata William July, PhD, penulis buku Tin Man.

Meskipun seorang pria berusaha menutupi saat ia menangis, sebenarnya ia membutuhkan membutuhkan dukungan. Jika menurut Anda ia lebih diam dari biasanya dan melihatnya menangis diam-diam, cobalah tanyakan keadaannya. Pria memang tak suka bercerita, tetapi ia tetap membutuhkan kelembutan dan dukungan untuk menenangkan emosinya.

2. Dia selalu berusaha tegar
Meskipun pria sedang sangat sedih, tetapi banyak yang menahan diri untuk tidak menangis. Pria cenderung merasa sebagai pelindung dan tak ingin terlihat lemah dengan menangis di depan pasangannya.

“Karena ia ingin terlihat tangguh dan jantan, perhatian utamanya adalah melindungi dan memastikan pasangannya merasa aman,” kata Scott Kudia, PhD, penulis “If This Is Love, Why Am I Unhappy?”

Karena pria sangat tidak nyaman dengan menunjukkan emosi, berarti dia akan berusaha untuk mengatasi masalah dengan keadaan tenang dan tegar, serta menahan tangis. Tetapi hal ini membuat dirinya bermasalah dalam mengekspresikan emosi, baik verbal maupun fisik. Akibatnya pria cenderung diam dalam waktu lama dan sulit diajak berkomunikasi.

3. Frustasi
Ketika sesuatu yang direncanakan dengan matang tidak berjalan dengan baik, pria bisa saja menangis. Frustasi, kecewa, marah, sedih bercampur jadi satu.

“Jangan salahkan air mata pria, karena perasaannya yang sensitif,” kata George Weinberg, PhD, penulis buku Why Men Won’t Commit.

Berikan pelukan hangat dan biarkan ia mengekspresikan emosinya dengan menangis. Temani hingga ia benar-benar merasa tenang.

4. Tak sungkan menangis
Tak masalah jika seorang pria bisa menangis dalam segala situasi emosional atau mungkin saat menonton film. Justru itu merupakan gambaran kalau dirinya adalah priabadi yang seimbang.

“Itu menunjukkan ia adalah orang yang seimbang, antara sisi maskulinitas dan emosional. Kemungkinan ia bisa jadi komunikator yang baik,” kata Kudia.

Pria tipe ini juga tidak bermasalah dalam menunjukkan perasaan dan emosinya. Bisa jadi ia tipe pria yang romantis dan sangat mudah diajak berbicara.

[Source : http://otomotifplus.wordpress.com]

Kesalahan yang Memicu Ejakulasi Dini

Agar bisa bertahan lama bercinta dengan si dia, sebaiknya hindari lakukan kesalahan-kesalahan berikut sebelum bercinta

Seks menyenangkan yang dilakukan semalaman sebenarnya hanya sebuah mitos. Menurut penelitian, jumlah waktu yang diinginkan sejak penetrasi hingga ejakulasi sebenarnya hanya 7-13 menit. Cukup singkat, bukan? Namun kenyataannya, waktu sesingkat itu pun sering tak tercapai karena pasangan keburu ejakulasi, alias ejakulasi dini.

Sebelum merasa putus asa karena si dia kerap ejakulasi dini, sebaiknya kenali dulu gaya bercinta Anda. Bisa jadi ada kesalahan yang Anda berdua lakukan sebagai pasangan:

1. Masturbasi sebelum seks
Banyak orang yang mengatakan bahwa melakukan masturbasi sebelum bercinta bisa membuat pria tahan lebih lama saat bercinta. Siapa bilang? Setiap kali melakukan masturbasi, pria melepaskan sejumlah besar air mani dan hormon. Hormon-hormon ini membutuhkan waktu untuk membangun kembali hasrat dan daya tahan bercinta, serta membentuk air mani di dalam testis. Jadi, minta agar dia tidak masturbasi sebelum bercinta.

