Share Info

1 August 2011

Biografi K.H. Zainuddin M.Z, Dai Sejuta Ummat

K.H. Zainuddin M.Z. adalah seorang da’i kondang di Indonesia. Ia memiliki nama lengkap K.H. Zainuddin Muhammad Zein (M.Z.) lahir di Jakarta pada tanggal 2 Maret 1951. Anak tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli ini sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato. Bakatnya ini terbawa sampai ia dewasa hingga ia dikenal dengan julukan “da’i sejuta umat” karena da’wahnya yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. K.H. Zainuddin M.Z. menempuh pendidikan tinggi di IAIN Sarif Hidayatullah dan berhasil mendapatkan gelar doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Biografi K.H. Zainuddin M.Z. dari Google Biografi

Udin -nama panggilan keluarganya- suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. ‘Kenakalan’ berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato). Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang. Setiap kali tampil, ia memukau teman-temannya. Kemampuannya itu terus terasah, berbarengan permintaan ceramah yang terus mengalir.

Karena ceramahnya sering dihadiri puluhan ribu ummat, maka tak salah kalau pers menjulukinya ‘Da’i Berjuta Umat’. Suami Hj. Kholilah ini semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya beredar bukan saja di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga ke beberapa negara Asia. Sejak itu, da’i yang punya hobi mendengarkan lagu-lagu dangdut ini mulai dilirik oleh beberapa stasiun televisi. Bahkan dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang bekerjasama dengan televisi swasta bersafari bersama artis ke berbagai daerah yang disebut ‘Nada dan Da’wah.

K.H. Zainuddin M.Z. saat berceramah

Kepiawaian ceramahnya sempat mengantarkan Zainuddin ke dunia politik. Pada tahun 1977-1982 ia bergabung dengan partai berlambang Ka’bah (PPP). Jabatannya pun bertambah, selain da’i juga sebagai politikus. Selain itu, keterlibatannya dalam PPP tidak bisa dilepaskan dari guru ngajinya, KH Idham Chalid. Sebab, gurunya yang pernah jadi ketua umum PB NU itu salah seorang deklarator PPP. Dia mengaku lama nyantri di Ponpes Idham Khalid yang berada di bilangan Cipete, yang belakangan identik sebagai kubu dalam NU.

Sebelum masuk DPP, dia sudah menjadi pengurus aktif PPP, yakni menjadi anggota dewan penasihat DPW DKI Jakarta. Lebih jauh lagi, berkat kelihaiannya mengomunikasikan ajaran agama dengan gaya tutur yang luwes, sederhana, dan dibumbui humor segar, partai yang merupakan fusi beberapa partai Islam itu jauh-jauh hari (sejak Pemilu 1977) sudah memanfaatkannya sebagai vote-getter.Bersama Raja Dangdut H Rhoma Irama, K.H. Zainudiin M.Z. berkeliling berbagai wilayah mengampanyekan partai yang saat itu bergambar Ka’bah -sebelum berganti gambar bintang. Hasil yang diperoleh sangat signifikan dan mempengaruhi dominasi Golkar. Tak ayal, kondisi itu membuat penguasa Orde Baru waswas. Totalitas K.H. Zainuddin M.Z. untuk PPP bisa dirunut dari latar belakangnya. Pertama, secara kultural dia warga nahdliyin, atau menjadi bagian dari keluarga besar NU. Dengan posisinya tersebut, dia ingin memperjuangkan NU yang saat itu menjadi bagian dari fusi PPP yang dipaksakan Orde Baru pada 5 Januari 1971. Untuk diketahui, ormas lain yang menjadi bagian fusi itu, antara lain, Muslimin Indonesia (MI), Perti, dan PSII.

Selain itu, keterlibatannya dalam PPP tidak bisa dilepaskan dari guru ngajinya, KH Idham Chalid. Sebab, gurunya yang pernah jadi ketua umum PB NU itu salah seorang deklarator PPP. Pada 20 Januari 2002 K.H. Zainudiin M.Z. bersama rekan-rekannya mendeklarasikan PPP Reformasi yang kemudian berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi dalam Muktamar Luar Biasa pada 8-9 April 2003 di Jakarta. Ia juga secara resmi ditetapkan sebagai calon presiden oleh partai ini. Zainuddin MZ menjabat sebagai Ketua umum PBR sampai tahun 2006.

Saat ini K.H. Zainuddin MZ telah kembali fokus untuk menebarkan dakwah dan kembali berada ditengah-tengah umat.

Namun pada tahun 2010, nama KH. Zainuddin MZ dicoreng oleh kasus pengakuan seorang gadis bahwa dirinya diperkosa oleh KH. Zainuddin MZ. Kasus ini masih dalam penyelidikan.

[Source : blog.its.ac.id]

Rahasia Membaca Basmalah

Di sela menunggu datangnya kumandang azan magrib kemarin, saya membaca buku yang ditulis oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syarh Marâqil Ubûdiyyah. Kitab ini adalah penjelasan kitab Bidayatul Hidayah-nya Imam Ghazali.

Seperti kebiasaan para ulama salaf dalam menulis buku selalu mengetengahkan dan meletakkan basmalah بسم الله الرحمن الرحيم , Imam Ghazali juga mengawali dengan kalimat tersebut. Syaikh Nawawi sebagai penjelas kitab beliau, turut mengulas dengan indah dan penuh pelajaran untuk kita.

Menurut Syaikh Nawawi, kalimat Basmalah merupakan kesatuan dari empat kata yang berdiri secara berjajar: بسم, الله, الرحمن, الرحيم. Hal ini sebagai isyarat adanya pertolongan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman dari gangguan setan. Sebagaimana firman-Nya:

ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Kemudian Saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Qs. Al-A`raf: 17)

Berdasar ayat di atas, menurut Syaikh Nawawi, dengan membaca Basmalah Allah akan memberikan perlindungan dan pengayoman dari segala mara bahaya dan rasa was-was. Di samping itu, sebagai petunjuk bahwa kemaksiatan seseorang berporos pada empat hal: kemaksiatan yang dilakkan secara sembunyi-sembunyi, terang-terangan, di waktu pagi, dan di waktu siang. Dengan membaca Basmalah, dosa aneka kemaksiatan terhapus dan pupus berkat membaca Basmalah.

Lebih lanjut, Syaikh Nawawi memberi arti di balik tiap huruf yang menempel pada kalimat Basmalah ini.

Pertama, Ba` : Barâ-atullah. Artinya jaminan keselamatan kepada orang-orang yang berbahagia dengan iman dalam dadanya. Dalam makna yang lebih dalam, orang beriman tidak boleh alpa dari membaca Basmalah dalam keadaaa apapun, selama perbuatan itu berada dalam kebaikan.

Kedua, Sîn : Satrullah. artinya perlindungan Allah. Makna ini memberi penjelasan bahwa orang mukmin tidak pernah melewatkan tiap langkahnya dengan membaca Basmalah yang dengannya, kala ia bertemu orang yang melawan Allah, ia berlindung dari kebodohannya.

Ketiga, Mîm : mahabbattuhu. Artinya rasa cinta Allah kepada seorang Muslim yang membaca Baslamah. Seseorang yang ingin memperoleh cinta Allah, tentulah bibirnya tidak kering dari Basmalah.

Keempat, Alif : ulfatuhu. Artinya keramahan Allah. Allah itu Maharamah, Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Keramahan Allah akan semakin muncul kepada mereka yang membaca Basmalah.

Kelima, Lâm: lathâfatuhu. Artinya kelembutan Allah. Hikmah di balik membaca Basmalah mendapat kenyamanan dan kelembutan dalam hatinya. Sikap dan sifat jelek akan hilang berganti kebaikan dan hati berhias kelembutan.

