Share Info

25 September 2012

Bahasa Tubuh yang Merusak Kencan Pertama

Kencan bisa berakhir dengan kesan tak menyenangkan karena bahasa tubuh yang salah. Perhatikan arah kaki saat duduk, cara bicara atau gerakan tangan Anda saat berkencan. Setiap gerak tubuh punya bahasa yang membawa pesan tertentu.
Berikut sembilan bahasa tubuh yang merusak kencan pertama.

Kencan - Ilustrasi

1. Arah kaki menjauh dari pasangan
Ketika Anda menyukai sesuatu, bagian tubuh, tanpa disadari, bergerak mendekat ke arahnya. Nah, ketika Anda sedang berdua dengan pasangan, kontrol arah kaki Anda. Pastikan arah kaki menuju ke pasangan atau teman kencan Anda, bukan menuju pada perempuan seksi atau laki-laki tampan yang duduk di sebelah Anda. Arah kaki yang menuju pada pasangan kencan menunjukkan bahwa Anda tertarik dengannya. Jika arah kaki menyimpang ke obyek lain, tandanya obyek tersebut lebih menarik dibandingkan teman kencan Anda.


2. Menepuk saat berpelukan
Berpelukan saat mengakhiri kencan menunjukkan kehangatan. Namun, sebaiknya hindari menepuk tubuh pasangan kencan saat berpelukan. Meskipun gerakan menepuk ini biasanya terjadi spontan untuk mengatasi rasa grogi. Agar tak jadi canggung, berikan saja pelukan singkat di akhir kencan.


3. Bergerak terlalu cepat
Anda mungkin tak menyadari, gerakan tubuh merupakan cermin dari emosi dalam diri. Biasanya, saat merasa canggung dengan kencan pertama, bahasa tubuh berbicara. Perasaan canggung atau gugup biasanya ditunjukkan dengan cara makan yang terlalu cepat atau berbicara cepat. Nah, jika hal ini terjadi pada Anda, tandanya Anda gugup atau bahkan merasa tak nyaman saat kencan pertama. Jadi, kontrol tubuh Anda dan usahakan untuk memperlambat gerakan saat makan atau bicara, meski sebenarnya Anda memang gugup. Impresi awal yang sebaiknya ditunjukkan adalah percaya diri, tenang dan relaks.


4. Terlalu banyak mengangguk
Mengangguk menandakan setuju atau mengiyakan apa kata pasangan. Namun terlalu sering mengangguk menunjukkan Anda tak tertarik dengan perbincangan saat kencan pertama. Mengangguk menandakan setuju dengan ucapan pasangan boleh saja, tetapi usahakan frekuensinya seminimal mungkin.


 5. Berbicara tak sinkron
Anda tak harus berpura-pura untuk selalu nyambung dengan pasangan, meski realitasnya Anda dan dia memang tak sinkron. Namun buatlah suasana lebih nyaman dengan melibatkan diri dalam pembicaraan yang menyenangkan. Perbincangan yang nyambung, saling berhubungan dan sikap saling mendengarkan. Jangan hanya mau didengar tanpa peduli apa yang dikatakan pasangan. Kontrol ucapan Anda karena impresi awal penting saat kencan pertama.


6. Menyilangkan tangan
Menyilangkan tangan merupakan bahasa tubuh yang jelas menunjukkan Anda menutup diri dari orang lain. Kesalahan besar jika Anda melakukan hal ini saat kencan pertama. Karena gerakan ini membuat situasi tak nyaman. Sebaiknya buka lebar-lebar tangan Anda, untuk menunjukkan bahwa Anda membuka diri dan mau terlibat dalam perbincangan dengan pasangan kencan.


7. Terlalu dekat tak berjarak
Meskipun Anda menangkap sinyal bahwa pasangan tertarik dengan Anda, tetaplah menjaga jarak. Artinya, jangan terlalu berdekatan dengan pasangan saat kencan pertama. Bersikap sedikit jual mahal ada baiknya. Jangan terlalu cepat mendekat karena rasa ketertarikan tadi bisa hilang sekejap.


8. Iseng mengutak-atik benda tertentu
Memainkan alat makan, serbet atau benda tertentu di dekat Anda memberikan sejumlah pesan. Sikap seperti ini menunjukkan Anda gugup, tak percaya diri, tidak tertarik, atau bosan. Cobalah untuk fokus pada kencan pertama Anda. Buat diri sendiri nyaman dan tunjukkan ketertarikan Anda untuk menikmati kebersamaan dengan si dia.