2. Tidak fokus
Jika pikiran Anda melayang kemana-mana dan tidak fokus pada hubungan seks yang dilakukan, jangan pikir pasangan tidak akan mengetahuinya. Hal ini akan terlihat, karena Anda tidak benar-benar menikmatinya. Bisa bertahan lama di tempat tidur, karena pikiran melayang ke berbagai hal, hanya akan membuat kenikmatan semu yang tak menyenangkan. Akibatnya, si dia pun merasa tak nyaman. Ketika bercinta, fokus dan nikmatilah momen tersebut. Jangan memikirkan hal lain sehingga benar-benar bisa menikmatinya bersama pasangan.

3. Jarang berhubungan seks
Banyak yang mengira, terlalu cepat mencapai klimaks disebabkan pria tersebut terlalu sering berhubungan seks. Namun yang terjadi bisa jadi justru sebaliknya. Kemungkinan besar, pria mengalami ejakulasi dini karena ia bukan termasuk orang yang aktif secara seksual. Meskipun mungkin frekuensi bercinta Anda semakin berkurang dikarenakan kesibukan, tidak berarti ia tidak membutuhkannya. Ia akan begitu excited ketika akhirnya Anda berdua cukup punya waktu untuk melakukannya. Namun, butuh banyak energi untuk akhirnya menjalani sesi bercinta tersebut. Foreplay-nya saja sudah cukup menguras energinya, sehingga ketika gairah Anda akhirnya muncul, ia justru mulai menurun.

[Source : Your Tango]

Perempuan Sering Jadi "Pembunuh" Romantisme

Gaya berlutut sambil memberikan cincin bukannya terlihat sangat romantis sesuai keinginan perempuan. Namun ketika pasangan Anda tak melakukan hal ini, jangan ekspresikan dan ucapkan kekecewaan Anda secara langsung karena bisa membunuh romantismenya.

Hubungan percintaan yang romantis kerap kali hanya berlaku saat sedang pacaran lalu menghilang setelah menikah. Padahal sebenarnya, menurut konsultan pernikahan Indra Noveldy, hal-hal romantis ini sangat diperlukan untuk mempertahankan pernikahan. Setiap orang, terutama perempuan, pasti menginginkan kejutan romantis dari pasangan. Sayangnya, mereka jarang mendapatkannya lagi setelah menikah.

"Bahkan beberapa pasangan sempat mengaku kecewa dengan pasangannya setelah menikah karena tidak seromantis ketika pacaran," tambah Indra dalam acara talkshow yang diadakan oleh Molto di Citywalk, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Banyak hal yang bisa menyebabkan berkurangnya kadar romantisme pasangan setelah menikah. "Salah satunya adalah karena di antara pasangan menganggap bahwa suami atau istrinya sudah jadi miliknya, dan tak perlu diperjuangkan lagi karena sudah jadi 'milik'," tambahnya.

Pada dasarnya, pria memang terbilang cuek untuk urusan mengekspresikan perasaan karena mereka merasa tidak perlu lagi melakukan hal-hal semacam ini. Perempuan justru sebaliknya. Mereka tidak menginginkan sisi romantisme hilang dalam hubungannya dan cenderung menuntut pria agar bersikap lebih romantis. Sayangnya, tuntutan ini sering kali tidak dipenuhi pria dan berakibat hubungan menjadi datar-datar saja.

Tetapi, jangan langsung menyalahkan kaum pria. Romantisme juga bisa memudar akibat perbuatan Anda sendiri. Dalam benak kebanyakan perempuan, perbuatan romantis adalah seperti yang ada di dalam film, sinetron, atau novel-novel. Misalnya candle light dinner, memberi perhiasan mahal, mengirim bunga saat ulang tahun pernikahan, dan hal-hal bersifat fisik lainnya. Romantisme rekaan seperti ini tak jarang membuat perempuan menjadi pembunuh keromantisan dalam diri pasangannya.

Pria memiliki definisi romantis sendiri, seperti membaca buku berdua, atau memijat kaki Anda ketika Anda kelelahan sepulang dari kantor. Namun, Anda tidak menganggap perbuatan kecil seperti ini sebagai romantisme. "Yang paling parah adalah ketika Anda menunjukkan ekspresi tidak suka akan hal tersebut, berkata-kata kasar, atau tidak berterima kasih kepadanya," ujar Indra.

