Share Info

30 April 2011

Jangan sampai Tenggelam dalam Lumpur

Komunikasi politik menjadi salah satu faktor yang dipercaya bisa menjadi sebuah kekuatan besar yang meguntungkan, sekaligus kelemahan jika tidak bisa dikelola dengan baik. Oleh karenanya membahas praktek komunikasi politik seperti cara berbicara, berpidato, menyapa konstituen, menjalin hubungan antar kekuatan politik, apalagi di tingkat kepresidenan menjadi sangat menarik untuk dibahas. Karena berkaitan langsung dengan pribadi Presiden dan juga style kepresidenanya.

Namun bagi Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wimar Witoelar, dalam sebuah Public Lecture berjudul ”Komunikasi Politik Seorang Pemimpin, Antara Menyampaikan dan Mendengarkan”, komunikasi politik bukan hanya sekedar public speaking, dan belum tentu hal itu menjadi penentu berhasil atau tidaknya masa kepresidenan. Presiden Soekarno misalnya, seorang yang pandai berpidato dengan jargon – jargon anti asingnya, ternyata pada faktanya pemerintahanya kacau balau karena Indonesia mengalami kegagalan politik dan ekonomi yang morat – marit.

Sementara Presiden Soeharto dengan komunikasi yang minim, namun bisa menciptakan pemerintahan yang efektif. ”Jadi kita tidak bisa menilai Presiden hanya dari public speakingnya saja”, ujar Wimar.

Menurut Dewi Fortuna Anwar bahkan di negara yang tidak demokratis, komunikasi politik bukan sebuah hal yang penting. ”Komunikasi Pak Harto hanya untuk menciptakan kontrol untuk mempertahankan kekuasaan”, ujar Juru bicara Presiden Habibie bidang luar negeri ini.

Namun semuanya mulai beruah ketika Presiden Habibie berkuasa dan kemudian dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, yang meskipun sangat singkat masa kepresidenannya telah berhasil membuat legacy yang bisa terus kita nikmati sampai sekarang. seperti demokrasi, kebebasan pers, dan desakralisasi lembaga Kepresidenan. ” Presiden jatuh tapi, nilai-nilainya tetap hidup”, tambah Wimar.

Wimar menambahkan bahwa jatuhnya Presiden Wahid secara politis adalah pengalaman buruk bagi negara, tapi bukan tragedi. Karena legacy yang kuat ditinggalkan dalam penguatan demokrasi, pluralisme, demiliterisasi dan humanisme. Kalau SBY? "Jangan sampai jatuh." kata Wimar, "Gus Dur secara politis tenggelam di laut, tapi SBY kalau jatuh akan membawa negara tenggelam dalam lumpur"

[source :/perspektif.net]

1 Comment:

  1. Setiap Pemimpin pasti ada Kekurangan dan Kelebihan masing2

    ReplyDelete

Silahkan anda meninggalkan komentar yang tidak berbau SARA

Link Exchange

Copy kode di bawah ke blog sobat, saya akan linkback secepatnya

Berbagi Informasi

Sport

Translate

Blog Archive

Pageviews last month