Keenam, hâ` : hidâyatuhu. Artinya petunjuk Allah. Seseorang yang membaca Basmalah, akan terbimbing dan terarah dalam naungan hidayah.

Ketujuh, Râ` : ridhwânuhu. Artinya kerelaan Allah. Ridha Allah akan menempel pada sosok insane yang melafalkan Basmalah. Jika Allah telah ridha pada seseorang, tidak ada lagi gunda dan gulana, karena ridha-Nya telah hinggap dalam diri. Pelaku maksiat pun yang membaca Basmalah dengan niat taubat kepada Allah, maka bacaan tersebut menjadi jembatan ridha Allah.

Kedelapan, Hâ : Hilmuhu. Artinya Kesabaran Allah. Hikmah ini memberi pelajaran tentang kesabaran Allah pada orang-orang yang berdosa. Mereka yang berbuat aniaya, kezaliman, kegaduhan yang merugikan umat manusia, kekrisuhan, akan tetap memperoleh kesabaran dari Allah dengan bacaan Basmalah.

Kesembilan, Mîm : Minnatuhu. Anugerah Allah. Orang-orang beriman yang membaca Basmalah mendapat anugerah, kebajikan, dan anugerah Allah. Oleh karenanya, setiap perbuatan dan perkataan yang diawali dengan Basmalah, menjadi berkah untuk semua.

Kesepuluh, Nûn : Nûrul Ma`rifah. Artinya cahaya pengetahuan. Dengan kata lain, kalimat basmalah mengandung unsur cahaya Ilahi. Dan cahaya itu diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Kesebelas, Yâ` : Yadullâh. Artinya tangan (penjagaan) Allah. Allah memberikan penjagaan pada diri orang yang membaca basmalah. Bacalah pada saat di rumah, kendaraan, tempat kerja, dan di mana saja. Dengan membaca tersebut, Allah turunkan penjagaan dan pengayoman kepadanya.

[Source : blog.its.ac.id]

Izinkan Anak Berbuat “Salah”

Kesadaran bahwa kesalahan dan kegagalan adalah manusiawi perlu dimiliki oleh siapapun, termasuk anak. Mendorong dan melatih anak agar memandang kesuksesan dan kegagalan dalam persektif yang benar penting dilakukan. Dalam hal ini orang tua berperan penting. Mendorong anak untuk berhasil tentu saja wajar dan bahkan harus. Namun hal itu perlu diimbangi dengan meneguhkan anak untuk bersikap realistis untuk menerima kegagalan. Orang tua juga perlu berbagi pengalaman bahwa tidak setiap tujuan pasti terwujud meski telah dipersiapkan dengan teliti dan matang.

Ka’ab bin Malik. Ia salah satu sahabat mulia Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia juga pemuka sahabat kalangan Anshor dari suku Khazraj. Berkali-kali ia membersamai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam berbagai peperangan, tetapi tidak di perang Tabuk. Ketika sebagian besar sahabat bersiap untuk perang ini, Ka’ab bin Malik tak segera melakukan hal yang sama. Pada akhirnya ia memang tertinggal, tak ikut serta dalam peperangan ini. Karena kesalahan ini, Rasulullah dan sahabat-sahabat lain mengucilkannya beberapa lama hingga akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi kabar gembira: “Berbahagialah dengan hari terbaik yang engkau jumpai semenjak ibumu melahirkanmu.” Itulah kabar tentang diterimanya taubat Ka’ab bin Malik.

Kesalahan dan kegagalan sesungguhnya merupakan bagian dari perjalanan hidup karena kita memang tidak sempurna. Siapapun bisa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan, termasuk sahabat Ka’ab bin Malik sebagaimana dikisahkan di atas. Bahkan Nabi Adam pun pernah berbuat salah. Benar sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi dan Ibnu Majah bahwa setiap bani Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.