Tak jarang kata-kata seperti "Cuma begini saja?", atau "Sebenarnya yang aku mau bukan yang ini" juga meluncur bebas dari mulut Anda, ketika kejutan yang diberikan tak sesuai dengan keinginan Anda. Jelas suami akan merasa usaha yang sudah dilakukannya tidak dihargai dan hasrat mereka untuk bersikap romantis pun langsung pudar.

"Perempuan ingin diperlakukan romantis, tapi tak jarang mereka sendiri yang menjadi pembunuh keromantisan karena tidak bisa menghargai usaha pasangannya," bebernya.

Meskipun tak menyukai kejutan yang diberikan pasangan, sebisa mungkin hargailah hasil usaha dan kerja kerasnya. Ucapkan terima kasih dengan tulus, dan tunjukkan dalam ekspresi wajah yang dapat dipercaya. Jangan lupa ungkapkan keinginan Anda kepada pasangan dalam kesempatan lain agar ia juga mengerti apa yang sebenarnya Anda inginkan darinya.

[Source : http://female.kompas.com]

PCO (Polycystic Ovary) Bikin Sang Wanita Sulit Punya Anak

Polycystic Ovary atau PCO adalah gangguan keseimbangan hormonal pada wanita, yang mungkin belum diketahui secara umum. Kenali gejalanya, karena gangguan ini dapat menyebabkan wanita sulit hamil.

Setiap kaum hawa tentu ingin merasakan pengalaman menjadi wanita seutuhnya dengan mengandung dan melahirkan anak. Itulah salah satu tujuan sepasang anak manusia memutuskan mengikat tali cinta dengan pernikahan, untuk mendapatkan keturunan dan membina keluarga yang bahagia. Namun tidak sedikit pasangan suami-istri yang harus menunggu lama untuk mendapatkan keturunan. Bahkan, ada pula yang sampai menyerah untuk mendapatkan momongan karena telah begitu lama menikah, sang istri belum juga mengandung.

Sayangnya, kebanyakan pasangan baru memeriksakan diri kepada ahli kandungan setelah menyadari bahwa mereka sulit mendapat keturunan. Dengan demikian, penanganannya pun dapata dikatakan terlambat.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang wanita sulit hamil. Tidak hanya dari wanita saja, penyebab sulit hamil dapat juga datang dari pihak pria. Namun, karena wanitalah yang memiliki organ kandungan, maka biasanya ia yang lebih dahulu diperiksa kesehatannya. Mungkin saja terdapat kemungkinan sang wanita mengidap PCO.

1. Apa itu PCO?
PCO merupakan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium (indung telur). Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita. Gangguan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, perubahan pada kulit, kesulitan untuk hamil dan masalah-masalah lainnya.

Seorang wanita normal memiliki hormon estrogen dan progesteron. Selain kedua hormon tersebut, wanita juga memiliki hormon laki-laki yang dikenal sebagai hormon androgen. Jumlah hormon androgen pada wanita berbeda dengan pada pria. Kesemua hormon tersebut akan membantu perkembangan sel telur di dalam indung telur selama fase menstruasi.

Wanita dengan PCO mengalami ketidakseimbangan hormonal, dimana hormon androgen yang dihasilkan terlalu banyak. Sampai saat ini penyebab kondisi tersebut belum dapat diketahui secara pasti.

Di dalam indung telur terdapat kantung folikel, yang mengandung sel telur. Pada siklus menstruasi, indung telur melepaskan 1 sel telur. Proses ini dikenal dengan istilah ovulasi. Pada kasus PCO, sel telur dalam folikel tidak matang sehingga tidak dilepaskan oleh indung telur. Akibat dari kondisi tadi, sel-sel telur yang tidak matang akan membentuk kista yang sangat kecil di dalam indung telur. Perubahan inilah yang menyebabkan gangguan pada kesuburan (infertilitas).

Gejala PCO dimulai pada permulaan siklus menstruasi. Wanita dengan kelainan ini biasanya memiliki riwayat keluarga yang sama. Biasanya, PCO terdeteksi pada wanita berusia 20-30 tahun, namun juga dapat menyerang remaja putri.

2. Apa gejala PCO?
Gejala yang paling terlihat adalah perubahan siklus pada menstruasi. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh pada proses ovulasi.

