Pheromone, zat kimiawi yang dikeluarkan oleh tubuh kita,
memberikan pengaruh tertentu pada perilaku orang lain. Berikut ini
adalah beberapa kekuatannya yang misterius.
Membuat kita jadi terangsang.
Saat wanita mencium androstadienone, sejenis pheromone yang terdapat dalam keringat pria, level kortisol mereka meningkat. Kortisol memang dikenal sebagai hormon yang berhubungan dengan stres. Namun, hormon ini pun berkaitan dengan kenikmatan seksual.
Membantu menemukan si Mr Right.
Ketika
perempuan membaui kaus yang dipakai beberapa pria, mereka akan lebih
memilih yang aromanya berbeda dengan yang dimiliki anggota keluarganya.
Kesimpulannya, preferensi yang diambil tanpa sadar ini bisa mencegah
pernikahan antarkerabat dekat.
Mendorong wanita bereproduksi.
Setelah mencium breast pad
beraroma ASI selama dua bulan, wanita yang berpasangan tetap mengalami
peningkatan gairah bercinta hingga 24 persen. Spekulasinya, mengingat
bayi biasa akan berkembang baik bila makanan yang tersedia berlimpah,
sinyal ini diartikan sebagai tanda pendorong para wanita lain untuk ikut
bereproduksi.
Menyamakan siklus ovulasi perempuan.
Para peneliti
telah lama mengamati, beberapa mahasiswi yang selalu bergaul dalam satu
kelompok cenderung mengalami haid di kurun waktu bersamaan. Ini
diperkuat dengan dugaan bahwa hal ini dipicu oleh dominannya aroma yang
dihasilkan pheromone milik salah seorang perempuan. Di Jepang,
studi membuktikan bahwa 38 persen mahasiswi yang tinggal di asrama akan
mulai datang bulan pada tanggal yang sama, hanya dalam tiga bulan.
[Source : http://sonokeling.wordpress.com]

No comments:
Post a Comment
Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA