Share Info

Showing posts with label Pengembangan Diri. Show all posts
Showing posts with label Pengembangan Diri. Show all posts

25 June 2014

Sikap Buruk Pria Tak Percaya Diri


Setiap perempuan tentu menginginkan hubungan yang bahagia dengan pria yang tepat. Tapi, bagaimana jika kita terjebak dengan pria yang salah?

Ada beberapa hal yang membuat seorang pria merasa insecure, atau merasa tidak aman dengan dirinya. Salah satunya adalah rasa kurang percaya diri.  Bisa jadi, ia merasa kita lebih sukses darinya atau kita terlalu cantik untuknya. Masalahnya, rasa insecure  ini cenderung membuat si dia memiliki tujuh sikap buruk ini:

1. Posesif
Kadar cemburunya sangat tinggi. Setiap malam ia akan selalu mengecek agenda kita untuk esok hari. Setiap jam ia akan menelepon dan menanyakan kita berada di mana. Kalau sampai kita pergi  di luar sepengetahuannya, si dia pun langsung ngambek. Bukan hanya itu, ia juga menuntut harus tahu semua password setiap akun kita, mulai dari email hingga media sosial. Setiap ada pesan dari pria lain, ia akan dengan sigap menginterogasi kita. Bahkan yang lebih parah, ia akan menuduh kita berselingkuh.

2. Egois
Si dia hanya melihat setiap hal dari sudut pandangnya dan tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain. Ia juga hanya memikirkan kepentingan pribadinya. Tidak mudah untuk berdiskusi dengannya, karena ia akan berusaha keras agar kita menuruti pendapatnya. Misalnya saja, setiap kencan selalu ia yang menentukan tempat tanpa pernah bertanya pada kita. Karena menurutnya pendapatnyalah yang paling tepat.

3. Anda hanya miliknya
Kita selalu dilarang pergi dengan teman-teman, termasuk dengan sahabat terdekat. Bawaannya selalu curiga, bahkan saat sedang meeting  untuk urusan kantor. Semenjak menjadi kekasihnya, seluruh hidup kita seakan hanya didedikasikan untuk pasangan. Jangan heran, jika lama-kelamaan, teman-teman mulai menjauh dan menghilang. Kalau sudah begini, kita akan merasa sendirian, terasing, dan terisolasi dari pergaulan.  Efek yang lebih buruknya, karena merasa sendirian, kita akan mulai bergantung pada si dia dan sulit melepaskannya.

4. Cuek dan tak peduli
Hubungan kita dan si dia seperti bukan sepasang kekasih, karena ia tak suka pergi bersama ke tempat-tempat keramaian. Bahkan, ia enggan turut hadir bersama kita dalam acara keluarga atau acara penting lainnya, seperti pernikahan sahabat. Tak seperti pria kebanyakan yang akan dengan senang hati untuk berbaur dengan orang-orang terdekat kita. Tak heran kalau kita sering merasa seperti perempuan lajang tanpa pacar.

5. Selalu merendahkan
Pria ini selalu merasa dirinya paling hebat. Di matanya, apa pun yang kita lakukan selalu salah. Ia tak pernah mengucapkan kalimat-kalimat positif untuk kita, tapi justru tak segan mengeluarkan kata-kata kasar yang merendahkan. Curhat dengannya, bukannya melegakan hati dan mendapat saran yang membangun semangat, tapi malah membuat kita hilang motivasi.

6. Kasar
Hati-hati lho, kasar tak hanya diungkapkan secara fisik tapi juga bisa dilakukan secara mental. Biasanya pria tipe ini sangat moody, satu hal kecil bisa menyulut emosinya dan kemudian ia akan menyalahkan kita sebagai penyebabnya. Ia akan merasa puas saat melihat kita terpojok dan tertekan. Karena dengan begitu, ia merasa berkuasa. Efek terburuknya, hal ini tentu bisa mengganggu psikologis kita. Bukan tak mungkin kita akan merasa tak berarti hingga depresi.

7. Selingkuh
Kejujuran dan kesetiaan adalah faktor penting dalam sebuah hubungan. Jika si dia berselingkuh, itu berarti ia tak lagi menghargai perasaan kita. Biasanya saat ketahuan, ia akan memohon maaf dan minta diberi kesempatan. Tapi, umumnya kejadian ini akan terus berulang. Karena ia merasa tak aman dengan  hubungannya bersama kita, maka ia berusaha menunjukkan bahwa ia mampu menyakiti kita.


[Source : tabloid nova]

22 April 2014

Sikap Profesional Membangun Sukses

 by : Billy Tenardhi

Sikap profesional membangun landasan kuat untuk menggerakkan semua energi dan kemampuan kita meraih sukses. Sikap profesional akan menarik minat orang lain masuk ke dalam lingkungan kita berkolaborasi bersama, membantu kelancaran aktivitas demi membangun sukses.
Kita bisa belajar bersikap profesional dengan mengambil beberapa contoh di bawah ini:

1. Menjaga Ucapan
Annette Beverly, petugas tiket perusahaan penerbangan British Airways, menghadapi situasi buruk. Seorang penumpang melakukan komplain keras akibat kesalahan nama pada tiket pesawat terbang. Setelah diselidiki ternyata kesalahan berasal dari penumpang yang menggunakan nama lain pada tiket.

Penumpang bersikeras meminta perubahan, namun Annette Beverly tetap pada pendiriannya karena sudah menjalankan prosedur yang benar. Walaupun situasi memanas, Annette Beverly berusaha tidak terpancing, dengan menjaga ucapannya dan menjelaskan dengan sopan dan tenang. Sikap Annette Beverly membuat dirinya lebih terkendali, lepas dari emosi buruk dan mampu melayani penumpang lain dengan suasana hati baik.

2. Berani Mengakui Kesalahan
Pada suatu sesi pengambilan film, aktor Denzel Washington tiba terlambat. Sementara para kru film, sutradara, dan semua orang sudah hadir menunggu kedatangannya. Sebagai aktor terkenal dengan reputasi tinggi dan berbayar mahal, bisa saja Denzel Washington mengacuhkan keterlambatannya, atau berargumen dengan alasan lain.

Tetapi Denzel Washington minta maaf kepada semua orang yang telah menunggunya dan telah mengacaukan jadwal shooting. Sikapnya membuat semua orang kagum dan menaruh hormat. Mereka kembali bergairah untuk bekerja menyukseskan pengambilan gambar di lokasi.
3. Menghindari “Telinga Tipis”
Menghadapi tekanan pekerjaan yang besar, Benjamin Tillman, seorang manajer penjualan harus berhadapan dengan para stafnya agar semua pengarahannya dapat dipahami dan dieksekusi dengan benar dan tepat.

Dalam suasana agak kacau dan tegang, kadang beberapa karyawan berusaha mencari muka dengan menyebarkan berita yang menyudutkan temannya yang lain demi mendapatkan keuntungan dukungan dan perhatian atasan. Benjamin Tillman tetap berupaya mendengarkan dahulu, menyaring berita yang masuk dan melakukan sidak ke lapangan untuk mendapatkan situasi yang sebenarnya dan seimbang. Ia berusaha menghindari sikap “telinga tipis”, yaitu mudah terprovokasi oleh berita dari karyawan yang pandai menyebarkan isu dan adu domba. Sikap seperti ini akan membangun situasi sukses karena keputusan diambil dengan benar dan tepat. Para karyawan akan lebih termotivasi karena sikap profesional dari manajer.

4. Kematangan Bertindak
Masih ingat peristiwa emosional pelatih sepakbola Alex Ferguson yang menendang sepatu dan berakibat terkena muka pesepakbola terkenal David Beckham dari Inggris? Dalam kondisi marah dan terluka karena sikap buruk pelatih, David Beckham berupaya menahan emosi dan mengutamakan kepentingan bersama tim.

Walaupun para paparazzi ikut memanaskan situasi, David Beckham tidak terpancing dan lebih melihat sisi positif dari peristiwa tersebut. Sikap profesional David Beckham adalah bentuk kematangan bertindak dan berpikir agar dapat melangkah lebih baik ke depan demi meraih sukses selanjutnya.
5. Sukses Berasal dari Keluarga
Ada gurauan “tiga gangguan terbesar” dalam hidup adalah harta, tahta, dan wanita. Kadang, sikap profesional dan nama baik bisa luntur hanya karena sebab yang timbul satu dari tiga hal ini. Namun, petenis terkenal Roger Federer berusaha mempertahankan sikap positif dan konstruktif di arena pertandingan dan pergaulan sosial dengan menjaga keutuhan keluarga demi nama harum dunia profesionalismenya. Roger Federer sadar bahwa kesuksesan sering datang dari keluarga yang harmonis dan sikap saling mendukung.

6. Kompetitor adalah Mitra Tanding
Kompetisi basket NBA adalah salah satu yang paling keras di dunia. Semua pemain dan klub berupaya keras menaklukkan lawannya. Kemenangan adalah harga diri dan musuh harus dikalahkan. Bagi LeBron James yang sukses dalam meraih gelar NBA, kompetitor adalah mitra tanding tempat menempa dirinya.

Bagi LeBron James pihak lawanlah yang mengajarkan langsung dan tidak langsung bagaimana meningkatkan performa dirinya dan harus menjadi lebih baik dari musuhnya, agar bisa lebih sukses meraih juara.

7. Tumbuh Harapan di Tengah Krisis
Bagaimana kalau krisis terjadi? Umumnya sebagian orang akan mencari kambing hitam dan membuat posisinya lebih benar dan aman dibandingkan orang lain. Justru sikap seperti ini akan menghancurkan di kemudian hari.

John Maxwell, penulis buku motivasi kehidupan, mengatakan bahwa dalam situasi krisis hendaknya mencari akar permasalahan dan membedahnya satu per satu, ketimbang menyalahkan pihak lain. Mengetahui persoalan sebenarnya dan memperbaiki bersama-sama akan menumbuhkan sikap optimis dan harapan di tengah krisis. Sikap seperti ini adalah perilaku profesional yang mendorong semua pihak berupaya keras menuju perbaikan keluar dari krisis.
8. Branding Diri Sendiri
Arnold Beltwood adalah salesman produk industri. Dalam suasana presentasi penjualan di hadapan petinggi prospeknya, Arnold Beltwood menghadapi tekanan berat. Karena para petinggi berusaha menekannya dengan membandingkan produk, manfaat, keunggulan, dan harga produk dengan pesaingnya.

Bagi Arnold Beltwood mencari celah dengan menjelek-jelekkan dan mencari kesalahan para pesaingnya adalah pantangan. Baginya fokus sepenuhnya kepada kekuatan perusahaan, keunggulan produk dan citra dirinya adalah cara terbaik dan elegan di mata prospek. Melalui proses panjang dan melelahkan, sukses Arnold Beltwood dalam meningkatkan citra diri, rasa percaya, atau branding pribadinya di mata prospek adalah sukses meraih penjualan.

Kita bisa membangun sikap profesional di mana pun dengan menampilkan perilaku dan sikap yang benar di mata orang lain. Sikap profesional  membuat orang lain senang dan menerima kehadiran kita. Sikap positif ini akan membuat orang lain ikut membantu mengungkit sukses dan prestasi kita.


[Source : andriewongso.com]

21 August 2013

Langkah Meningkatkan Wibawa

Saat mendengar kata “berwibawa”, apa yang ada di benak Anda? Pasti terlintas kata-kata profesional, pekerja keras, cerdas, dikagumi, dan berada di posisi atas. Kata “berwibawa” biasanya mengacu pada seseorang yang penting, yang segala tindak-tanduk dan ucapannya dianggap penting di kantor. Namun sesungguhnya orang yang dianggap berwibawa tidak selalu harus atasan. Anda yang masih tergolong karyawan biasa pun bisa meningkatkan wibawa dengan mengikuti 7 hal ini. Berikut 7 Langkah Meningkatkan Wibawa, yaitu :

1. Berpakaian Profesional
Meski lekat dengan istilah “Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan luar saja,” dalam dunia profesional istilah ini tidak berlaku. Penampilan dihitung dalam penilaian. Ada beberapa tingkatan ekspektasi saat seseorang melihat penampilan orang lain di tempat kerja. Kita tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap penampilan seorang eksekutif. Berpakaianlah seperti seorang eksekutif jika ingin dipandang seperti mereka.

2. Pilih Tatanan Rambut Terbaik
Frances Cole Jones, penulis buku The Wow Factor: The 33 Things You Must (and Must Not) Do to Guarantee Your Edge in Today's Business World, menyarankan agar membersihkan wajah dari rambut. “Rambut yang menutupi wajah akan selalu membuat Anda terlihat lebih muda dan kurang berpengaruh,” kata Jones. Untuk para wanita, potongan rambut berponi sebaiknya dihindari karena akan membuat wajah Anda kekanak-kanakan dan kurang dewasa. Sementara pria disarankan tidak memanjangkan rambut dan menatanya dengan rapi.

3. Mencatat Hasil Rapat
“Mencatat semua isi penting di rapat merupakan cara tercepat menciptakan persahabatan dengan para staf senior,” catat Jones. “Cara ini membantu mereka merasa santai saat rapat karena melihat Anda secara fisik mencatat dan (kemungkinan) memahami poin penting yang diutarakan.”

4. Tidak Bicara Sembarangan
Seorang eksekutif bicara dengan efektif, tepat sasaran, dan tidak bertele-tele. Perlu diketahui, terlalu banyak bicara, bebelit-belit, dan latah adalah penyakit dalam berkomunikasi yang harus dihindari.

5. Jangan Jadi Objek Ejekan Di Kantor
Memang sulit dipungkiri, dalam satu lingkungan pasti ada objek yang dijadikan bahan ejekan dan candaan. Tapi perlu diingat, seorang objek ejekan tentulah seseorang yang dinilai kawan-kawannya punya banyak kelemahan, kurang berwibawa, dan tidak disegani.

6. Jangan Ungkapkan Masalah Pribadi
Apakah pembayaran kartu kredit sudah jatuh tempo? Baru putus dengan pacar? Bermasalah dengan teman? Jangan bawa masalah-masalah itu dalam obrolan di kantor.

7. Ruang Kerja Bukan Kamar Tidur
Seberapa sibuk pekerjaan Anda, seberapa lama durasi Anda bekerja, jaga selalu meja atau ruang kerja agar senantiasa rapi. Meja dan ruang kerja yang berantakan mencerminkan kepribadian pemalas, santai, dan tidak profesional. 


8. Jaga perilaku di dunia maya
Jangan sembarangan mengunggah foto, menulis komentar vulgar, kata-kata kasar, mencemooh orang, juga SARA. Ingat, bagaimana perilaku Anda di dunia maya berpengaruh pada reputasi diri.

9. Jangan segan bicara dengan atasan 
Biasanya kita enggan berhadapan dengan bos besar di perusahaan. Mulai sekarang buang rasa enggan. Ketahuilah, para bos besar lebih sering berinteraksi dengan orang-orang dengan jabatan tinggi. Begitulah Anda di mata orang lain (memiliki jabatan tinggi) jika sering berinteraksi dengan bos besar.

10. Jangan pelit berkontribusi 
Tunjukkan Anda serius berkarier dan memiliki visi misi memajukan perusahaan. “Para manajer kelas atas pasti lebih menyadari keberadaan orang-orang yang berkontribusi tinggi bahkan di luar jam kerja,” ungkap Jones.

[Source : http://onthespot7langka.blogspot.com]

9 January 2013

Meredam Amarah Agar Bekerja Lebih Bergairah

Berinteraksi di kantor seringkali rentan terhadap gesekan-gesekan perselisihan. Baik dengan sesama rekan sekerja maupun dengan atasan. Ketika Anda tersulut emosi, tak ada salahnya melakukan beberapa hal untuk meredam amarah. “Tak ada kata tak mungkin untuk melatih kesabaran menjadi orang yang lebih berkepala dingin dalam menghadapi masalah,” ungkap Aries Handoyo , penulis buku motivasi yang juga advisor jasa “Personal Security”.
Berikut beberapa kiat yang menurutnya perlu Anda kembangkan.

1.   Belajar memaafkan. Lakukan introspeksi diri, salah satu hal yang membuat Anda cepat baik darah. Ini cukup menjadi langkah awal melapangkan hati untuk memaafkan. Dan, memaafkan orang lain bukan berarti mengamini perbuatan orang lain, melainkan membantu Anda berpikir lebih jernih untuk menyelesaikan masalah dengan terhanyut emosi.

2.   Tunjukkan sikap pemenang. Tetaplah berpikir jernih dan tunjukkan sikap yang dewasa dalam menghadapi masalah. Percayalah, bersikap dewasa adalah salah satu yang sulit dilakukan kebanyakan orang namun kerap kali mendapat pengakuan. Inilah sikap pemenang yang sebenarnya.

3.   Jika Anda terjebak dalam perdebatan alot, menyingkir sejenak 10 hingga 15 menit. Emosi hanya membuat sulit menemukan solusi.

4.   Berusahalah selalu berbicara dengan nada rendah. Nada tinggi hanya akan mempengaruhi adrenalin dan memancing emosi.

5.   Jangan lampiaskan emosi pada benda maupun orang lain. Selain menyakiti diri sendiri, cara ini hanya meningkatkan amarah saja.

6.   Alihkan emosi dengan memikirkan hal-hal yang disenangi atau mendengarkan musik. Ini jauh lebih efektif mengusir emosi.

7.   Ingat selalu, mengendalikan emosi membutuhkan latihan terus menerus. Jangan pernah merasa gagal, orang bisa karena berlatih.

[Source : tabloidnova]

28 November 2012

Menjadi Partner Kerja yang Baik

Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan orang lain. Hal ini juga berlaku apabila anda bekerja dalam suatu perusahaan.Dalam bekerja mustahil anda dapat melakukan semua pekerjaan anda sendirian, begitu juga dengan orang lain. Untuk dapat bekerja dengan baik, anda tidak hanya harus menyelesaikan pekerjaan yang ada,  namun anda juga perlu untuk menjadi partner yang baik bagi rekan kerja anda.

Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan besar, kerja sama antara anda dengan partner anda adalah hal yang utama dan menunjang kesuksesan suatu pekerjaan anda. Untuk itulah anda perlu mempelajari tentang bagaimana menjadi partner yang baik.Untuk menjadi partner kerja yang baik, beberapa hal di bawah ini mungkin akan berguna bagi anda:


· Teamwork, dalam bekerja bersama partner inilah yang anda perlukan. Bekerja sama sebagai tim adalah hal yang dapat anda lakukan untuk hasil yang maksimal.

· Jangan pikirkan diri sendiri. Bekerja dengan orang lain harus dapat mengalah untuk dapat menghasilkan pekerjaan yang maksimal.

· Singkirkan ego anda. Dengan menguasai ego yang ada pada diri anda, partner anda akan merasa nyaman untuk bekerja bersama anda.

· Kerjakan sesuai dengan pembagian yang sudah ditentukan. Kerjakan pekerjaan anda sesuai dengan porsi kerja anda masing-masing. Apabila partner anda membutuhkan bantuan anda untuk mengerjakan bagian dia, baru anda dapat bertindak untuk mengerjakan pekerjaan dia.

Apabila anda dapat melakukan beberapa hal di atas, maka partner anda akan merasa nyaman bekerja dengan anda. Dalam bekerja bersama rekan kerja, kita harus membuat mereka senyaman mungkin dan buat mereka berpikir bahwa kita dapat diandalkan untuk menangani masalah yang terjadi dalam pekerjaan anda.

Anda tidak perlu terlihat menonjol dalam bekerja sebagai tim, karena berhasil atau tidaknya suatu pekerjaan yang anda lakukan, akan membawa nama baik anda dan rekan kerja anda.

Sehingga anda harus berpikir untuk mencapai hasil kerja yang maksimal bersama-sama dengan rakan kerja anda. Selamat bekerja bersama partner kerja anda di perusahaan anda.