Biasanya, ada siklus yang terlewatkan (hilang) dan disertai dengan riwayat satu atau lebih siklus menstruasi yang normal selama masa pubertas (amonerea sekunder). Gejalanya dapat juga berupa siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa lebih sering atau lebih jarang dan bervariasi, dari yang sedikit hingga sangat banyak.

Gejala PCO lainnya yang mudah dikenali adalah adanya pengembangan seksual laki-laki(virilisasi). Mengecilnya ukuran payudara, suara yang menjadi lebih berat, pembengkakan pada klitoris, bertambahnya rambut pada dada, perut, muka dan payudara, serta menipisnya rambut di kepala, merupakan bentuk vilirisasi. Perubahan pada kondisi kulit, seperti bertambahnya jerawat dan kulit yang menghitam di beberapa lipatan kulit, juga termasuk gejala PCO.

Selain ciri-ciri fisik, PCO juga dapat dikenali dari kondisi kesehatan yang menyertai gejala di atas. PCO kadang disertai dengan adanya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas. Pengukuran berat badan, BMI dan lingkar perut sangat membantu dalam menentukan faktor risiko.

PCO memang menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan organ kandungan pada wanita. Namun di luar itu, PCO juga membawa beberapa risiko komplikasi seperti meningkatnya risiko kanker endometrium, infertilitas dan penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung dan diabetes.


3. Bagaimana Penanganan PCO?
Biasanya penanganan pertama terhadap pasien dengan risiko PCO adalah dengan melakukan pemeriksaaan hormon. Pada kasus PCO, akan di cek beberapa kadar hormon dalam tubuh pasien seperti, kadar estrogen, FSH, LH, testoteron (hormon pada laki-laki), dan 17 kortikosteroid.

Pemeriksaan lainnya adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek glukosa. Ada juga beberapa tes lainnya adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek glukosa.

Ada juga beberapa tes lain yang harus dijalani antara lain tes untuk intoleransi glukosa dan resisten insulin, tes kadar lemak dalam darah, tes kehamilan (serum HCG), tes kadar prolaktin dan tes fungsi tiroid. Terkadang, dilakukan USG transvaginal untuk melihat indung telur dan laparoskopi sebagai tindakan operatif untuk pemecahan kista-kista folikel tersebut (fulgurasi).

4. Adakah Kemungkinan untuk Hamil?
Wanita yang mengalami PCO dapat tetap hamil dengan penanganan medis dan bedah yang baik. Biasanya, pasien PCO akan diminta untuk menurunkan berat badan. Memang cenderung sulit, namun sangat bermanfaat dalam mengatasi diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Bahkan penurunan berat badan yang hanya minimal pun sebesar 5% dari total berat badan, sangat membantu dalam menormalkan keseimbangan hormonal dan meningkatkan kesuburan. Terkadang dokter akan membantu menormalkan keseimbagan hormonal dengan beberapa jenis obat untuk menangani PCO.

Namun yang terpenting adalah, deteksi dini terhadap kesehatan organ kandungan, sehingga dapat dilakukan penanganan sesegera mungkin bila terdapat masalah. Penanganan dini pada PCO dapat mencegah infertilitas dan meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

[Source : detikhealth]

Mengapa Setelah Bersenggama Sering Sakit Kepala?


Bercinta merupakan ekspresi fisik ikatan intim antara pasangan. Hubungan yang tepat tidak dapat dibangun di atasnya saja, tetapi ekspresi seksual yang aman sangat meningkatkan kesehatan dan kenikmatan. Karena bercinta begitu penting, perhatikan dengan serius tentang tempatnya dalam setiap kemitraan yang saling mencintai.

Namun ketika Anda selesai berhubungan intim dengan pasangan Anda, kepala terasa nyeri atau sakit. Kemungkinan penyebabnya adalah tekanan darah Anda meningkat.

Ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan Anda maka akan terjadi peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Bila Anda merasa pusing dan nyeri kepala pasca-hubungan intim, besar kemungkinan tekanan darah meningkat di atas batas toleransi yang aman.

Dengan bantuan Dokter Keluarga Anda, sebaiknya dapat ditentukan apakah Anda mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi). Sebaiknya periksa pula kadar lemak darah (Cholesterol total, Cholesterol LDL, Cholesterol HDL & Triglyceride).

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month