Pada Selasa (30/8) pengunjung Taman Hiburan Rye Playland di Westchester,
New York, tampak berbeda dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Perempuan-perempuan berjilbab banyak terlihat di sela-sela pengunjung
yang memadati taman hiburan itu.
Menurut Kantor Berita
Associated Press dan Harian New York Daily Post jumlah pengunjung pada
hari itu mencapai sekitar 3.000 orang, dan kebanyakan adalah Muslim yang
sedang merayakan hari raya Idul Fitri.
Tradisi berlebaran di
taman-taman hiburan umum dilakukan Muslim Amerika. Untuk itulah
Masyarakat Muslim Amerika di negara bagian New York mencadangkan Rye
Playland sebagai tempat bagi Muslim di wilayah itu untuk merayakan hari
besar tersebut yang jatuh pada Selasa.
Namun, menjelang tengah
hari semarak perayaan lebaran di taman hiburan itu diredupkan oleh
perkelahian massal antara polisi dengan sebagian pengunjung sehubungan
dengan adanya larangan menaiki beberapa atraksi hiburan yang dikenakan
terhadap perempuan Muslim yang mengenakan penutup kepala.
Menurut
seorang saksi, insiden itu berawal dari pertikaian mulut antara seorang
perempuan, Entisai Ali, dengan polisi yang mengingatkannya agar tidak
menaiki roller coaster karena penutup kepala yang dikenakannya.
Polisi
melakukan larangan itu berdasarkan peraturan yang diberlakukan taman
hiburan itu sejak tiga tahun lalu, yaitu topi tidak boleh dikenakan
apabila menaiki roller coaster dan beberapa atraksi lain untuk mencegah
kemungkinan topi itu jatuh ke rel roller coaster tersebut dan
mengakibatkan kemacetan sistem itu.
Pertikaian memanas setelah
kedua pihak saling berteriak. Polisi yang berang kemudian mendorongnya
dan menangkapnya. Menyaksikan insiden itu, sepupunya, Kareem Meawad, 17
tahun, berupaya membelanya.
Tetapi, ia kemudian dipukuli polisi
dan ditangkap. Hal serupa juga dialami kakak laki-lakinya dan
pengunjung-pengunjung lainnya. Sekitar 100 polisi dikerahkan ke taman
hiburan itu.
Baku hantam itu mengakibatkan dua polisi cedera dan
15 orang pengunjung ditahan. Ali dan saudara perempuannya, Ayman
Alrabah, mengatakan tidak tahu menahu mengenai larangan mengenakan
jilbab untuk menaiki roller coaster di taman hiburan itu.
Wakil
Komisaris Westchester County Park, Peter Tartaglia, mengatakan
sebelumnya telah mengingatkan Masyarakat Muslim Amerika wilayah New York
mengenai peraturan itu. "Larangan itu adalah demi keselamatan
pengunjung sendiri," ujar Tartaglia.
Namun, Ketua Dewan Hubungan
Islam-Amerika di New York, Zead Ramadan, mengatakan dalam situasi yang
diwarnai Islamaphobia saat ini, perempuan berjilbab sering menjadi
sasaran, dan itu terjadi karena kurang adanya komunikasi mengenai Islam
yang sesungguhnya.
Taman hiburan yang segera ditutup selama dua jam setelah insiden itu, dibuka kembali pada pukul 6 sore pada hari yang sama.
[Source : vivanews]
No comments:
Post a Comment
Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA