Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

August 19, 2013

Bahagia di Tempat Kerja

August 19, 2013
Akhir tahun banyak resolusi yang dibuat seputar dunia kerja. Mulai dari mencari pekerjaan baru, mendapat promosi dan tentu saja lebih mencintai pekerjaan. Sebenarnya, bisakah kita bekerja dan merasa bahagia secara bersamaan? Simak penjelasan dari psikolog Clara Handayani dari Ahmada Consulting berikut.

Ilustrasi
Apakah Anda bekerja dengan bahagia sekarang? Bekerja merupakan kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan kita. Orang bekerja untuk bertahan hidup, walaupun sebagai orang modern kita juga akan menggambarkan pekerjaan sebagai salah satu sarana aktualisasi diri kita, bahkan pada beberapa orang pekerjaan menunjukkan eksistensi diri. Perannya yang penting membuat bekerja menjadi aktivitas yang mendominasi hidup. Bisa dibayangkan bila jawaban dari pertanyaan pertama di tulisan ini adalah: tidak (selalu tertekan di hari Senin, menghitung kapan waktu istirahat dan jam pulang, bahkan menyusun alasan untuk lebih sering berada di luar kantor).

Menghadapi situasi yang tidak kita sukai dari waktu ke waktu dengan perasaan tidak bahagia tentu akan membuat kita tertekan. Tidak cuma itu, organisasi tempat kita bekerja pun tidak senang bila hal ini terjadi. Kita yang seharusnya menjadi sumber daya bagi pengembangan organisasi tidak dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal, dan organisasi “merugi” karenanya. Tidak ada pihak yang senang dan diuntungkan bila hal ini terjadi.

A New Mantra, A New You
Bekerja itu penting, oleh karena itu bekerjalah sepenuh hati karena hanya dengan begitu kita bisa menghasilkan karya-karya terbaik dan mengaktualisasikan diri. Bersikaplah terbuka terhadap perubahan dan tuntutan pengembangan diri, sehingga tantangan tidak akan bisa menghambat kita untuk terus produktif. Jangan lupa untuk bersinergi dengan tim kerja, karena kerja besar lebih mudah dikerjakan bersama.

Cara untuk tetap bahagia di tempat kerja lainnya? Be a happy person. Jangan lupa juga untuk memerhatikan aspek-aspek lain dalam hidup kita. Perhatikan kehidupan pribadi, peran di dalam keluarga dan lingkungan sosial—jalani semua peran itu dengan maksimal. Bicarakan keterbatasan yang kita miliki karena kondisi pekerjaan dan diskusikan bersama jalan keluarnya. Jangan hanya meminta mereka memahami dan menunggu karena ada banyak hal tidak bisa menunggu kita punya waktu untuk diselesaikan. Keluarga adalah supporting system yang kita miliki, yang akan mendukung kita dalam saat-saat sulit.

Perhatikan juga kesehatan fisik dan jiwa kita. Peliharalah kesehatan tubuh, dengan makan makanan yang bergizi, berisitirahat yang cukup, serta berolahraga secara teratur. Hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk memelihara kesehatan. Pelihara kesehatan jiwa dengan tetap melakukan hal-hal yang kita sukai. Mulai dari menjalankan hobi, membaca buku dari pengarag favorit, kursus keterampilan atau bahasa, dan lain sebagainya. Kesenangan ini dapat menjadi pelipur lara ketika kita mengalami masa-masa sulit dalam pekerjaan. Pilihlah kegiatan yang sesuai dengan keadaan kita sehingga kita dapat menikmatinya tanpa mendatangkan masalah baru. Lastly, bersyukurlah atas semua yang sudah kita capai dan sadari bahwa ada banyak hal terjadi di luar kendali kita.

Bekerja dan memenuhi kebutuhan pribadi kita sama pentingnya dan harus dilakukan secara seimbang. Pilihannya ada pada kita apakah kita ingin kedua hal itu berjalan dengan seimbang atau tidak, dan tentu saja kita selalu dapat mengatakan: saya memilih bekerja dan bahagia.

[Source : dailysylvia.com]

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

ClixSense

Follow me on twitter

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

 

Recent Posts

There was an error in this gadget

Hostgator