9. Menatap mata terlalu intens
Menatap mata saat bicara memang baik. Namun, saat kencan pertama, jangan terlalu lama menatap matanya, atau memberikan tatapan tajam. Sikap tubuh seperti ini hanya akan membuat pasangan merasa tak nyaman, karena ia merasa terintimidasi. Tatapan mata sebaiknya hanya beberapa detik saja supaya Anda dan dia tak merasa canggung. 


[Source: Kompas.com]

Mengatasi Rasa Gugup

Anda punya janji kencan, atau memiliki rapat penting atau harus berpresentasi di depan kelas?
Anda tidak bisa duduk diam, tangan dan kaki anda gelisah ? Telapak tangan anda mulai berkeringat, anda tidak merasa tenang dan gugup?

Apa yang anda lakukan?

Apa yang anda lakukan di awal untuk menghindari rasa gugup? Dan apa yang bisa anda lakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba datang sewaktu-waktu atau sesaat sebelum momen penting tersebut? Di bawah ini adalah beberapa tips, yang bisa anda gunakan hari ini juga, dan beberapa lagi bisa anda terapkan pada kehidupan anda di waktu yang akan datang.

Anda akan mencoba untuk mengkombinasikan beberapa dari tips di bawah ini. Sebagai contoh, jika anda sudah merasakan energi rasa gugup yang tinggi jangan langsung menvisualisasikan hal yang positif, karena itu tidak akan memberikan efek yang signifikan, dimana pikiran anda sudah banyak mengeluarkan visualisasi negatif. Melainkan, ambillah napas dari perut beberapa kali untuk menenangkan diri dan mengkonsentrasikan diri anda pada situasi saat ini, serta menghilangkan pemikiran negatif yang akan terjadi nanti. Setelah napasmu kembali normal dan tenang, visualisasikan sebaik apa pertemuan yang akan datang itu.

Anda Harus Siap

Tentu saja anda harus siap. Jika anda akan mengadakan presentasi maka pelajarilah catatan-catatan anda dan apa yang akan anda sampaikan secara cermat sebelum anda maju ke depan. Jika anda akan memiliki pertemuan penting, lakukan tugas-tugas anda, sehingga anda bisa mengetahui apa yang mungkin atau akan muncul pada pertemuan tersebut. Jika anda akan berkencan, mungkin pikirkanlah beberapa topik yang menarik atau pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan agar ketika pembicaraan anda berhenti dan menemui titik dimana terjadi keheningan yang aneh, anda sudah siap. Jika anda akan melakukan interview pekerjaan, pikirkan tentang apa yang mungkin akan ditanyakan oleh mereka dan pikirkanlah beberapa jawaban yang baik.

Mempersiapkan ini semua dengan hati-hati dan cermat akan mengurangi rasa gugup anda secara signifikan. Mungkin mempersiapkan semua ini tidak selalu menyenangkan, tapi persiapan yang matang tidak hanya akan sangat membantu untuk menghilangkan rasa gugup tapi juga memberikan hasil yang optimal pada presentasi anda atau akan membuat anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Tanyakan pada Dirimu, Hal Terburuk apa yang Akan Terjadi?

Apa hal terburuk yang mungkin akan terjadi? Bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi anda di waktu mendatang? Dalam banyak kasus anda akan menemui jawaban : tidak akan memberi efek banyak. Sangat mudah untuk memikirkan apa yang akan terjadi dan konsekuensi yang mungkin terjadi dalam pikiran anda seperti hal tersebut adalah masalah hidup dan mati, terkadang itu terjadi. Bertanya tentang hal-hal yang lebih simpel akan membuat sesuatu menjadi lebih sehat dan lebih menenangkan dirimu.

Tarik Napas 30 kali Dalam-dalam

Bernapas melalui perut adalah hal yang mengagumkan untuk menghilangkan rasa dan visualisasi negatif dan mengembalikan diri kita pada keadaan saat ini. Hanya dengan beberapa kali bernapas melalui perut bisa merubah rasa gugup dan napas pendek menjadi tenang dan tegar. Sungguh mengagumkan betapa cepatnya hal ini bisa merubah perasaanmu. Berikut adalah hal-hal yang perlu anda lakukan :
  • Duduk dengan posisi yang santai dengan kakimu terlentang.
  • Simpan tangan anda di perut. Menggunakan perut, bernapaslah perlahan melalui hidung. Jika anda melakukannya dengan benar, maka perut anda akan membesar dan anda akan merasakannya melalui tanganmu.
  • Buang napas secara perlahan melalui hidung dan lakukan dengan sedikit tenaga sehingga perut bisa tertarik masuk ke dalam menuju punggung anda.
  • Tarik dan buang napas selama 30 kali, ambillah napas yang perlahan dan dalam.
  • Setelah anda mengambil 30 kali napas dalam dan fokus untuk menghitungnya, maka tidak hanya anda akan merasakan lebih santai dan terfokus, tubuh anda juga akan secara otomatis bernapas seperti itu tanpa perlu fokus padanya.
  • Mengambil napas dengan menggunakan perut akan berguna juga ketika anda mulai merasa gugup atau tidak fokus ketika anda dalam interview/presentasi pertemuan.

Visualisasi Dengan Cara yang Positif

Seringkali banyak waktu sering kita gunakan untuk menvisualisasi apa yang mungkin salah pada masa depan. Hal ini tentunya bisa membuat tingkat rasa gugup yang tinggi. Hal ini juga bisa memberikan hasil yang sama seperti apa yang anda imajinasikan atau takutkan. Jika anda berpikiran akan gagal, maka anda telah mempersulit diri anda sendiri untuk berhasil.

Menvisualisasikan secara positif adalah cara yang lebih berguna dan menyenangkan untuk dilakukan dengan imajinasi anda. Mungkin anda berpikir bahwa menvisualisasikan dengan cara ini hanyalah khayalan dan tidak nyata, tapi menvisualisasikan dengan cara yang negatif pun sebetulnya hanyalah khayalan. Dengan cara manapun, anda hanya memikirkan hal apa yang mungkin terjadi nantinya. Menvisualisasikan dengan cara yang negatif mungkin terlihat lebih realistik karena itulah yang banyak orang lakukan, atau bahkan itulah yang anda sering lakukan setiap hari pada tahun-tahun terakhir.

Bagaimana anda menvisualisasikan sesuatu yang akan terjadi akan banyak merubah bagaimana anda bersikap, apa yang anda katakan dan apa yang anda rasakan pada masa yang akan datang dan hal-hal itu bisa memberikan efek yang besar pada apa yang sedang terjadi.

Ini adalah beberapa instruksi praktis untuk anda, semisalnya anda akan menghadapi suatu pertemuan :
Visualisasikan betapa besarnya kejadian yang akan terjadi, dan betapa hebatnya perasaan yang akan anda miliki pada pertemuan tersebut. Bayangkan diri anda tersenyum, positif, terbuka dan sedang menjalani hari yang baik. Lihatlah hasil yang baik dari pikiran anda, dan luapkanlah dengan menvisualisasikan bahwa itu telah terjadi, bahwa pertemuan sudah selesai dengan hasil yang diinginkan. Hal ini sangat efektif dan akan memberikan mood yang baik dan tenang sebelum anda memasuki pertemuan pertama, kedua atau bahkan ke dua puluh.

Solusi di atas adalah cara yang lebih cepat. Tips di bawah ini lebih membutuhkan waktu untuk melakukannya. Ini bisa memakan waktu berminggu-minggu, bulan atau bahkan tahun. Dengan berjalannya waktu anda akan secara perlahan membuat ide-ide ini menjadi bagian yang penting dalam hidup anda. Dan hal-hal ini bisa membuat anda semakin tidak gugup dalam situasi apapun.

Berlatih, Berlatih dan Berlatih

Semakin anda berlatih, mengambil aksi dan menempatkan diri anda pada situasi yang bisa membuat anda gugup, akan membuat anda semakin percaya diri. Jika anda sudah pernah mengalami hal tersebut sebelumnya, maka anda akan tahu apa saja yang mungkin akan terjadi, sehingga anda akan semakin merasa nyaman dan tidak gugup.

Menyadari Bahwa Orang-orang Tidak Begitu Peduli Dengan Apa yang Anda Lakukan

Salah satu sumber dari rasa gugup adalah terlalu terfokus pada apa yang akan orang-orang pikirkan tentang anda dan selalu berpikiran bahwa kritikan mereka adalah selalu mengenai diri anda. Tapi sebetulnya orang-orang tidak begitu memikirkan apa yang anda lakukan. Anda memusatkan perhatian pada permasalahan, tantangan dan kemenangan dari hari ke hari dan itu adalah hal yang sama persis dilakukan oleh orang disebelah anda.
Secara umum, orang-orang memusatkan perhatian mereka pada masalah dan tantangan mereka sendiri. Dan kritik mereka seringkali mengenai sesuatu hal yang negatif dalam hidup mereka dbandingkan apa yang telah anda lakukan, jadi tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut. Menyadari apa yang anda lakukan tidak begitu penting untuk orang lain mungkin akan sedikit mengecewakan, tapi juga bisa melegakan.
Sangatlah mudah untuk kembali pada sikap manja dan memikirkan apa yang orang pikirkan tentang anda dan apa yang anda lakukan. Tapi dengan niat, anda bisa secara perlahan-lahan untuk tidak khawatir dan repot memikirkan apa yang orang pikirkan tentag anda. Hal ini membuat anda bisa memiliki kebebasan batin untuk berbuat sesuatu dan mencoba apa yang anda inginkan karena anda tidak merasa terperangkap dalam tanggapan orang-orang.

Tetap Berada Pada Kenyataan

Hal ini berhubungan erat dengan bernapas dengan perut. Ketika anda mengambil napas dalam-dalam dan fokus akan membuat pikiran menjadi sunyi. Proyeksi anda tentang apa yang akan terjadi pada pertemuan atau interview akan hilang. Rasa gugup timbul dari proyeksi negatif atas apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang atau atas apa yang pernah terjadi di masa lalu, mungkin dari waktu terakhir anda melakukan pertemuan atau interview. Ketika anda fokuskan perhatian anda pada apa yang terjadi sekarang maka rasa gugup itu akan hilang.

Cara lain untuk tetap berada atau untuk kembali ke keadaan sekarang adalah dengan memperhatikan apa yang terjadi saat ini. Fokuslah pada kejadian dan suara yang ada di depan anda, jangan pikirkan laporan yang harus diselesaikan sebelum jam 5 sore, atau tentang pertemuan besok, atau apa yang ingin anda santap untuk makan malam. Pusatkan perhatian anda pada kejadian yang sedang terjadi dan jangan memikirkan hal lainnya. Buatlah itu menjadi sebuah kebiasaan dan cobalah untuk mengembangkan waktu yang anda habiskan pada keadaan sekarang sebelum pikiran anda melayang kembali. Berada pada keadaan sekarang bisa menjadi sangat bermanfaat jika anda ingin mengurangi rasa dan pikiran negatif dalam hidup anda.

Berhenti Merasa Khawatir

Anda perlu mengetahui bagaimana untuk berhenti merasa khawatir jika anda ingin hidup penuh kebahagiaan. Mengapa? Karena perasaan khawatir tidak membuat anda bertindak dengan benar. Perasaan khawatir tidak akan membantu anda untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Perasaan khawatir tidak akan membuat anda merasa lebih baik dan berenergi. Sebaliknya akan membuat keceriaan dan produktivitas anda berkurang.

Berikut ini adalah beberapa cara yang akan membantu anda berhenti untuk merasa khawatir : 

1. Fokuslah pada apa yang bisa anda kendalikan.

Memikirkan hal-hal yang tidak dapat anda kendalikan akan menambah beban yang tidak diperlukan untuk otak anda. Sebagai contoh, mengapa anda harus khawatir terhadap situasi perekonomian yang sedang menurun? Tidak ada yang dapat anda lakukan kecuali anda adalah orang kunci di pemerintahan. Tidak peduli seberapa kuat anda memikirkan situasi perekonomian, tidak ada yang akan berubah. Jadi, daripada anda memikirkan tentang hal tersebut, fokuslah pada hal-hal yang dapat anda kendalikan, misalnya : membangun jaringan pertemanan atau meningkatkan kemampuan pribadi anda (self development) – Dengan membaca dan menerapkan artikel-artikel dari AkuInginSukses.com akan meningkatkan kemampuan pribadi anda. 

2. Gunakan imajinasi anda secara positif.

“Kekhawatiran adalah penyalahgunaan imajinasi”
- Dan Zadra -


Manusia dikarunia oleh Tuhan kemampuan untuk berimajinasi. Namun imajinasi ini seperti mata pisau, ia dapat sangat berguna, namun dapat juga mencelakai kita. Imajinasi dapat anda gunakan untuk bermimpi hal-hal yang besar dan menjaga motivasi anda tetap tinggi, namun imajinasi juga dapat membuat kita demotivasi. Orang-orang sering khawatir terhadap sesuatu sebab mereka mengisi imajinasinya dengan hal-hal buruk yang mungkin terjadi menimpa mereka. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut tidak seburuk seperti yang mereka bayangkan, hanya karena mereka membayangkan terlalu berlebihan dan negatif terhadap hal-hal itu.

