Share Info

19 September 2012

Menyikapi suatu Masalah

Dalam berinteraksi dengan banyak orang, kita bisa mengamati ada dua tipe dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).

Pendekatan Reactive
Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:
  • Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
  • Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
  • Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
  • Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.

Pendekatan Receptive
Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:

Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
  • Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
  • Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
  • Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.

Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.

Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.

Tehnologi Penyebab Hancurnya Hubungan Cinta

Hubungan cinta bisa hancur bukan hanya karena sudah tidak percaya satu sama lain, tetapi hubungan cinta bisa hancur karena kecanggihan tehnology yang saat ini sedang ngetrend. Bagaimana tehnologi bisa berperan serta dan menjadi salah satu faktor hancurnya hubungan percintaan? Berikut beberapa hal yang mempengaruhinya :


1. Sibuk Sendiri dengan Gadget Kesayangan.
Paling nyebelin saat kita sedang berbicara dengan pasangan kita, namun ia lebih asyik mengutak-atik handphone ditangannya. Apalagi kalo mulutnya berbicara kepada kita tapi tangan dan matanya tertuju kepada handphone. Jika hal seperti ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin akan menyebabkan hubungan percintaan jadi hancur nantinya.
2. Gadget Jadi Prioritas Utama
Saya ingat bener waktu handphone belum ngetrend dulu. Kalo jalan-jalan di Mall, asyik liat suami istri, atau pasangan kekasih pegangan tangan dan terlihat begitu dekat dan romantis. Bandingkan dengan sekarang, ditangan sang cowok bertengger gadget mahal. Mana sempat mau pegang tangan pasangannya. Mungkin prioritasnya lebih ke gadget ditangan ketimbang membuat suasana menjadi romantis bersama pasangannya.
3. Masalah Eksistensi di Jejaring Social
Ada yang pernah berantem sama pasangannya hanya karena sang cowok atau cewek mengubah status hubungannya menjadi single atau open relationship? Jika pernah terjadi, maka itu salah satu bentuk teknologi yang terkadang bisa menghancurkan suatu hubungan.
4. Berkurangnya Kepercayaan Terhadap Pasangan
Teknologi juga sering membuat kepercayaan kita kepada pasangan semakin menurun. Hanya gara-gara sang pacar mem-posting lagu "Pelan-pelan saja" dari Band Kotak di wall facebooknya, kita sudah uring-uringan, "Kamu mau putus sama saya ya?". Pada skala tertentu, sering juga ribut hanya karena ada seseorang yang sering mampir ke wall ataupun mention di twitter, "Hayoo siapa dia?". Lucu, makala kita lebih percaya teknologi ketimbang ucapan pasangan kita.
5. Teknologi Merasuki Penilaian Hati
Ibarat dua sisi mata pedang yang sama tajamnya manakala ada orang yang jatuh cinta karena ketampanan, kecantikan dan status seseorang di jejaring sosial tanpa bertemu dan berbicara langsung. Pun juga sangat merugikan manakala kita baru berkenalan dengan seseorang secara langsung, kemudian rasa suka itu jadi goyah manakala kita mendengar orang terdekat kita bicara, "Pacar baru kamu itu kayaknya orang gak bener dech, liat aja koleksi fotonya di fb banyak gambar Bob Marley, berarti dia suka nyimeng dong?" Mampus dech...

6. Teknologi Menyebabkan Selingkuh

Untuk yang terakhir ini sepertinya tidak perlu kita bahas. Udah tahu kan caranya?...hehe.

Akhirnya, jika kita mau merenungi sedikit tentang teknologi, sepertinya ia tidak bisa dijadikan penyebab Penyebab Hancurnya suatu Hubungan Cinta. Penyebab utamanya adalah kurangnya komunikasi dan interaksi langsung dengan pasangan, sertanya lemahnya kepercayaan dalam menjalani hubungan. Dan teknologi hanyalah sebagai kambing hitam dari lemahnya pondasi suatu hubungan.



[Source : iskaruji.com]

Hasil Survey Unik Tentang Seks 2011

Bener-bener dech, semakin mendekati akhir tahun, maka semakin banyak juga media online yang mengelluarkan artikel tentnag hasil survey maupun penelitian selama tahun 2011 ini. Jika sebelumnya sudah ada hasil penelitian cinta sepanjang tahun 2011, kini ada juga hasil survey tentang Seks tahun 2011.