14 September 2012

Mengubah Nasib dengan Anatomi Berpikir

Ketika orang berpikir bahwa “Kemana pun dia pergi kenapa masalah selalu ngikuti?” Pikiran diatas jelas-jelas menggambarkan suasana hatinya yang galau. Kemana pun ia pergi kok selalu ada saja masalah. Nah apakah Anda tahu jawabannya?


Seorang teman yang lain bercerita setiap hari Selasa ia selalu mengalami nasib sial. Entah mobilnya ditabrak motor, kartu ATM tertelan, atau mood berantakan. Selalu saja ada hal-hal diluar dugaan yang terjadi di hari itu. Apakah ini karma atau nasib buruk?

Keputusan Anda Menciptakan Garis Hidup

Saya ingin mengajak Anda untuk merenung sejenak sambil mengingat masa lalu. Keputusan-keputusan apa saja yang membuat diri Anda menjadi orang seperti sekarang ini? Dari serangkaian keputusan di masa lalu, beberapa diantaranya adalah keputusan penting yang menentukan arah hidup Anda sekarang.

Beberapa tahun yang lalu, barangkali Anda memutuskan untuk menikahi seseorang. Pindah dari pekerjaan. Belajar ke luar negeri. Membuka usaha baru. Atau apa saja. Semua keputusan yang Anda ambil di masa lalu menghantarkan Anda ke titik dimana Anda berada sekarang.

Setiap hari kita mengambil keputusan, baik itu keputusan kecil atau besar. Contohnya, baru saja Anda memutuskan untuk membaca artikel ini, bukan yang lain. Ada puluhan atau bahkan ratusan keputusan kita ambil tiap harinya. Yang sering terjadi, hampir semua keputusan kita ambil tanpa kita sadari alias auto-pilot....

Proses Berpikir

Saya ingin mengatakan bahwa semua keputusan merupakan hasil dari proses berpikir – yang bisa terjadi sangat cepat sampai kita tidak menyadarinya. Keputusan auto-pilot sekalipun tetap saja awalnya membutuhkan proses berpikir. Setelah dilakukan berulang-ulang barulah keputusan itu keluar begitu cepat tanpa kita sadari. Sifatnya jadi reaksional.

Lantas apa hubungannya dengan cerita si teman yang selalu diikuti masalah? Yang patut kita sadari disini, masalah merupakan output dari suatu tindakan yang diawali oleh sebuah keputusan. Sekarang kita sudah tahu bahwa keputusan ternyata dipengaruhi oleh cara kita berpikir. Oleh karenanya, ubahlah cara berpikir agar kita terhindar dari masalah.

Membangun Cara Berpikir 

Seorang pencuri dijebloskan ke penjara. Tindakan mencurinya itu didasari oleh keputusan untuk mengambil harta orang lain. Sesungguhnya apa yang ada dibenak pikirannya yang membuat ia mengambil keputusan seperti itu? Barangkali ia stress, khawatir, merasa kekurangan sehingga ia mengambil jalan pintas untuk mencuri.

Artinya semua pikiran-pikiran yang didasari oleh ketakutan, kekurangan, kejelekan niscaya akan memunculkan tindakan negatif yang pada akhirnya menghasilkan output negatif pula.

Anatominya begini:

Cara berpikir -> Keputusan -> Tindakan -> Output

Cara berpikir yang benar menghasilkan output positif. Cara berpikir salah menghasilkan output negatif.

Membangun cara berpikir yang benar sebetulnya sederhana saja. Kelilingi pikiran kita dengan kelegaan, kebebasan, dan kelimpahan. Kita pensiunkan diri ini dari rasa takut dan khawatir. Kemudian ajak pikiran Anda untuk mencari tahu apakah ada cara lain yang lebih baik untuk menyelesaikan satu persoalan.

Undang pikiran Anda untuk brainstorm dengan memunculkan ide-ide baru yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Anda akan surprise dengan pilihan kreatifitas yang tiba-tiba muncul. Selanjutnya, putuskan pilihan mana yang akan ditindaklanjuti. Saya yakin hasilnya akan membawa kepuasan bagi diri Anda.

[Source : pengembangan diri]

23 July 2012

6 Pelajaran Hidup dari CEO baru Yahoo - Marissa Mayer

Yahoo! resmi menunjuk mantan petinggi Google Marissa Mayer sebagai CEO barunya. Perempuan berusia 37 tahun ini memang punya segudang prestasi, di antaranya memprakarsai user interface Google Search yang sederhana dan bersih. Dia bahkan menjadi salah satu orang kepercayaan di Google.


Salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia teknologi ini membagikan filosofinya dalam hidup dan kerja yang membuat dirinya sekarang berada di puncak. Inilah enam di antaranya:

1. Atasi Keraguan
"Saya selalu melakukan sesuatu yang sedikit saya ragukan bisa menyelesaikannya. Saya pikir itulah caranya kita bisa berkembang. Ketika muncul momen di mana kita berkata, "Wow, aku tidak begitu yakin bisa mengerjakannya," dan kita tetap menjalaninya dengan maksimal, itulah saatnya kita mendapat sebuah terobosan. Terkadang itu pertanda sesuatu yang sangat baik akan segera terjadi. Kita akan berkembang dan belajar banyak hal tentang diri kita."

2. Jaga hal yang terpenting
"Saya punya teori bahwa kelelahan itu sebenarnya tentang amarah. Dan kita mengalahkannya dengan mengetahui apa yang kita korbankan sehingga membuat kita marah/kesal. Saran saya: Temukan ritme Anda. Ritme Anda adalah apa yang begitu penting bagi Anda dan ketika Anda kehilangan itu, Anda akan mulai tidak menyukai pekerjaan Anda.

Karena itu, temukan ritme Anda, pahami apa yang membuat kita marah, dan jagalah ritme itu. Kita tidak bisa memiliki segala hal yang kita inginkan, tapi kita bisa punya hal-hal yang sangat penting bagi kita. Cara berpikir ini memampukan kita untuk bekerja ekstra keras selama jangka waktu yang sangat panjang."

3. Bekerja dengan Orang Cerdas
"Sangat menyenangkan bisa bekerja dalam sebuah lingkungan yang sebagian besarnya adalah orang cerdas. Menurut saya, mereka ini akan menantang kita untuk berpikir dan bekerja pada level yang berbeda."

4. Miliki perspektif luar
"Saya selalu suka membuat kue. Koki terbaik adalah para ahli kimia. Saya perempuan pebisnis tapi hobi saya sebenarnya yang membuat saya lebih baik di tempat kerja. Hobi inilah yang membantu saya menemukan cara-cara baru dan inovatif dalam melihat sesuatu hal."

5. Bekerja dengan mengutamakan konsumen
"Saya selalu mengutamakan user ketika di benak saya tebersit sebuah ide. Saya suka memikirkan ibu saya dan bertanya-tanya apakah dia bisa mengerti ide itu dengan cepat."

6. Manfaatkan kendala untuk meningkatkan kreativitas
"Orang menganggap kreativitas itu sebagai hal yang tak terkendali, tapi para insiyur justru berkembang karena terbentur kendala-kendala. Mereka suka sekali mencari jalan keluar dari 'kotak kecil itu': Mungkin Anda bilang itu mustahil, tapi kami akan melakukan ini, ini, dan itu hingga akhirnya kami menemukan solusinya."

29 May 2012

Perlunya Perencanaan Hidup

by : Andrew Ho
"Setiap menit yang Anda habiskan untuk perencanaan menghemat 10 menit dalam pelaksanaan; dan energi Anda kembali 1.000 persen." - Brian Tracy
 
Masa lalu adalah masa yang bukan milik kita lagi. Masa sekarang adalah anugerah, maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Sedangkan masa depan belum tentu milik kita dan penuh ketidakpastian. Itulah mengapa diperlukan perencanaan hidup agar kita mudah melakukan tindakan tertentu jika dibutuhkan.

Biasakan menyediakan security-net atau rencana-rencana cadangan, sehingga jika ada hambatan dapat segera diambil tindakan penyelesaian. Menyimpan nomor telpon penting itu perlu seandainya tiba-tiba Anda mengalami masalah dan membutuhkan pertolongan maka Anda dapat langsung menghubungi nomor-nomor penting tersebut. Mempersiapkan peta, alat-alat perbaikan mobil dan lain sebagainya tentu sudah harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum rencana berlibur dilaksanakan.

