Share Info

2 October 2012

Kebohongan soal Ejakulasi Dini

Kaum pria sering salah paham tentang ejakulasi dini. Hampir tiga perempat pria mengalami ejakulasi dini pada tahap tertentu. Sayangnya, kurangnya pemahaman tentang disfungsi seksual menyebabkan kesalahpahaman mengenai kondisi tersebut.

ilustrasi

Berikut tiga informasi yang membuat pria salah paham tentang ejakulasi dini. Ini adalah langkah penting bagi pria untuk mengusir ejakulasi dini dari ranjang Anda seperti dikutip laman askdanandjennifer, Ahad (30/9):

1. Ejakulasi dini apakah disebabkan libido yang melemah
Faktanya kebalikannya. Ejakulasi dini sering kali terjadi karena Anda yang terlalu bersemangat sehingga terlalu cepat. Jika Anda responsif terhadap kesenangan, Anda mungkin lebih mungkin mengalami ejakulasi dini yang umumnya terjadi pada pria muda (terutama usia 20 tahunan). Mereka umumnya tidak memiliki masalah dalam libido.

Masalah itu muncul ketika pria tidak bisa mengontrol gairah mereka pada waktu yang tepat. Inilah yang menyebabkan gairah seksual pria terburu-buru sampai pada puncaknya yang mengakibatkan ejakulasi dini. Cara terbaik menghindari ejakulasi dini itu dengan melatih otot panggul Anda dan mengontrol gairah Anda.

2. Manipulasi pikiran apakah cara terbaik untuk mencegah klimaks lebih cepat?
Tidak benar. Pikirkan sejenak. Apakah tujuan bercinta jika Anda menghindari kenikmatan dengan memikirkan hal lain?

Ada sejumlah pakar seks yang menyarankan Anda memikirkan hal-hal lain saat berhubungan seks sehingga Anda bisa menghindari ejakulasi dini. Ini bukan solusi terbaik dan hampir tidak praktis sama sekali jika Anda ingin menikmatinya.

3. Apakah perbedaan memperbaiki dengan mengobati ejakulasi dini?
Tidak ada perbaikan cepat untuk masalah Anda. Pada umumnya ejakulasi dini dapat diobati secara permanen dengan kombinasi teknik alami seperti latihan kegel dan kontrol gairah.

[Source : wartakotalive.com]

1 October 2012

Rahasia Keberuntungan

Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.
Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang (merasa) selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.
Metode penelitiannya sebagai berikut:
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? 
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. 
Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. 
Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Warren Buffet/apollokidz.com
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. 
Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. 
Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. 
Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. 
Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya. 
Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.  
Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit". 
Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.
 Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.
Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung...

[Source : http://perefleksi.blogspot.com]

Menjadi Maksimal

Dalam kehidupan, kita sering menghadapi berbagai hal dan masalah. Kita berusaha untuk menyelesaikan berbagai kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin atau bahkan dengan maksimal. Namun kita seringkali mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan.  sebab menganpa hal tersebut dapat terjadi dan solusinya. 

1.       Tidak fokus
Dalam melakukan berbagai hal kita seringkali tidak fokus pada hal yang kita lakukan. Pikiran kita sering tidak terarah dan tidak terpusat pada hal  yang sedang kita lakukan. Sehingga  kita sering melewatkan atau melupakan berbagai hal penting dalam kegiatan yang sedang kita lakukan dan hal tersebut membuang-buang cukup banyak energi kita. Maka biasakan untuk berpusat pada hal yang sedang kita lakukan dan melupakan sejenak masalah lainnya.

2.       Kurang menjiwai
Dalam hal yang sedang kita lakukan kita kadang sering terlalu fokus pada hasil akhiryang akan kita dapatkan. Sehingga kita menjadi sangat berhati-hati dan menjadi tidak enjoy dalam melakukan hal tersebut. Maka dalam melakukan berbagai hal kita sebaiknya menjiwai dan menikmati apa yang sedang kita lakukan sehingga hasil yang kita dapat menjadi maksimal.

3.       Persiapan
Sebelum kita melakukan hal tersebut kita seringkali tidak atau kurang menyiapkan diri kita dan berbagai hal penting dalam kegiatan yang sedang kita lakukan. Kita terlalu menyepelekan sehingga dalam kegiatan tersebut kita menjadi kurang dapat melakukannya dengan maksimal. Untuk menjadi maksimal maka persiapan adalah hal yang tidak dapat dilupakan.

4.       Tidak punya tujuan
Dalam melakukan suatu hal kita seringkali tidak memiliki tujuan dalam hal yang kita lakukan. Kita sering merasa hal tersebut hanyalah kewajiban dan kita tidak memiliki harapan dan tujuan dalam hal tersebut. Sehingga kita menjadi enggan dan tidak memiliki semangat dalam melakukan hal tersebut. Maka dalam melakukan segala hal kita harus memiliki tujuan dan harapan. Sehingga saat kita ingat tujuan dan harapan kita, kita memiliki niat dalam melakukan hal tersebut.