Kesalahan dan kegagalan sesungguhnya melekat pada proses keberhasilan. Thomas Alfa Edison misalnya. Ia berhasil menemukan lampu pijar setelah melakukan 9.999 kali percobaan. Kegagalan dan kesalahan tersebut tidak menjadikannya putus asa. Justeru ia mengatakan bahwa dengan begitu ia mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala. Sikap realistis inilah
yang tampaknya menopang kesuksesan Thomas Alfa Edison. Ia menerima kesalahan dan kegagalan sebagai sesuatu yang wajar dan menjadikannya titik tolak untuk maju dan berkembang.

Berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan dan khawatir mengalami kegagalan tentu saja wajar. Namun, ketika kekhawatiran itu sangat berlebihan sehingga menghalangi untuk bertindak apapun, tentu tidak wajar. Inilah yang mungkin secara tidak sadar dilakukan orang tua yang sangat protektif kepada anaknya.

Lihatlah bagaimana orang tua dengan segera memegang sang anak yang sedikit terhuyung ketika sang anak baru berlatih berjalan. Lihat pula bagaimana orang tua segera mengatakan “Nak, jangan pilih warna itu, tidak cocok, Gunakan yang ini saja” ketika anak belajar mewarnai.

Orang tua sering begitu protektif dan tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai hal dalam proses belajar mereka karena begitu khawatir anak melakukan kesalahan.

Tak disangsikan bahwa perilaku demikian didasari oleh rasa sayang mereka. Namun, perilaku demikian berpotensi meneguhkan keyakinan pada diri anak bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah tabu. Akibatnya anak cenderung menghindari tindakan apapun yang dipandangnya dapat menyebabkan kegagalan. Akibat selanjutnya bisa diduga bahwa hal itu akan membatasi mereka untuk berkreasi dan berkembang.

Kesadaran bahwa kesalahan dan kegagalan adalah manusiawi perlu dimiliki oleh siapapun, termasuk anak. Mendorong dan melatih anak agar memandang kesuksesan dan kegagalan dalam persektif yang benar penting dilakukan. Dalam hal ini orang tua berperan penting. Mendorong anak untuk berhasil tentu saja wajar dan bahkan harus. Namun hal itu perlu diimbangi dengan
meneguhkan anak untuk bersikap realistis untuk menerima kegagalan. Orang tua juga perlu berbagi pengalaman bahwa tidak setiap tujuan pasti terwujud meski telah dipersiapkan dengan teliti dan matang.

Di kelas, guru juga berperan penting untuk menumbuhkan kesadaran dan keyakinan bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah manusiawi. Bagaimana caranya? Sesekali guru perlu mengisahkan tokoh-tokoh hebat yang dalam kisah suksesnya juga pernah melakukan
kesalahan dan mengalami kegagalan. Kisah Ka’ab bin Malik dan Thomas Alfa Edison di atas dapat dijadikan contoh. Guru juga perlu memberikan rasa aman bagi anak untuk mencoba hal-hal baru dalam proses belajar mereka tanpa kekhawatiran akan dicerca jika melakukan kesalahan. Guru perlu meyakini bahwa anak .akan belajar dengan cepat jika mereka berada dalam
lingkungan yang menerima terjadinya kesalahan. Guru sebaiknya menghindari komentar atau pertanyaan yang bersifat negatif seperti: “bagaimana bisa kamu melakukan kesalahan seperti itu?” atau “kamu tidak mendengarkan saya ya… sehingga bisa salah seperti ini?”

