Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

June 16, 2012

Memilih Dewasa

June 16, 2012


MENJADI DEWASA ADALAH SEBUAH PILIHAN. Umur boleh bertambah, tapi belum tentu pertambahan umur tersebut diiringi pematangan karakter dan pola pikir manusia yang bersangkutan.
 
Kedewasaan seseorang terlihat dari pilihan-pilihan hidup yang dibuat.
 
Setiap hari, masing-masing orang dihadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari pilihan yang sederhana, hingga pilihan yang sangat menentukan bagi hidupnya kelak. Pilihan-pilihan itu bisa berupa bagaimana orang tersebut memilih mempergunakan waktu, bagaimana orang tersebut memilih bereaksi terhadap suatu masalah, bagaimana orang tersebut memilih karir untuk masa depannya, bagaimana orang tersebut memilih pasangan hidupnya, dan berbagai pilihan lainnya. Ibarat buah dengan pohonnya, pilihan yang salah dapat terlihat dari hasilnya yang buruk pula.

Seorang yang dewasa tidak akan selalu menuntut semuanya secara gratis, dan tidak menuntut semuanya terjadi sesuai keinginannya. Sifat tersebut kita miliki saat masih kanak-kanak. Namun bukan berarti pertambahan umur menyebabkan sifat tersebut hilang. Mungkin saja sifat itu hanya tersamar. Namun sebenarnya masih mengakar di kehidupan kita.

Anak kecil akan merengek jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Lihat jika ada anak-anak yang menginginkan es krim tetapi orang tuanya tidak memberikan. Pasti anak itu merengek-rengek untuk dibelikan es krim. Itulah sifat anak kecil. Yang menjadi masalah adalah apabila sifat tersebut masih kita bawa di umur kita yang sekarang. "Es krim" kita saat ini adalah suatu keadaan ideal yang kita inginkan. Masihkah kita merengek-rengek seperti anak kecil, demi mendapatkan es krim tersebut?

Jika beberapa hal terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan, jangan langsung bereaksi marah-marah, menuntut, menyumpahi Tuhan dan diri sendiri, dan semua yang terkait. Kecewa boleh saja, tapi jangan kehilangan kendali diri sendiri. Inilah yang membedakan antara orang dewasa dengan yang masih kanak-kanak. Kenyataannya, banyak mereka yang umurnya dewasa, namun tetap memilih untuk menjalani hidup dengan cara demikian.

Mulailah pilih pilihanmu dengan bijak. Pilihanmu menunjukkan kedewasaanmu dalam berpikir dan bertindak! 

by : Robert Fillipus
[source : andriewong.com] 

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

ClixSense

Follow me on twitter

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

 

Recent Posts

There was an error in this gadget

Hostgator