3. Berharaplah hal-hal baik dan indah yang terjadi.
 
“Jangan mengantisipasi masalah atau khawatir terhadap hal-hal yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetaplah di jalan yang terang.”
- Benjamin Franklin -


Bukan saja anda menggunakan imajinasi anda secara positif, namun anda juga harus mengharapkan hal-hal baik dan indah yang terjadi dalam hidup anda. Daripada anda membayangkan suatu kegagalan, lebih baik anda membayangkan kesuksesan. Daripada anda membayangkan orang-orang membenci anda, lebih baik membayangkan orang-orang menyukai anda. Namun perlu diingat, anda tetap perlu realistis tentu saja, misalkan jangan mengharapkan anda tiba-tiba mendapatkan hadiah undian milyaran rupiah.

4. Menerima tanggung jawab.

Anda mungkin pernah berbuat kesalahan di masa lampau dan hingga kini anda khawatir terhadap konsekuensi-konsekuensinya. Dalam kasus ini, solusinya adalah tetap menerima tanggung jawab yang dipercayakan kepada anda. Jangan biarkan kekhawatiran menarik anda untuk jatuh. Terimalah tanggung jawab dan bergeraklah maju. Anda masih memiliki banyak hal-hal besar menanti anda di depan.

5. Berterima kasihlah.

Lebih mudah untuk fokus pada sedikit hal yang mungkin keliru dibanding melupakan banyak hal yang sudah berjalan dengan baik. Itulah mengapa memiliki sikap berterimakasih sangatlah penting, karena akan membuat anda menyadari bahwa untuk satu hal yang keliru, anda masih memiliki banyak hal lain yang telah berjalan dengan baik. Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih dapat makan 2-3 kali sehari bahkan lebih? Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih memiliki tempat untuk berteduh? Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih dapat mengecap bangku pendidikan? Pernahkah anda berterima kasih karena anda masih dapat berinternet dan membaca artikel ini? Dan masih banyak lagi hal-hal yang anda dapat berterima kasih.

6. Berlarilah di lintasan anda sendiri. 

Berhentilah membandingkan diri anda dengan orang lain, karena hanya akan menguras energi dan mental anda. Anda memiliki perlombaan anda sendiri yang harus anda menangkan. Daripada selalu membandingkan diri anda dengan orang lain, lebih baik fokus melakukan hal-hal terbaik yang dapat anda lakukan.

7. Sederhanakan hidup anda.

Semakin sederhana hidup anda, semakin sedikit hal-hal yang perlu anda khawatirkan. Jadi daripada anda melakukan banyak hal dalam hidup anda, lebih baik memfokuskan pada hal-hal yang memberi anda lebih banyak keuntungan, entah itu waktu, uang ataupun tenaga. Temukan tujuan-tujuan dalam hidup anda dan gunakan skala prioritas/hal-hal penting yang perlu anda fokus.

8. Miliki keyakinan.

Mengulang lagi apa yang telah saya katakan diatas, anda harus fokus pada hal-hal yang dapat anda kendalikan. Jadi bagaimana dengan hal-hal yang tidak dapat anda kendalikan? Apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan segala kekhawatiran terhadap hal tersebut? Jawabannya disini adalah Keyakinan! Anda harus percaya bahwa sesuatu akan kembali baik pada akhirnya, tidak peduli seberapa buruk keadaannya saat ini. Memiliki keyakinan akan menghilangkan banyak kekhawatiran di dalam hidup anda dan hal itu tentu saja akan memberikan ketenangan dan kedamaian.

[Source : akuinginsukses.com]

21 September 2012

Esensi Kehidupan

Jika kita tahu siapa diri kita,darimana berasal,untuk apa hidup didunia,setelah itu mau kemana lagi melangkah/melanjutkan hidup,rasanya jika tiap diri ini sadar akan semua hal itu tak akan banyak kita temui keluh kesah dalam menjalani kehidupan ini.