Kebenaran dari hasil survey ini rata-rata hanya berdasarkan responden dan sampel. Jadi wajar saja jika hasil survey tentang Seks ini terkesan unik. Berikut Hasil Survey Unik Tentang Seks 2011.


1. Wanita lebih perduli sama makanan dibandingkan Seks
Ini adalah hasil survey yang dilakukan di Inggris kepada 5000 responden. Survey ini menghasilkan 25 persen wanita memikirkan makanan setiap 30 menit, sementara hanya 10 persen wanita yang diketahui memikirkan seks sesering itu. Alasan utamanya adalah karena wanita lebih mementingkan penampilan dengan diet ketimbang urusan Seks.

2. 25% Orang Mengangkat Telepon Saat Berhubungan Seks
Ini adalah hasil polling MyPhoneDeals.co.uk, yang salah satu pertanyaan polling-nya adalah apakah mereka pernah mengangkat telepon saat bercinta? Ternyata 25% responden menjawab pernah.

3. Wanita sering orgasme bisa dilihat dari bentuk bibirnya
Ini adalah pendapat Stuart Brody, seorang psikolog dari University of the West di Skotlandia. Menurutnya, jika area dibawah lekukanbibir atas tebal dan penuh, berati wanita itu selalu orgasme saat melakukan hubungan seksual..hehe. Dah ada yang mulai ngaca nich...

4. 1 dari 5 Wanita Lebih 'Like' Facebook Ketimbang Seks
Nah, kata cosmopolitan, ada sekitar 20 persen wanita lebih pilih tidak bercinta daripada harus jauh-jauh dari Facebook selama satu minggu. Alamak...

5. Wanita Berpotensi Jadi Lesbian Seiring Bertambahnya Usia
Yang ini gue copas mentah-mentah. Asli gak paham gue...
Mungkin ini merupakan hasil penelitian tentang seks yang paling kontroversial di 2011. Sebuah studi mengungkap bahwa orientasi seks wanita cenderung berada di area abu-abu. Para peneliti di Boise State University menemukan bahwa dalam kelompok wanita heteroseksual, 60 persennya diketahui tertarik secara fisik dengan wanita lain. Sementara 45 persen wanita mengaku pernah berkencan dengan sesama wanita, dan 50 persen pernah berfantasi seks dengan sesama jenis.
6. Wanita Penggemar Games Komputer Lebih Sering Bercinta
Ini merupakan hasil survey yang diadakan Harris Interactive, jasa penyedia survei untuk perusahaan permainan GameHouse. Menurutnya, Sebanyak 64 persen wanita yang hobi game online telah menikah atau berpacaran dalam jangka yang lama. Dihitung dari skala 1 - 10 (nilai 10 berarti sangat puas), 71 persennya menghitung hubungan asmara mereka dengan nilai 6 atau lebih.

Nah, sekarang kita tinggal ngepasin hasil survey ini dengan wanita kita. Jika tidak ada satupun yang bener, maka wajar adanya. Lha wong semua survey-nya dilakukan diluar. Coba kalo survey Unik Tentang Seks 2011 ini dilakukan di Desa Codot Kampung Pete. Pasti hasilnya, "wanita yang sering ngangon bebek sering gak perduli sama seks"...


[Source : iskaruji.com]

18 September 2012

Pria Tak Mementingkan Kriteria Pasangan yang Cantik

Pria Jatuh Cinta
Kalau bisa mendapat pasangan yang ganteng atau cantik, tentu siapa yang akan menolak? Namun pada kenyataannya, banyak hal lain yang lebih penting ketimbang sekadar penampilan fisik. Selain itu, kebanyakan pria saat ini tidak lagi mengutamakan kecantikan saat mencari pendamping hidup. Demikian hasil penelitian psikolog Dr Marcel Zentner dari York University, Inggris.

Selain itu, kaum pria tidak lagi mengharuskan pasangan untuk bisa memasak. Yang lebih penting bagi mereka adalah kecerdasan dan kepribadian calon pasangannya.

"Kami mendapati pada masyarakat seperti Inggris, atau khususnya di Skandinavia, bahwa pria menempatkan nilai yang meningkat pada kualitas lain, seperti kecerdasan, daripada bentuk tubuh yang berlekuk atau kemampuan memasak," ujar Zentner.

Di lain pihak, kaum perempuan justru makin mementingkan kriteria fisik pada calon pasangannya. Namun, mereka tidak lagi mengutamakan kekayaan karena sudah semakin mandiri secara finansial. Menjadi ibu rumah tangga tidak menjadi prioritas mereka lagi, dan mereka lebih memilih untuk bekerja. Sebelumnya, perempuan cenderung mencari pria yang dapat menjamin kebutuhan hidup keluarga."Secara tradisional, perempuan memilih pria yang kaya yang memiliki kemampuan untuk membiayai hidup setiap anaknya kelak. Namun kami menemukan bahwa karena perempuan semakin sejajar dengan laki-laki, kecenderungan ini menurun. Adapun penampilan pria menjadi jauh lebih penting," katanya lagi.
Sebanyak 12.000 orang terlibat dalam penelitian yang diadakan di lebih dari 30 negara ini. Zentner bersama timnya bekerja bersama World Economic Forum’s Global Gender Gap Index, yang mencari peluang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan politik. Dari survei tersebut, tim mampu menentukan bahwa negara-negara dengan ketidaksetaraan jender yang tertinggi cenderung masih menerapkan cara tradisional dalam mencari pasangan, seperti harus memiliki tubuh yang berlekuk (yang mengindikasikan kesuburan), kemampuan memasak, dan mampu membiayai hidup keluarga. Ini artinya, peningkatan persamaan jender dalam masyarakat di sekitar kita juga mengubah cara kita berpikir mengenai lawan jenis.

Peran pria dan wanita di Inggris saat ini tampaknya saling berbalikan. Data dari Office for National Statistics pada awal tahun ini mengungkapkan bahwa jumlah bapak rumah tangga telah meningkat tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir. Lebih dari 62.000 pria yang pasangannya menjadi pencari nafkah ini dikategorikan sebagai "tidak aktif secara ekonomi".

Dalam survei lain, terungkap bahwa 1,4 juta pria di Inggris kini memegang peran sebagai pengasuh anak mereka. Sebaliknya, kaum perempuan dilaporkan memiliki nilai tes IQ yang lebih tinggi daripada pria, dan 58 persennya memiliki gelar sarjana.

[Source : kompas.com]

Manfaat Air Putih

Masih banyak orang yang mengabaikan manfaat minum air putih. Padahal, manfaatnya tiada terkira. Dari mencegah Anda merasa kehausan, mendorong metabolisme, membuat Anda merasa kenyang lebih lama (sehingga mencegah Anda makan terlalu banyak), membuat kulit lebih halus karena ketersediaan cairan di dalam tubuh, hingga mencegah hilang konsentrasi.

Di luar itu, masih banyak manfaat minum air putih yang ternyata tidak kita ketahui. Yang pasti, manfaatnya akan langsung terasa dalam kehidupan Anda sehari-hari. Setelah mengetahuinya, pasti Anda tak akan menunda-nunda lagi mengonsumsi air putih setiap saat.

1. Melindungi jantung.
Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

2. Mencegah sakit kepala.
Siapa yang tahan jika migrain mulai menyerang? Namun sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, coba atasi dengan minum air putih. Menurut para peneliti dari University of Masstricht, Belanda, minum air putih tujuh gelas dalam sehari bisa meredakan sakit kepala, dan meningkatkan kualitas hidup mereka yang selama ini menderita akibat migrain. Dalam uji coba, mereka yang minum 1,5 liter air sakit kepalanya berkurang 21 jam, demikian pula dengan intensitas rasa sakitnya.

3. Meningkatkan ketajaman otak.
Menurut penelitian, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat badan Anda sudah bisa mengurangi fungsi-fungsi berpikir Anda. Otak memang membutuhkan banyak oksigen agar dapat berfungsi pada tingkat optimal. Dengan minum banyak air putih, Anda bisa memastikan bahwa otak telah terpenuhi kebutuhannya. Malahan, minum 8-10 cangkir air putih setiap hari bisa memperbaiki tingkat performa kognitif sebanyak 30 persen.

4. Membuat Anda tetap waspada
.
Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lelah yang terjadi sepanjang hari. Jika rasa letih yang Anda rasakan lebih seperti dorongan kuat untuk tidur siang, coba minum segelas air. Minum cukup air putih akan membuat Anda bekerja lebih baik, paling tidak bisa mencegah Anda merasa sulit konsentrasi. Perlu Anda tahu, tingkat dehidrasi sebesar dua persen bisa memicu masalah memori jangka pendek. Anda juga akan mengalami kesulitan berfokus pada apa yang sedang Anda baca di layar komputer.

[Source : shape]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month