Share Info

1 December 2010

Untung-Rugi Berteman dengan Mantan

Banyak orang yang masih berteman dengan mantannya, dan hal ini sangat menyenangkan karena Anda tidak kehilangan orang yang sudah sangat mengenal Anda. Namun berteman dengan mantan kekasih juga sedikit tricky, karena bisa memengaruhi banyak hal di antara Anda. Salah satunya, jika mantan Anda sudah memiliki kekasih baru, dan si mantan masih berteman dengan Anda, kekasih barunya bisa merasa terancam dengan kehadiran Anda.

Bila Anda mengakhiri hubungan karena ada masalah, tentu Anda juga tak bisa berharap terlalu cepat untuk berteman lagi. Anda berdua perlu mendinginkan diri, dan berusaha melupakan dulu segala konflik yang pernah terjadi. Ketika Anda sudah siap, Anda pun perlu mempertimbangkan baik-buruknya membina hubungan pertemanan lagi dengan mantan. Empat kemungkinan di bawah ini bisa dipertimbangkan.

Untung: Ia sudah mengenal Anda
Dia tahu bahwa Anda punya bekas luka di lengan Anda, mengapa atasan Anda begitu dibenci anak-anak buahnya, atau bahwa Anda tidak menyukai hadiah ulang tahun yang pernah diberikan kakak Anda. Meskipun orang senang berkeluh-kesah melalui Facebook atau Twitter, hal ini tidak berarti orang lain tahu sekali siapa Anda. Maka, beruntunglah Anda karena ada orang yang sangat mengenal Anda. Namun jika Anda bisa menjaga agar hubungan tetap bersifat platonis, si mantan ini layak dipertahankan sebagai teman.

Rugi: Ia masih akan menyusahkan Anda
Jika Anda berdua tidak bisa makan bersama tanpa mengungkit-ungkit persoalan masa lalu, atau jika kelakuannya masih membuat Anda kesal, lebih baik Anda tak usah memaksakan diri menjaga hubungan baik dengannya. Biarlah pertengkaran Anda mereda seiring berjalannya waktu, sampai Anda benar-benar ilfil dan bisa berteman lagi dengannya tanpa terpengaruh perilakunya.

Untung: Ia bisa memberikan sudut pandang pria
Anda pasti memiliki sahabat perempuan, dan menikmati masa-masa curhat dan nongkrong bareng bersama mereka. Tetapi kadang-kadang, senang juga lho, membahas sesuatu dengan pria yang tidak memiliki hubungan romantis dengan Anda. Kebanyakan pria tidak akan menutup-nutupi pendapat mereka jika Anda berpakaian terlalu terbuka, mengatakan sesuatu yang menyakiti orang lain, atau mengencani seseorang yang tidak layak mendapatkan Anda. Ketika Anda menghadapi masalah dengan kekasih baru, Anda juga bisa meminta pendapatnya dari sudut pandang pria.

Rugi: Ia ingin kembali pada Anda
Bila Anda berdua memang masih saling mencintai, tentu tak ada yang salah bila Anda kembali sebagai pasangan. Tetapi jika si mantan mengatakan bahwa kekasih baru Anda bukan pria yang baik, apakah ia mengatakannya hanya karena ia masih menyukai Anda? Apakah dia berusaha menggagalkan hubungan baru Anda? Karena ia sudah pernah menjalani hubungan dengan Anda, si mantan pun tahu apa kelemahan Anda. Nah, berhati-hatilah agar Anda tidak terjebak dalam hubungan yang salah lagi.

Pada dasarnya, mantan bisa saja jadi teman baik, atau menjadi orang yang paling Anda hindari di dunia ini. Andalah yang tahu mantan Anda masuk golongan yang mana. Hal ini tergantung pada berapa banyak masalah yang masih mengendap di antara Anda. Bila Anda berhasil mengatasi atau melupakannya, tentu berteman dengan mantan tak akan sulit lagi.

[source : Female kompas]

30 November 2010

Diakah, Cinta Sejati Kita?

Banyak orang menyakini kita bisa mengetahui seseorang akan menjadi pasangan hidup kita atau tidak dari seberapa nyaman kita menghabiskan waktu bersamanya. Mulai dari sekadar ngobrol ringan sampai hang out berjam-jam hanya untuk mencari tahu apa yang menjadi kegemaran masing-masing.

Tetapi tak semua orang bisa dengan jelas membaca tanda-tanda apakah si dia memang layak dijadikan pasangan seumur hidup. Sebab perbedaan rasa nyaman menjadi teman dan pacar sangatlah tipis. Karena itu, tidak salah untuk memiliki “panduan” dalam membaca tanda-tanda, “Diakah, cinta sejati kita?"

