Share Info

5 November 2012

Etika Memberi Hadiah

Memberi Hadiah

Surprising. Begitulah respon yang Anda harapkan ketika menerima atau memberi hadiah. Meski misalnya Anda sudah mengetahui seperti apa hadiah tersebut, tapi perasaan senang, dag-dig-dug, atau bahkan cemas bisa muncul saat hadiah belum ada di depan mata. The anticipation is killing you! Menurut studi yang pernah dilakukan oleh para psikolog di AS, gift giving telah menjadi subyek favorit dalam sejarah perilaku manusia. Memberi – menerima hadiah dianggap sebagai interaksi penting yang bisa menegaskan sebuah hubungan atau menguatkan ikatan kekeluargaan dan pertemanan.

Fakta bahwa hadiah bisa memberikan dampak begitu dashyat bagi penerimanya bisa ditentukan oleh banyak faktor, di antaranya adalah siapa pemberinya dan apa isi hadiahnya. Selain pasangan nikah baru yang berharap tamu tidak memberi hadiah berupa barang saat resepsi, konon pria dan wanita juga punya etika tersendiri terhadap hadiah. Wanita dibilang gift-buyers karena cenderung mengingat hal-hal kecil seperti tanggal ulang tahun, warna favorit, atau kesukaan seseorang. Sementara pria don’t really notice that level of detail. Pria malah senang ‘dibocorkan’ info atau disodorin wishlist hadiah. It will help him!

In general, wanita dibilang sering menilai seseorang dari hadiah yang diberikan untuknya, sedangkan pria tidak terlalu memikirkannya. Meski begitu, jauh di lubuk hati yang paling dalam, pasti Anda ingin hadiah yang Anda beri bisa membuat orang lain tersenyum, kan. Giving gifts can be easy: kenali favoritnya. When in doubt, carilah hadiah praktis yang bisa membuat orang lain tersebut tersenyum.

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month