Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

June 05, 2012

Wanita Butuh "Approval" Teman untuk Pasangan Barunya

June 05, 2012
Teman, bagi kaum perempuan, adalah segalanya. Kepada mereka lah perempuan berbagi keinginan, kekhawatiran, dan harapan mereka. Begitu dekatnya hubungan mereka, dan begitu tergantungnya mereka pada sosok teman, seringkali perempuan membutuhkan persetujuan mereka untuk setiap keputusan yang mereka buat. Termasuk, urusan cinta.


Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai target market-nya, situs kencan DatewithAMate.com mengadakan sebuah studi mengenai pentingnya persetujuan teman ketika seorang perempuan memperkenalkan kekasih barunya pada lingkaran pergaulannya. Survei yang diikuti oleh 1.193 perempuan di Inggris ini menunjukkan bahwa 1 dari 5 perempuan (21 persen) responden mengaku nervous ketika memperkenalkan kekasih barunya untuk pertama kali. Para perempuan umumnya khawatir sang kekasih tidak disukai oleh teman-temannya.

Untuk itu, 42 persen perempuan membutuhkan persetujuan dari teman untuk memilih calon pasangan, dan 12 persen mengaku akan mengakhiri hubungan jika teman-temannya tidak setuju. Kadang kala, tidak adanya persetujuan dari teman mengenai calon kekasih ini menyebabkan pertemanan itu sendiri yang menjadi bubar (14 persen). Sementara itu, hanya 8 persen perempuan yang mengatakan akan mengakhiri hubungan jika sang kekasih tidak disetujui ibunya.

Menurut sebagian besar perempuan (89 persen), mendapatkan "approval" dari teman-teman mengenai hubungan yang baru itu sangat penting. Yang aneh, hanya 59 persen dari mereka yang menganggap bahwa disukai teman-teman dari sang kekasih itu penting. Artinya, mereka sendiri tidak begitu peduli jika teman-teman si dia tidak menyukai mereka.

Hasil survei ini rupanya sangat mengejutkan pihak penyelenggaranya sendiri.
"Sebagai situs kencan, kami yakin bahwa persetujuan seorang teman tentang pasangan yang baru itu penting. Namun saya terkejut bahwa perempuan pada akhirnya bisa memutuskan untuk mengakhiri hubungan hanya berdasarkan ketidaksetujuan teman-teman mereka," papar Luke Pomaro, pendiri DatewithAMate.com.

Pomaro menambahkan, meskipun menghargai pentingnya persetujuan teman-teman, ia tidak percaya bahwa hal itu begitu pentingnya sehingga perempuan rela memutuskan hubungannya. "Dasar dari hubungan yang sehat tentu tergantung dari orang orang yang terlibat secara langsung di dalamnya, dan selama mereka bahagia bersama, itulah yang penting," katanya.


[Source : Female First]

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

ClixSense

Follow me on twitter

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

 

Recent Posts

There was an error in this gadget

Hostgator