Tanda 1: Kita memiliki list lengkap apa-apa saja yang perlu dia hentikan jika status keterikatan hubungan semakin ditingkatkan. Mulai dari cara bicaranya, penampilannya, sampai apa yang menjadi kegemarannya. Karena jika kita bersikeras untuk memperbaiki “cela” ini maka kita akan mengubahnya menjadi orang lain. Lebih baik jujur pada diri sendiri dan keadaan, bahwa dia memang bukan untuk kita, daripada terlalu memaksakan diri dan membuang waktu percuma.

Tanda 2: Kita tidak mempercayainya. Sedikit cemburu, bisa menjadi bumbu asmara. Tetapi jika kita “membuntuti” dia sampai harus membaca e-mail dan SMS-nya untuk mengetahui apa yang dilakukan selama satu hari penuh, ini adalah indikasi awal dari ketidakcocokan. Sebenarnya indikasi ini sangat kasat mata tapi kita sering berlindung dengan mengatakan apa yang kita lakukan dilakukan banyak perempuan di luar sana.

Tanda 3: Sangat berusaha sekeras tenaga untuk menghindari konflik. Sama seperti rasa cemburu, kadang kala kita perlu sesekali berbeda pendapat. Sebab yang terpenting dari perselisihan adalah kemampuan kita dan pasangan untuk mencari jalan keluar. Inilah titik toleransi untuk memahami dan menerima karakter masing-masing. Menghindari masalah tidak selalu berarti kita adalah pasangan yang sejiwa, karena bisa jadi itu cara kita untuk lari dari masalah.

Tanda 4: Dia bukanlah shoulder to cry on. Saat kita tengah terpuruk atau sedih, kita butuh seseorang yang melembutkan suasana. Jika kita tidak menemukan kenyamanan untuk mencurahkan perasaan dan air mata di depan dia, maka kita sebenarnya akan kesulitan menemukan ketenangan bersamanya. Karena Mr Right akan membuat kita tersenyum dan meredam segala ketakutan yang kita punya saat begitu banyak masalah datang menghadang.

Tanda 5:
Kita tidak bisa menemukan visi yang jelas untuk membesarkan anak bersama. Menjadi orang tua adalah sebuah team work yang harus solid sepanjang masa. Karena itu, jika kita ragu akan bentuk kerja sama yang terjalin dengan partner tersebut maka lebih baik menerima bahwa dia memang bukan untuk kita.

Tanda 6: Kita kesulitan untuk bisa saling menghargai. Coba amati, berapa kali kekasih hati kita mengolok-olok kita di depan teman-teman. Rasa cinta justru muncul karena kita dapat saling menghargai. Jadi kalau ini sudah tidak ada pada dirinya, untuk apa dipertahankan?

Beda Bahasa Tubuh Pria dan Wanita Saat "Flirting"

Tanpa sadar, kita hanya butuh waktu antara 90 detik dan 4 menit untuk menyadari apakah seseorang sedang flirting pada kita atau tidak. Menggunakan bahasa tubuh adalah hal yang paling umum untuk kita mengetahui apakah ia suka pada kita atau tidak. Tentu, bahasa tubuh bukan satu-satunya cara untuk mengenali hal tersebut. Menurut Discovery Health, kita menyadari seseorang sedang flirting pada kita sebanyak 55 persen sinyal tersebut datang dari bahasa tubuh, 38 persen dari nada dan kecepatan suara, serta 7 persen dari ucapan.

Jelas sudah, bahasa tubuh saat flirting ternyata lebih jelas mengungkapkan isi hati, dan bukan kata-kata genit untuk mengajak kenalan. Tentunya, ada perbedaan antara pria dan wanita saat flirting. Apa saja?

Perempuan

Beberapa hal yang menunjukkan seorang perempuan tertarik kepada pria:
* Ia akan memberi sinyal "mengundang" dengan tatapan sensualnya.
* Ia pun akan melakukan gerakan dengan ujung jarinya. Misalnya, memutar bagian lingkar gelas, memutar pulpen, memijat pundak atau lehernya sendiri, atau menyentuh atau memijat pelan lengan si pria.
* Bermain dengan rambutnya adalah salah satu senjata yang dilakukan oleh perempuan untuk memberi tahu bahwa ia menyukai seorang pria. Banyak cara untuk bermain dengan rambutnya, bisa dengan mengibaskan, menyelipkan di balik kuping, bermain dengan poni, atau melilitkan rambut pada salah satu jemarinya.
* Bibir pun tak hanya berfungsi untuk berbicara. Bermain dengan bibirnya juga menandakan ia tertarik pada pria. Baik dengan mengaplikasikan lipstik berwarna merah maupun memakan saus cokelat dengan perlahan juga bisa menjadi cara untuknya menunjukkan ketertarikannya.
* Menyilangkan dan mengganti silang kaki secara berulang juga merupakan salah satu cara penarik perhatian.
* Senyum manis yang dilemparkan kepada satu orang secara terus-menerus juga merupakan tanda yang sudah sangat jelas bahwa ia tertarik.

Laki-laki
Pria senang mengejar wanita. Salah satu bagian dari pengejaran yang dilakukan pria adalah dengan mengirimkan pesan bahwa ia tertarik pada seorang perempuan. Salah satu contohnya, ia akan berusaha membuat dirinya terlihat tegap dan tinggi. Sebagian pria juga akan menaruh tangannya di pinggang. Ia pun juga bisa saja memainkan rambutnya, merapikan kancing lengan kemejanya, merapikan baju, dan melirik ke cermin untuk memastikan tidak ada sesuatu yang memalukan di wajahnya. Lainnya:

* Ia akan sedikit menaikkan alis matanya saat menatap si perempuan.
* Ia pun tak segan melakukan ketidaksengajaan, seperti menabrakkan diri.
* Saat di luar waktu kerja, pria senang bersantai. Namun, bila ia merapikan dasi dan bajunya saat melihat seorang wanita, berarti ia tertarik.
* Cara lainnya adalah dengan mendekatkan diri kepada si perempuan dan memasang muka serius saat mendengarkan si perempuan.
* Senyum yang malu-malu juga mengisyaratkan ketertarikannya.
* Ia akan mencari cara untuk menyentuh lengan, punggung, lutut, pundak, atau bagian tubuh lain yang tidak mengisyaratkan tempat terlarang. Jika dilakukan dengan benar dan diterima baik, si perempuan bisa merasa tersanjung karenanya.
* Ia pun akan memastikan bahwa bahasa tubuhnya terbuka. Artinya, ia tak akan melipat tangannya atau memutarbalikkan tubuhnya seperti tak tertarik. Ia justru akan melakukan sebaliknya.

Ada sedikit perbedaan cara antara pria dan wanita dalam memberi isyarat bahwa ia tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, yang paling membuat lawan jenisnya tersanjung adalah dengan menirukan bahasa tubuh si orang yang ia taksir.

[source : female kompas]

Ingin Kenal Seseorang? Katakan Saja "Halo"!

Ketika Anda tertarik dengan seorang pria atau ada pria yang sejak tadi memerhatikan Anda, apa yang dilakukannya agar bisa berkenalan dengan Anda? Apakah ia langsung melontarkan pujian atau kalimat rayuan lain? Apakah ia hanya merapat, lalu berusaha mencari bahan pembicaraan? Ataukah ia hanya mengucapkan "halo" sambil tersenyum pada Anda?

Ternyata, mengucapkan pick-up lines atau rayuan gombal tidak membuat perempuan terkesan. Menurut Dr Petra Boynton dari University College London, sapaan sederhana seperti "halo" atau "apa kabar?" justru lebih efektif untuk mengawali pembicaraan yang hangat. Sebaliknya, segala nasihat yang diberikan dalam buku-buku pengembangan diri tentang kencan tidak banyak membantu.

"Tidak ada bukti ilmiah yang bisa mendukung apa yang disarankan pakar dalam artikel semacam itu," katanya.

Pria sering kali disarankan untuk memberikan pujian mengenai penampilan perempuan yang dikaguminya. Namun, hal ini bisa menjadi bumerang bagi pria tersebut. "Maksud menyampaikan pujian itu adalah bahwa mereka akan bisa meluluhkan hati perempuan tersebut dengan menampilkan diri mereka sebagai pria yang percaya diri dan berwibawa," kata Boynton.

Repotnya, kebanyakan perempuan pun percaya diri dan asertif sehingga bisa tersinggung dengan komentar semacam itu. Atau, menganggapnya aneh.

Yang sebaiknya juga tak dilakukan adalah berlama-lama mengamati seseorang di ujung ruangan hanya untuk menarik perhatiannya atau menganalisis bahasa tubuhnya. Soalnya, begitu pria memberanikan diri untuk menghampiri Anda, mungkin Anda sudah keburu menghilang.

