Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

June 16, 2012

Meluangkan Waktu Satu Jam Lagi

June 16, 2012
Pada akhir 1970-an, di Jepang ada seorang anak muda yang membuka sebuah toko grosir kecil. Berdasarkan ketentuan yang berlaku saat itu, toko biasanya beroperasi sampai jam 10 malam dan pemiliknya akan buru-buru menutup tokonya. 
 
Suatu malam, jam telah menunjukkan pukul 11. Anak muda itu masih membereskan barang-barang di tokonya. Ketika ia selesai mengerjakan pekerjaannya dan berniat untuk menutup tokonya, tiba-tiba datanglah beberapa orang yang ingin membeli barang. Meskipun jam buka tokonya sudah lewat, pembeli itu tetap dilayaninya dengan ramah. Setelah semua pembelinya pergi, anak muda itu langsung menambahkan stok barang.

Waktu setengah jam pun berlalu dan sekarang sudah pukul 11.30. Saat hendak menutup pintu tokonya, datang lagi pembeli lain yang ingin membeli barangnya.

Anak muda itu merasa bingung dan bertanya-tanya sendiri, mengapa sampai segitu malam masih ada yang keluar untuk membeli barangnya? Apakah mereka tidak tahu jika dia akan menutup tokonya?
Setelah melihat suasana di sekitar, anak muda itu baru menyadari bahwa rupaya hampir semua toko di kompleks pertokoan itu sudah tutup. Hanya toko si anak muda itu yang masih buka. Ia kini menjadi tahu bahwa bisnisnya tidak mengenal batas waktu. Asalkan masih ada orang yang belum tidur, pasti ada bisnis yang datang!

Dengan pengetahuan yang baru itu, anak muda ini pun mengubah jam kerjanya. Ia membuka tokonya setiap jam 7 pagi dan menutup tokonya setiap jam 11 malam. Karena toko si anak muda itu beroperasi lebih lama dibanding toko-toko yang lain, tokonya dikunjungi banyak pembeli dan menjadi toko favorit.

Setahun kemudian, toko anak muda ini berkembang menjadi lebih besar. Pendapatan per tahunnya mencapai sebesar 2 miliar yen. Meski begitu, anak muda itu terus menerapkan metode itu, sehingga bisnisnya semakin besar dan besar. Luar biasanya, pada 2002 pendapatan tokonya bisa mencapai angka 1,148 miliar yen!
Anak muda pekerja keras itu bernama Takao Yasuda. Kini, ia menjadi seorang pengusaha ternama: owner dan CEO dari jaringan toko diskon "Don Quijote". Sudah ada lebih dari 150 outlet, 4 di antaranya ada di Hawaii, Amerika Serikat. Ia salah satu orang terkaya di Jepang.

 
Kisah hidup Takao Yasuda,memang seperti sebuah keajaiban. Keajaiban yang juga bisa terjadi di kehidupan semua orang, termasuk kita, asalkan kita "siap bayar harga", antara lain dengan rela berkorban. Seperti Yasuda, hal yang perlu kita lakukan hanyalah meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk melakukan pekerjaan yang kita sukai atau untuk merintis impian kita.

Dengan rela mengorbankan waktu lebih lama untuk bekerja, kemauan kuat, dan kerja keras, kita bisa menuju kesuksesan yang lebih besar & lebih gemilang.

Luar biasa!

0 Comment:

Post a Comment

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

ClixSense

Follow me on twitter

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

 

Recent Posts

There was an error in this gadget

Hostgator