Begitu banyak perencanaan untuk kehidupan sehari-hari, tentu banyak hal yang juga harus dipersiapkan menjelang masa senja nanti. Itulah mengapa sangat penting melakukan perencanaan hidup sedari sekarang, agar kita hidup nyaman dan menikmati masa tua nanti.

 
Tentu kita tak ingin menjadi salah satu di antara 7 juta lansia di Indonesia yang sekarang hidup terlantar. "Pengertian terlantar adalah lansia dengan usia di atas 60 tahun yang tidak punya penghasilan dan tempat tinggal, atau tinggal bersama dengan keluarga miskin," kata Direktur Pelayanan Lanjut Usia Departemen Sosial RI, Tunggul Sianipar. Berikut ini beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai bagian dari merencanakan kehidupan yang nyaman dan menyenangkan di masa tua nanti.

Pertama, mempersiapkan tabungan untuk hari tua secara konsisten sebelum usia produktif berakhir, yaitu sampai umur sekitar 55 tahun. Sebab di masa tua kita sudah tak mampu bekerja keras lagi. Penghasilan menurun atau bahkan hilang, sementara kebutuhan hidup semakin tua semakin besar. Tabungan dapat dijadikan dana cadangan atau dijadikan investasi misalnya dalam bentuk rumah kos, deposito, dan lain sebagainya. Sehingga semua kebutuhan hidup dapat tetap tercukupi.

Kondisi kesehatan di masa tua cenderung menurun, oleh sebab itu lakukan investasi untuk kesehatan, misalnya mengikuti asuransi kesehatan. Memiliki asuransi kesehatan sama halnya mengalihkan biaya yang harus kita keluarkan menjadi tanggungan pihak asuransi. Semakin dini kita berinvestasi untuk kesehatan, semakin kecil premi asuransi yang harus kita bayarkan sedari sekarang.

Investasi untuk masa depan yang tidak kalah berharga adalah menjaga kesehatan sedari sekarang. Sebab biaya kesehatan semakin hari semakin mahal. Bila kita selalu membiasakan hidup sehat, misalnya berolah raga teratur, istirahat dan makan teratur, dan lain sebagainya, maka kemungkinan menghadapi masalah kesehatan akan lebih kecil. Sehingga keuangan kita di masa datang tidak terbebani biaya kesehatan atau untuk berobat.

Memastikan dapat tinggal di sebuah rumah dengan nyaman selama Anda inginkan itu merupakan salah satu langkah penting merencanakan hidup. Usahakan untuk menyelesaikan cicilan rumah, sebelum masa pensiun atau memasuki usia lanjut. Tentu tak akan nyaman bila di usia tua masih harus dibebani dengan biaya cicilan rumah atau biaya kontrak rumah.

Memperluas hubungan sosial dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif adalah salah satu perencanaan untuk menyongosng masa tua. Sebab bergaul dengan banyak orang akan membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman. Hal itu membuat kita terus bersemangat, karena merasa tetap mendapatkan dukungan sosial, tetap diinginkan dan dihargai, meskipun kita sudah mengalami banyak kemunduran.

Depresi dan perasaan hampa kerap menghantui kehidupan di masa tua. Keimanan merupakan cara yang ampuh untuk melindungi diri dari ancaman perasaan negatif tersebut. Oleh sebab itu, dekatkanlah diri kepada Tuhan YME dan lakukan kebaikan sebanyak mungkin sedari sekarang.

Sangat banyak kemungkinan atas kehidupan di masa datang. Perubahan-perubahan hendaknya diantisipasi sejak dini, diantaranya mempersiapkan masa depan keuangan, kesehatan, melakukan banyak kebaikan dan meningkatkan keimanan, bekerja lebih keras, cerdas dan ikhlas dan lain sebagainya. Bagaimanapun juga mempersiapkan diri atas segala kemungkinan itu jauh lebih menguntungkan.

[Source : andriewongso]

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month