"Kebanyakan orang sebenarnya hanya menunggu untuk disapa 'halo'. Rayuan gombal cenderung tidak akan berhasil karena terasa sangat dibuat-buat," tambah Boynton.

Boynton juga menyarankan, ketimbang sibuk membaca buku-buku soal menggaet pria atau wanita, lebih baik kita berfokus pada cara membangun kepercayaan diri.

5 Gaya "Flirting" Anda yang Disukai Pria

Tertarik dengan rekan kerja Anda, atau pada pria ganteng yang Anda lihat saat training? Melakukan flirting adalah salah satu cara untuk menarik perhatiannya. Asal tahu saja, pria menanggapi flirting dari Anda sama seriusnya dengan saat Anda menanggapi flirting-nya. Namun, hindari cara-cara murahan seperti mendadak gelisah sambil memainkan rambut, atau melakukan gerakan-gerakan dance yang provokatif (jika Anda menemukan pria ini di kafe atau kelab malam). Lima gaya flirting berikut bisa Anda coba.

1. Berani menyapa lebih dulu. Jika Anda tergolong orang yang selalu menyapa lebih dulu, berbahagialah, karena Anda tak hanya menyenangkan untuk kaum wanita, tetapi khususnya juga pria. Satu kesamaan di antara semua pria yang pernah disurvei, mengatakan bahwa mereka suka sekali ketika perempuan berani mengambil kontrol dan melakukan inisiatif lebih dulu. Datang saja, dan katakan "halo". Tersenyum juga sangat berarti. Pria tidak butuh yang lebih dari itu. "Saya tidak melihat apa yang salah dengan melakukan taktik tersebut, selama Anda terbuka dengan sikap ramah dan menyenangkan," tutur Adam, salah seorang pria yang disurvei.

2. Menggoda, tapi tidak menyinggung perasaan. "Saya senang kalau perempuan menggoda saya," kata Nick. "Itu playful dan menghibur." Cara ini juga lebih baik daripada Anda berusaha membuat pria ganteng yang Anda lihat di rumah teman Anda itu terkesan dengan membeberkan teori Anda tentang konspirasi politik di tanah air. Melontarkan joke yang ringan tapi menyegarkan, lebih "kena" buat pria. Pria biasa nimbrung dengan obrolan pria-pria lain yang baru dikenalnya dengan cara ini, jadi ia pun tak akan tersinggung dengan joke dari Anda.

3. Mendengarkan ketika mereka berbicara. Setelah mengatakan "halo" dan saling berbagi senyuman, ajak dia ngobrol, dan dengarkan apa yang dikatakannya. Pria tidak suka ketika berbicara dengan seorang perempuan, dan perempuan itu hanya pura-pura mendengarkan. "Kesannya, ia hanya diam sebentar, menunggu untuk berbicara lagi," kata Bram (bukan nama sebenarnya). Yang asik adalah jika Anda menanyakan banyak pertanyaan, dan memberi jawaban yang menarik ketika ditanya.

4. Tanyakan tentang olahraga yang mereka lakukan. Tentu, Anda bisa menanyakan hal ini jika pria tersebut tampak memiliki tubuh yang terawat baik. Katakan sesuatu seperti, "Kamu olahraga dimana? Kayaknya badanmu fit banget." Kebanyakan pria tidak akan menghabiskan waktu untuk mengaca, mengeluh kapan bodinya bisa seperti David Beckham. Namun ketika mereka memang memiliki tubuh yang ramping berotot, pujian dari Anda akan membuatnya melayang.

"Saya tahu kalau saya bukan orang paling ganteng sedunia," kata Ivan, "tapi kalau ada perempuan memuji lengan saya, atau bilang bahwa kelihatannya saya rajin merawat diri, atau apapun semacam itu, saya jadi tahu bahwa yang saya lakukan itu disukainya."

5. Beri sentuhan. Sentuhan ini sebaiknya dilakukan seolah-olah tanpa sengaja. Sentuh secara ringan lengan, paha, atau bagian punggungnya, sambil tetap ngobrol. Tetapi jangan memaksa. Pria juga tidak tahan dengan perempuan yang agresif secara fisik. Meskipun mereka tertawa-tawa, dan tampak membalas "keramahtamahan" tersebut, tidak berarti mereka menyukainya. Sering terjadi, mereka bahkan tengah menguji Anda. Sama seperti ketika mengatakan "halo" atau tersenyum pada awal pertemuan, tak perlu memamerkan gestur-gestur tertentu yang membuat Anda terlihat sekali ingin diperhatikan.

[source : Female Kompas]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month