Dalam kegiatan pembelajaran, guru seharusnya tidak bersegera memberikan rumus formal kepada anak untuk menyelesaikan suatu soal. Anak perlu diberikan kebebasan untuk melakukan eksplorasi dan menemukan cara mereka sendiri tanpa khawatir akan dicerca jika melakukan kesalahan. Hal ini akan mendorong anak berpikir kreatif dengan melihat berbagai kemungkinan
cara menyelesaikan soal. Mungkin saja cara mereka lebih kreatif dan lebih mudah dipahami, setidaknya oleh mereka sendiri. Namun, mungkin juga anak akan mengalami kesulitan dan menemui jalan buntu. Terhadap hal ini guru hendaknya membimbing mereka untuk mengenali kesalahan mereka dan memanfaatkannya untuk proses belajar mereka. Cara demikian akan memberikan pengalaman dan kemampuan berharga kepada anak. Pengalaman dimaksud adalah pengalaman menghadapi masalah, bukan menghindarinya, dan secara bebas berusaha menyelesaikannya tanpa takut gagal. Pengalaman demikian sangat penting bagi anak mengarungi kehidupannya kelak.

Membelajarkan anak agar menyadari bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah manusiawi memerlukan proses. Hal itu perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga anak memiliki perspektif yang benar dan berimbang dalam memandang keberhasilan dan kegagalan.

[Source : jilbab.or.id]

Debt Ceiling Debate: 11 Ways To Explain The Stakes

With the reported deadline to raise the debt ceiling drawing ever closer, Washington has yet to come to terms on a deal to do so -- this despite months of warnings from prominent politicians and businessmen alike, both of whom say not doing so could be potentially disastrous.

No doubt the reasoning behind the invoked metaphors is to allow the involved parties to understand the stakes at hand. But throughout the months, a few particularly imaginative selections have stood out, either for the number of times used, or just sheer creativity.

Indeed, the number of colorful metaphors sprinkling the political debate has now become no less than expansive. President Obama himself has referred to raising the debt ceiling as staving off "Armageddon." Others, including Chinese officials, have described the entire decision to debate raising the debt ceiling as "playing with fire." Some though, like Texas Governor Rick Perry, say the consequences of not raising the debt ceiling have been overstated.

Below are prominent leaders who have predicted the consequences of not raising the debt ceiling and potentially defaulting:

Larry Summers: 'Lehman [Brothers] On Steroids'



On CNBC's Squawk Box in late July, former Treasury Secretary Lawrence Summers said failing to raise the debt ceiling and consequently defaulting would lead to the equivalent of "Lehman on steroids." He reiterated those comments that same day at reports Fortune's Brainstorm Tech.

[Source : huffingtonpost.com]

Sarah Palin Documentary Premiere: Film Opens To Nearly Empty Audience

Sarah Palin

The weekend after the final installment of the Harry Potter films premiered, select theaters around the U.S. debuted Sarah Palin's full-length documentary 'The Undefeated' to nearly empty theaters, reports The Atlantic.

As the publication's Conor Friedersdorf found out, a viewing of the film in Orange County, CA, included himself, two women (who lasted 20 minutes) and a brief visit from a couple with intentions not pertaining to Palin at all.

"Shortly before the end of the film, a young couple entered, walked to the back row, started making out, then interrupted their session and left (spoiler alert) as Andrew Breitbart, who made one of several guest appearances, started talking about eunuchs. Then I was alone again, working. Instead of researching civil liberties violations, or the war in Libya, or the contest to elect the next president of the United States, I was both a journalist and the only member of the public willfully paying attention to Sarah Palin, as if standing in for the pathologies of my profession."

An article from TIME magazine summarizes the failure succinctly:

"The Undefeated is proving an ironic title choice."

So far the film has received zero user reviews on Rotten Tomatoes.

To make matters even worse for Palin, John Wilson, president and founder of the Razzie Awards, told the LA Times in an interview about his interest in the documentary.

"She's the political equivalent of what the Razzies are all about," he said. "And she's hysterically funny if you don't stop and think, 'Oh, my God, she could've been vice president!'"

Palin attempted to squash rumors of her family's discontent over the movie's shortcomings.

"The UK Daily Mail reports that I was 'in tears' as Todd 'rages over Hollywood stars ripping' me in the new film 'The Undefeated,'" she wrote on her Facebook. "Huh? Really?"

[Source : huffingtonpost.com]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month