Share Info

2 October 2012

Rahasia Dibalik Sidik Jari

contoh Sidik Jari
Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP.

Ada tiga jenis sidik jari yaitu Whorl (lingkaran), Loop (sangkutan) dan Arch (busur). Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik.


Ilmu yang mempelajari sidik jari adalah Daktiloskopi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang artinya jari jemari atau garis jemari dan scopein yang artinya mengamati.

Uniknya lagi, sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi sebenarnya kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengakomodasikan potensi kita untuk jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan bakat kita tersebut. Cara identifikasi bisa dilakukan secara kasat mata dengan orang yang pakar di bidangnya, atau ada juga yang menggunakan sebuah alat khusus pembaca sidik jari (finger print reader) yang dihubungkan ke sebuah komputer bersoftware khusus yang kemudian menganalisa berdasarkan titik-titik yang menjadi acuan. Adapun yang bisa diidentifikasi adalah mengenai pengendalian logika seseorang, reflek serta perkembangan otak. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :

Whorl (melingkar) yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.
Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.


Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik di tengah-tengah.

Perkenalan Fingerprint Test (FT)

FT (fingerprint test) alias uji membaca sidik jari adalah metode berlandaskan dermatoglyphic, ilmu pengetahuan yang usianya ratusan tahun. FT adalah genetik blueprint.

Dermatoglyphic dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph yaitu ukiran adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari-jari, telapak tangan, hingga kaki). Dermatoglyphic mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.

Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang. Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897) dan Noel Jaquin (1958).

Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.


Tahap Fingerprint Test

Untuk memeriksa kecerdasan Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, seorang FT analis akan menganalisisnya.

Hasil seluruh analisis secara detail baru bisa diberikan 5 hari kemudian, menunggu hasil analisis laboratorium di Singapura. Di Indonesia memang belum ada laboratorium khusus untuk FT ini.

Saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran. Jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.

LDR Bisa Gagal, Gara-gara Ini

Long Distance Relationship

LDR atau Long Distance Relationship adalah sebuah hubungan yang penuh tantangan. Beberapa pasangan menyerah sebelum mereka menjalani hubungan pacaran jarak jauh itu. Namun, beberapa di antaranya juga masih berusaha sekuat tenaga mempertahankan hubungan yang tidak pernah sepi tantangan ini.

Sebetulnya, hubungan pacaran jarak jauh tidak ada salahnya selama Anda saling percaya. Akan tetapi banyak juga faktor yang menimbulkan kegagalan LDR meskipun kedua belah pihak sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga hubungan mereka.


1. Tipikal senang dimanja


Rasanya tidak ada wanita yang tidak suka dimanja. Hal ini lumrah saja untuk dilakukan wanita terhadap pasangannya. Yang menjadi masalah adalah ketika Anda harus terpisahkan oleh jarak dengan pasangan Anda, kepada siapa Anda bisa bermanja? Hal ini harus dapat segera diantisipasi. Bisa-bisa Anda merasa depresi hanya karena tidak bisa dimanja oleh pacar.


2. Lapar mata


Siapa yang tidak tergoda ketika si tampan melihat Anda? Karena si tampan ada di depan mata, Anda bisa seketika melupakan dia yang sedang jauh di sana. Hal ini tentu berbahaya, apalagi jika Anda berencana untuk melanjutkan hubungan Anda yang hanya sebatas 'first sight' saja. Dalam kondisi jauh dari pacar, sesosok pria seperti itu tentu rasanya seperti menghapus rindu akan kehadiran pacar yang jauh di sana.


3. Sensitif

Bukan berarti Anda tidak mampu menjalin hubungan jarak jauh jika Anda adalah orang yang sensitif. Hanya saja, kepekaan perasaan yang Anda miliki seringkali menjadi bumerang saat terjadi misunderstanding di beberapa waktu. Apalagi jika tidak ada dukungan teknologi komunikasi. Wah, bisa-bisa Anda saling tuding dan tuduh sehingga bisa membuyarkan angan-angan merajut cinta sejati. Siapkan terlebih dahulu hati dan pikiran. Dan coba untuk selalu berpikir positif saat si dia jauh dari Anda.


4. Bosan


Berapa lama Anda dapat bertahan? Satu bulan? Dua bulan? Hanya dalam hitungan waktu saja Anda sudah tidak dapat bertahan untuk menjalani hubungan jarak jauh. Pada mulanya, mungkin Anda dapat menganggapnya sebagai sebuah tantangan. Namun jika Anda terus-terusan merasa bahwa hubungan Anda 'garing,' tentunya rasa bosan akan datang dan Anda akan mencari seseorang yang dapat mengusir rasa bosan Anda.