Untuk mendapatkan hasil yang sebaik mungkin, kita harus memiliki tujuan dan harapan, lalu kita melakukan persiapan yang matang, sehingga kita dapat menjiwai dan melakukannya dengan fokus. Dengan begitu kita dapat meminimalisir kekurangan kita sehingga kegiatan yang kita lakukan dapat terlihat sempurna.

Tetesan Jeruk

Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton:
‘Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!’

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : ‘Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?’

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. ‘Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.’ Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.
Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi.
Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, emikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain.
Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan
‘ting!’ setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.
Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, ‘Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?’

‘Begini,’ jawab wanita itu, “ Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun.
Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu.
Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku’.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir.
Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku.
Aku percaya Segalanya hanya bisa diraih dengan berusaha dan aku percaya tetesan berusaha tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering.
Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Hanya dengan mau memulai dan berusaha” .

Berdamai dengan Stres

Ilustraisi
Stress bukan sesuatu yang baru bagi manusia. Setiap orang yang masih bernafas,yang hidup,baik yang masih kecil maupun yang sudah tua,semuanya pasti akan / pernah merasakan yang namanya stress. Stress merupakan kondisi dimana kita (pikiran & hati) kita menolak kondisi yang sedang berlangsung. Stress bisa disebabkan banyak hal,pada umumnya,pekerjaanlah merupakan kontributor stress terbesar.

Banyak orang yang karena pekerjaan,mengeluh,merasakan penderitaan dan stress berat. Pekerjaan yang tidak disukai,akan menghasilkan stress,tidak bekerja akan lebih stress lagi (karna gak ada duit nih..). Jadi,kalau kita tidak tau cara mengatasi stress,maka selamanya kita akan diperbudak stress.

Kalau saja kita tau cara mengatasi stress yang efektif,tentu kita akan bisa selalu bahagia dan terhindar darinya.
Solusi mengatasi stress yang biasa kita lakukan:

Menghibur diri
Kita sering kali menghibur diri kita,entah dengan melakukan hobi,atau menikmati hidangan yang kita sukai. Banyak cara menghibur diri,tetapi biasanya akan sulit menghibur diri dalam kondisi yang memang tidak memungkinkan.
Contohnya,bagi orang yang hobinya makan,akan sulit menghibur dirinya yang stress/galau ketika tidak memiliki uang untuk membeli makanan.
Jadi,saya sebut solusi menghibur diri ini relatif efektif,yaitu efektif di saat tertentu saja.

Berdamai dengan Stress & Rasa sakit
Kalau menghibur diri itu relatif efektifnya,ada suatu teknik yang disebut 'berdamai dengan stress' yang merupakan teknik yang selalu efektif jika diterapkan dengan benar.
Teknik berdamai dengan stress,bisa kita lakukan untuk berdamai dengan semua situasi yang memuakkan,menyebalkan,mengesalkan,dan segala situasi yang tidak baik.

Berdamai dengan kondisi luar dengan mengubah mindset kita adalah kunci utama untuk dapat menerima segala situasi yang sulit secara mudah. Contoh,kalau saja kita sakit,maka kecenderungan kita adalah mengatakan kepada diri dan orang lain bahwa kita sakit. Ketika kita sakit,walaupun tidak kita inginkan,solusi pertama adalah berobat. Ketika kita sudah berobat,maka penyakit tidak akan bisa instan sembuh. Dalam masa transisi kesembuhan itu,kita bisa berdamai dengan rasa sakit.

Kita mengatakan dalam hati,"oh sakit,lakukanlah sesukamu padaku,aku tidak berniat mengusirmu". Ketika kita melepas rasa sakit itu sebagai apa adanya,maka rasa sakit itu akan segan dan biasanya akan hilang. Agar mudah memahami ini,cobalah bayangkan / anggap rasa sakit itu sebagai teman akrab yang sudah lama tidak bertemu.

Ketika kita bertemu teman akrab yang telah lama tidak bertemu,maka kita akan merasakan suatu kebahagiaan. Kebahagiaan yang 'unik' ini,akan muncul dikala kita menganggap rasa sakit itu sebagai teman kita. Kita akan rela mentraktir teman lama kita,dan menanyakan keadaannya. Kita akan tertawa bersama,melewatkan waktu dengan gembira. Rasa sakit yang bisa kita perlakukan seperti teman lama,akan berubah menjadi sesuatu yang damai. Inilah teknik berdamai yang bisa membuat kita menghadapi segalanya dengan tenang dan penuh semangat kebahagiaan.

Perlakukanlah stress seperti tamu yang sering datang. Biarkanlah dia melakukan tugasnya,yaitu stress sehingga pada titik damai,stress akan berubah menjadi sesuatu yang menyemangatimu.

[Source : http://kolom-inspirasi.blogspot.com]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month