Kehidupan ini sendiri adalah pemberian dari Sang Maha Pemberi. Saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita pun mendapat pemberian kasih sayang dari orang tua. Bayangkan jika kita lahir tanpa ada orang yang memberi kasih sayang itu, niscaya kita tak kan ada sampai saat ini. Semua hal yang kita manfaatkan dalam hidup ini adalah pemberian(taken for granted). Apa yang diberikan itu tanpa pamrih. Tanpa mengharap balasan.
Saat ini kita telah dewasa, atau lebih dari kata dewasa itu sendiri. Sudah saatnya untuk tidak hanya menerima, tapi memberi. Memberi apa yang kita punya dan kita sanggup untuk memberikannya. Tidak perlu muluk-muluk, hal-hal yang sederhana saja. Memberikan senyuman ke orang yang berpapasan dengan kita, memberikan kasih sayang dan perhatian ke orang tua kita. Membuatkan minuman mungkin, memberikan salam saat pergi ataupun pulang, atau juga memberikan ciuman di tangan beliau.

Adanya kehidupan kita saat ini tidaklah secara tiba-tiba, dan tidaklah dengan sendirinya tanpa ada tanpa campur tangan orang lain. Orang-orang disekeliling kita sangat berperan akan keberadaan kita. Tapi mengapa banyak yang tidak menyadarinya? Oleh karenanya, saatnya untuk memberi.

Banyak hal yang ingin kita capai,seperti pekerjaan,cita-cita,jodoh kita dan lain sebagainya,sebelum kita dapatkan harus ada perjuangan, yakni tenaga ,pikiran dan waktu. Ada pepatah berilah, maka kau akan menerima lebih. Hal ini bukan berarti apa yang dilakukan adalah berpamrih, mengharapkan imbalan. Memberi merupakan tolak ukur kesadaran dan keikhlasan. Jika memberi dengan diiringi keinginan untuk suatu balasan, dan penerima pun mengabulkannya, maka itu bukanlah pemberian yang utuh. Namun sebuah  negosiasi. Negosiasi berkutat antara untung dan rugi. Bukan lagi mendasarkan pada hati nurani.

Setiap pemberian pasti ada balasannya, akan dilipat gandakan. Jika anda tidak percaya, cobalah dan lakukanlah. Lihat dan hitunglah dengan objektif. Balasan itu tidak hanya berupa nominal angka mata uang, tidak juga barang, namun juga bisa berupa hadirnya kesempatan, terjaganya kesehatan, bertambahnya ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi manfaat yang didapatkan. Belum lagi bertambahnya pahala.

Jika tiap orang sadar dan faham arti memberi ini,mungkin tidak akan kita temukan istilah pelit, sengsara atau miskin. tiap orang yang sadar hidupnya adalah pemberian akan memberikan lagi kepada orang lain baik itu moril atau materil. Kembali kepadanya dalam bentuk lain, sehingga seperti sebuah siklus..

Usia yang Mencair Seperti Es

Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita... semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah..

Rasulullah saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. "Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, " kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa'z, 31)

Saudaraku, sahabatku,
Semoga Allah memberkahi sisa usia kita, Permasalahan terbesar setiap orang adalah ketika kecepatan umur dan waktu hidupnya tidak seiring dengan kecepatannya untuk menyelamatkan diri dari penderitaan abadi di akhirat. Ketika, usia yang sangat terbatas itu tidak berfungsi sebagai pelindung diri dari beratnya adzab dan siksa Allah swt. Di saat, banyaknya hembusan dan tarikan nafasnya tak sebanding dengan upaya dan jihadnya untuk terhindar dari lubang kemurkaan Allah. Ketika, jumlah detak jantung dan aliran darah yang di pompa di dalam tubuhnya, tak sebanyak gerak dan tingkahnya untuk menjauhi berbagai kemaksiatan yang dapat memunculkan kesengsaraan akhirat.

Saudaraku,
Sesungguhnya jiwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya lah jiwa ini akan kembali....
Suasana hati seperti inilah yang perlu kita tumbuhkan. Adakah di antara kita yang tidak mempunyai dosa? Atau merasa mampu menebus kotoran dan dosa yang telah dilakukan selama puluhan tahun usia yang telah lewat? Tentu tidak. Perasaan kurang, merasa banyak melakukan kemaksiatan, lalu menimbulkan penyesalan adalah bagian dari pintu-pintu rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada taubat. Suasana hati seperti inilah yang akan mendorong pemilikinya bertekad mengisi hari dengan amal yang lebih untuk menebus kesalahan yang lalu.

Saurdaraku, mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih...Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik kita.... Semoga Allah meneguhkan kekuatan kita untuk melakukan kebaikan yang kita niatkan...

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month