Ladies, jika Anda sedang menjalani LDR dan 'menderita' salah satu ciri di atas, segera bicarakan baik-baik dengan pasangan Anda. Jangan sampai hubungan yang sudah Anda jalin menjadi kandas dan dikalahkan oleh jarak.

Kepala Wanita juga Dipenuhi Seks

Seks
Mitos yang beredar menyatakan mayoritas pikiran Kaum Adam berisi tentang seks. Namun, ternyata kepala wanita juga dipenuhi tentang pikiran akan memenuhi hasrat seksual. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di India, mayoritas kaum hawa di negara itu selalu memikirkan seks.

Psikolog asal India melakukan survei terhadap 30 wanita dengan beragam profesi. Ia mengajukan pertanyaan dan mengorek latar belakang untuk mencari tahu apa yang membuat mereka kecanduan seks. Hasilnya, pria berpikir tentang seks, sementara wanita justru menginginkan "buktinya".

"Seks adalah kebutuhan paling dasar dari setiap orang," kata Psikolog Seema Naina.

Hal itu karena seks memiliki kekuatan penyembuh. Dengan melakukan aktivitas fisik, emosi positif akan dihasilkan dan membuat Kaum Hawa merasa lebih percaya diri. Ketika seorang wanita melihat suaminya merasa berhasrat kepada dirinya, maka beragam perasaan positif, seperti kekaguman dan kasih sayang, akan muncul.

Namun, beberapa wanita mengaku tidak bahagia dalam kehidupan seksnya. Penelitian itu juga menunjukan banyak dari wanita yang mengeluh bahwa pria tidak dapat memenuhi kebutuhan fisik mereka. Hal itu yang membuat mereka merasa hidupnya hampa.

Kebohongan soal Ejakulasi Dini

Kaum pria sering salah paham tentang ejakulasi dini. Hampir tiga perempat pria mengalami ejakulasi dini pada tahap tertentu. Sayangnya, kurangnya pemahaman tentang disfungsi seksual menyebabkan kesalahpahaman mengenai kondisi tersebut.

ilustrasi

Berikut tiga informasi yang membuat pria salah paham tentang ejakulasi dini. Ini adalah langkah penting bagi pria untuk mengusir ejakulasi dini dari ranjang Anda seperti dikutip laman askdanandjennifer, Ahad (30/9):

1. Ejakulasi dini apakah disebabkan libido yang melemah
Faktanya kebalikannya. Ejakulasi dini sering kali terjadi karena Anda yang terlalu bersemangat sehingga terlalu cepat. Jika Anda responsif terhadap kesenangan, Anda mungkin lebih mungkin mengalami ejakulasi dini yang umumnya terjadi pada pria muda (terutama usia 20 tahunan). Mereka umumnya tidak memiliki masalah dalam libido.

Masalah itu muncul ketika pria tidak bisa mengontrol gairah mereka pada waktu yang tepat. Inilah yang menyebabkan gairah seksual pria terburu-buru sampai pada puncaknya yang mengakibatkan ejakulasi dini. Cara terbaik menghindari ejakulasi dini itu dengan melatih otot panggul Anda dan mengontrol gairah Anda.

2. Manipulasi pikiran apakah cara terbaik untuk mencegah klimaks lebih cepat?
Tidak benar. Pikirkan sejenak. Apakah tujuan bercinta jika Anda menghindari kenikmatan dengan memikirkan hal lain?

Ada sejumlah pakar seks yang menyarankan Anda memikirkan hal-hal lain saat berhubungan seks sehingga Anda bisa menghindari ejakulasi dini. Ini bukan solusi terbaik dan hampir tidak praktis sama sekali jika Anda ingin menikmatinya.

3. Apakah perbedaan memperbaiki dengan mengobati ejakulasi dini?
Tidak ada perbaikan cepat untuk masalah Anda. Pada umumnya ejakulasi dini dapat diobati secara permanen dengan kombinasi teknik alami seperti latihan kegel dan kontrol gairah.

[Source : wartakotalive.com]

1 October 2012

Rahasia Keberuntungan

Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.
Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang (merasa) selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.
Metode penelitiannya sebagai berikut:
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? 
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. 
Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. 
Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Warren Buffet/apollokidz.com
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. 
Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. 
Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. 
Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. 
Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya. 
Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.  
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit". 
Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
 Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.
Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung...

[Source : http://perefleksi.blogspot.com]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month